Wednesday, June 2, 2010

KULIT PUTIH VS SAWO MATANG



“Mbak wajahku kelihatan belang ya? Jauh beda ya dengan bagian yang tertutup kerudung?” begitu Tanya sorang teman yang berkerudung. Akupun menjawab, “Nggak begitu kentara koq. Santai aja.”

Begitu pertanyaan yang sering mampir di telinga. Tak hanya satu dua orang, pun tak hanya hari ini keluhan mereka terdengar. Sepertinya mereka takut jika kulit jadi lebih gelap, karena itu berarti berkurangnya kecantikan. Dan kenyataannya, hal “sepele” ini melanda mayoritas wanita Indonesia yang notabene identik dengan kulit sawo matang. “Jika sudah gelap, maka tak boleh lebih gelap lagi. Justru kalau bisa, harus lebih putih,” begitu keyakinannya. Terbukti, survey sebuah perusahaan kosmetik terkenal di tahun 2000 menunjukkan bahwa lebih dari 80% wanita Indonesia menginginkan kulit merata lebih putih. Ini artinya, banyak sekali wanita yang tidak pede dengan warna kulit mereka.

Akhirnya pun bisa ditebak.produk kometik yang “berkhasiat” memutihkan kulit telah hadir dan bahkan menyatu di mal-mal dan took sekitar kita. Baik dari bahan alami maupun bahan kimia buatan pabrik luar negeri yang semakin laris deserbu konsumen Indonesia. Klaimnya pun menggiurkan : kulit lebih putih dalam waktu 4 minggu! Belum lagi iming-iming “kulit putih leibh instant” dari salon-salon kecantikan. Sekali perawatan, langsung terlihat hasilnya. Soal harga pun bervariasi. Mau yang seribu rupiah, ada. Sejuta rupiah untuk sekali pakai, juga ada.

Siapa saja konsumennya? Mulai dari gadis-gadis berseragam putih biru, wanita-wanita yang akan menikah, bahkan juga ibu-ibu tua yang tak ingin kalah bersaing. Semuanya menghendaki kulit lebih putih identik dengan cantik. Jika begini, maka begini,,, dan itulah yang ada di angan-angan sebagian besar wanita. Maka tak mengherankan hampir semua produk kosmetikb sekarang sudah dibumbui dengan pemutih kulit. Dulu, produk tabir surya digunakan untuk menjaga kulit agar tidak menghitam dan mencegah dari radiasi sinarnatahari. Sekarang, setiap sabun pembersih muka, bedak, bahkan sampai lotion tangan dan kaki juga diproduksi sedemikianrupa agarwanita bisa berputih ria. Tak laku kalau tak ada pemutih!

Padahal sejak SD kita sudah diajari bahwa kulit yang gelap memilik zat melanin yntk mencegah efek buruk radiasi sinar matahari, sehingga si sawo matang lebih sehat daripada si putih. Padahal, kita juga tahu,m dengan berdiam di ruangan ber-AC, meski kulit menjadi lebih putih, kita juga kehilangan banyak cairan tubuh. Padahal, kita juga telah melihat ada orang, Eropa dan China yang dilahirkan berkulit putih juga ada oerang afrika yan gberkuit hitam pekat, jauh lebih hitam daripada orang Indonesia. Ternyata masih bayak pula wanita Indonesia ang ternyata masih banyak pula wanita Indonesia. Ternyata masih banyak pula wanita Indonesia yang merasa rendah diri sehingga berusaha mensejarjarkan diri dengan wanita berkulit putih dengan modal makeup pelinndung+pemutih kulit, para wanita merasa lebih bebas memakai, “sedikit kain “ ketika keluar rumah. Tak jauh beda dengan wanita Eropa yang sedang berjemur di pantai, seakan-akan tak peduli bahwa kanker kulit tetap mengintai.

Semua syukuri

Coba kita lihat apa yang kita punya sekarang, dua mata normal patut disyukuri karena masih ada orang yang menderita sakit mata, entah rabun jauh, rabun dekat atau yang lain. Dua mata yang sakit pun patut disyukuri karena masih ada orang yang buta sebelah mata. Buta sebelah pun harus disyukuri karena ada yang buta keduanya. Begitulah, semua keadaan harus disyukuri, karena ada hikmah dibalik semua kejadian dan ada kebaikan di setiap kesabaran terhadap musibah.

Begitu pula kedua tangan, kaki, teling, mulut, dan semua anugerah fisik yang Allah swt berikan kepada kita secara gratis! Tak perlu melihat rumput tetangga yang lebih hijau hanya karena bola mata kita tidak berwarna biru layaknya orang-orang bule. Atau karena tinggi badan kita kurang 5 sentimeter dari ukuran ideal. Tak perlu kita mengaca pada diri orang lain, atau bahkan mengaca pada selebritis yang menjadi trendsetter alias penentu ukuran cantik jeleknya manusia. Biarlah merka sibuk dengan kecantikan fisiknya, dan biarkanlah diri kita sibuk dengan kecantikan di mata Rabb kita.

Yakinlah bahwa Allah swt telah menciptakan setiap manusia dalam keadaan sebaik-baiknya. Sepatutnyalah kita bersyukur dan mencintai diri kita dijadikan seperti orang lain. Kita adalah cantik dihadapan Allah swt jika kita bertaqwa, dan kita akan jadi yang tercantik jika ketaqwaan kita melebihi wanita yang lain. Karena itu tak ada gunanya cantik tapi suka nggosip dan tak ada pahalanya berkulit putih tapi pamer aurat, lebih baik berkulit sawo matang tapi berpakaian menutupi auratnya. Jadi kenapa mesti malu?NABILA/1/2005


No comments:

Post a Comment