Tuesday, July 12, 2011

MENGHAYATI KEHAMILAN





Kehamilan terlalu berharga dilewatkan begitu saja, maka perlu dihayati dengan penuh kesadaran.

Kehamilan itu unik. Tidak sama antara yang satu dengan yang lain, baik itu sukanya maupun dukanya. Maka sebagai sebuah peristiwa luar biasa, kehamilan terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja. Kenapa tidak ada coba menghayati setiap detil dari saat-saat yang berharga ini demi kepentingan diri sendiri maupun si buah hati.

Menurut Reza Gunawan, praktisi penyembuhan holistic, menghayati kehamilan atau conscious pregnancy, adalah cara seorang calon ibu menjalani kehamilannya dengan cara ‘tahu dan sadar’ secara lebih mendalam. Sehingga seorang calon ibu mulai memperhatikan keseimbangan dan keselarasan berbagai aspek dalam kehidupan berbagai perubahan yang dirasakannya.

Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dihayati dengan cara ‘tahu’ dan ‘sadar’ menurut Reza, antara lain :

ASPEK FISIK

Menghayati aspek fisik merupakan suatu upaya calon ibu mencoba untuk ‘tahu’ dan ‘sadar’ secara lebih mendalam kebutuhan tubuhnya saat ini. Kapan ia perlu nutrisi dan nutrisi yang seperti apa, kapan perlu berolah raga, kapan perlu beristirahat dan sebagainya. Juga penghayatan terhadap setiap detil perubahan fisik yang terjadinya, perkembangan janin yang dirasakan lewat gerakan-gerakannya, rasa sakit, ketidaknyamanan dan berbagai hal lainnya.

Guna membantu penghayatan ini, cari informasi sebanyak-banyaknya lewat ahli, buku, maupun teman yang berpengalaman. Namun ada kalanya banjir informasi justru membuat anda bingung. Jika itu terjadi, maka sudah saatnya anda mengandalkan intuisi. Penghayatan anda pada kehamilan ternyata dapat mengasah intuisi anda sebagai seorang calon ibu. Selain itu, proses kehamilan adalah suatu proses yang alamiah. Jadi, biarkan saja tubuh berproses secara alami dengan bimbingan alam serta menyerahkan semuanya pada yang Maha Kuasa.

ASPEK PIKIRAN DAN PERASAAN

Kehamilan terkadang menimbulkan rasa cemas, takut serta berbagai pikiran negative lainnya. Semua ini wajar dan perlu diterima apa adanya. Oleh karena itu coba pahami berbagak pikiran dan perasaan yang datang. Sebab semakin kita berusaha mengubah, mengatur, mengupayakan, mengganti atau menghilangkan pikiran dan perasaan tersebut, maka pikiran dan perasaan tersebut akan semakim ‘awet’ bertahan dalam benak kita.

ASPEK JIWA (consciousness)

Ketika seorang ibu hamil, ia sedang ‘memproduksi’ suatu jiwa baru. Namun sebelum dapat membesarkan ‘sang jiwa baru’ yang akan dilahirkannya, maka sebaiknya ibu ‘berevolusi’ dengan menyempurnakan jiwanya sendiri secara seimbang dan selaras. Misalnya dengan membereskan berbagai trauma dan luka batin yang sebelumnya dialami, sehingga nantinya tidak berpengaruh negative terhadap perkembangan jiwa si kecil.

Dengan menghayati adanya perkembangan dalam jiwanya pada saat hamil, maka diharapkan sang ibu juga dapat berespom dengan baik terhadap semua perubahan yang terjadi dalam kesehariannya. Misalnya perubahan hubungan dengan suami, dengan orang tua dan mertua, juga dengan rekan sekerja dan sebagainya.

<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US JA AR-SA MicrosoftInternetExplorer4

BERLATIH DAN BERLATIH!

Menurut Reza Gunawan, dalam self healing terdapat empat dimensi yang dapat mengasah seorang calon ibu dalam meningkatkan kesadaran atau penghayatan terhadap kehamilannya, yaitu olah napas, olah gerak, sentuhan dan keheningan. Bentuknya bisa apa saja, apakah itu meditasi, berenang, relaksasi, baca puisi dan sebagainya. Namun Reza mencontohkan beberapa hal sederhana dan mudah dilakukan bagi ibu hamil, yaitu :

  • Letakkan telapak kanan diatas kepala dan telapak kiri di dada. Tutup mata dan usahakan melakukannya dengan relaks sambil duduk atau tiduran. Hal ini akan menyeimbangkan antara kesibukan pikiran dan hati.
  • Sering-sering melakukan nature walk, atau berjalan-jalan di alam. Sadari setiap langkah dan nikmati pemandangan alam sekitar.
  • Minum air putih sesering mungkin dengan penuh penghayatan, karena air putih adalah symbol dari alam yang paling murni.
  • Membuat jurnal harian dengan menuangkan penghayatan secara fisik perasaan maupun pikiran.




AYAH, TAK DAPAT DISEPELEKAN

Umumnya para suami lebih berkonsentrasi pada goal, sukses dan kapasitasnya dalam mensuport keluarga secara fisik. Namun ternyata menurut Reza Gunawan, peran ayah untuk ikut menjaga keselaran perasaan dan jiwa di dalam tubuh sang istri sangatlah besar. Reza mengutip kata-kata Bruce Lipton, seorang ilmuwan ahli biologi sel, yang berpendapat bahwa setiap sel memiliki dua modus, yaitu tumbuh atau bertahan. Sel tersebut hanya dapat tumbuh kalau mendapatkan lingkungan yang berbasiskan cinta. Jika si sel atau si calon janin merasa dicintai oleh lingkungannya, terutama ayah dan ibunya, maka ia akan tumbuh dengan maksimal. Namun jika tidak maka ia hanya akan mencoba bertahan hidup.

Selain memberikan perhatian dan kasih sayang pada istri saat hamil, calon ayah dapat membantu sang istri merasa nyaman menjalani kehamilannya. Caranya, dengan memijat ringan atau mengelus sang istri (tanpa ada niat seksual, hanya dengan niat menyayangi), dari ujung kepala hingga kaki. Upaya ini yang dapat meningkatkan rasa bahagia dan relaks si ibu.

