Thursday, May 6, 2010

YANG PERLU DIKETAHUI TENTANG BUAH PERTAMA


Si kecil sudah berusia 6 bulan? Ini berarti ia mulai harus dikenalkan pada makanan pendamping ASI, termasuk buah-buahan.

Tapi tunggu dulu ada rambu-rambu yang perlu diketahui dalam memperkenalkan buah-buahan pada bayi. Apa saja ya? Hindah Muaris, pemerhati kulinologi yang banyak menulis buku resep makanan bayi, batita, dan balita membantu menjelaskannya pada kita.
  1. Pemberian buah-buahan di masa perkenalan hendaknya memerhatikan tekstur dan kandungan zat pada buah tersebut. Pilih yang bertekstur lembut dengan kandungan zat yang dapat diterima sistem pencernaan bayi (berarti yang tidak asam, tidak bergetah, dan bukan tergolong buah pencetus alergi).
  2. Perhatikan porsi yang diberikan. Yang ideal adalah dalam porsi kecil dan berikan cukup sekali di antara waktu makan utama (bubur susu), kala siang hari. Porsinya cukup 1-2 sendok teh selanjutnya dapat ditingkatkan seiring dengan bertambahnya usia.
  3. Berikan satu jenis buah terlebih dahulu selama 2 sampai 4 hari sebelum diperkenalkan pada jenis buah yang lain. Tujuannya untuk memastikan, apakah sistem pencernaan bayi sudah mampu mengolah buah tersebut atau tidak. Bila tidak, biasanya ditandai dengan muntah atau mencret-mencret. Kalau ada gejala demikian, hentikan dulu pemberian buahnya.
  4. Untuk menggabungkan 2 macam buah atau mengombinasikan buah dengan sayuran, perhatikan paduan rasa yang akan diciptakan. Yang penting rasanya tidak malah jadi asam. Percampuran antara 2 macam buah atau buah dengan sayur bermanfaat untuk memperkenalkan beragam citarasa pada bayi. Penggabungan 2 macam buah ini sudah dapat diperkenalkan ketika bayi berusia 6 bulan setelah dikenalkan pada berbagai rasa buah satu per satu.
  5. Perhatikan pula tingkat kekentalan hasil olahan buah yang akan diberikan kepada bayi. Untuk awal, berikan dalam bentuk semikental (agak cair), selanjutnya kekentalannya dapat lebih ditingkatkan lagi. Misalnya, berbentuk pure yang bertekstur pada usia 7 bulan.
  6. Tidak disarankan memberikan buah yang berserat panjang dan terlalu asam, seperti sirsak untuk menghindari tersedak. Hindari juga buah-buahan yang mengandung alkohol, seperti, durian, nangka, dan cempedak.
  7. Pilihkan buah-buahan yang segar dan berkualitas baik. Hindari pemberian buah kaleng atau buah yang telah diawetkan.
Utami Sri Rahayu. Foto: Iman Dok. nakita


PEMBERIAN BUAH PER USIA

Usia 6 bulan

Buah yang disarankan:

Di usia ini sebaiknya bayi mengonsumsi buah dalam bentuk yang tidak padat (semicair), seperti pisang ambon, avokad, pir, apel, melon, dan pepaya.

Cara pengolahan:
  • Semua buah yang akan diberikan sebaiknya diblansir terlebih dahulu atau dimasak sebentar dalam air yang telah dididihkan sebelumnya, kecuali pisang dan avokad.
  • Haluskan buah yang telah diblansir, kemudian campurkan dengan ASI atau susu formula, agar tidak terlalu kental. Perbandingannya 1 bagian buah dan 1 bagian ASI. Misalnya, 100 gram buah dengan 100 cc ASI atau air susu. Bila ingin lebih cair lagi, untuk perkenalan awal dapat mencampurkan 100 gram buah dengan 200 cc ASI atau air susu.
  • Segera berikan kepada bayi demi menghindari proses oksidasi.

Usia 7 bulan

Buah yang disarankan:

Umumnya pada rentang usia ini bayi mulai tumbuh gigi sehingga mulai bisa diberi buah yang banyak mengandung serat, seperti belimbing, daging jambu biji dan semangka.

Cara pengolahan:

Penyajiannya dapat lebih kental dari sebelumnya, yaitu dengan cara dikerok, atau dilumatkan (tanpa pengenceran). Untuk ujicoba kemampuan menelannya, bayi dapat diberikan buah pisang atau pepaya yang dikerok dengan sendok. Atau, bila akan dijadikan pure, campurkan susu dengan perbandingan 1 bagian susu dan 2 bagian buah. Misalnya, 100 gram buah dicampur dengan 50 cc susu.

