Thursday, March 11, 2010

PERAWATAN BAYI PREMATUR

Menurut metode penentuan usia, kelahiran premature adalah kelahiran yang terjadi di antara minggu ke 20 sampai minggu ke 37 dengan kemungkinan kelangsungan hidup bayi sebenarnya berawal dari minggu ke 23. bayi-bayi yang dilahirkan dalam masa seperti itu desebut preterm atau usia kurang, dan mungkin membutuhkan perawatan khusus.

Dalam beberapa hal, alasan kelahiran bayi premature ini belum banyak diketahui. Namun ada beberapa kondisi yang memungkinkan kelahiran premature, diantaranya ; adanya kelainan struktur mulut rahim dan rahim, adanya pendarahan yang tidak seperti biasanya berasal dari plasenta yang terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya (plasenta abruption), ibu mengalami hipertensi karena kehamilannya, infeksi rahim bagian dalam atau penyakit kronis seperti diabetes, jantung atau tekanan darah tinggi, dan terakhir ibu usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun.

Faktor lain yang mungkin juga bisa mmenimbulkan kelahiran premature antara lain kerja lembur,m merokok, minum-minuman keras penggunaan obat-obatan terlarang, kekurangan gizi dan kurang berat badan.

Emosi berlebihan

Memiliki bayi premature merupakan salah satu pengalaman orang tua yang paling menegangkan. Bila ibu melahirkan bayi premature mungkin pada mulanya ibu mengalami shock, pikiran ibu dipenuhi oleh masalah seputar kelahiran premature bayi ibu saja. Demikian di jelaskan oleh Steven A Dowson dan kawan-kawan dalam panduan kesehatan balita.

Selanjutnya ia menjelaskan dengan demikian ibu sulit berpikir tenang dan sulit mengingat sesuatu yang sudah dikatakannya. Biasanya ibu harus mendengarkan informasi yang sama berulang kali. Bisa jadi ibu merasakan penolakan terhadap kondisi tersebut atau tidak ingin meyakini bahwa semua itu telah terjadi, imbuhnya.

Pada umumnya kecemasan dan depresi yang dialami keluarga yang memiliki bayi premature dianggap hal yang wajar pada masa persalinannya. Ada juga beberapa orang tua yang meminta dorongan moril dari seluruh keluarganya, teman-temannya, dan ustadz atau mencari bantuan para ahli.

Yang dilakukan

Ada beberapa hal yang perlu ibu lakukan agar bayi premature tumbuh dengan baik, diantaranya menyusui, perawatan dengan sentuhan kulit dan memberikan perhatian terhadap perkembangan bayi akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan fisik dan mental bayi.

Beberapa bayi premature mengalami masalah-masalah medis umum, pertama, suhu tubuh. Bayi-bayi prematu tidak memiliki lapisan insulasi dan lemak yang cukup untuk mempertahankan suhu tubuhnya. Sumber penas buatan seperti tempat tidur terbuka dengan alat pemanas diatasnya atau sebuah incubator untuk membantu menghangatkan tubuhnya.

Kedua, masalah pernapasan. Beberapa bayi premature dapat bernapas tanpa bantuan alat pernapasan. Namun seringkali paru-parunya belum cukup sempurna dan bekerja secara efektif. Kekurangmatangan organ bayi premature tersebut dapat menyebabkan masalah-masalah medis yang memerlukan perawatan khusus.

Ketiga, sindrom kesulitan pernapasan. Merupakan penyakit paru-paru bayi premature. Semakin premature bayi semakin besar kemungkinannya mengalami masalah ini karena kurangnya surfaktan di dalam paru-paru. Surfaktan adalah zat seperti sabun yang dihasilkan paru-paru yang menyebar seperti lapisan tipis dia atas kantong udara yang memungkinkan paru-paru tetap terbuka.

Keempat, kondisi pernapasan berhenti secara periodic dengan jeda waktu tertentu, yang mungkin juga disertai dengan melemahnya kecepatan kerja jantung atau apnea bayi premature. Selanjutnya masalah-masalah medis umum yang sering terjadi pada bayi premature adalah, gula darah yang rendah. Gula darah bayi premature harus terus dipantau dangan teliti pada jam-jam setelah persalinan.

Sakit kuning yang biasanya terlihat beberapa hari setelah kelahiran baik normal atau premature. Kemudian bayi premature mudah terserang infeksi karena belum memiliki kekebalan tubuh yang sempurna, konsentrasi sel-sel darah merah yang rendah, pembuluh darah yang menghubungkan urat nadi utama yang menuju ke paru-paru (pulmonary artery) dan membawa darah keseluruh tubuh, penyakit usus karena bayi premature sangat peka terhadap perubahan-perubahan dalam aliran darah (necrotizing enterocolitis), pertumbuhan pembuluh darah yang tidak normal pada mata bayi ( retinophaty of prematurity)

Terakhir adalah pendarahan ventrikel / hidrosefalus. Pembuluh darah dalam atau disekitar otak bayi premature rapuh dan rentan pecah. Pendarahan itu terjadi pada ruang tempat cairan normal dalam otak, ruangan ini disebut ventrikel. Cara yang paling mudah dan handal dalam mendiagnosa pendarahan tersebut dengan USG.

Bawa pulang

Bayi diperbolehkan pulang bila ia dapat menjaga suhu tubuhnya tetap normal ditempat tidur terbuka, mnyusui ibunya, dan bertambah berat badannya. Rata-rata bayi mampu memenuhi criteria tersebut sekitar dua atau empat minggu sebelum tanggal ditetapkannya boleh pulang. Namun dondisi ini pun bermacam-macam khususnya bagi bayi-bayi premature yang paling kecil yang sakit parah.

Persiapkan segala sesuatu sebelum ibu memutuskan untuk pulang, misalnya cara menempatkan bayi di kendaraan, perawatan lanjutan bayi oleh tenaga kesehatan, mintalah informasi tentang immunisasi dan simpanlah semua catatan immunisasi yang telah diberikan kepada bayi ibu. (nabila edisi 2/juni 2007)


No comments:

Post a Comment