Monday, May 3, 2010

MENGUSIR BATU GINJAL TANPA OPERASI


Batu ginjal merupakan salah satu penyebab penyakit gagak ginjal. Dahulu untuk membuangnya harus lewat operasi. Kini, dengan teknologi kedokteran canggih, batu yang berukuran kecil pun bisa dihancurkan tanpa melibatkan pisau bedah.

Pak Santo (40) sudah delapan bulan mondar-mandir ke rumah sakit untuk menjalani cuci darah. Ia mengaku, ginjal nya rusak gara-gara infeksi batu yang sudah lama ngendon dalam ginjalnya. Infeksi kronis ini perlahanplahan menggerogoti fungsi ginjalnya. Akibatnya, dalam waktu singkat fungsinya tinggal sekitar 5%. Mau tidak mau seumur hidup, setiap tiga hari sekali ia harus menjalani cuci darah. Pakar penyakit ginjal dan hipertensi almarhum Prof. R.P. Sidabutar pernah mnyatakan, infeksi batu ginjal kronis merupakan faktor penyebab kedua terjadinya gagal ginjal di Indonesia. Pada kasus ini pembentukan batu terjadi dari buli-buli atas atau bawah serta piala ginjal, tidak pada salurannya. Namun, yang menjadi penyebab utama gagal ginjal pada umumnya adalahj infeksi batu pada ginjal atau kandung kemih atas.

Sejak tahun 70an sejumlah penderita batu ginjal meningkat. Kalau sampai akhir tahun 60an pengedapan batu kebanyakan terjadi pada kandung kemih, belakangan pada piala ginjal,” kata dr. David Manuputty D.S.G.D.S.B dari RS PGI Cikini.

Penyakit gagal ginjal juga banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan makanan “semakin makmur suatu masyarakat,semakin banyak terjadi endapan batu pada ginjal, dibandingkan dengan kandung kemih,”tambah Manuputty.konsumsi minuman dan makanan yang kurang higienis memacu terjadinya air seni pekat, sehingga memudahkan terbentuknya infeksi atau kristal batu pada kandung kemih. Sebaliknya, pola makan masyarakat maju yang cenderung memilih makanan yangmenangdung kalsium oksalat (misalnya makanan bahan susu olahan, minuman cola, makanan bergaram tinggi, makanan manis, vitamin C dosis tinggi, kopi, teh kental dll) serta asam urat (tinggi protein), memudahkan terbentuknya endapan pada piala ginjal karena konsentrasi air seni sepat meningkat.

Disamping itu yang tak kalah pentingnya adalah faktor bakat atau warisan genetic seseorang. “Kalau salah satu saudara kita ada yang menderita penyakit batu ginjal atau batu kemih, artinya kita mempunyai kecenderungan lebih besar terserang penyakit yang sama dari pada orang lain."Sekarang jumlah pasien batu kemih atau ginjal di RS PGI Cikini sekitar 530 orang per tahun. Usianya bervariasi 20an keatas. Sementara itu dr. Piji Rahardjo dari RSCM menambahkan, penyakit batu ginjal yang diderita 0,5% penduduk Indonesia ini lebih banyak menyerang kaum pria dibandingkan dengan wanita. Bila 1-2% dapr populasi diperiksa kadar kalsium air seninya akan meninggi, tetapi hanya 10% yang terkena penyakit batu ginjal. Hal ini menurut dr. Puji, menujukkan adanya faktor lain yang berperan dalam pembentukan batu selain bahan dasarnya.

Faktor tersebut antara lain adalah kurangnya cairan tubuh yang menyebabkan produksi air seni
sedikit dan pekat. Pada mereka yang setiap hari bekerja di udara terbuka (petani, pekerja lapangan) atau di ruang mesin yang panas, terutama yang kurang minum, akan cepat menimbulkan efek perubahan keasaman atau kebasaan air seni. Maslahnya faktor penghambat pembentukan batu ginjal berkurang atau hilang sama sekali. Atau bisa pula terjadi peningkatan kalsium dalam urine karena mobilisasi kalsium tulang akibat seseorang tidak labi bisa bergerak karena sakit limpuh, misalnya.