Catatan:
  • Tidak dianjurkan pemberian buah dalam bentuk jus karena kandungan seratnya sudah hilang sehingga tak melatih gerakan mengunyah pada bayi.
  • Buah tomat dan jeruk sebaiknya ditunda hingga bayi berusia 8-9 bulan, karena kedua buah tersebut dapat menjadi pencetus alergi pada bayi-bayi tertentu (yang memang memiliki keturunan atau bakat alergi).
  • Porsi pemberian buah dapat ditingkatkan menjadi 1/4 -1/2 cangkir untuk 2 sampai 3 kali makan.

Usia 8–12 bulan

Buah yang disarankan:

Secara bertahap di usia ini bayi juga sudah boleh diberi buah yang teksturnya lebih padat seperti daging tomat, bulir jeruk, dan stroberi, untuk melatihnya mengunyah.

Cara pengolahan:

  • Khusus tomat sebaiknya diblansir terlebih dahulu, kemudian kupas kulit arinya sebelum diberikan atau diolah menjadi pure. Selanjutnya, di usia 1 tahun ke atas, bayi/batita sudah dapat mengonsumsi nanas, sawo, dan mangga.

BUAH SI KAYA KHASIAT

* PEPAYA

Sumber yang tinggi kandungan betakaroten, vitamin C, mineral kalium dan magnesium, serta mengandung senyawa flavonoid. Pepaya juga mengandung enzim papain yang berfungsi sebagai penghancur serat makanan sisa sehingga dapat mencegah sembelit. Pemberian sebaiknya dilakukan secara bertahap, jangan langsung dalam jumlah banyak. Misalnya, 2 sendok makan, kemudian meningkat 4 sendok. Jangan langsung 1 mangkuk. Jika terlalu banyak akan menyebabkan hiperkaroten, bahkan dapat mengganggu saluran pencernaan bayi.

* MELON

Kaya akan vitamin A, B kompleks dan vitamin C, juga banyak mengandung mineral kalium serta magnesium. Melon oranye sangat kaya akan zat betakaroten. Bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan sebagai antioksidan.

* AVOKAD

Banyak mengandung vitamin A dan E. Karena kandungan lemaknya cukup tinggi, maka kedua jenis vitamin tersebut mudah diserap oleh tubuh. Kandungan lemaknya tergolong jenis yang sehat sehingga baik untuk pertumbuhan sel otak bayi. Bermanfaat pula untuk menurunkan kandungan kolesterol dan meningkatkan jumlah penyerapan karbohidrat sehingga bayi dapat terhindar dari malnutrisi.

* BELIMBING BUAH

Banyak mengandung serat makanan, vitamin A dan C serta kalium. Belimbing buah juga baik dikonsumsi untuk menambah daya tahan tubuh.

* PISANG

Kandungan pisang mudah diserap oleh tubuh. Banyak mengandung kalsium, zat besi, fosfor, vitamin C dan B. Pilihlah pisang yang matang. Kandungan vitamin C, B kompleks, B6 dan serotonin pada pisang berfungsi sebagai neurotransmiter dalam kelancaran fungsi otak.

* PIR

Buah pir mudah dicerna oleh bayi. Karenanya pir dapat diperkenalkan secara dini. Pir kaya akan kandungan serat yang dapat membantu memperlancar proses pencernaan. Kupas terlebih dahulu kulitnya sebelum diolah agar lebih mudah dicerna.

* APEL

Apel kaya akan serat, fitokimia dan flavonoid. Fitokimia dalam apel berfungsi sebagai zat antioksidan yang dapat melawan kolesterol jahat, LDL (Low Density Lipoprotein) yang potensial menyumbat pembuluh darah. Sedangkan zat flavonoid merupakan unsur yang dapat mengurangi risiko terkena radikal bebas yang menyebabkan penyakit kanker.

* JERUK

Jeruk kaya akan vitamin dan mineral serta zat gizi esensial seperti potasium, folat, kalsium, niasin, vitamin B6, vitamin C, fosfor, magnesium, tembaga, riboflavin, asam pantotenat, dan lain-lain. Keunggulan lainnya, jeruk tidak mengandung kolesterol, sodium, dan lemak. Vitamin C merupakan bahan yang dapat menambah daya tahan tubuh, juga berperan membantu proses penyerapan zat besi, sehingga dapat mencegah terjadinya anemia.

* TOMAT

Tomat kaya akan zat lycopen, yaitu suatu antioksidan yang mampu mencegah dan mengurangi risiko kanker terutama kanker leher rahim, ginjal dan pankreas. Kandungan vitamin A dan C-nya berperan meningkatkan imunitas tubuh. Mengonsumsi 100 g tomat berukuran sedang mampu menyediakan separuh dari kebutuhan vitamin C tubuh.

* JAMBU BIJI

Memiliki kandungan vitamin C paling tinggi dibanding jenis buah lainnya Paling tidak dalam 100 g jambu biji terkandung kurang lebih 87 mg vitamin C. Karena itu, jambu biji sanggup memulihkan fungsi ketahanan tubuh.

No comments:

Post a Comment