BENANG MERAH TAK TERPUTUS

Conscious pregnancy adalah bagian dari rangkaian yang tidak terputus. Dimulai dari kesadaran bahwa hidup adalah suatu perjalanan mencapai suatu penyempurnaan batin dengan keinginan untuk terus-menerus memperbaiki diri. Maka pasangan suami-istri diharapkan saling menyadari perjalan hidup masing-masing setelah menikah. Lalu bersama-sama meneguhkan hati mengenai mengapa mereka berdua memutuskan ingin memiliki anak, anak seperti apa yang ingin mdibesarkan dan harapkan, serta memikirkan secara mendalam fungsi anak dalam kehidupan mereka sebagai keluarga maupun fungsinya di dunia ini.

Setelah itu barulah masuk dalam fase produksi yang juga seharusnya dilakukan dengan penuh kesadaran. Misalnya dalam agama Islam, suami-istri yang mau bersetubuh harus berdoa terlebih dahulu, agar dari hubungan ini menghasilkan anak yang bertubuh sehat atau anak yang bermanfaat. Setelah terjadi kehamilan, mulailah suami-istri masuk fase conscious pregnancy.

Pada tahap akhir kehamilan, saat itu pula calon ibu mulai mempersiapkan diri untuk masuk ke fase conscious birth. Yaitu melakukan penghayatan terhadap proses kelahiran secara sadar. Salah satu cara untuk lebih dapat melakukan penghayatan terhadap proses kelahiran adalah dengan melakukan gentle birth, di antaranya dengan melahirkan di dalam air. Cara yang terakhir ini terbukti dapat mengurangi rasa sakit, sehingga calon ibu dapat menjalani proses menghadirkan seorang jiwa kedunia ini dengan penuh penghayatan dan menyadari bahwa proses melahirkan adalah proses yang alamiah dan suci.

Seusai melahirkan masuklah orang tua muda ini ke tahapan conscious parenting. Di sini sebaiknya anda berdua menyadari bahwa pertumbuhan jiwa si kecil sangat tergantung pada pertumbuhan jiwa orangtuanya. Sehingga diharapkan orang tua harus semakin mengasah kesadarannya dalam berperilaku jika tidak ingin hal ini berpengaruh buruk pada perkembangan jiwa si anak.

Sumber : ayahbunda

PROGRAM BAYI TABUNG



Satu lagi keunggulan Singapura

Ada banyak alas an yang membuat ‘tetangga’ satu ini layak dikunjungi. Surge belanja ala shop-till-you-drop itu saja. Anda bisa menikmati bermacam kuliner Asia yang sedap atau mengagumi sudut-sudut kota dari ketinggian dengan Singpore Flyer selama 37 menit.

Yang jelas, di Kota Merlion ini, anda dan keluarga dapat menikmati setidaknya 20 aktivitas unik yang tidak akan ditemui di mana pun. Misalnya, di Teater Esplanade yang berdiri indah di sisi Singpore river, anda tinggal memilih satu dari puluhan pertunjukkan sedi budaya Asia. Di Suntec City, anda juga dapat menyaksikan air mancur terbesar di dunia dan sedi feng shui yang berpadu dalam desain yang indah atau menjelajahi Mustafa Center Mall yang buka 24 jam. Wah!

Solusi kesehatan

Tidak hanya dikenal sebagai tempat hiburan yang menyenangkan, Singapure juga terkenal karena memiliki banyak akses layanan kesehatan yang unggul. Hal ini dibuktikan dengan kunjungan lebih dari 400.000 pasien ke negeri ini untuk mendapat berbagai layanan medis. Salah satunya adalah In Vitro Fertilization (IVF) atau program bayi tabung.

Program ini member harapan kepada para pasangan muda yang telah lama mendambakan kehadiran buah hati. Pengalaman Eva Mazrieva 35 tahun, dan suaminya Haryo Dewanto dapat menjadi acuan. Pasangan ini telah menunggu selama 5 tahun pernikahan dan kini berbahagia dengan kehadiran bayi kembar tiga sekaligus! “Saya minta satu, dapat tiga sekaligus,” ungkap ibu dari Aditya, Aisya, Artha ini dengan nada bahagia. Bagaimana prosesnya?

Mudah dilakukan dan relative aman.

Awalnya, pasangan ini berkunjung ke Thomson Medical Center (TMC), SALAH SATU RUMAH SAKIT DI Singapore yang memiliki program bayi tabung, untuk mencari tahu tentang program tersebut. Setelah mendapat cukup informasi, mereka memutuskan untuk mengikuti program.

Eva menjalani 8 kali injeksi untuk mematangkan ovum (telur). Setelah dianggap cukup matang, diambil 10 telur untuk dibuahi sperma. Dari 10 embrio, dipilih empat yang terbaik. Sebulan kemudian dilakukan penanaman tiga embrio di rahim Eva, sedangkan satu embrio lain disimpan dalam bentuk beku atau embrio beku. “Kalau ibu Eva ingin mempunyai anak lagi, embrio ini bisa ditanam kembali,” kata Dokter Cheng Li Chang, Direktur Thomson Fertility Center sekaligus dokter yang mengepalai program IVF.
Program ini dapat dilakukan langsung pada bulan berikutnya bila usaha mematangkan telur gagal. Karena itu selain mudah dilakukan dan relative aman, program ini tidak membuat pasien stress. “Biaya terjangkau, kok!” ujar Eva.

Anda dan pasangan telah lama mendambakan hadirnya si buah hati? Terapi IVF bisa jadi pertimbangan. Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi www.singaporemedicine.com

Sumber :Ayah bunda

Sunday, July 10, 2011

MEREK SUSU FORMULA HASIL PENELITIAN MENTERI KESEHATAN




Kemenkes Survei 47 Merek Susu Formula
‎
Daftar nama produk susu yang AMAN DI KONSUMSI periode th 2009 – 2011 klik DISINI

Kementerian Kesehatan bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta Institut Pertanian Bogor (IPB), di Jakarta, Jumat (8/7), mengumumkan hasil penelitian ulang terhadap 47 sampel merek susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan yang beredar di Indonesia pada 2011. Hasil penelitian gabungan itu memastikan, tak ada satu pun susu formula yang tercemar bakteri enterobacter sakazakii.