Konsumsi vitamin C dan D dosis tinggi pada seseorang yang secara genetic berbakat akan memudahkannya tersrang penyakit ini.pada orang berbakat, mengkonsumsi 100-300 mg vitamin C setiap hari, menurut dr David memudahkan terbentuknya batu. Soalnya, vitamin C mengandung kalsium oksalat tinggi. Vitamin D dosis tinggi pun menyebabkan absorpsi kalsium ke dalam usus meningkat. Obat sitostatik untuk penyakit kanker pun memudahkan pembentukan batu karena meningkatkan asam urat.

Silent stone

Selain batu kalsium oksalat (60-80%), menurut dr. Puji, ada lagi campuran kalium oksalat –fosfat yang sifatnya lebih keras. Pada pemeriksaan radiology, batu ini tapak putih seperti tulang karena kandungan kalsiumnya lebih tinggi. Ada lagi bati tripel fosfat (10-15%) yang tersusun dari kalsium magnesium – ammonium fosfat (struvite). Batu ini terbentuk akibat infeksi saluran kemih karena kuman. Bentuk batu menyerupai tanduk rusa karena mengisi saluran kemih karena kuman. Bentuk batu menyerupai tanduk rusa karena mengisi saluran kemih yang terbentuk seperti tanduk rusa. Lalu ada batu sistin yang terjadi akibat faktor genetic. Namun campuran fosfat dari sistin ini jarang terjadi. Sedangkan batu karena asan urat (5-15%) terbentuk akibat sekresi asam urat yang berlebihan dalam urine akibat faktor genetic yang diperberat dengan konsumsi makanan kaya purin, umpamanya jeroan.

Dalam pemeriksaanradiologi, batu Janis ini sering tidak tampak, kecuali kalau unsurenya tercampur dengan kalsium. Oleh sebab itu, selain memakai CT-scan, pemeriksaan batu ginjal masih menggunakan bantuan suntikan cairan pekat intra venus yang kemudian bisa lebih jelas terlihat melalui USG. “Begitu pula pada pemeriksaan hematuri-makroskopik atau pemeriksaansel darah merah yang masuk air seni, gejala penyakit ini sering tidak tampak dengan jelas (90%). Walaupun hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan sudah tampak adanya gejala awal atau gejala pegal pinggang , penderita sering mengacuhkannya. Tahu-tahu batu sudah sebesar telur ayam,” kata dr David.

Pembentukan batu secara perlahan-lahan ini dinamakan silent stone. Pada umumnya penderita baru mengeluh setelah batu membesar dan dapat terdeteksi jelas. Apalagi bila mulai timbul gejala nyata seperti sakit atau pegal pinggang bawah yang kadang-kadang terasa sampai ke perut depan bawah, terjadi kolik (sumbatan mendadak pada saluran atau ureter secara mendadak yang mengakibatkan rasa sakit luar biasa karena batu tajam yang turun ke saluran menyebabkan mengembangnya saluran) yang sering diiringi muntah atau berkeringat banyak atu batu mengalami infeksi sehingga seluruh saluran terinfeksi.

Bahkan kerusakan pada satu ginjal sering tidak tampak dalam system kencaran buang air kecilnya karena dengan satu ginjal sehat kelancaran air seni tidak terganggu. Namun, begitu kedua ginjal mulai kurang berfungsi (tertular ginjal yang infeksi) system pembuangan urine mulai terganggu. Pada tahap ini air seni mengalir tidak lancer anyang-anyangen (bhs Jawa) tubuh terserang demam.

Pembesaran atau infeksi kelnjar prostate yang terbanyak menyerang pria usia 50 tahun keatas juga sering kali menimbulkan komplikasi timbulnya batu kandung kemih. Pembesaran prostate menyebabkan aliran air seni terganggu sehingga air seni mudah membentuk kristal.

