Monday, May 24, 2010

ELEKTROKAUTER PENGHILANG NODA WAJAH



Bertambahnya usia akan banyak menimbulkan berbagai masalah, salah satunya berkaitan dengan kulit wajah, mulai dari kerut hingga timbulnya berbagai noda. Untuk noda tertentu dapat dihilangkan dengan elektrokauter yang disebut juga bedah listrik.



Disebut bedak listrik karena cara penggunaannya memang menggunakan alat yang berhubungan dengan listrik, tapi tindakan ini lebih dikenal sebagai elektrokauter, lebih singkat lagi dengan menyebutkanya kauter. Lantas kelainan apa saja yang dapat diatasi dengan elektrokauter ini?



Ternyata hampir semua jenis kelainan kulit dapat disembuhkan dengan menggunakan eletrokauter, misalnya kertois seboroik (kutil/tahi lalat), freckles, hyperplasia sebasea, komedo dalam, fobroma molee, dan siringoma. Kelainan kulit seperti itulah yang dapat diatasi dengan elektrokauter,” jelad dr. Tina Wardhani Wisesa, SpKK, staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.



Kasus yang banyak terjadi



Kasus yang banyak terjadi adalah keratosis seboroik, yaitu sejenis titik-titik hitam yang bertangkai mirip kutil kecil yang sering timbul di kulit wajah dan sekitar leher. Banyak orang menyebutnya sebagai proses penuaan. Hal ini desebabkan oleh faktor keturunan, atau juga paparan sinar matahari yang berlebihan,” ujar Tina yang sehari-hari berpraktik di Klinik Sakti Medika-Jakarta.



Biasanya pada keratosis seboroik yang warnanya sama dengan kulit wajah sering tidak disadari. Padahal, kulit wajah sebenarnya sudah di tumbuhi kertosis seboroik.



Sedangkan yang bernoda seperti titik-titik coklat mirip kulit orang bule disebut freckles. Kalau yang ini lebih disebabkan kulit wajah tidak dilindungi dengan pelindung tabir surya, juga cara penggunaannya yang salah.



Sementara pada hiperlasia sebasea, lebih disebabkan pada lemak yang letaknya di dalam. Tidak seperti komedo yang mudah dikeluarkan hanya dengan facial karena letaknya di permukaan, hiperlasia sebasea terletak cukup dalam, sehingga harus dibantu dengan elektrokauter.



Adapun siringoma adalah kelainan kulit yang berkait dengan kelenjar keringat. Tak heran jika kelainan kulit itu timbul disekitar bawah mata. Kelainan ini sering kambuh-kambuhan, tergantung pada aktivitas yang dilakukan.



Menurut Tina, hasil penyembuhan dengan menggunakan elektrokauter adalah baik, tidak meninggalkan bekas, cepat sembuh dan perawatannya pun tidak sulit.



Penyebab



Dari kalainan yang timbul tersebut sebagian besar terjadi pada mereka yang sudah berusia diatas 30 tahun. Sedangkan kasus komedo terjadi pada usia 20-an. Namun menurut Tina, selain faktor usia, kelainan kulit tersebut bisa mengakibatkan wajah tidak memakai pelembab, tabir surya serta wajah tidak dirawat dengan baik.



Cara kerja elektrokauter



Mendengar kata “bedah” biasanya langsung membuat orang mundur. Apalagi “bedah listrik”, yang mungkin cukup menakutkan bagi mereka yang belum mengetahui. Padahal



Tahapan Elektrokauter

  • Wajah dibersihkan terlebih dahulu
  • Anestesi dengan salep
  • Bagian yang akan dikauter ditempel plester agar salep meresap
  • Dibuka plesternya, lalu pengerjaan dilakukan dengan elektrokauter
  • Setelah selesai oleskan salep antibiotic agar tidak infeksi.





Cara kerjanya justru sangat mudah dan cepat. “Karena menggunakan listrik itulah maka disebut bedah listrik. Namun ini lebih dikenal dengan nama elektrokauter. Tak perlu takut, tidak terasa sakit, hanya sedikit panas, karena pengerjaannya memang seperti dibakar,” urai Tina.



Pembakaran tersebgut menurut Tina dilakukan dengan watt yang kecil, dan jarum-jarum yang halus, dan tergantung tebal tipisnya noda. Peralatan tersebut menurut Tina tergantung dari kebutuhan. Sebelum noda dibersihkan dengan elektrokauter, kulit harus dalam keadaan sedah bersih, lalu diberi alcohol.



Untuk menghilangkan rasa panas, diberikan anestesi terlebih dahulu, yakni berupa salep yang dioleskan di wajah. Setelah ditunggu sekitas satu jam, barulah operasi dilakukan. “Proses tindakannya sebenarnya hanya 10-15 menit, justru yang lama adalah menunggu kulit wajah kebal setelah dioles salep. Tetapo ada juga pasien yang kuat tanpa harus menunggu lama. Semua itu tergantung pada pasiennya sendiri,” ujar dokter yang selalu banyak senyum walau lelah.



Setelah proses elektrokauter selesai, salep yang mengandung antibiotika dan antiinfeksi dioleskan pada bagian yang dioperasi. Perawatan pacakauter harus sesuai dengan apa yang disarankan dokter, yakni sabun khusus untuk membersihkan kulit wajah. Disarankan agar menhindari susu pembersih, karena menurut Tina, produk ini akam membuat kulit yang dikauter terangkat saat dilap dengan tisyu atau kapas, sehingga luka akan menganga kembali dan lama keringnya.



Hindari pula melepas kulit yang kering dengan jari atau kuku. Hal ini bisa menyebabkan kulit luka dan lama kering. Biarkan kulit yang terbakar tersebut terlepas dengan sendirinya, biasanya antara 3-4 hari, sedangkan yang agak tebal paling lama satu minggu. “Yang penting tetap gunakan sabun khusus dan salep, jangan pernah lupa menggunakan pelembab dan tabir surya,” pesan Tina.



Kelebihan dari membersihkan noda di wajah dengan menggunakan elektrkauter ini, kita masih bisa melakukan kegiatan diluar rumah, membersihkan wajah dengan menggunakan air, dan tetap boleh terkena sinar matahari, asal menggunakan pelindung kulit. PARAS

2 comments: