Wednesday, March 16, 2011

VIRUS HEDONIS







VIRUS HEDONIS DI KALANGAN REMAJA DAPAT MERACUNI POLA PIKIR ANAK DAN KEPRIBADIAN ANAK.



Hidup senang-senang dan berorientasi pada kesenangan saja adalah gaya hidup hedonistic. Saat ini sudah mulai menulari para remaja kita. Penyebabnya bukan sekedar iming-iming dari luar yang begitu gencar, tapi juga pola suh orang tuak yang keliru.



Duuh, anak-anak remaja kita. Tak sedikit yang sudah berhandphone ria. Hampir dimana saja ditrmui anak-anak remaja menenteng hp, sms-an, telpon-telponan semaunay seakan tidak pakai pulsa, atau sekadar mendengar musik. Herannya jenis hp-nya bagus-bagus alias bermerk, gonta-ganti pula. Diluar itu, perhatikan pakaiannya, bermerk atau setidaknya gaul abis. Sepatu bagus, tas oke, dan aksesori up to date. Di mal dan kafe pun banyak dipenuhi remaja. Pokoknya hidup seakan untuk senang-senang saja.



Gaya hidup seperti itulah yang disebut hedonis alias berorientasi pada kesenangan belaka. Masa sih remaja kita sudah bergaya hedonis? Irda (38), ibu 2 anak, mengakui itu dialami anak remajanya. Sulungnya, seorang putrid berusia 14 tahun, kelas 2 SMP, memiliki sifat hedonis. “Saya sampai bingung. Baru beli hp 2 bulanan sudah minta ganti tipe yang terbaru. Kalau saya tak penuhi, ia merayu ayahnya atau ngambek berhari-hari sampai nggak mau sekolah.



Kalau tidak ganti hp, putrinya memilih beli baju bermerek atau akhir pecan dugem bersama teman-temannya. Merasa ia mampu dan sibuk bekerja seharian, membuat Irda kerap memenuhi kinginan putrinya. “Tapi kalau harus dugem seperti ke Planet Hollywood atau Hard Rock misalnya, saya usahakan temani meskipun saya tidak ngumpul sama mereka. Biasanya saya sama satu dua ibu yang ikut, mengawasi merkalah. Sejauh ini putri saya nggak menolak karena saya tegaskan tidak ada dugem kecuali mama ikut”.



Meski demikian Irda khawatir juga dengan gaya hidup putrinya. “Pokoknya sudah hedonis deh, teman-temannya juga begitu. Jadi mau bagaimana lagi,” katanya setenag pasrah.



Hal yang sama diakui Anita. Tiga anaknya, dua diantaranya remaja SMA dan SMP kelas 2 juga memiliki gaya hidup wah, “Kalau diikuti tidak habis-habisnya. Apalagi mereka sekolah di SMP dan SMA swasta yang semua teman-temannya memang begitu. Tapi saya tidak ikuti gaya hidup mereka,”ujar Anita.



Beruntung ia cukup tegas soal itu. Baginya, pakai hp yang bagus oke saja. Tapi tidak gonta-ganti seenaknya. Pakaian, sepatu, tas dan peralatan lain bermerek, juga tak ia larang. Boleh, kata direktur perusahaan pemasok computer itu. “Tapi saya minta mereka fair, mereka juga harus tunjukkan prestasi dong. Kalau berprestasi saya penuhi permintaan mereka, tentu yang wajar-wajar saja sesuai kemampuan orang tuanya. Misalnya minta liburan ke luar negeri, oke saja asal sesekali dan prestasi mereka bagus.”



Menurut Anita, ia harus menerapkan aturan main agar dua putrid dan satu jagoananya tidak terjerumus jadi hedonis. Apalagi ia bilang tahi persisi, banyak anak-anak temannya yang begitu. “Diturutinya orang tua bukannya pinter atau pengertiamm, malah terjerumus ke narkoba sampai free sex. Aduuh, amit-amit, jangan sampai terjadi pada anak-anak saya,” ujar wanita yang menginginkan anak-anaknya bisa mengembangkan bisnisnya kelak.



Gaya hidup hedonis atau berorientasi pada kesenangan memang bukan hal baru. Awalnya adalah hedonisme, sebuah aliran filsafat dari Yunani yang decetuskan Aristipos dan Epikuros.

Tujuannya aliran ini adalah menghindari kesengsaraan dan menikmati kebahagiaan sebanyak mungkin kehidupan duniawi. Sewaktu kakaisaran Romawi mengausai seluruh Eropa dan Afrika, muncul semboyan baru hedonisme. Yakni carpe diem (raihlah kenikmatan sebanyak mungkin selagi kamu hidup). Kebahagiaan pun lalu dimaknai sebagai kenikmatan duniawi belaka.



Apalagi dengan perkembangan zaman dan teknologi, kebutuhan pun semakin bertambah dan beragam. Belum lagi bila dipadupandan dengan kebutuhan utnuk dipandang lebih, ingin dipandang punya kelas tersendiri atau eksklusif, bisa membuat orang buta hati. Contohnya teranyar adalah pembunuh berantai Ryan dari Jombang, Jawa Timur, yang saati itu menggemparkan Indonesia karena tega membunuh demi menguasai harta korbannya. Apalagi alasannya kalau bukan untuk membiayai gaya hidupnya yang hedonis.





ADA ASPEK POSITIF DAN NEGATIFNYA



Hedonisme bisa terjadi di mana saja, baik di kota maupun di desa. Namun menurut Sosiolog Linda D Ibrahim, lebih merupakan gaya hidup perkotaan. Sesungguhnya memiliki aspek positif dan aspek negative. Hanya saja orang lebih banyak melihat pada aspek negatifnya. Karena seolah-olah orang yang melakukan kesenangan duniawi seperti berbelanja barang mahal, hiburan malam dan hal lain yang serba mewah dan eksklusif terkesan berlebihan dan untuk kebutuhan sesasional saja.



Ada level hedonisme, level individual dan level social. Jika masuk dalam level individual, masih bisa dikatakan posotif, karena tiap orang memang berhak mendapatkan kebahagiaan. Apalagi jika sudah berusaha keras sebelumnya. Namun akan menjadi masalah jika masuk pada level social. Yakni ketika kondisi sekitar sedang mengalami krisis sementara kita berfoya-foya. Gaya hidup mencolok inilah yang dapat menyebalkan orang lain, karena melahirkan kesan tidak berempati pada kondisi sekitar.



Soal hedonisme pada remaja, diakui Linda memang marak dan akan terus bertambah kemarakannya sesuai kemajuan dan pencapain-pencapaian dunia modern. Menurutnya, ini terjadi karena remaja belum memiliki filter yang beik. Yang sudah memiliki filter adalah mereka yang berpendidikan tinggi. Itulah mengapa remaja yang pendidikannya masih rendah dan belum banyak memiliki pengalaman dalam hidup, lebih rentan terhadapa gaya hidup hedonistic. Ditambah lagi kehidupan di perkotaan yang ruangnya sangat besar dengan orang-orang tidak saling mengenal, maka keinginan utnuk menunjukkan siapa diri kita dan dimana posisi kita dalam masyarakat semakin besar.



Dalam sosiolog dikenal status symbol atau posisi social, di mana tiap orang ingin menentukan posisinya dalam masyarkat. Pada rmaja status simbolnya adalah ingin tampil beda, itulah mengapa mereka mudah mencoba hal-hal baru. “Termasuk mengadaptasi yang ada di sekitarnya tanpa berpikir itu pantas atau tidak untuknya,” jelas Linda.



Yang memudahkan para remaja menjalani gaya hidup yang hedonistic adlah pergaulan dengan teman sebayan. “Berdasarkan beberapa penelitian sosiologi, peer group atau teman sebaya memiliki pengaruh besar,” ujar Linda.



Sosoilog Universitas Indonesia ini juga menambahkan media massa khususnya televise juga punya andil besar terbentuknya remaja yang hedonistic. Itulah mengapa memilih teman sangat penting, bukan berarti bersikap sombong,”Ajari para remaja utnuk bergaul dengan teman yang memiliki kesamaan dalam hal bersosialisasi dan hindari terlalu dekat teman yang bergaya hidup glamour.



Lebih baik mencegah daripada mengobati, dan keluarga ditegaskan Linda dapat meminimalisasi risiko remajanya terjerumus dalam hedonisme. Keluarga sebagai agen social primer harus menanamkan nilai-nilai positif yang dapat melindungi anak dari nilai-nilai positif yang dapat melindungi anak dari nilai-nilai negative dari luar. Misalnya, jika telah terpatri di kepala dan hari seorang remaja bahwa pergi ke tempat hiburan malam bukanlah tempat yang cocok utnuknya dan berfoya-foya bukan yang dianjurkan oleh orang tuanya, maka ia tak akan menjalaninya. “Semua harus ditanamkan sejak kecil. Mana yang boleh diikuti mana yang tidak. Karena kalau remaja terlanjur mengikuti gaya hidup yang wah akan susah dihentikan,” terangnya.



Mengajarkan tidak boleh secara teori saja, yang terpenting justru tidakan konkret dalam kehidupan sehari-hari. Namun yang makin marak saat ini, justru orang tua mengomersilkan anak-anaknya dalam ajang-ajang pemilihan bakat di TV. Memang ada kompetisi, tapi setelah mereka dengan cepat akan masuk dalam dunia hiburan penuh gemerlap yang seharusnya tidak perlu mereka masuki. Jika orang tua tak dapat memberi perisai pada remajanya, sama saja membiasakan anaknya hidup dalam kemewahan dan kepalsuan.



WASPADAI BILA MULAI RUTIN



Memang wajar saja jika remaja ingin membeli sesuatu, bergaul dan sebagainya. Hanya saja semua tetap ada batasannya. Orang dewasa yang bekerja keras setiap hari, siang dan malam akan mencari kebahagiaan sesuai keinginannya. Tapi mereka sudah bertanggung jawab atas dirinya dan mereka punya uang untuk memenuhi. Namun, remaja yang uang dan fasilitasnyamasih dari orang tua, tentu batasannya tidak dapat disamakan dengan orang dewasa. “Jika masih remaja saja mereka sudah boros dalam pergaulan, apa jadinya jika sudah dewasa nanti?” tegas Linda.



Contohnya, makan di restoran ayam goreng cepat saji atau menonton film bioskop bersama teman dua kali sebulan masih dikatakan wajar. Namun jika setiap akhir minggu menghabiskan waktu diluar rumah untuk window shopping, sampai berbelanja pakaian atau sepatu bermerek mahal, atau sering mengganti handphone, merokok dan pulang larut malam, para orang tua harus waspada. Karena, pembiaran akan membuat anak melangkah lebih jauh, seperti terjebak narkoba dan seks bebas. Terlepas mareka berasal dari kelas ekonomi atas ata ubukan, harus menjadi perhatian besar para orang tua. Hedonisme sangat dekat dengan norkoba dan perilaku seks bebas.



Jika remaja sudah melampaui batas, orang tua wajib menghentikannya. Caranya dengan menerapkan peraturan baru yang menyempitkan geraknya. Tentunya harus dilakukan dengan sedikit demi sedikit namun tetap tegas. Misalnya mengurangi uang jajannya, tidak selalu mengabulkan permintaannya, menerapkan jam malam atau sebagainya sambil terus diberikan pengertian. “Mereka masih mudah diarahkan, maka dengan sedikit kesabaran, remaja sebagai generasi penerus bagsa akan terlindungi,”kata Linda.



Para guru pendidik juga memiliki peranan yang besar, karena remaja banyak menhabiskan waktu mereka di sekolah. Terapkanlah peraturan yang membuat anak tampil sederhana dan sesuai umurnya. Misalnya, seragam sekolah tidak boleh terlalu pendek, sepatu dan tas tidak boleh yang bermerek, dilarang membawa kendaraan bermotor pribadi dan barang-barang elektronik yang mahal. Selain itu guru juga harus memberikan pelajaran budi pekerti, mewajibkan menabung di koperasi dan mengingatkan bahwa masa depan cerah tak akan diaraih dengan berfoya-foya.



PENTINGNYA PERAN ORANG TUA



Psikolog Vera Itabiliana juga mengatakan hal sama. Bahwa di satu sisi remaja berada di masa pencarian eksistensi diri, namun di sisi lain belum memiliki mekanisme pengendalian diri yang kuat. Akibatnya ia mudah terpengaruh oleh faktor luar seperti kesenangan instant.



Padahal kesenangan tersebut berdampak buruk dalam perkembangan pola pikir dan kepribadiannya. Misalnya kalau tidak sama dengan kelompoknya, merasa tidak nyaman, takut tidak terima, dikatakan aneh dan sebagainya. Pola pikir demikian menurut Vera, harus di arahkan orang tua agar tak terjerumus dan menjadi gaya hidup.



Kunci penting membentuk kepribadian seorang remaja adalah orang tua. Perlunya sejak dini orang tua menanamkan nilai-nilai positif terutama sejak usia lima tahun pertama. “Yang palig penting adalah contoh adalah. Bagaimana orang tua membelanjakan uang bulanan, agar anak melihat bagaimana skala prioritas orang tua tiap bulannya. Contoh dan pembiasaan yang baik dari orang tua akan menjadi langkah awal remaja untuk melakukan proses imitasi (mencontoh) yang baik pula,” urai Vera.