Tindakan tepat

Penatalaksanaan pengobatan penyakit batu ginjal, meurut dr. Puji, menyangkut beberapa strategi terhadap keluhan gejala. Mula-mula keluhan sakit mdihilangkan, kemudian mengatasi infeksi serta komplikasi lain. Terakhir tentu usaha menghancurkan atau mengankat batunya. Sebelum batu diangkat atau dihancurkan tentu perlu pemeriksaan laboratorium, radiology, USG, dll.

Selain lewat pembedahan terbuka, penghancuran batu ginjal dan kemih bisa dilakukan dengan metode litotripsi atau proses mengacurkan batu menggunakan gelombang kejut atau ultrasonic. Ada dua prosedur litotripsi yakni ESWL (extra corporeal shock wave litotripsy) dan percutaneous lithotripsy (tusukan pada kulit) yang sudah cukup lama digunakan di beberapa rumah sakit di Indonesia. “Metode ESWL dari Jerman yang kami gunakan seperti main jackpot,” guarau dr.David. alat litotripsi berada di luar tubuh . sebelum batu ditembak dilakukan foto roentgen untuk mengetahui posisi batu. Kemudian melalui layer monitor, dicari lagi sasaran yang tepat. Di sini pasien tidak harus dibius. Setelah tembakan berulang kali tepat sasaran, pecahan batu akan keluar bersama air seni (kencing bercampur darah selama 12 jam). Agar pasien tidak kesakitan tentu proses penembakan tidak boleh dengan tekanan tinggi.

Sedangkan metode pencutaneous menggunakan alat nefroskop (alat teropong mirip bor kecil) yang dilengkapi alat penghantar gelombang getar ultrasonic, dimasukkan ke dalam ginjal melalui lubang sayatan di panggul. Dengan gelombang getar ultrasonic tersebut, batu dapat dipecahkan dan disingkirkan, kemudian pecahan juga keluar bersama air seni.

Pemecahan batu dengan kedua metode itu mengharuskan pasien tinggak di rumah sakit 2-3 hari semapai kencing jernih kembali.

Cara yang lebih canggih sekarang dengan menggunakan sinar laser. Tipe laser yang digunakan semula adalah tipe pulse dye. Belakangan sejak Agustus 1997 RS PGI Cikini menggunakan laser tipe Ho:Yag atau Holmium asal AS. Caranya, melalui saluran uretra dimasukkan slang fiber mini, yang lansung dapat mengenai batu sasaran. Kalau tipe pulse dye hanya untuk batu ginjal atau kemih, tipe Homium ini lebih multiguna. Misalnya juga untuk pengobatan pembesaran atau infeksi prostate serta tumor jinak kandung kemih.

Homium ini pandai mengatur frekuensi tembakan agar batu tidak terdorong ke atas. Jarak antara selang fiber dengan batu paling-paling hanya 1mm. dengan system gelombang pulsasi batu dengan segera bisa dipunahkan. Tindakan dengan mesin canggih ini dinilai lebih cepat, risiko pendarahan ataj kerusakanjaringan sekitarnya hampir tidak ada, seta nyeri pascaoperasi dan risiko komplikasi hampir tidak terasa.

Penderita tidak perlu menginap dirumah sakit, bisa langsung pulang begitu kesadararan sudah pulih. Biayanya pun sekitar 1 juta lebih murah daripada operasi terbuka. Komplikasi paling-paling terasa sedikit demam dan nyeri setelah tindakan, yang biasa datasi dengan antibiotic.

Bisa kambuh

Sedangkan terciptanya semacam kepulan debu (perforasi) akibat system pulsasi tasi, menurut dr. David, bisa diatasi dengan mengalirkan teru-menerus cairan NaCl fisiologis. Untuk menangani batu pada kandung kemih misalnya, diperlukan pulsasi rata-rata 10-20 kali perdetik. Untuk batu saluran kemih (ureter) hanya 5-10 kali per detik. Disini pasien perlu dibius dan kondisi jantung, paru-paru, serta ginjal harus baik agar saluran tercapai dengan sukses.