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih membantah penelitian ulang itu dilakukan untuk menutupi hasil penelitian Sri Estuningsih, dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB pada 2003-2006 lalu yang menyebutkan adanya bakteri sakazakii dalam sejumlah susu formula yang beredar di pasaran.

Ketika didesak wartawan bahwa pemerintah telah mengabaikan putusan Mahkamah Agung (MA), Menkes dengan cepat menukasnya. "Saya bukannya mengabaikan, karena benar-benar tidak punya datanya," kata Endang Rahayu menegaskan.

Pada kesempatan itu, Menkes didampingi Menkominfo Tifatul Sembiring, Kepala BPOM Kustantinah, Rektor IPB Herry Suhardiyanto, dan Direktur Perdata pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejagung Faedhoni Yusuf.

Endang menjelaskan, ketika IPB melakukan penelitian pada 2006, pihak Kemenkes tidak ikut serta dalam penelitian tersebut, karena itu pihaknya tidak punya data hasil penelitian 2003-3006 lalu. "Jadi, kalau orang bikin sesuatu, terus saya disuruh bertanggung jawab, bagaimana jadinya? Kan susah," ujar lulusan Harvard School of Public Health itu.

Sementara itu, Rektor IPB Herry Suhardiyanto, pada kesempatan yang sama, mengatakan, dirinya tidak akan membuka hasil penelitian tahun 2006 tersebut karena akan mengancam dunia ilmu pengetahuan dan sangat bertentangan dengan nurani, etika akademis, dan keadilan.
Dijelaskan, penelitian tahun 2006 tidak mengambil semua sampel yang ada di pasaran, selain juga tidak bertujuan secara spesifik untuk meneliti susu formula bayi. "Kan tidak semua sampel diambil. Tujuannya hanya untuk berburu bakteri," ujar Herry.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara rutin menguji dan meneliti sampel beberapa produk susu formula yang beredar di pasaran.
Pada 2009, misalnya, BPOM mengambil sebanyak 11 sampel susu formula dan pada 2010 mengambil sebanyak 99 sampel. Tahun 2011, hingga Februari ini, BPOM mengambil sebanyak 18 sampel.

Menurut Kepala BPOM Kustantinah, hasil pengujian terhadap sampel sejumlah produk tersebut menunjukkan tidak ditemukan adanya cemaran Enterobacter sakazakii. Pengumuman BPOM ini juga sekaligus membantah kabar yang sempat beredar bahwa beberapa merek susu mengandung Enterobacter sakazakii.
Berikut merek susu formula yang telah diuji terhadap parameter E.Sakazakii oleh BPOM. Mayoritas yang diteliti adalah susu untuk bayi 0-1 tahun. Tetapi bukan berarti susu yang tidak tercantum dalam daftar ini tidak aman untuk dikonsumsi.

Mereka yang beresiko terhadap infeksi bakteri E.Sakazakii di antaranya adalah bayi dengan sistem imun rendah seperti bayi neonatal (usia 7-28 hari) dan bayi yang lahir prematur.


*Dari berbagai sumber

SUSU FORMULA




BILA HARUS SUSU FORMULA

Supaya bayi kita mendapat yang terbaik, pilih yang terbaik pula.
Asi eksklusif selama 6 bulan sudah pasti adalah pondasi terbaik untuk kesehatan bayi. Namun jika atas indikasi medis seorang ibu tidak dapat memberikan ASI eksklusif, maka pemberian ASI bisa ditambah susu formula. Namun tentu pilihnya pun harus cermat dan tepat.

Susu formual itu…
Susu formula bayi adalah susu untuk bayi berusia kurang dari 12 bulan, terdiri dari susu formula awal untuk bayi 0-6 bulan dan susu formula lanjutan (follow on) untuk bayi diatas 6 bulan.
Bahan dasar susu formula umumnya susu sapi, namun ada juga dari susu kambing atau dari bahan kedelai. Komposisi dan kandungan zat gizinya harus mengikuti codex alementarius commission atau aturan badan dunia, yang pada dasarnya mengacu pada ASI.
Sampai sekarang yang dapat ‘dijiplak’ susu formula dari ASI hanya kandungan zat gizinya. Unsure kekebalan dan enzim belum dapat ditiru. Itu sebabnya ASI tetap lebih unggul dan tak tergantikan.
Susu formula bayi ada yang umum, ada pula untuk diet khusus.
  • Susu formula umum diberikan jika bayi mau meminumnya dan tidak menimbulkan masalah, tidak ada efek samping (diare, kembung, muntah, reaksi alergi berupa bercak-bercak merah pada kulit disertai kolik, dan terdapat darah dalam feses) dan berat badannya naik sesuai harapan. Merek sebaiknya tidak gonta-ganti.
  • Susu formula untuk diet khusus, diberikan jika ada indikasi medis bayi alergi susu sapi, intoleransi laktosa atau memiliki kelainan metabolic bawaan. Diberikan atas anjuran dan dibawah pengawasan dokter.

Harus segera diminum

Higienis adalah syarat mutlak untuk peralatan maupun orang yang menyiapkan susu untuk bayi.
Peralatan :
  • Cuci bersih peralatan minuman bayi menggunakan sikat dan sabun.
  • Sterilkan semua peralatan yang akan digunakan. Jika menggunakan teknik perebusan, cangkir/botol harus terendam dengan baik dan tidak ada udara di dalamnya. Biarkan dalam keadaan mendidih selama minimal 5 menit. Tutup panic dengan peralatan steril di dalamnya sampai dipakai. Bila tidak segera dipakai, angkat, pasang dot dan tutup botol, simpan di tempat bersih dan kering.
  • Masak air yang akan digunakan sebagai pelarut susu formula, termasuk air dalam kemasan, sampai mendidih, lalu dibiarkan selama 5 minimal 3 menit sebelum api dimatikan. Diamkan selama 10-15 menit dalam wadah tertutup, agar suhunya turun sampai sekitar 70 derajat celcius. Air apapun siap digunakan.

