Monday, June 7, 2010

CARA AMAN MENYIMPAN DAN MENGONSUMSI OBAT



Obat merupakan bahan yang bermanfaat bila di gunakan dengan tepat, namun juga bisa menjadi petaka jika dikonsumsi secara sembarangan. Biasanya obat dibutuhkan ketika kita sakit dan bisa juga sebagai suplemen yang bertujuan menjaga kesehatan tubuh. Obat juga sering menjadi bahan persediaan di rumah untuk mengantisipasi keadaan darurat perihal kesehatan.

A. GOLONGAN OBAT

Obat dibagi menjadi 3 golongan, yaitu:
  • Obat keras. Yaitu obat yang hanya dapat dibeli di apotek dengan resep dokter dandapat diulang tanpa resep baru jika obat tersebut dinyatakan boleh diulang. Obat golongan ini ditandai denganlingkaran berwarna merah, bergaris tepi hitam. Pada kemasan tertentu biasanya ditulis juga “harus dengan resep dokter.” Obat keras disebut dengan golongan obat daftar G (berasal dari kata gevaarlijk atau berbahaya) atau obat daftar O (berasal dari kata Opiat atau candu). Yang termasuk obat daftar G antara lain : antibiotik, sulfa, atihistamin, dan hormon dalam bentuk obat suntik. Sedangkan obat yang termasuk golongan daftar O di antaranya: morfin , codein, doveri dan valium.
  • Obat bebas terbatas, yaitu obat untuk penyakit yang pengobatannya dapat dilakukan sendiri ilah pemakai dan tidak mengikuti peraturan. Obat jenis ini dapat dibeli tanpa resepdokter. Golongan obat bebas terbatas disebut obat-obat daftar W (dari kata waarshuwing atau peringatan). Obat jenis ini ditandai dengan lingkaran berwarna dasar biru bergaris tepi hitam, dansering diikuti peringatan”awas obat keras”
  • Obat bebas. Yaitu obat yang ditandai dengan lingkaran berwarna dasar hijau bergaris tepi itam. Golongan obat ini dapat di beli tanpa resep dokter. Obat bebas pada dasarnya termasuk obat generik karena hanya mengandung satu macam bahan kimia, sesuai fungsinya. Sedangkan obat bermerek mengandung bahan kimia lebih dari satu macam, sehingga membuat harganya lebih mahal dibanding obat genenrik.

B. TIPS DAN MANAJEMEN OBAT

Berikut adalah tips agar kita dapat mengambil manfaat dari suatu obat.
  • Pada saat kita berobat perlu menyampaikan kepada dokter apabila kita sedang menggunakan obat lain,mempunyai masalah kesehatan atau menderita penyakit lain, mempunyai eiwayat alergi, sedang diet rendah gula atau garam, sedang hamil atau merencanakan kehamilan, atau sedang menyusui. Hal ini penting agar resep atau obat yang akan kita terima sesuai dengan kondisi kesehatan dan keadaan tubuh kita, serta dapat mengambil manfaat dari obat tersebut.
  • Pada saat membeli obat di apotek, bertanyalah kepada apoteker, misalnya seputar obat yang diberikan dan mengapa diperlukan, berapa jumlahnya, pengunaannya berapa kali sehari dan berapa lama, kapan obat harus dikonsumsi: sebelum makan, sesudah makan, pagi hari atau menjelang tidur, efek samping apa yang akan timbul, apa yang harus dilakukan kalau lupa minum obat, makanan dan minuman atau obat lain apa yang harus dihindari, bagaimana cara menyimpan obat, serta hal-hal lain yang kita anggap penting diketahui termasuk memfotokopi resep dokter yang diberikan untuk bahan konsultasi di kemudian hari.
  • Pada saat menerima obat dengan seksama, hitung jumlah obat yang diberikan, perhatikan tanggal kadaluwarsanya, amati kemasannya: rusak atau tidak, juga perubahan warna obat, termasuk berjamur atau tidak. Meskipun batas kedaluwarsanya masih lama, obat yang sudah mengalami perubahan warna dan bentuk, sebaiknya tidak dikonsumsi. Obat yang telah rusak kemasannya juga harus dihindari.
  • Setelah menerima obat, perlu diingat bagi kita untuk memisahkanobat dalam dan obat luar agar tidak terjadi kesalahan pemakaian. Ciri obat luar adalah adanya etiket berwarna biru, sedangkan ciri obat dalam etiket dari apotek berwarna putih.

OBAT BEBAS
  • Khusus obat bebas, sebelum dikonsumsi perlu di perhatikan terlebih dahulu beberapa hal yang tercantum pada kemasan atau selebaran yang ada di dalam kemasan, misalnya nama produk, bahan yang terkandung, kategori obat: kegunaan, aturan pemakaian, peringatan danbahan tambahan lainnya.
  • Tidak dibenarkan mengonsumsi obat bebas dengan memperbanyak dosis atau mencoba aneka macam obat dengan maksud mempercepat kesembuhan, karena yang terjadi justru makin memperberat kinerja ginjal dan hati.
  • Obat bebas hanya meredam rasa sakit, dan tidak menghilangkan penyebab sakit. Jika telah mengonsumsi obat bebas sebanyak tiga kali tetapi penyakit belum juga sembuh, akan lebih baik jika dikonsultasikan dengan dokter atau mencari penyebab penyakit tersebut.
  • Meskipun obat bebas biasanya mengandung bahan bebas aman dikonsumsi untuk anak-anak. Kita perlu membaca petujuk pada lebel untuk mengetahui dosis yang aman utnuk anak.
  • Hal yang sama juga berlaku bagi ibu hamil dan menyusui, karena meskipun dosis yang diminum aman untuk ibu, tetapi bisa menjadi terlalu banyak untuk janin dan bayi.

