Thursday, June 24, 2010

REMATIK





REMATIK BISA MENYERANG SEGALA USIA



Jika lutut, siku, pergelangan, maupun sendi-sendi terasa ngilu, orang langsung menduga itu karena rematik. Apalagi bila usia sudah beranjak senja. Jangan salah! Rheumatoid Arthritis (RA) awam disebut rematik bisa menimpa siapa saja tanpa memandang usia, bahkan juga balita.



Kebanyakan orang menandai bila terasa encok, pegal liny, atau punggung pegal-pegal merupakan gejala rematik. Pandangan itu tak salah besar. Rematik merupakan penyakit pada sendi dan tulang yang menyebabkan rasa nyeri, kaku, dan kadang-kadang pembengkakan pada sendi sehingga pergerakan jadi terbatas, bahkan tidak bisa digerakkan sama sekali. Bila anda alami keluhan tersebut segera konsultasikan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan segera. Bila tidak, anggota tubuh tidak bisa berfungsi normal. Mulai dari persendian benjol-benjol, sendi tidak bisa digerakkan, hingg sulit berjalan.



Menurut dr. Heru Tandyon yang berpraktik di Indonesia Rheumatic Center (IRC), terdapat ratusan jenis penyakit rematik, lebih kurang 126 macam. Yang paling umum adalah Osteoarthritis (OA), rheukathoid arthritis (RA) dan Arthritis Piral atau gout serta pengapuran.

Osteoarthritis, jelas dokter Heru, adalah penyakit sendi degeneratif, yaitu penyakit mengakibatkan kerusakan tulang rawan sendi. Perkembangan penyakit ini sangat lambat dan penyebabnya tidak diketahui. Biasanya sendi yang terkena adalah sendi tangan dan kaki, maupun sendi-sendi besar yang menanggung beban berat badan tubuh, seperti sendi tulang belakang, sendi lutut, dan sendi panggul.



Munculnya penyakit ini biasanya karena faktor usia, kebanyakan diderita wanita diatas usia 50 tahun. Faktor risiko lainnya adalah genetic (keturunan), karena kegemukan dan cedera akibat aktivitas atau olahraga. Jadi, bila muncul nyeri-nyeri pada persendian, dan anda memiliki faktor risiko tadi, curigalah adanya rematik ini.







Gejala osteoarthritis ini adalah nyeri sendi yang khas. Nyeri yang bertambah berat pada waktu menopang berat badan, saat aktivitas atau melakukan gerakan, dan membaik bila diistirahatkan. Karena nyeri ini, pada beberapa penderita, gerakan sendinya menjadi terhambat. Kaku sendi juga dapat timbul setelah istirahat lama, misalnya duduk di kursi atau mobil dalam perjalanan jauh atau setelah bangun tidur. Bahkan, kadang disertai suara gemeretak atu keretek pada sendi yang sakit. Kemungkinannya, menurut dr Heru, salah satu sendi, biasanya lutut atau tangan, secara perlahan membesar.



Bisa menyerang anak



Sedangkan rematik popular kedua, rheumathoid Arthritis (RA) adalah suatu penyakit otoimun. Bila terkena RA, secara simetris persendian akan mengalami peradangan, sehingga terjadi pembengkakan, nyeri danseringkali akhirnya menyebabkan kerusakan bagian dalam sendi. Penyakit ini umumnya muncul pada usia antra 25-50 tahun, tapi bisa juga diluar usia itu, bahkan sedini usia balita.



Penyebab RA belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa gejalanya: kaku pada persendian dan sekitarnya pada pagi hari yang berlangsung lebih dari 1 jam. Pembengkakan terjadi pada setidaknya tiga sendisecara bersamaan, misalnya sendi jari-jari tangan atau kaki, pergelangan tangan atau kaki, siku, pinggul atau lutut. Peradangan juga bisa terjadi pada kedua belah sisi, disertai timbulnya nodul atau benjolan dibawah kulit, selain itu bisa timbul perubahan bentuk sendi (deformitas) akibat kerusakan rawan sendi atau erosi tulang sekitar sendi. Gejala ini desertai demam, lemah dan berkurangnya nafsu makan. Jenis ini kerap neyerang anak-anak, bahkan mulai dari 3 tahunan. Penyebabnya adalah gangguan di pencernaan. Bila buah hati anda mengeluh dengan gejala-gejala spesifik seperti itu, ceritakan pada dokter dan ungkapkan kekhawatiran akan adanya rematik ini.