Penyiapan :
  • Bersihkan meja persiapan.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, keringkan
  • Tuangkan air ke cangkir/ botol sebanyak yang didapat dihabiskan bayi.
  • Tambahkan bubuk susu dengan takaran sesuai, lalu tutup dan kocok sampai larut dengan baik. Sebelumnya, perhatikan apakah bubuk susu masih baik. Tanda susu yang tidak baik adalah bau berubah (tengik), warna berubah (tidak kuning cerah ) atau terdapat gumpalan.
  • Dinginkan dengan merendam botol susu di air bersih dingin atau air mengalir. Cek dengan menetaskan susu ke pergelangan tangan. Jika sudah hangat atau tidak panas, susu siap diminumkan.
Susu formula yang telah dilarutkan harus segera diminumkan dan dihabiskan untuk emnghindari kemungkinan pencemaran. Bila susu yang telah dilarutkan tidak segera diminumkan, maka taruhlah di lemari es dan dipanaskan kembali dengan merendamnya dalam air panas sebelum diminumkan. Baik di lemari es maupun di suhu ruangan, susu yang telah dilarutkan sebaiknya diminumkan sebelum 2 jam.

Sumber : Ayah bunda

KIAT BERHAJI BAGI PENDERITA DIABETES




Menunaikan ibadah haji, wajib hukumnya bagi umat Islam yang mampu dari segi keimanan, keuangan, keamanan dalam perjalanan, dan tak kalah penting, kesehatan. Dengan persiapan matang, penyandang diabetes pun bisa nyaman memenuhi panggilan menjadi tamu Allah di Mekah.

Untuk menyongsong datangnya Idul Adha para calon jamaah haji dari Indonesia pasti sudah mulai mempersiapkan diri untuk keberangkatan ke Tanah Suci. Bahkan, sudah ada yang meninggalkan Tanah Air.

Dalam menjalankan ibadah haji, ada beberapa rangkaian kegiatan yang memerlukan ketahanan fisik yang baik. Juga dibutuhkan tubuh yang kuat. Bagaimana dengan para penderita diabetes?

Diabetes bukan alangan bagi seorang Muslim untuk menunaikan ibadah haji. Yang penting, persiapan diri yang baik.

Control gula darah

Diabetes mellitus adalah penyakit menahun yang ditandai oleh tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah. Kadar gula darah yang tinggi bisa karena hormone insulin tubuh kurang atau kerja dari hormone ini yang terganggu., bisa juga karena kedua sebab itu.

Hormone insulin diperlukan tubuh dalam proses metabolisme glukosa. Bila jumlahnyakurang atau kerjanya terganggu, maka tidak semua zat gula dapat diolah dengan baik sesuai kebutuhan. Akibatnya, terjadi penumpukan gula di dalam darah, kadar gula darah pun meningkat.

Kadar gula terlalu tinggi kalalu sudah melewati batas ambang ginjal dan sebagian gula itu akan keluar bersama kencing atau urine penderita. Tak heran dikalangan masyarakat penyakit ini dikenal sebagai penyakit kencing manis.

Penyakit ini memang tidak bisa sembuh, tapi dapat dikontrol untuk mencegah atau menunda timbulnya komplikasi kronis. Selain itu juga mencegah terjadinya komplikasi akut berupa hipoglikemi dan hiperglikemi. Kedua keadaan itu termasuk keadaan gawat yang perlu pertolongan segera dan bisa mengancam jiwa.

Aktivitas tinggi

Padahal ibadah haji memerlukan ketahanan fisik prima. Untuk thawaf dan saí misalnya, seorang jemaah akan menempuh jarah 4-5 km. makin jauh jarah dari Ka’bah saat thawaf, makin besar pula lingkaran yang harus dikitari. Berarti, makin jauh pula jarak yang harus ditempuh. Apalagi dalam suasana ramai dan padat, bisa saja seorang jemaah terdesak oleh jemaah lainnya.

Jarak pondokan jemaah dengan masjid bisa mencapai 0,5-1 km, bahkan lebih. Kalau dalam sehari anda pulang –pergi ke masjid sebanyak 3-5 kali untuk salat jamaah, bisa dihitung sediri berapa jarak yang harus di tempuh. Belum nanti saat pelaksanaan puncak ibadah haji, ketika anda akan melontar jumrah di Mina.

Jarak antara tempat melontar dan kemah jemaah sekitar 2.5 km berarti pulang pergi anda akan berjalan 5 km. anda akan berada di Mina selama tiga hari untuk yang mengambil nafar awl atau empat hari untuk yang mengambil safar tsani.

Semua itu memerlukan tenaga ekstra melebihi tenaga yang biasa anda keluarkan sehari-hari. Dengan pengerahan tenaga tambahan ini berarti diperlukan tambahan kalori dalam makanan.

Bagi penderita diabetes hal itu perlu diperhatikan. Jumlah kalori yang masuk dan keluar harus seimbang. Ini penting, agar anda jangan sampai jatuh dalam keadaan hipoglikemi.

Hipoglikemi (keadaan dimana kadar gula darah sangat rendah) dapat mengancam jiwa, bila tidak cepat tertolong. Keadaan itu dapat dikenalidaru gejala-gejala yang timbul. Seperti keluar keringat dingin, tangan gemetar, rasa lapar, lemas, jantung berdebar-debar, seperti bingung, kesadaran menurun, sampai pingsan, terkadang disertai kejang.

Saat itu penderita diabetes harus segera mendapat pertolongan. Yang pertama, diberi gula selama penderita masih sadar dan bisa minum. Kemudian penderita mendapat makanan yang banyak mengandung karbohidrat , seperti roti, nasi. Tujuannya, menjaga agar kadar gulanya tidak turun kembali.

Penderita yang pingsan harus segera dibawa ke rumah sakit atau diminta bantuan dari pos kesehatan terdekat. Biasanya, ia akan mendapat suntikan glukosa 40% langsung ke dalam pembuluh darah vena.

