Friday, July 22, 2011

PUASA PERTAMA BAGI SI KECIL



Anak-anak memang belum diwajibkan berpuasa. Tapi, tak ada salahnya kita mulai memperkenalkan ritual puasa. Latihan ini juga membaa manfaat bagi si kecil. Baca info yang dikumpulkan sebagai berikut.

Menurut Dr Salim Segaf Al-Jufri, MA dalam buku Tarhib dan Panduan Ramadhan, 50 Tanya Jawab Seputar Ibadah Puasa dan Lainnya, latihan puasa bagi anak-anak sesuai ajaran Islam. Rasulullah SAW juga melatih anak-anaknya berpuasa. Dalam salah satu hadis, Rasul mengatakan “Kami puasakan pula anak-anak kecil kami dan kami berangkat ke masjid dengan menjadikan mainan dari kapas buat mereka, jika ada salah seorang dari mereka menangis minta makanan, kami berikan mainan itu kepadanya sampai masuk waktu berbuka.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).


Di Hadits memang tak tercantum keterangan tegas soal kapan saat yang tepat untuk melatih anak-anak berpuasa. Yang ada adalah keterangan bahwa, saat mereka menangis maka puasa harus dihentikan dan boleh makan. Usia yang ideal utnuk melatih anak-anak berpuasa yaitu umur tujuh tahun sebagaimana anjuran Rasulullah SAW untuk mengajarkan anak sholat. Jika sebelum umur tersebut sudah mampu, boleh mulai dilatih dengan tetap memperhatikan kondisi si anak dan tidak memaksanya. Psikolog anak Vera Itabiliana K. Hadieidjojo,Psi menjelaskan anak usia mulai 4 tahun bisa dilibatkan dalam ritual Agama sederhana, termasuk saat Ramadhan. Misalnya dengan dikenalkan pada suasana puasa. Sperti ikut bangun makan sahur dan berbuka puasa. Tapi tentu saja, sebagai orang tua kita harus mencontohkannya terlebih dahulu.

LAKUKAN SECARA BERTAHAP

Ahli gizi dr. Fiastuti Witjaksono, M.S SpGK dari Semanggi Specialist Clinic juga berpendapat bahwa latihan puasa biasanya bisa dilakukan anak usia diatas 6 tahun. Karena anak usia 5 tahun, Pertumbuhannya masih sangat pesat. Kalau kekurangan gizi, perkemangan bisa terganggu. Pengosongan lambung pada anak kelompok usia ini juga terjadi 3-4 jam lebih cepat, sehingga mereka sulit menahan rasa lapar.

Sebelum melatih anak berpuasa, pastikan terlebih dulu anak dalam keadaan sehat dan tak menderita penyakit apapun. Tumbuh kembang (proporsi tinggi dan berat badan serta lingkar kepala) si kecil pun harus baik, termasuk asupan gizinya. Jangan sampai puasa justru melemahkan kondisi anak dan akhirnya jatuh sakit.

Dokter Fiastuti menganjurkan latihan puasa pada anak harus dilakukan secara bertahap. Tidak bisa langsung 13 jam. Awalnya, bisa dilatih puasa selama 3 jam (waktu sahur sampai pukul 08:00 atau pukul 08:-pukul 12:00), kemudian 6 jam (waktu sahur sampai pukul 12:00), lalu seharian penuh. Dengan cara bertahap, anak bisa melatih kondisi fisiknya dan tidak kaget bila suatu saat harus menahan lapar seharian penuh (13 jam). Puasa di pecan pertama biasanya adalah saat yang berat bagi anak. Mereka harus mengondisikan lambung berubah ritme kerjanya. Setelah beberapa hari barulah anak bisa beradaptasi.

Sema seperti orang dewasa, saat sahur dan berbuka , anak-anak harus mengonsumsi karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks lebih lama dicerna lambung shingga menciptakan rasa kenyang lebih lama. Sumber karbohidrat kompleks dapat diperoleh dari beras atai kentang. Hindari konsumsi karbohidrtat simpleks seperti makanan yang manis dan mengandung gula. Selain itu, dikedua waktu makan itu anak harus memperoleh asupan yang lengkap, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin. Makanan berserat seperti sayur dan buah juga memberikan efek kenyang . saat berpuasa, sebaiknya, anak-anak menghindari aktivitas berat. Agar tak terjadi kondisi kekurangan cairan. Denan demikian, asupan cairan pada saat berpuasa pun harus cukup.

JANGAN DIPAKSAKAN

Dokter spesialis anak RSCM dr. Hindra Irawan Satari, Sp,A(K) mengingatkan agar latihan puasa ini jangan menjadi beban anak. Kalau anak sudah menyatakan tidak kuat, segera hentikan. Pada kasus tertentu, ada anak-anak yang tetap memaksa berpuasa meski kondisinya sudah lemah. Sebagai orang tua, kita harus memantau kondisinya. Bila anak terlihat lemas, bujuk dia agar membatalkan puasa. Dokter Hindra tidak menyetujui adanya target waktu saat anak latihan puasa. “Pokoknya kalau sudah tidak kuat, hentikan puasanya,” jelas dokter lulusan Universitas Indonesia itu.

Dokter Hindra menambahkan kondisi umum anak yang harus diwaspadai saat mereka melakukan puasa adalah bila anak mudah sakit, menderita gangguan pertumbuhan, dan menderita penyakit asma, atau alergi. Selain itu, keadaan yang harus dihindari anak utnuk berpuasa adalah penyakit infeksi akut (batuk, pilek, panas), infeksi kronis ( tubekulosis), penyakit bawaan gangguan metabolism, jantung, ginjal, dan kelainan darah. Meskipun infeksi akut virus seperti batuk, pilek atau panas yang dialami ringan, bila kondisi tubuh turun seperti saat berpuasa akan menimbulkan risiko komplikasi yang berat.

Terakhir, sekecil apapun keberhasilan anak dalam berlatih puasa, anda harus memberikan penghargaan pada usahanya itu. Apalagi momen itu merupakan saat pertama si kecil ikut puasa. Ingat, jangalah membanding-bandingkan pengalaman puasa anak lain dengan anak anda. Kondisi kekuatan setiap anak sangatlah berbeda.

Nah, selamat mencoba, semoga dengan latihan puasa kali ini si kecil belajar mengenal ritual penting dalam hidup mereka.

MANFAAT PUASA RAMADHAN BAGI SI KECIL

Latihan puasa pada anak dapat membentuk karakternya/ berikut beberapa manfaat lain yang bisa didapatkan anak dari berlatih puasa :
  • Puasa melatih anak mengatur emosi. Mereka juga belajar mengendalikan diri dan kemauan karena harus menahan lapar pada waktu tertentu.
  • Berpuasa membuat anak lebih kreatif. Mereka terkondisi mencari cara untuk mengisi waktu dan mengalihakan rasa lapar ke kegiatan lain.
  • Dari ritual berpuasa, orang tua bisa menyelipkan makna berpuasa pada anak (salah satunya berempati pada fakir miskin yang tidak setiap hari makan). Anak bisa menghargai dan tidak membuang-buang makanan lagi.
  • Selama bulan Ramadhan, orang tua juga bisa melatih anak beribadah lain seperti salah berjamaah, mengaji bersama, dan hafalan doa.
Sumber : Sekar.

No comments:

Post a Comment