Sedari awal, orang tua perlu terbuka, tidak underestimate terhadap anak. Terbuka dalam hal apapun akan memberi pemahaman kepada anak sejauh kemampuan orang tuanya. Si anak juga akan memahami latar belakang dan perekonomian kelaurganya. Dukungan dari keluarga yang kuat akan membentuk pribadi remaja yang kuat pula sehingga tidak akan mudah terpengaruh pergaulan negative. Ketika anak merasa goyak dalam pergaulan, orang tua memberi penguatan kepada si anak. Dengan dukungan dari orang tua, anak merasa nyaman. Anak merasa tidak berbeda dengan teman-temannya dan anak pun menjadi pribadi yang lebih kuat.



BILA ANAK TERLANJUR KONSUMTIF

Tidak dipungkiri, banyal orang tua mengeluh dengan gaya hidup anak mereka yang telanjur hedonis. Namun melarang secara sepihak dan frontal terhadap hal yang dia suka, bukanlah cara yang bijak. Anda perlu koreksi cara-cara pendampingan terhadapnya. Berikut beberapa saran yang bisa dilakukan.

MENGAJAK ANAK BERDIALOG

Komunikasi menjadi kunci penting harmonisnya hubungan antara anak dan orang tua. Sayangnya terkadang orang tua merasa tidak penting mendiskusikan segala sesuatunya dengan anak. Komunikasinya lebih satu arah, di mana anak tinggal mematuhi. Pada hal larangan tanpa disertai alasan, dapat membuat remaja berontak karena merasa diperlakukan seperti anak kecil. Dengan membicarakan permasalahnya, orang tua menjadi tahu apa yang sedang dihadapi anaknya. Dengan berbicara, anak juga bisa mengerti kondisi yang tengah dialami orang tuanya.

PEMBATASAN UANG SAKU

Hedonis identik dengan materi. Untuk orang tua dapat memberi pembatasan uang saku dengan cermat. Orang tua dapat mengukur seberapa bersar kebutuhan si anak utnuk menentukan pembatasan uang saku. Pembatasan dimaksudkan agar anak tidak menjadi pribadi yang instant.

MENDORONG ANAK MELAKUKAN AKTIFITAS POSITIF

Orang tua perlu mendorong anak melakukan aktivitas lain yang dapat menumbuhkanbakat dan potensi anak, misalnya jurnalistik, pecinta alam, olah raga dan sebagainya. Dengan dukungan kearah yang positif, anak akan lebih berkonsentrasi untuk berprestasi.

Sumber : Kartini

DIOKSIN







SENYAWA PENCEMAR BERBAHAYA



Industri pestisida, baja, maupun kimia yang memakai klorin atau pemutih, turut diduga menjadi sumber dioksin terbesar.



Para peternak di Jerman dibuat kalang kabut baru-baru ini. Biang keladinya adalah zat kimia beracun bernama dioksin. Kontaminasi bahan ini pada pakan ternak memaksa sekitar 4700 peternakan di negara tersebut tutup.



Dampak terbesar dirasakan oleh peternak di kawasan Lower Saxony, Jerman. Para pejabat berwenang setempat menyatakan tingkat kadungan zat dioksin itu tidak berbahaya, namun tetap saja belum mampu meredam kekhawatiran di masyarakat serta kalangan industri pangan.



Pengaruhnya bahkan sampai kemancanegara. Korea Selatan, misalnya, menyetop sementara impor produk peternakan dari Jerman. Inggris juga bersikap waspada setelah diketahui telur dari peternakan yang terpapar dioksin memasuki negara Ratu Elizabeth II itu. Prancis, Denmark, serta Rusia turut menenrapkan pengawasan lebih ketat.



Sorotan lantas diarahkan pada dioksin. Bukan kali ini saja zat itu membikin heboh. Tercatat kasus serupa pernah melanda daratan Eropa pada 1999 silam. Ketika itu sejumlah produk daging, telur, susu, dan ikan asal Belgia, Belanda, dan sekitarnya tercemar dioksin berbahaya.



Jauh sebelumnya-tepatnya pada 1976 –terjadi ledakan di pabrik kimia Hoffman-La Roche di Seveso, Italia. Ini menyebabkan terlepasnya zat TCDD (tetrachlorodibenzo-p-dioxin) ke udara. Dampaknya sangat dahsyat, seperti kematian hewan ternak, destruksi vegetasi, hingga keracunan akut yang dialami penduduk sekitar.



Beberapa kasus lain yang melibatkan dioksin menjadikannya semakin patut diwaspadai. Seperti diungkapkan jurnalis sains Susan Watts dalam artikelnya Dioxin Study Reveals Serious Health Risks, dioksin adalah senyawa organik paling berbahaya yang bisa membawa risiko serius terhadap kesehatan.



Enviromental Protection Agency (EPA), lembaga lingkungan hidup Amerika Serikat (AS), pernah merilis laporan yang menyebutkan dampakdioksin bagi tubuh, antara lain berkurangnya sisitem kekebalan tubuh, mempengaruhi fungsi hormonal, menghambat perkembangan, dan berdampak pada fungsi reproduksi. Bahkan bila terakumulasi dalam waktu lama, itu dapat menyebabkan kanker.



Menurut Susan, sejumlah penelitian dari para ahli di seluruh dunia menegaskan temuan itu. “Karenanya kian keras desakan agar kalangan industri mengurangi pemakaian bahan-bahan berbasis klorin yang bisa menghasilkan dioksin,” paparnya, dikutip dari laman The Independent.



Persoalannya, sumber senyawa ini sangat mudah ditemukan dialam, baik di udara, air, maupun tanah. Ia bisa berasal dari sisa hasil pembakaran sampah bahan plastik. Industri pestisida, baja, maupun kimia yang memakai klorin atau pemutih, turut diduga menjadi sumber dioksin terbesar.



Terdapat beberapa jenis dioksin, yakni yang masuk kelompok polychloro dibenzo dioxin (PCDD), dan kelompok polychloro dinezo furan (PCDF). Ini merupakan bahan kimia yang memiliki reaksi sama serta berstruktur tidak terlampai berbeda.



Tak terurai hingga puluhan tahun



Disamping berdampak bagi kesehatan, dioksin pun dikenal dengan reputasi sebagai bahan pencemar lingkungan yang berbahaya. Hal ini karena sifat senyawa itu yang punya ketahanan luar biasa. Dioksin sangat stabil dan tidak mudah terurai, bahkan hingga berpuluh tahun.



Berdasarkan analisis EPA, untuk mencapai titik cair pada dioksin dibutuhkan suhu mencapai 305 derajat celcius dengan termal destrusi berlangsung pada titik suhu 700 derajat celcius. Dengan begitu, diperkirakan dengan suhu antara 1000 dan 1500 derajat celcius, baru bisa dihancurkan secara penuh.



Yang juga menkhawatirkan adalah kemampuan biokomulatifnya. Maka tak heran, dioksin dapat terpapar secara biologi melalui rantai makanan. Ia menjadi mudah menempel atau masuk ke tubuh menausia maupun hewan. Sifat lain dari dioksin yakni hidrofobik atau tidak akur dengan air.



Bahan-bahan utama yang terkandung pada senyawa organik ini antara lain hidrogen, klorin, serta karbon.secara keseluruhan, setidaknya ada 75 jenis senyawa didalam dioksin. Namun, seperti diungkapkan Profesor John Emsley, ahli kesehatan lingkungan dari University of Cambridge, Inggris, senyawa TCDD lah yang paling beracun.



Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memasukkan TCDD sebagai bahan karsinogenik kelas satu, yang menandakan paling berbahaya dan beracun. Pada perkembangannya, beberapa jenis binatang sangat rentan terhadap racun senyawa TCDD.



Lebih jauh Emsley memaparkan, kaitan antara manusia dan dioksin sebenarnya telah berlangsung lama. Seiring awal hadirnya api serta industri yang memanfaatkan api dalam kehidupan manusia, sejak itu pula muncul dioksin.



Sehari-hari kita menjadi akrab dengan korek apai atau rokok, pun di sekitar lingkungan bila terdapat gunung berapi dan kebakaran hutan. Semua itu menghasilkan senyawa yang mengandung dioksin, “sambungnya.



Namun, dioksin tidak serta merta masuk ke tubuh dalam kadar yang tinggi, melainkan terakumulasi dalam waktu lama, bisa dari kontaminasi di udara yang menempel di kulit atau masuk lewat saluran napas, serta dari bahan makanan yang dikonsumsi.



Claude Hughes, pakar dioksin dari Duke University, North Carolina, AS, mengatakan, sebagai besar dioksin yang mengenai manusia berasal dari bahan makanan. Sedangkan, sumber terbesar kedua adalah zat yang ada di udara, terutama dari asap pabrik maupun sisa kebakatan hutan.



Terkain hal ini, laman BBC menyebutkan bahwa pada 1998 WHO memberikan batasan aman kandungan dioksin, yaitu 0,4 pikogram dioksin perkilogram berat badan. Jumlah yang sama ditetapka EPA, untuk mengurangi risiko terkena kontaminasi dioksin, Emsley menyarankan supaya menjaga kebersihan. Khususnya mencuci bersih bahan makanan, seperti buah dan sayur.IPTEK-REPUBLIKA



DIOSIN JERMAN



Sebanyak 3000 ton pakan ternak diyakini telah terkontaminasi

Pakan ini disalurkan ke lebih dari 1000 unggas dan ternak babi di delapan negara bagian Geruman.

8000 ayam telah dimusnahkan



YANG TERDAMPAK



Lower Saxony

90 persen pakan yang terkontaminasi didistribusikan di wilayah ini

North Rhine Westphalia

120 ribu telur terkontaminasi dikapalkan ke pasar dalam empat pekan terakhir.

Schleswig Holstein

Produsen paka Harles dan Jentzsch mencampur asam lemak dalam makanan hewan selama beberapa tahun, dengan asumsi itu sesuai.

Petrotec AG, pemasok asam lemak, menyatakan produk-nya disalahgunakan, mestinya hanya bagi keperluan industri.

Brandenburg Saxony Ahalt

Sedikitnya 55 ton pakan yagn diduga tercemar diberi ke 100 ribu ayam, hilang di pasaran, 136 ribu disalurkan ke Belanda pada Desember.



DIOKSIN



Kandungan racun tinggi, berdampak pada reproduksi danpertumbuhan

Merusak sistem kekebalan, menganggu hormon dan myebabkan kanker.





Tuesday, March 1, 2011

TIP




CARA ALAMI PEROLEH COLLAGEN DAN VITAMIN C

Untuk awet muda, collagen dan vitamin C sangat berperan besar. Tahukah seberapa penting collagen untuk kulit dan bagaimana cara kerjanya? Bagaimana pula dengan vitamin C? Jangan lewatkan!

Awet muda ditentukanoleh terjadinya proses regenerasi pada jaringan kulit. Senyawa yang paling berjasa membantu jaringan kulit beregenerasi adalah collagen. Jadi, terbayang betapa pentingnya collagen untuk menjaga awet muda. Collagen juga membantu mempertahankan kekuatan dan elastisitas kulit yang mengendur akibat pertambahan usia.


Untuk memberi asupan collagen yang tepat bagi kulit, menurut dr Juliana Yu, adalah disertai dengan asupan vitamin C. karena vitamin ini membantu proses regenari Collagen lebih optimal. Selain itu collagen sebaiknya diperoleh dariserat makanan yang kita konsumsi, bukan disuntikkan.

Semakin banyak menkonsumsi makanan berlemak, semakin rendah tingkat hidrasi kulit. Dan semakin sedikit mengosumsi sayur dan buah, semakin tinggi tingkat hidrasi kulit. Karena itu mulailah dari sekarang mengkonsumsi collagen dari bahan alamiah, seperti tulang muda ayam dan tulang sapi muda. Jangan lupa mengonsumsi buah-buahan atau sayuran yang mengandung vitamin C,E,A dan B yang dapat membantu pembentukan collagen.

Vitamin C sebagai antioksidan menangkal radikal bebas yang bisa merusak senyawa collagen, juga untuk regenerasi collagen. Vitamin E membantu kinerja vitamin C. Dan vitamin A untuk mempertahankan dan memperbaiki jaringan kulit. Jangan lupa mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B karena berguna utnuk mempertahankan kelembapan kulit.

Menurut dr Juliana Yu, tubuh kita membutuhkan 0,8 gram collagen per kilogram berat tubuh kita. Karena itu mulailah menghitung berapa banyak asupan makanan, sayuran dan buah guna menunjang pembentukan collagen dalam tubuh kita setiap harinya.

Sumber: Kartini

KANKER SERVIKS









KANKER SERVIKS DI INDONESIA SANGAT TINGGI

DITEMUKAN 15 RIBU KASUS BARU TIAP TAHUN



Penghidap kanker seviks (leher rahim) di Indonesia cukup tinggi. Setiap tahun ditemukan 15 ribu kasus baru, dan 8 ribu diantaranya berakhir dengan kematian. Penyakit ini sebetulnya dapat diobati dengan baik bila ditemukan sejak dini. Tetapi yang paling penting lindungi diri dengan vaksinasi dan periksakan organ reproduksi setiap tahun sekali.