Untuk mencegah kejadian itu, setiap penderita diabetes dianjurkan selalu membawa tablet gula atau permen. Tablet atau permen dapat digunakan segera sebagai pertolongan pertama bila timbul gejala hipoglikemi.

Ada beberapa keadaaan yang menjadi penyebab hipoglikemi. Pertama, peningkatan aktivitas fisik yang banyak tanpa diikuti asupan makan dalam jumlah yang seimbang atau cukup. Kedua, jumlah makanan yang disantap, kurang dari kebutuhan kalori yang dibutuhkan, sedangkan obat diabetes tetap diminum dalam dosisi yang sama. Ketiga terlambat makan.

Bagaimana mencegahnya? Berhubung dengan diet, misalnya dengan aktivitas sedang anda mungkin hanya membutuhkan diet sekitar 1700 kalori perhari. Pada saat melaksanakan ibadah haji dengan peningkatan aktivitas, yang berarti pengeluaran energinya jauh lebih besar, diet bisa menjadi 1900-2500 kalori.

Komposisi makanannya tetap sama. Yakni karbohidrat 60-70% dari total kalori, protein 10-15% dari total kalori, lemak 20-25% dari total kalori.

Untuk karbohidrat bisa dipilih atau diganti-ganti sesuai dengan selera. Bisa nasi, mi, roti, ubi, kentang, atau makanan lain sejenis. Begitu pula protein, apakah ayam, ikan, daging, telur, atau tempe.

Sayur dan buah sangan dianjurkan. Buah manis, seperti apel, pisang, atau mangga. Kalorinya dapat dihitung sebagai tambagahn. Sebelum berangkat, sebaiknya ada berkonsultasi dulu dengan dokter atau ahli gizi mengenai penataan porsi makanan itu.

Saat menjalankan ibadah haji, perlu diingat untuk makan pada waktunya. Jangan mengundur-undur waktu makan, sesibuk apapun anda, agar tidak mengalami hipoglikemia. Makanlah dalam jumlah cukup dan bergizi, walau rasa makanan disana mungkin kurang sesuai dengan lidah kita.

Fisik kuat dapat dari latihan dan perawatan yang baik. Maka, sejak sekarang, usahakanlah agar kadar gula darah anda terkontrol baik. Caranya, dengan menjaga dan menata makanan sesuai kebutuhan, olahraga yang cukup danteratur, serta makan obat sesuai petunjuk dokter.

Cadangan obat

Beri tahu teman sekamar atau seperjalanan kalau anda penderita diabetes. Tujuannya agar mereka bisa membantu bila tiba-tiba anda merasa lemas atau pingsan. Beri tahu juga gejala-gejala hipoglikemi dan pertolongan apa yang dapat mereka berikan.

Bila anda memakai obat, bwalah obat dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan selama berada di Arab Saudi dan diperjalanan. Hitung pula lama hari perjalanan yang harus ditempuh.

Lebih baik membawa obat dalam jumlah berlebih sebagai cadangan ekstra daripada nanti kekurangan. Alasannya, jadwal keberangkatan pesawat, terkadang bisa berubah. Lagi pula mencari obat yang sama di Arab Saudi belum tentu semudah mencarinya di kota Anda.

Guna kelancaran pemeriksaan barang di bagian imigrasi Arab Saudi, mintalah surat keterangan dari dokter anda. Isinya penjelasan mengenai obat-obatan yang anda bawa dan perlukan. Jangan lupa membawa jarum suntik.

Perhatikan pula cara menyimpan obat dengan benar. Bawalah obat di tempat yang mudah dijangkau, misalnya tas jinjing. Demikian pula bila membawa glukometer (pemantau gula darah), agar dapat diambil dengan cepat jika sewaktu-waktu diperlukan.

Sepatu dan makanan kecil

Perbedaan cuaca merupakan tantangan lain. Iklim di Arab Saudi berbeda dengan di Indonesia. Pada musim dingin udara disana sangat dingin. Suhu terendah bisa mencapai 2 derajat celcius.

Musim dingin berlangsung mulai Januari-Maret. Jadi, setiap jemaah haji harus siap dengan pakaian tebal.

Penderita diabetes yang sudah mengalami komplikasu di kaki perlu berhati-hati. Suhu dingin dapat meperparah keadaan bila aliran darah ke kaki mengalami gangguan. Kaki harus tetap dalam kehangatan suhu optimal. Jangan biarkan kaki anda menderita karena dingin.

Perhatikan pula, pemakaian sepatu. Kaki penderita diabetes retan infeksi. Kulit pecah atau lecet kena sepatu dapat berkembang menjadi infeksi. Bila tidak ditangani dengan baik, dapat menimbulkan komplikasi lebih parah.

Pakaialah sepatu yang sudah biasa dan nyaman dipergunakan. Ingat, anda akan menempuh perjalan cukup panjang. Anda akan berada dalam pesawat 8-12 jam. Duduk dalam waktu lama dapat menghambat sirkulasi darah ke daerah kakai. Usahakan dalam jangka waktu tertentu anda menggerak-gerakkan sendi kaki, meluruskan lutut, berjalan-jalan di lorong.

Dipesawat anda akan mendapat jatah makan pagi, siang, atau malam sesuai jadwal keberangkatan kloter anda. Namun ada baiknya membawa bekal roti atau makanan kecil lain untuk pengganti kalau kebetulan makanan di pesawat tidak cocok dengan selera. Ini penting, agar anda tidak mengalami hipoglikemi.

Makanan kecil dan minuman juga bermanfaat saat anda sedang menunggu di ruang pemeriksaan dokumen bisa berlangsung cepat, tapi bisa juga cukup lama tergantung jumlah jemaah yang dating saat itu,. Kalau cepat pemeriksaan bis 1-2 jam. Kalau lama, bisa sampai 5 jam. Diruang tunggu pemeriksaan tidak ada kantin utnu belanja, anda juga tidak bisa keluar sebelum pemeriksaan selesai.