Jenis popular lainnya, gout sejenis asam urat, dan hanya jenis ini yang masuk dalam ketegori rematik, (umumnya asam urat dianggap sebagai rematik). Penyebab gout adalah tingginya kadar asamurat dalam darah (hiperurisemia). Keluhan ini ditandai dengan serangan nyeri sendi berulang-ulang dan tiba-tiba. Peradangan sendinya bersifat menahun (kronis) dan sendi bisa bengkok setelah terjadi serangan berulang. Lokasi sendi yang terkena adalah pangkal ibu jari kaki, juga pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan atau jari tangan.



Jangan sembarangan minum obat



Bila rematik menyerang, nyeri bisa membuat anda tak bisa beraktivitas. Sayangnya, banyak yang menganggapnya remeh dan cukup membeli obat rematik dari took obat. Mereka baru ke dokter setelah rasa nyeri tak tertahankan atau terdapat perubahan pada bentuk sendi.



Menurut dr Heru, obat yang dijual bebas itu hanyalah salah satu mata rantai penanggulangan penyakit rematik. Penderita harus istirahat, proteksi sendi, fisioterapi, pembedahan dan psikoterapi. “Jadi, penanggulangan rematik bukan sekedar penggunaan obat semata."



Lagi pula,meminum obat-obat rematik yang tanpa pengawasan dokter memiliki beberapa efek samping. Mulai dari gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, nyeri lambung, diare, sakit kepala, ruam di kulit, bahkan dapat mengakibatkan kerusakan hati. Makanya, penderita tidak dianjurkan mengonsumsi obat tanpa pengawasan dokter. Bahkan, dokter biasanya akan menurunkan dosis obat sedikit demi sedikit.



Untuk mengurangi rasa nyeri, dapat dilakukan antara lain menjaga berat badan ideal, selain juga mengurangi risiko asam urat. Yang tak akalah pentingnya, olah raga jalan kaki, bersepeda statis dan berenang. Untuk melakukan olah raga sebaiknya meminta pendapat dokter atau terapis, agar penderita mendapat informasi gerakan-gerakan yang terbaik. Hindari olahraga yang terlalu membebani lutut, seperti bulutangkis, voli, tennis, jogging, dan bela diri. Control rutin ke dokter rematik.



MITOS SEPUTAR REMATIK

Ada beragam mitos tentang rematik. Namanya mitos kebenarannya tak bisa dipertanggungjawabkan. Bagaimana faktanya?

MITOS

FAKTA

Rematik disebabkan cuaca dingin, seringnya mandi malam, terlalu sering mandi dan berada di ruangan dingin atau ber-AC.

Penderita rematik, sama seperti pada orang sehat, dimana setiap kali tubuh terkena air dingin atau suhu dingin akan menyebabkan kapsul sendi mengerut. Hal ini menambah rasa nyeri penderita rematik yang sendinya memang sudah sakit. Anjuran yang diberikan pada penderita rematik adalah mandi dengan air hangat sehingga bisa mengurangi nyeri pada persendian di samping menggunakan obat-obatan.

Rematik disebabkan asam urat

Hanya Arthritis Gout (piral) yang diakibatkan kenaikan kadar asam urat, sedangkan penyakit rematik lainnya tidak.

Rematik disebabkan banyak makan jeroan

Mitos tersebut tidak sepenuhnya salah. Namun tidak semua penyakit rematik berkaitan dengan konsumsi makanan jeroan. Dari sekitar lebih dari 100 macam rematik hanya satu yang berkaitan dengan makanan jeroan, yaitu arthritis Gout (piral)



No comments:

Post a Comment