Kanker serviks terbanyak diderita oleh wanita di Negara berkembang, disusul kanker payudara. Di dunia, terdapat 500 ribu kasus baru kanker leher rahim tiap tahunnya sejumlah itu, sebanyak 250 ribu kasus mengalami kematian.

Menurut dr Sigit Purbadi, Sp OG (K) Onk, ahli kandungan, konsultan onkolagi (Kanker) Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta, di Indonesia sediri diperkirakan terdapat 15 ribu kasus baru kanker serviks tiap tahunnya, 8 ribu diantra berakhir dengan kematian.

Dengan kata lain terdapat saru orang meninggal setiap jam karena kanker serviks. Kondisi initerjadi karena kanker seviks belum bisa ditangani dengan baik lantaran belum adanya program secara nasional mengenai skrining kanker serviks. Jadinya, kasus selalu ditemukan dalam kondisi stadium lanjut sehingga sulit diatasi.



SANGAT DITAKUTI WANITA



Dampaknya yang sangat fatal itulah yang membuat penyakit ini sangat ditakuti wanita. Ny Mignon contohnya, begitu syok ketika dirinya dinyatakan oleh dokter menderita kanker serviks. Ibu tiga anak itu sama sekali tak mengira dirinya akan terserang penyakit mematikan itu. Sebab selam ini ia merasa sudah cukup bersih mengurus badannya.



Menurut wanita keturunan Belanda ini, penyakit ini diketahui secara tiba-tiba. Suatu ketika, ia sedang melakukan perawatan kecantikan di sebuah salon, usai perawatan, perutnya sebelah kanan sakit luar biasa saat akan berdiri. Ia segera periksa dokter pribadinya, dan kemudian dirujuk ke rumah sakit. Dokter internis mendiagnosa Mignon terserang usus buntu. Tetapi setelah dilakukan pemeriksaan ternyata normal.



Ia kemudian dirujuk ke dokter konsultan onkologi kandungan dan dilakukan pemeriksaan. Hasilnya, ia dinyatakan menderita kanker serviks stadium llb. Pengobatan segera dilakukan, yakni operansi pengangkatan rahin dikombinasi dengan kemoterapi. Sudah 6 kali Ny Mignon melakukan kemoterapi, tetapi ia yakin penyakitnya sembuh sehingga memapu menjalani hidup lebih panjang.



DISEBABKAN VIRUS HPV



Sekitar 80% kanker serviks disebabkan infeksi Human Papiloma Virus (HPV). HPV banyak tipenya. Tetapi, dari sekian banyak itu, ada dua tipe yakni tipe 16 dan 18, yang bisa menyebabkan kanker serviks.



Menurut konsultan onkologi kandungan yang sudah cukup lama berpraktek di RS Pusat Pertamina Jakarta ini, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan wanita beresiko tinggi terkena kanker serviks, antara lain:



  • Pertama, wanita yang melakukan senggama pada usia cukup muda, dibawah 17 tahun. Senggama bisa membuat wanita tertular virus HPV. Virus HPV yang sudah masuk ke serviks wanita usia muda, sangat mudah mempengaruhi sifat sel-sel sehingga menjadi ganas.
  • Kedua, wanita yang mempunya banyak anak (multipara). Perlu diketahui, proses kehamilan dan persalinan menyebabkan perubahan-perubahan pada tubuh wanit, misalnya perubahan hormone dan perubahan sel-sel serviks. Perubahan itu bisa sering terjadi, mempermudah sel-sel serviks yang kemasukan virus HPV manjadi ganas.
  • Ketiga, wanita yang mempunyai suami suka “jajan”. Perilaku suami seperti itu berisiko membawa virus dna menularkannya pada istrinya. Karena itu, suami tak bisa ‘cuci tangan’ jika istrinya menderita kanker serviks.
  • Keempat, wanita sering berganti-ganti pasangan. Wanita yang sering berganti-ganti pasangan berisiko tertular virus HPV sehingga berisiko tinggi pula terkena kanker serviks. Wanita perokok, kekurangan vitamin A,C dan E juga berisiko terkena penyakit itu.


PERLU WAKTU 8 – 10 TAHUN



Proses timbulnya kanker serviks memerlukan waktu cukup lama. Sejak infeksi sampai terjadi kanker serviks dibutuhkan waktu rata-rata 8-10 tahun. Walaupun tidak menutup kemungkinan bisa terjadi dalam waktu kurang dari satu tahun.



Umumnya penyakit ini tidak langsung menjadi kanker, tetapi melalui tahapan pra kanker yaitu pra kanker derajat rendah dan prakanker derajat tinggi. Yang berkembang menjadi kanker umumnya melalui tahapan prakanker derajat tinggi yang tidak ditangani dengan baik.



Kanker yang pertama terjadi hanya mengenai epitel permukaan saja yang disebut stadium 0. bila tidak diobati maka akam menembus membrane basal menjadi stadium l. pada stadium l kanker terbatas pada serviks. Kanker dapat menjalar ke vagina menjadi stadium lla, dan akan terus berkembang ke parametrium menjadi stadium llb.



Perkembangan selanjutnya akan meluas sampaidinding panggul menjadi stadium lllb. Bila tidak diobati bisa menjalar ke kandung kemih dan atau ke anus menjadi stadium lVa. Kanker juga dapat menjalar jauh ke hati, paru-paru dan tulang menjadi stadium lVb.



PENDARAHAN SETELAH SENGGAMA



Pada keadaan dini kanker tidak menimbulkan gejala. Umumnya gejala timbul pada kondisi yang lebih lanjut. Gejala dapat berupa antara lain pendarahan setelah senggama, pedarahan diluar waktu haid, adanya keputihan bercampur darah, dan nyeri di panggul.



Namun bukan berarti setiap ada wanita yang mengalami pendarahan setelah senggama atau adanya keputihan bercampur darah, sebagai menderita kanker. Hanya, kanker serviks biasanya ditandai keadaan seperti itu,” jelas dr Sigit Purbadi, SpOG(K) Onk.



DETEKSI DINI/ PENAPISAN



Deteksi dini atau penapisan adalah pemeriksaan untuk mencari penyakit sedini mungkin (pra-kanker) pada populasi wanita sehat sebelum timbulnya gejala. Pemeriksaan ini meliputi tes pap smear, yaitu pemeriksaan sel yang diambil dari lender serviks dengan menggunakan mikroskop. Bila tes pap smear menunjukkan kelainan, maka pemeriksaan dilanjutkan dengan kolposkopi yaitu seperti pemeriksaan mikroskop dengn pembesaran kecil sehingga kelainan serviks akan tampak jelas. Bila pada keadaan ini dijumpai kelain dilanjutkan dengan biopsy (pengambilan contoh jaringan untuk diteliti dengan mikroskop untuk memastikan diagnosa)







Untuk lebih jelasnya, bila ada tanda-tanda ketidakberesan seperti tersebut diatas, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan.