Perjalanan menuju Arab Saudi adalah perjalanan menuju arah barat. Waktu Arab Saudi (WAS) berselisih 4 jam dengan WIB, dan 6 jam dengan WIT. Kalau pesawat anda mendarat pagi hari saat matahari baru terbit sekitar pukul 06.00 WAS, berarti waktu Indonesia sudah pukul 10.00.

Anda perlu memperhatikan perubahan ini untuk menata jadwal makan yang sesuai. Selisih waktu 4 jam dapat diselingi dengan makan kecil sebelum jatah waktu makan pagi dating. Jangan sampai ada waktu makan yang terlewati atau jarak waktu makan yang terlalu panjang. Jangan sampai gula darah anda turun lebih rendah.

Dengan persiapan matang dan pelaksanaan yang tertib, insyaallah semua berjalan lancer, selamat berhaji!

CARI MAKAN SAAT BERHAJI? GAMPANG!

Seolah sudah jadi mitos, jika berangkat ke Tanah Suci untuk berhaji, kita pasti akan kesulitan mencari makanan yang sesuai dengan selera. Maka, asykar alias polisi di Bandara King Abdul Aziz, Jedah, tidak lagi heran melihat kopor jemaah Indonesia yang sarat dengan makanan, kering maupun basah. Ada abon, rending, kering tempe atau kentang, bahkan sayuran dan terasi. Jeriken yang sedianya akan diisi air zamzam pun dimanfaatkan dulu untuk membawa beras 5 lt!

Namun, kendala itu tidak kami alami ketika menunaikan ibadah haji pada 1998. Pasalnya, oleh pemerintah Arab Saudi sebenarnya para jemaah haji Indonesia sudah diatur agar dekat dengan sarana belanja.
Saat di Mekkah kami menginap di Misfalah. Bagian depan pemondokan itu merupakan pasar tradisional. Percaya atau tidak, berbagai sayuran dan buah dijual di sana, dengan kisaran harga buah 5-6 real per kg. bayam, kangkung atau sayuran ikat sejenis dijual 1 real. Tomat, cabe, wortel, bawang merah pun ada. Jadi, kami sempat juga membuat sambal terasi, kebetulan ada yang membawa cobek mini.

Diseputar pondokan juga banyak swalayan mini, took atau warung kelontong. Barang dagangannya pun beragam, sampai krupuk mentah asli Sidoarjo pun ada!

Warug makan pun bervariasi. Ada roti Arab, roti Prancis, kebab isi daging sapi atau unta plus tomat dan seladanya. Bahkan, rumah makan India atau Bangladesh selaludiwarnai antrean para pembeli. Bagi penggemar nasi uduk, makan hidangan Turki dapat mengobati kerinduan. Malah nasinya terasa lebih gurih, apalagi ditambah salad dan ayam bakar lezatnya.

Ditengah pasar tradisional Madinah, ada satu restoran Bangladesh yang hinggakini selalu jadi tujuan. Menunya, ayam panggang yang bumbunya meresap sampai ke tulangnya. Disajikan dalam keadaan baru dipanggang plus nasi kebuli yang tak kalah sedap.

Jadi, selama berhaji rasanya kita tidak perlu khawatir akan kesulitan mencari makanan, bukan?

Sumber : Intisari

Sunday, July 3, 2011

DISLEKSIA




DERITA SALAH BACA

Disleksia, istilah gampangnya kondisi anak yang cenderung terpeleset menyebut kata sederhana. Jangan anggap sepele kondisi itu. Agar tidak menghambat prestasi anak kelak, perlu penanganan sejak dini.

Memang, tidak selalu penderita disleksia akan kesulitan menapaki kariernya. Masih ingat yang dialami Presiden AS George W. Bush yang semasa kampanye sering salah ucap? Ingin mengatakan AS Negara psacemaker (pencipta perdamaian), yang terucap pacemaker (alat pacu jantung). Ia memang pernah menderita disleksia sebelum menjadi presiden.

Adakah figure top lain?

Tentu masih ada. Actor Tom Cruise, misalnya, yang kini justru membantu anak-anak belajar membaca. Juga sang ratu cerita criminal, Agatha Christie. Lalu negarawan kelas wahid Singapura, Lee Kuan Yew, dan aktris Whoopi Goldberg, yang setelah drop out dari SMA, justru berbakan membubung hingga memperoleh Piala Oscar.

Gangguan fungsi otak

Menurut psikiater anak, dr. Tjhin Wiguna, Sp KJ, disleksia merupakan salah satu jenis kesulitan belajar spesifik. Disebutjuga kesulitam membaca. Lazim juga dikenal sebagai disleksia perkembangan.

Kasus disleksia pertama kali dilaporkan oleh Pringle Morgan pada 1896. Ia menceritakan tentang seorang anak lelaki berusia 14 tahun yang sangat pintar tetapi gagal dalam mengikuti pelajaran membaca dan menulis. Padahal anak itu sudah mendapat jam tambahan khusus untuk dua mata pelajaran itu.

Definisi disleksia meurut Crichley (1970) adalah kesulitan membaca, menulis, dan mengeja (disotografi), tanpa adanya gangguan sensoring perifer. Dalam arti tidak ada deficit pendengaran atau penglihatan, inteligensi rendah, lingkungan kurang menunjang, problem emosional primer atau kurang motivasi.

Salah satu syarat untuk mendiagnosis disleksia, menurut Tjhin, staf fi Departemen Pdikiatri FKUI/RSCM, adalah anak mempunyai taraf intelegensi normal, dengan daya ingat atau memori pada umumnya cukup baik. Tidak mempunyai gangguan fungsi sensoris seperti penglihatan atau pendengaran. Pun tidak ada gangguan fungsi motorik.

Anak dengan taraf kecerdasan kurang tidak hanya mengalami ketidak mampuan membaca, tetapi juga mengalami ketidakmampuan di bidang lain seperti berhitung dan aspek-aspek akademik lainya.