HARUS HABIS MINUM
  • Pada penggunaan obat yang menurut dokter harus dikonsumsi sampai habis, maka meskipun penyakit sudah hilang atau sembuh, obat harus tetap dikonsumsi sampai habis.
  • Obat minum atau yang terbentuk cair harus menggunakan sendok takar yang ada dalam kemasan dan tidak dibenarkan menggunakan sendok teh atau sendok makan karena ukurannya tidak standar.
  • Pada keadaan dimana gejala penyakit tetap tidak hilang setelah mengonsumsi obat yang diberikan dokter, maka hentikan penggunaan obat dan segera berkonsultasi ke dokter.
  • Selain itu, jangan membiarkan anggota keluarga yang alain menggunakan obat yang bukan diperuntukkan baginya. Karena meskipun mengalami gejala penyakit yang sama, setiap orang memiliki reaksi tubuh berbeda-beda.

BAGAIMANA MENYIMPAN OBAT

Dalam menyimpan obat, kita perlu menyediakan lemari obat khusus yang jauh dari jangkauan anak-anak. Obat disimpan dalam kemasannya dan tidak dicampur dengan aneka obat lain demi menghindari kesalahan konsumsi obat, terutama obat luar dan dalam, juga obat yang memiliki kemasan yang sama, mencatat tanggal pembelian atau mempertebal tanggal kadaluwarsa.
Suhu yang terbaik untuk penyimpanan obat adalah yang dingin karena mencegah pertumbuhan jamur dan penguapan. Buanglah obat-obat yang telah kadaluawarsa. Untuk itu sebaiknya kita secara rutin memeriksa kotak obat dalam jangka waktu tertentu untuk mengecek apakah ada obat yang sudah kadaluawarsa. Sisa-sia obat dari resep dokter yang tidak utuh lagi, terutama obat minum, sebaiknya dibuang.

AWAS OBAT PALSU!

Waspadai obat palsu (termasuk jamu, suplemen, obat tradisional) yang banyak beredar di pasaran. Obat palsi adalah obat yang diproduksi oleh pihak yang tidak berhak menurut undang-undang. Ada beberapa macam obat palsu, yaitu:
  • Produk yang mengandung bahan berkhasiat dengan kadar memenuhi syarat, diproduksi, dikemas dan diberi label seperti produk aslinya, tetapi bukan dibuat oleh pabrik aslinya.
  • Obat yang mengandung bahan berkhasiat dengan kadar yang tidak memenuhi syarat.
  • Produk yang mengandung bahan berkhasiat dengan kadar yang tidak memenuhi syarat.
  • Produk dibuat dengan bentuk dan kemasan seperti produk asli, tetapi tidak mengandung bahan yang berkhasiat.
  • Produk yang menyerupai produk asli, tetapi mengandung bahan berkhasiat yang berbeda.
  • Produk yang diproduksi tanpa izin. Dari sisi harga biasanya obat ini lebih murah.

CARA MENGENAL OBAT PALSU

Ada beberapa cara untuk mengenali obat palsu
  • Memeriksa kemasan obat dengan teliti. Secara fisik akan terlihat perbedaan, mulai segel pengaman stiker hologram dan kualitas cetaknya. Jika perlu kita menyimpan contoh kemasan yang asli dari setiap obat yang kita beli agar pada saat membeli ulang kita dapat menghindari produk obat palsu.
  • Selain itu kita hanya membeli produk obat di tempat resmi (apotek) atau toko yang telah mendapat izin resmi, dan meminta bukti pembelian yang mencantumkan jenis produk, alamat, serta nomor kontak tempat kita membeli obat. Hal ini agar memudahkan kita berhubungan dengan pihak toko obat jika ada keluhan atau jika produk yang dibeli ternyata palsu.
  • Kita pastikan bahwa dalam kemasan obat tercantum kode atau daftar registrasi dari BPOM atau identitas lain yang menjamin produk tersebut asli.
  • Untuk jamu, suplemen, maupun obat tradisional, harus ada atau tercantum nama produsen maupun agen dan penyalur resminya, nomor telpon customer service atau alamat kontak maupun konsultasi pelanggan, yang biasanya tercantum pada kemasan.

BILA SUDAH TERLANJUR

Jika telah terlanjur mengonsumsi obat palsu, hentikan secepatnya dan segera berkonsultasi dengan dokter apabila merasakan adanya perbahan yang tidak semestinya, seperti muncul rasa sakit di bagian tubuh tertentu atau alergi akibat minum obat atau jamu tertentu.AL-MAWADAH

No comments:

Post a Comment