Deteksi kanker serviks yang kini sudah dikenal masyarakat umum dan hasilnya sangat akurat pap smear. Di Negara maju yang telah menjalankan program skrining dengan cara ini, angka kematian karena kanker leher rahim turun drastic.



Sayangnya, di Indonesia program nasional skrining kanker serviks pap smear hingga sekarang belum ada. Hal ini menyangkut soal biaya. Sebab pemeriksaan pap smear agak mahal, tidak semua warga dapat menjangkau biayanya.



PENCEGAHAN



Dengan mengetahui faktor risiko dan penyebab, maka tindakan pencegahan yang efektif adalah pola hidup sehat dengan diet seimbang, berolah raga, tidak merokok, dan setia pada pasangan.

Dengan diketahui penyebabnya virus HPV, saat ini telah tersedia cara pencegahan yang sangat efektif melalui vaksinasi.

Vaksin HPV bisa diberikan pada wanita usia 12 – 55 tahun. Vaksin diberikan 3 kali dalam bentuk suntikan. Setelah suntikan yang pertama, sebulan kemudian diulang, dan suntikan ketiga diberikan pada bulan ke enam.

Sebelum vaksinasi diberikan, harus diyakini bahwa pap smear nya normal. Artinya, wanita itu tidak sedang menderita kanker serviks. Jika diketahui menderita kanker serviks, vaksin tidak boleh diberikan. Bayi yang belum pernah bersenggama tidak perlu di pap smear.

Sebelum vaksinasi perlu berdiskusi dengan dokter bagaimana memilih vaksin yang dapat menimbulkan antibody tinggi dan bertahan lama.







PENGOBATAN



Pengobatan kanker serviks berupa operasi, penyinaran, kemoterapi dan kombinasi.

Pemilihan jenis pengobatan sangat bergantung pada stadium dan kebutuhan fungsi reproduksi.



Pada stadium 0 – la1 yang masih membutuhkan fungsi reproduksi, konisasi (mengambil sebagian serfiks berbentuk segitiga/corner) merupakan tindakan pilihan. Tetapi bila fungsi reproduksi tidak diperlukan maka akan dilakukan histerektomi (pengangkatan rahim).



Pada stadium la2 – lb1 (ukuran tumor <2 cm) yang masih membutuhkan fungsi reproduksi dapat dilakukan trachelektomi radikal (pengangkatan serviks) dengan meninggalkan badan rahim. Pada keadaan tidak membutuhkan fungsi reproduksi, badan rahim diangkat sekaligus. Operasi ini hanya bisa dilakukan oleh spesialis ginekolog konsultan onkologi.



Pada stadium lb2 – lla ada dua pilihan pengobatan yakni operasi histerektomi radikal atau radiasi. Atau yang berkembang saat ini adalah kemoterapi dahulu, kemudaian dilanjugkan dengan operasi histerektomi radikal. Operasi histerektomi radikal adalah pengangkatan rahim beserta 2 -3 cm vagina dan jaringan penunjang di sekitar serviks. Operasi ini diikuti pengangkatan kelenjar getah bening di rongga panggul sebagai lokasi penyebaran serviks. Operasi menjadi pilihan pengobatan primer dan radisi dipakai sebagai cadangan pengobatan bila terjadi kekambuhan.



Pada stadium llb atau lebih, hanya radiasi yang bisa dilakukan. Untuk meningkatkan hasil pengobatan yang diberikan secara bersamaan. Pemberian radiasi lengkap berupa 25 kali radiasi luar dan 2 -3 kali radiasi dalam. Radiasi luar adalah pemberian radiasi dari luar rongga panggul. Sedangkan radiasi dalam diberikan melalui vagina.



Keberhasilan pengobatan tergantung stadiumnya. Bila stadium 0 – la1 keberhasila 100%. Stadium la2 – lb1 keberhasilan 99-85 %. Stadium lb2 – lla keberhasilan 70-60%. llb –lllb keberhasilan 50-15%. Dan lVa keberhasilan 0%.



Dr Sigit Purbadadi, SpOG (K) Onk mengakui, dengan teknik pengobatan seperti sudah cukup banyak pasiennya di RS Pusat Pertamina berhasil disembuhkan sehingga mampu menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik. Hal itu tak lepas dari dukungan peralatan lengkap dan canggih yang dimiliki ramah sakit itu.



Meski demikian, dr Sigit Purbadadi, SpOG(K) Onk mengingatkan bahwa kanker serviks ada kemungkinan kambuh. Karena itu pasien harus rutin control. Tahun pertama periksa kembali setiap 3 bulan, tahun kedua setiap 4 bulan, tahun ketiga setiap 6 bulan, tahun keempat dan kelima setiap 1 tahun. Dengan rajin periksa, maka bila ada kekambuhan segera diketahui dan diatasi.



Sumber : Kartini

MOTIVASI DIRI





MEMOTIVASI DIRI UNTUK BERANI

Ketakutan merupakan bagian dari diri kita. Namun kadang kala rasa takut lebih mendominasi ketimbang sikap beraninya. Biasanya hal ini akibat pengalaman masa lalu, di mana seseorang pernah mengalami trauma yang akhirnya menjadi paranoid. Tanpa sadar sikap ini membuat kita tak bisa melangkah maju dan memperbaiki hidup.

Yang terpenting adalah bagaimana memunculkan sikap berani dalam menghadapi dan menjalani kehidupan. Sebab akan lebih banyak kesulitan ketimbang kesenangan yang akan kita alami. Berani bukan berarti tak memiliki rasa takut. Namun rasa takut itu harus diimplementasikan dengan meninggalkan perbuatan dosa dan melakukan perbuatan yang menuai pahala, yakni rasa takut pada Tuhan yang menciptakan kita.

Berikut ini beberapa tips untuk memotivasi diri agar bisa bangkit dari ketakutan, baik rasa takut dari dalam diri maupun karena faktor lingkungan.

