Monday, June 7, 2010

PEMERIKSAAN KEHAMILAN


Jika kesehatan senantiasa terjaga, setelah pernikahan, istri bisa hamil secara sehat. Bila merasa haid sudah terlambat, segera lakukan pemeriksaan untuk memastikan ada tidaknya kehamilan. Kalau sudah pasti hamil, perilaku pun perlu diubah. Lebih berhati-hati, istirahat lebih banyak, tidak makan obat atau makan sembarangan, dan lainnya.

Seharusnya, patokan untuk menandai ada tidaknya kehamilan adalah keterlambatan haid. Sayangnya, karena sering terjadi haid yang tidak teratur, patokan ini tidak selalu benar. Karenanya, buatlah catatan tentang datangya haid pada setiap bulannya. Bila ada keterlambatan haid yang mencurigakan, segera hubungi dokter atau bidan. Siapa tahu kehamilan itu sudah datang.

Patokan lainnya adalah payudara. Biasanya payudara akan membesar, agak tegang, dan terasa sakit jika tersenggol. Disamping itu, tubuh juga terasa meriang, gampang mual dan buang air kecil lebih sering. Dokter pun dapat melakukan pemeriksaan untuk memastikan kehamilan melalui pemeriksaan fisik untuk membantu diagnosa. Misalnya, memeriksa payudara. Pada wanita yang hamil, putting susu dan daerah ariola akan lebih hitam. Tak jarang pula diadakan pemijatan, sampai dari putting susu keluar cairan.

Kepastian ada tidaknya kehamilan makin tegas lagi melalui pemeriksaan bagian dalam tubuh melalui vagina. Disana dokter akan melihat beberapa perubahan. Selain mulut rahim berubah warna menjadi kunguan, juga umumnya jadi lunak dan terjadi pembesaran mulut rahim. Sedangkan pemeriksaan urine akan menunjukkan kadar hormone chorionik gonadotrofin tinggi.

Seandainya pemeriksaan yang sudah dilakukan belum juga memberikan kepastian, seringkali dokter melakukan pemeriksaan dengan USG. Pemeriksaan USG juga dilakukan jika terjadi perdarahan dan untuk melihat calon janin secara langsung melalui vagina.

Tenggang waktu pemeriksaan

Kalau sudah positif hamil, dokter akan menaganjurkan calon ibu untuk senantiasa mengasuh kehamilannya melalui pemeriksaan secara berkala dan rutin. Tujuannya, agar ibu hamil tetap sehat. Dan sebaliknya, jika calon ibu sedang sakit, diusahakan agar sehat kembali. Kalau sudah sehat, dijaga agar tetap sehat. Bahkan kalau bisa, lebih sehat lagi.

Mengasuh kehamilan juga berarti mengupayakan agar ibu dapat melahirkan bayi normal atau sehat, dengan cara persalinan yang normal pula. Selain itu, agar setelah melahirkan, ibu tetap sehat sehingga bisa merawat bayinya dengan baik.

Pemeriksaan kehamilan tidak harus selalu pada dokter ahli kandungan. Dokter umu atau bidan pun boleh. Dalam control kondisi kehamilan, calon ibu akan mendapatkan vitamin-vitamin, nasehat tentang makanan yang baik, dan biasanya calon ibu juga dianjurkan mengikuti senam hamil agar kebugaran selama hamil dan saat persalinan tetap terjaga.

Periode pemeriksaan selama kehamilan sangat tergantung pada usia kehamilan. Sampai usia kehamilan 28 pekan, control dilakukan 4 pekan sekali. Dari usia 28-36 pekan, dilakukan 2 pekan sekali. Sedangkan untuk usia kehamilan 36 pekan sampai persalinan, pemeriksaan dilakukan sepekan sekali.

Kenapa berbeda-beda? Semakin tua usia kehamilan, risiko pun semakin besar pula. Antara lain, makin banyuak komplikasi sehingga pemeriksaan pun harus lebih sering dilakukan. Sebaliknya, waktu hamil muda, risiko lebih sedikit dan perkembangan janin pun masih lambat. Pemeriksaan empat pecan sekali dianggap sudah memadai. Kecuali kalau ada keluhan-kaluhan dari calon ibu sehingga dokter akan melakukan pemeriksaan lebih sering. NABILA/1/2004

No comments:

Post a Comment