Patogenesisi disleksia terletak pada gangguan fungsi otak. Sering pada belahan otak sebelah kiri, terkadang juga di belahan otak kanan. Bagian otak yang diduga berkaitan dengan terjadinya disleksia, antara lain:
  1. Corpus Calosum kiri
  2. Lobus parietotemporal kiri, berperan dalam proses pencocokan antara fonem dan grafem (grapheme)
  3. Lobus temporal kiri, berperan dalam proses fonologis dasar
  4. Lobus prefrontal, pusat output dari semua kemampuan seseorang
Penyebab gangguan fungsi otak itu sering dikaitkan dengan beberapa factor risiko terjadinya gangguan perkembangan morfologis otak. Antara lain kurangnya oksigen saat atau segera setelah lahir (asphyxia perinatal), prematuritas berat badan lahir rendah. Dalam beberapa penelitian dikatakan, pada 80% anak dengan disleksia di temukan adanya minimal satu factor risiko itu.

Beberapa peneliti juga mengaikan kelainan itu dengan factor keturunan (genetic). Ada gen dari kromosom 15 yang mungkin bertanggung jawab atas transmisi gangguan ini. Namun, kesimpulan itu masih harus diteliti lebih lanjut.

Membalik huruf-huruf

Ada beberapa karakteristik yang dapat dilihat pada anak dengan disleksia. Diantaranya, membaca lamban turun naik intonasinya, dan kata demi kata. Artinya, kemampuan baca sang anak tidak sesuai dengan kemampuan rata-rata anak seusianya.

Ia juga sering membalik huruf-huruf atau kata-kata. Atau ada pengubahan huruf dalam kata.
Ciri lain, kacau terhadap kata-kata yang hanya sedikit berbeda susunannya. Misalnya, buku dibaca “duku”, bau dengan “buah”, buta dengan “batu”, dan lainnya.

Kadang-kadang juga disertai artikulasi suara, gagap, atau pembalikan konsep. Misalnya, kacau terhadap pemahaman konsep atas dengan bawah, depan dengan belakang, dan sebagainya.
Sering juga disertai kesalahan eja dan kesalahan tulis. Misalnya, jika didiktekan kata pagar, mungkin ditulis “papar”. Kesalahan tulis ini juga mencakup ketidakmampuan untuk membuat tulisan indah sering tulisannya tidak terbaca.

Diakui oleh Tjhin ada pendapat disleksia lebih banyak diderita anak laki-laki ketimbang anak perempuan. “Dulu memang ada pendapat begitu, yang mengaitkan dengan adanya kekurangan hormone testosterone pada janin laki-laki semasa dalam kandungan. Kekurangan hormone dikaitkan dengan terjadina gangguan perkembangan bagian belahan otak kiri yang memang diatur oleh hormone ini, yang berakibat disleksia di kemudian hari.

Namun kini, dalam penelitian epidemiologi yang baru, rasio disleksia pada anak laki-laki dan perempuan ternyata seimbang. Walaupun demikian, penelitian pada anak usia sekolah yang dirujuk untuk ditangani, ternyata sebagian besar berjenis kelamin laki-laki. Alasannya, anak laki-laki dengan disleksia umumnya lebih mudah dikenali. Itu karena anak lelaki umumnya juga disarati dengan problem penyerta lain seperti hiperaktif, kesulitan memusatkan perhatian, atau problem dan gangguan perilaku.

Dorongan bunuh diri

Walau tidak menyebabkan kematian atau cacat menetap, anak dengan disleksia akan mengalami kesulitan saat disekolah, mulai dari usia sekolah paling dasar. Hal ini tentu akan menghambat prestasi akademik anak. Jika tidak ditangani dengan baik, cepat atau lambat anak tentunya akan menurun prestasi akademiknya, bahkan dapat berdampak pada perkembangan kejiwaannya.
Apalagi jika ditambah tuntutan orang tua atau guru tanpa mempertimbangkan kelemahan itu. Anak mungkin akan mengalami tekanan yang membuatnya rendah diri, kurang rasa percaya diri, dan depresi. Hal itu juga makin memperburuk kondisi belajar anak.

Yang mengejutkan, lansiran ABC news mengenai hasil reset American Association of suicidology. Para remaja penderita disleksia lebih sering berpikir ataupun mencoba melakukan bunuh diri ketimbang rekan-rekan mereka yang normal.

Riset dilakukan terhadap 94 siswa dengan kesulitan membaca dan 94 siswa berkemampuan normal, seluruhnya berusia 15 tahun hasilnya, 19% dari kelompok penyandang disleksia pernah berpikir atau mencoba bunuh diri, sedangkan dari kelompok normal nya 5 %. Untuk angaka putus sekolah, di kalangan penderita disleksia pun lebih tinggi 10%.

Menurut Tjhin, yang lulus menjadi psikiater anak dan remaja dari FKUI tahun 2000, kecenderungan untuk bunuh diri mungkin saja terjadi. Terutama jika kondisi depresi menjadi lebih berat, anak remaja itu mungkin merasa tak berdaya dan putus asa. Itu karena, baik orangtua, guru, ataupun lingkungan tak ada yang membantu dan mendukungnya.
“walaupun demikian, jarang sekali ditemukan kasus bunuh diri pada anak dengan disleksia. Lebih banyak ditemukan yang disertai gangguan tingkah laku menentang, dikeluarkan dari sekolah atau gangguan tingkah laku anti social sebagai bentuk komplikasi di kemudian hari,”terangnya.

Lebih jauh Tjhin menekankan disleksia merupakan maslah yang cukup serius, karena dampaknya dapat mempengaruhi kualitas hidup anak di kemudian hari. Untuk itu deteksi dan intervensi dini sangat penting, baik oleh orangtua maupun guru.

Betapapun, kemampuan membaca merupakan fondasi untuk memperoleh kepandaian skolastik lainnya.

LANGKAH PENYEMBUHAN

Menurut Dr. Thjin Wiguna, SpKJ, terapi difokuskan pada pemberian remediasi (terapi pengulangan). Jika disertai gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktifitas (GPPH), gangguan depresi, gangguan perilaku menentang, atau kondisi gangguan kejiwaan lainnya, maka perlu diberikan obat-obatan dan psikoterapi.