  • Yakinkan rasa takut anda itu suatu kebenaran, yang akhirnya menimbulkan keberanian. Misalnya ketika anda tak beraniberbohong,m karena takut dosa atau menyakiti perasaan orang lain, maka lama kelamaan anda akan berani mengungkapkan kebenaran.
  • Kenali keahlian anda, lalu eksporasi keahlian tersebut dengan begitu secara perlahan anda akan berani bersaing dengan siapa pun, karena memiliki keahlian yang orisinil.
  • Jika anda takut dengan ancaman atau tidak criminal di sekeliling anda, mulailah membekali diri dengan kemampuan bela diri atau lainnya. Hal ini akan sangat bermanfaat jika suatu waktu anda mengalami masalah keamanan.
  • Jangan merasa minder karena memiliki kekurangan. Sebab hal itu akan embuat anda takut bersosialisasi. Tetapi anda berhak instropeksi diri denganrasa optimis, karena dari optimisme inilah akan memunculkan keberanian.
  • Berani melawan rasa takut. Lawan ketakutan anda dengan cara menaksir untung ruginya. Misalnya jika anda ingin mberdagang namun takut ada saingan. Maka mulailah memikirkan keuntungan yang anda dapatkan dari perdagangan itu. Percayalah anda akan lebih termotivasi.
  • Untung melakukan sesuatu lakukan persiapan yang cukup setelah itu yakinkan diri bahwa semua yang akan terjadi pada diri anda, baik terluka, mati dan lain sebagainya bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, karena semuanya sudah digariskan Tuhan pada diri anda. Dengan begitu anda akan lebih berani menghadapi hidup.

Sumber : Kartini

DAMPAK SEKOLAH FULL DAY




DAMPAK SEKOLAH SISITEM FULL DAY TERHADAP SIKAP MENTAL ANAK

Dalam suatu seminar dengan para guru di Denpasar, Bali, Psikiater Prof Dr dr LK Suryani, SpKJ mengatakan, bahwa sisitem belajar-mengajar seharian yagn popular dengan sebutan full day school, dapat mempengaruhi sikap mental sisiwa. Bukannya positif, justru mentalnya dapat berkembang menjadi generasi dan beringas. Asumsi yang berani, namun benarkan bisa sebegitu menakutkan?

Saat ini sekolah dengan sisitem full day atau seharian di sekolah banyak diminati orang tua. Maklum orang tua zaman sekarang sibuk, dan tuntutan pada anak di masa mendatang pun cukup berat. Mau tak mau daripada lebih banyak di rumah, anak pun harus dimasukkan di sekolah yang memiliki sisitem belajar seharian atau full day school (FDS).

Di FDS, sejak pukul 7 pagi anak sudah harus berada di sekolah, dan baru pulang pukul 4 atau 5 sore. Proses dan fasilitas belajar, dari yang formal hingga informal atau ekstra kurikuler tersedia. Di sekolah mereka ditempa agar potensinya tergali, berkembang dan berprestasi.

Namun menurut Prof Dr dr LK Suryani, guru besar di Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Bali, kurikulum di negeri ini sebenarnya sudah cukup berat. Sudah berat, tak sedikit sekolah yang karena ingin disebut berprestasi, ditetapkan berbagai tes tambahan. Anak pun dipaksa belajar giat melebihi takaran yang dimiliki. Suryani mengibaratkan satu cangkir diisi satu ember air, tetap saja kapasitasnya secangkir, kelebihan air akan tumpah sia-sia. Artinya, kemampuan menerimanya tetap saja disesuaikan dengna kemampuan anak. “Karena itu saya tidak setuju dengan les tambahan. Boleh les asal yang diberikan adalah jenis tarian, melukis, drama, atau pelajaran yang menyenangkan seperti vocal group dan lainnya.”

Berbagai les tambahan ini menurut Suryani banyak diadopsi FDS. Karena itu menurutnya, seharian di sekolah untuk belajar dan belajar secara psikologis membunuh kesegaran berpikir sisiwa. “Lama belajar anak tidak boleh lebih dari 5 jam sehari. Selebihnya otak anak harus diistirahatkan dengan olah raga, kesenian atau kegiatan lain. Sekarang, karena keinginan pengelola sekolah menjadi sekolahnya favorit, anak dipaksakan belajar melampaui batas kemampuan berpikirnya. Bisa menyebabkan kejenuhan bahkan kelelahan,” jelas psikiater yang tak setuju sekolah system full day.

Generasi yang dituntut hanya belajar dan belajar ini menurut Suryani, mentalnya tak berkembang baik. Karena disekolah seharian, mereka minim berinteraksi dan bersosialisasi dengan keluarga dan lingkungannya. Karena dipaksa belajar agar memenuhi target orang tua dan sekolah untuk berprestasi, memunculkan kemarahan terpendam anak bahkan sikap aptis. “Tanpa kita sadari bisa lahir generasi beringas yang tidak peduli pada kepentingan umum, lingkungan, apalagi persoalan bangsa,”katanya si Seminar Guru ‘Memahami Perkembangan Mental Anak Didik’ di Denpasar beberapa waktu yang lalu.

Pernyataan Suryani memang controversial. Pertanyaannya, apakah sebegitu manakutkan akibat dari proses belajar ala FDS?

Dra Sukenrini, Kepala Sekolah SMP Cakra Buana yang dikenal menerapkan sistem Full day, menolah asumsi Suryani, terutama di sekolahnya. Menurutnya, memanfaatkan waktu belajar yang cukup panjang tersebut tak melulu untuk mengejar prestasi akademik. “Ada banyak hal yang dipelajari siswa. Tak hanya menekankan sisi akademis, tapi juga menyeimbangkannya dengan memasukkan unsure lain seperti social, emosional, fisik, hingga spiritual di harapkan tetap dapat berjalan seimbang,” tandas kepala sekolah SMP yang terletak di Depok itu.

Begitu pula yang dikatakan Drs Gatot Sulanjono, Kasek SD Al Hikmah, Surabaya. Pola belajar full day yang diterapkan disekolahnya kata Gatot, tidak terbatas pada pelajaran belaka, tetapi juga pada pendidikan. Sehingga meskipun jadwal belajarnya lebih panjang, anak didik tidak bosan. Karena di sekolah anak didik juga diberi waktu untuk berinteraksi dengan sesamanya, memimpin, disiplin, bermain dan tenty saja berperilaku terpuji.

Tapi bagaimana dengan pola di sekolah-sekolah full day lainnya? Bisa saja ada yang semata berorientasi prestasi akademik saja. Orang tualah yang seharusnya cermat memilihkan sekolah bagi buah hatinya.

ASALKAN DIPERSIAPKAN SEJAK DINI

Konsep full day school awalnya berkembang di Negara-negara maju seperti di Jerman, Eropa dan Amerika. Latar belakan berdirinya, karena sekolah di sana lebih banyak liburnya dibandingkan masuknya. Pada musim panas dan musim dingin misalnya, liburnya bisa sampai dua bulan. Karena itulah para sisiwa di Negara-negara tersebut disarankan mendapatkan pelajaran tambahan. Akhirnya umumnya sekolah di sana menerapkan system full day school.