“Cara penanggulangan batu ginjal dankemih memang bervariasi,”ujar dr.David. yang utama dicari kasusnya, letak, danukuran batunya. Kemudian baru ditentukan cara mana yang paling tepat atu kombinasi berbagai cara. Kalau letak batu sulit dijangkau, atau terlalu besar, jalan satu-satunya dengan pembedahan. Kalau ginjal yang ditumbuhi batu mulai rusak, harus diangkat, agar ginjal yang masih sehat tidak ikut rusak. Adakalanya, menurut dr.Puji, khususnya dibuat jalan pintas aliran seni bila sumbatan batu sulit atau tidak bisa dihilangkan. Agar ginjal yang masih sehat tidak ikut rusak.

Kemungkinan kambuh memang bisa terjadi apabila penderita kurang memperhatikan kesehatannya. “Pada umumnya batu kandung kemih tidak kambuh lagi, tapi tidak demikian dengan batu pada ginjal,” tambah dr. David. Namun, setiap tindakan seharusnya dapat mengenyahkan batu sampai bersih,”tambah dr.Puji. setelah dikeluarkan batu dianalisis kembali jenisnya, penyebab terjadinya batu, bagaimana terbentuknya, dll.

Yang secara teknis sulit dihancurkan atau dibersihkan apabila letak batu jauh dari pusat saluran kemih, atau jumlah banyak dan tersebar, paling repot kalau tidak mungkin dilakukanoperasi besar pada diri pasien karena kondisinya lemah atau mempunyai penyakit lain. Dalam kasus sperti ini tentu sebelum tindakan dilakukan perlu di pelajari secara seksama kadar zat pembentuk batu dengan memeriksa kadar zat pembentuk dalam urine (ditampung selama 24 jam) kemudian bisa dianalisis konsentrasi adanya zat-zat tersebut. Baru kemudian tindakan apa yang paling tepat dan aman bisa dilakukan. Batu bukan organic (kalsium oksalat dan fosfat), menurut dr David, biasanya tidak bisa larut hanya dengan obat-obatan, jadi harus dilakukan tindakan seperti diatas tadi.

Usaha yang perlu ditempuh agar penyakit ini tidak kambuh a.l dengan minum air putih yang cukup agar kencing keluar 2-3 kali sehari. Minuman segar seperti cola atau minuman bersoda lain, tidak dianjurkan untuk mereka yang pernah mengidap batu kalsium oksalat. Tapi tidak bagi batu asam urat.

Pengobatan serta pencegahan agar tidak kambuh banyak ditentukan oleh jenis batunya. Misalnya batu kalsium akibat ekskresi kalsium yang meningkat di air seni dapat dicegah atau dikurangi dengan mengurangi asupan kalsium dalam makanan seperti makanan olahan dari susu sapi, tinggi kedelai misalnya. Atau,dokter memberikan obat berkhasiat mengurangi ekskresi kalium. Untuk jenis batu ekskresi asam urat biasanya diberikan obat alupurilol yang dapat mengurangi batu kambuhan dari asam urat. Karena batu asam urat mudah terbentuk dalam suasana asam, maka perlu juga pengubahan suasana kasaman misalnya dengan garam natrium bikarbonat di samping obat alipurinol tadi.sedangkan batu yang tidak disertai adanya askresi kalsium atau asam urat tinggi,dicoba dengan minum banyak dulu, belum perlu obat. Olah raga seperti jalan atau lari pagi desertai minum cukup yang menunjang kelancaran keluarnya air seni sangat dianjurkan. Bagi seseorang yang berbakat penyakit batu ginjal atau batu kemih, hendaknya selalu memperhatikan konsumsi makanan sehari-hari. Minum air putih 5-8 gelas sehari. Sotojeroan sapi, eskrim, keju, milkshake, kopi, cola,memang lezat =, tapi ingat terlalu banyak makan dan minuman nikmat itu, akan memudahkan pembentukan batu dalam ginjal Anda!

Sumber : INTISARI (kumpulan artikel kesehatan)

No comments:

Post a Comment