Monday, June 7, 2010

TIPS MENDIDIK ANAK


Belajar Menghargai Pembantu

Bisa jadi di rumah anak anda memerintah pengasuh/pembantu rumah tangga untuk melayaninya, seperti mengambilkan mainan, mamakaikan sepatu, dan membawakan minum. Boleh-boleh saja jika memang perlu dan ketika minta bantuan si Mbak, anak menyatakan dengan baik dan sopan.

Untuk itu si kecil perlu diajarkan mengahargai pengasuh/pembantu rumah tangga. Berikut ini beberapa hal yang perlu anda tanamkan pada anak:


Berempati

Empati penting ditanamkan pada anak sejak usia dini. Mengasah empati bisa dilakukan saat si kecil berinteraksi dengan pengasuh/pembantu rumah tangga keluarga. Saat anak terus menerus menyuruh pengasuhnya melakukan ini dan itu, anda perlu menginterupsinya, “De, kok menyuruh Mbak terus? Kasihan dong, capekkan Mbak kalau Ade minta Mbak harus ambil ini dan itu.”

Cara lain adalah mengajak anak melihat ketika pembantu rumah tangga sedang melakukan pekerjaannya. Misalnya, ketika si Mbak mencuci baju/piring. anda dapat menjelaskan bahwa Mbak mesti melakukan beberapa tugas saat ini. Ada baiknya anak tidak terus menerus menyuruh melakukan ini dan itu. Katakan pada anak, “Kasihan kan Mbak, kalau harus kerja terus. Kapan istirahatnya?

Melakukan sendiri

Tugas pembantu tumah tangga melaksanakan pekerjaan rumah tangga dan membantu menyiapkan kebutuhan anak. Walaupun begitu anak perlu diberi batasan, mana saja yang bisa menjadi tanggung jawabnya. Misalnya kewajiban anak membereskan mainan atau tas sekolahnya sendiri.

Memberi anak tanggung jawab dapat menghindarkannya terlena dari sikap bossy dan tak mau membantu pengasuh/pembantu rumah tangga. Orang tua dapat mengajarkan bahwa manusia harus hidup saling tolong. Si kecil juga perlu memahami molong tak boleh melihat siapa orangnya, karena setiap manusia berhak mendapat pertolongan.

Anda dapat meminta si balita, bila mampu, membantu Mbak. Misalnya, membantu ketika sedang menyiram kebun, berusaha mengambil minum sendiri, atau juga meletakkan sepatu di tempatnya. Apa yang dilakukan anak meringankan pekerjaannya si Mbak.

“Maaf”, “totong”, dan “terimakasih”

Saat anak meminta bantuan Mbak mengambilkan sesuatu, ajak si kecil mengucapkan”tolong”. Bila pengasuh/pembantu anda sudah melakukan keinginan si kecil. Anda dapat mengajak anak mengucapkan “terimakasih”.
Begitu pula ketika anak menganggu pengasuh/pembantu dengan kenakalan-kenakalannya. Ajak si kecil mengucapkan “maaf” pada pangasuh/pembantunya

Sopan dan tidak kasar

Jelaskan pada anak ia tak boleh manyakiti Mbak dengan cara memukul, menendang mengeluarkan kata-kata kasan dan lain sebagianya. Meski pengasuh/pembantu adalah orang yang bekerja di rumah ada dan bertugas membatu keperluan anda sekeluarga, tak berarti ia boleh diperlakukan kasar dan semena-mena. Justru si kecil harus bisa membiasakan dri berlaku sopan pada pengasuh/pembantunya dan menghargai keberadaan mereka.

Tak perlu marah-marah

Adakalanya anak marah besar pada Mbak karena apa yang ia minta tidak dapat dipenuhi dengan baik oleh pengasuh/pembantunya. Langkah yang bijaksana jika orang tua menengahi apa yang terjadi antara bos kecil dengan pengasuhnya.

Anda dapat menanyakan apa yang terjadi pada kedua pihak. Setelah itu anda dapat memberi penjelasan mungkin saja saat itu Mbak belum mengerti apa yang anak inginkan. Setelah itu anda dapat menyarankan si kecil bila terjadi kesalah pahaman, ada baiknya anak mengungkapkan rasa tak puasnya ini dengan cara yang baik. Ia bisa menggunakan kalimat-kalimat yang sopan tanpa perlu marah-marah.

Contoh positif

Meski anak sudah mendapatkan berbagai penjelasan tentang bagaimana mengharai pengasuh/pembantunya, langkah lain tidak bisa diabaikan adalah contoh.sikap yang kerap orang tua ekspresikansaat berinteraksi dengan pembantu/pengaruh buah hati mereka.

Adakalanya orang tua kurang menunjukkan penghargaan pada para pekerja di rumah. Alangkah baiknya bila orang tua juga bisa mengekspresikan penghargaan dan bersikap positif terhadap Mbak di hadapan anak. Niscaya, si kecil mendapat contoh positif dari orang tuanya, dan juga semakin terampil menghargai para pembantu di rumah. AYAHBUNDA

No comments:

Post a Comment