Misal, anak dengan GPPH bisa mendapat obat golongan psikostimulan untuk membantu pada tugas dan tanggung jawabnya. Sedangkan anak dengan gangguan depresi bisa mendapat obat antidepresan. Psikoterapi yang diberikan dapat berupa psikoterapi individual dan juga yang berbasis keluarga.

Thjin berpendapat, pengajaran remedial dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, dan pemberian motivasi seperti pujian atau hadiah kecil setiap kali si anak berhasil mengatasinya akan sangat membantu.
  • Pendekatan multisensory, berdasarkan asumsi bahwa anak dapat belajar dengan baik, jika materi pembelajaran disajikan dalam berbagai modalitas. Modalitas yang sering dipakai adalah penglihatan, perabaan, gerakan (kinestetik), pendenganran. Untuk itu diperlukan berbagai alat bantu seperti kartu huruf, cat, bak pasir, huruf timbul, dan lain-lain. Metode ini dikembangkan Fernald dan Gilingham.
  • Pendekatan motdifikasi abjad, banyak dipakai untuk anak berkesulitan membaca pada bahasa yang kaitan antara huruf dengan bunyi tidak selalu konsisten. Dalam bahasa Inggris misalnya huruf a dapat dibaca /e/, /ei/. Atau /a/. Bunyi /f/ dapat dilambangkan oleh huruf f, gh atau ph. Metode modifikasi alfaber mencoba menciptakan abjad baru, sehingga ada korespondensi satu-satu antara huruf I lambing dengan bunyinya. Dengan demikian, ejaan kata-kata yang tidak beraturan akan diubah. Dalam bahasa Indonesia, metode ini tidak banyak bermanfaat karena kaitan antara huruf dan bunyi relative konsisten.
  • Pendekatan kesan neurologis terdiri atas kegiatan membaca bersama-sama secara cepat antara guru dan sisiwa. Asumsi dasarnya, anak dapat belajar dengan mendengar suaranya sendiri dan suara orang lain yang membaca materu yang sama. Kelebihan dari pendekatan ini, diperoleh kemajuan dalam hal ekspresi lisan, kelancaran membaca, dan peningkatan rasa percaya diri. Namun, kemajuan dalam pemahaman kontekstual sangatlah minimal.

Sumber : Intisari

Saturday, July 2, 2011

PSIKOLOGI ANAK & PENDIDIKAN ANAK



Jika anak dibesarkan dengan celaan,
ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,
ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,
ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan,
ia belajar menyeasali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi,
ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian,
ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan,
ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,
ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan,
ia belajar menyenangi diri
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,
ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan

Anak Perempuan
  • Ketika seorang anak perempuan diam, berjuta-juta hal berada dalam fikirannya
  • Ketika anak perempuan tidak membantah, dia sedang berfikir sangat dalam
  • Ketika anak perempuan memandang dengan mata penuh tanya, dia ingin tahu berapa lama kita akan menemani
  • Ketika anak perempuan menjawab “saya baik-baik saja” setelah beberapa saat, tidaklah semuanya baik-baik saja
  • Ketika anak perempuan memandang tajam, dia ingin tahu kenapa kita berbohong.
  • Ketika anak perempuan bersandar ke dada, dia berharap kita menjadi miliknya selamanya.


Anak laki-laki
  • Ketika seorang anak laki-laki diam, dia tidak punya sesuatu yang ingin dikatakan
  • Ketika anak laki-laki membantah, dia dalam kondisi yang tidak ingin membantah.
  • Ketika anak laki-laki memandang dengan mata penuh tanya, dia benar-benar sedang kebingungan.
  • Ketika anak laki-laki menjawab “saya baik-baik saja” setelah beberapa saat, semuanya adalah baik-baik saja.
  • Ketika anak laki-laki memandang tajam, dia sedang heran atau marah
  • Ketika anak laki-laki tidur di pangkuan, dia berharap kita menjadi miliknya selamanya.


Menciptakan Anak Pintar Sejak Dalam Kandungan

  • Pertama, kebutuhan-kebutuhan biologis (fisik) berupa nutrisi bagi ibu hamil harus benar-benar terpenuhi. Seorang ibu hamil, gizinya harus cukup. Artinya, asupan protein, karbohidrat, dan mineralnya terpenuhi dengan baik.
  • Faktor kedua adalah kebutuhan kasih sayang. Seorang ibu harus menerima kehamilan itu, dalam arti kehamilan yang benar-benar dikehendaki. Tanpa kasih sayang, tumbuh kembangnya bayi tidak akan optimal.
  • Faktor ketiga adalah adanya perhatian penuh dari si ibu hamil terhadap kandungannya. Ia dapat memberikan rangsangan dan sentuhan secara sengaja kepada bayi dalam kandungannya. Karena secara emosional akan terjadi kontak. Jika ibunya gembira dan senang, dalam darahnya akan melepaskan neo transmitter zat-zat rasa senang, sehingga bayi dalam kandungannya juga akan merasa senang.


Kesalahan Pola Asuh Anak Usia Dini; Penyesalan
Orangtua Seumur Hidup


SALAH satu problem orangtua yang sudah bekerja yakni, menentukan pola asuh bayi, Balita atau anak usia dini dengan perasaan aman dan nyaman. Secara umum, sekarang ini orangtua berkeinginan sukses mengasuh anak, tetapi juga sukses berkarir, kata seorang alumnus La Trobe University Victoria Australia. Dalam menentukan pola asuh anak usia dini orangtua harus mampu mengukur kemampuan diri. Dijelaskan, setiap orangtua pasti ingin mengasuh anak-anak dengan baik. Ketika bekerja, anak harus dengan siapa? Bersama pembantu, kakek, nenek, tetangga, dititipkan pada Tempat Penitipan Anak atau Griya Asuh Bayi-Balita? Semuanya memiliki konsekuensi dengan segala risikonya. Dalam realitas seperti ini, orangtua harus mengukur kemampuan diri, baik tenaga, pikiran juga kemampuan ekonomi, kata dosen Psikologi UGM bersemangat.

Artikel ini dirangkum oleh Zainul Muttaqin untuk lebih lengkapnya bisa dibaca disini PSIKOLOGI DAN PENDIDIKAN ANAK