Kondisi itu jelas berbeda dengan di Indonesia yang tak mengenal libur musim dingin atau panas. Meski demikian, karena system tersebut dianggap memiliki banyak kelebihan dan nilai positif, dunia pendidikan kita pun mengadopsinya. Anak-anak diberi ruang dan waktu yang lebih panjang untuk belajar, para orang tua yang sibuk juga terbantu karena bisa menitipkan anaknya di sekolah. Tapi memang diakui juga oleh para pakar, kelemahannya juga banyak. Misalnya, ketika anak merasa jenuh, apalagi jika bermasalah dengan guru, mereka akan stress. Selain itu, jika mengalami kelelahan, yang akan menyulitkannya dalam mengembangkan diri.

Dr Yuniarti, MPsi, pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta berpendapat justru sekolah FDS bisa memberi perlindungan lingkungan bagi anak. “Sekarang orang tua yang bekerja semakin meningkat. Di sisi lain anak-anak membutuhkan perhatian dan bimbingan, anmun FDS ‘kan bisa memnuhi kebutuhan tersebut, “jelasnya.

Namun untuk menentukan sekolah anak, apa pun jenis dan metode belajar sekolahnya. Menurut yufi harus melibatkan anak. Anak-anak diberikan pengertian mengenai alasan pemilihan sekolah. Sebaiknya sejak dini dia sudah harus dipersiapkan ketika hendak dimasukkan ke dalam full day school. Ini penting dilakukan agar dia tidak kaget dan bisa beradaptasi dengan cepat. “Guru pun harus pandai menciptakan suasana belajar yang nyaman, karena anak akan berada disekolah seharian,”ucapnya.

Kalau anak tidak dipersiakan sejak dini menurut Yufi, ia bisa tidak betah dan berat menjalankan aktivitas seharian di sekolah. “Kalau dipasa bisa stress. Makanya perlu persiapan mental dengan cara mengenalkan system tersebut sejak dini, sehingga anak tak kaget dan merasa nyaman,”jelas Yufi.

PERLU SCHOOL SHOPPING

Hal senada juga dikatakan psikolog seior Rose Mini, MPsi. Menurutnya, kalau sisiwa bersda di sekolah seharian penuh nemun hanya mendapat teori pelajaran saja, mungkin bisa berdampak buruk. Sebab, pada masa anak belajar seharusnya dikemas dengan cara bermain. Apalagi bila sekolah menerapkan sisitem full day. Aspek bermain dan berkegiatan dengan cara menyenangkan harus diperhatikan benar.

Di FDS menerapkan begitu. Jangan selalu mengasumsi bahwa sekolah FDS hanya belajar seharian. Umumnya justru menyajikan kegiatan yang mengasah kreatifitas, kerja sama tim dan lain-lain,” jelas psikolog yang disapa Romi ini.

Namun diakuinya tak semua anak bisa cocok dengan system FDS. Karena itu betapa pentingnya sebelum memutuskan di mana anak akan sekolah nanti, orang tua melakukan school shopping. Kenalkan pada anak sekolah yang akan mereka tempati. “Kebanyakan orang tua hanya memikirkan apa yang baik menurut mereka, tapi belum tentu cocok untuk putra-puterinya. Di sekolah para guru memang memberikan perhatian yang besar pada para siswa, namun tetap tidak dapat disamakan dengan perhatian orang tua," tandasnya.

Dengarkan keinginan mereka, saran Romi. Sebab jika sudah terlanjur dimasukkan FDS meski ia terpaksa, akibatnya anak mungkin saja dapat berperilaku sedikit nakal. “Perilaku buruk itu dimaksudkan untuk mendapatkan perhatian orang tua. Misalnya ingin orang tua datang ke sekolah dan mencoba mengatakan kalau mareka tidak ingin berada di sekolah itu.” Untuk anak yang tergolong aktif, mudah berinteraksi dan cukup mandiri, kata Romi, FDS bisa jadi pilihan tepat.

Menurut Romi, jika anak merasa terpaksa dan tidak bahagia belajar di sekolah akan berakibat pada menurunnya motivasi belajar juga mentalnya. “ Jika hal ini terjadi bagaimana akan akan berprestasi sesuai harapan orang tua?”

Selain itu, setelah anak disekolah di FDS bukan berarti menyerahkan ke sekolah begitu saja. Orang tua harus tetap mendidik dan memantau perkembangan mereka. Apa yang diterapkan di sekolah harus dilanjutkan di rumah. Intinya, orang tua jangan melepaskan tanggung jawab.” Harus ada kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua agar kebutuhan anak-anak terpenuhi dan bahagia,” tandasnya.

Namun menurut Romu, anak yang sekolah di FDS belum tentu menjadi lebih mandiri daripada yang sekolah half day. “Penelitian mahasiswa saya untuk anak-anak kelompok bermain, tingkat kemandirian anak di kelompok bermain full day dengan yang half day sama saja, “ ujarnya.

Diluar negeri usia 17 tahun anak sudah bisa berpisah dari orang tua, sehingga kemandiriannya terbentuk sejak dini. Berbeda dengan kultur kita dimana anak selalu deka dengan orang tua hingga mereka berumah tangga. Karenanya orang tua harus memahami apa yang menjadi kebutuhan anak. Sebelum menentukan pilihan. Anak perlu diberi kesempatan untuk melihat sekolah-sekolah yang dapat mereka pilih. “tegasnya sekali lagi.


STANDARD KURIKULUM HARUS TERPENUHI

Lantas bagaimana pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) menyikapinya? Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas, Prof. Suyanto, Ph.D menegaskan, mendukung penerangan FDS di sekolah-sekolah yang dianggap memapu. Namun ia pun mewanti-wanti agar materi pelajaran tambahan pada system FDS disiapkan dengan matang sehingga betul-betul bermanfaat bagi siswa, bukan justru membebani.

Bagi anak yang orang tuanya sibuk, konsep FDS memang cocok. “Daripada anaknya dibimbing oleh pembantu, ‘kan lebih baik di sekolah. Jadi anak bisa berinteraksi dengan grupnya, bisa mengembangkan empati dan kolaborasi dengan teman-temannya,”tambahnya.

Di Amerika konsep FDS rata-rata berkembang karena hampir semua orang tua murid bekerja. Juga sebagai akibat pergeseran peran wanita yang dulunya hanya ibu rumah tangga, tapi kini banyak yang berkarier.

Kata Suyanto, sekolah yang menerapkan sisitem FDS pun harus mempunyai program yang baik. Kurikulumnya harus jelas, sesuai dengan tingkatan pendidikan. Hal ini untuk mencegah terjadinya dampak buruk seperti sikap mental negative. Apalagi anak seharian di sekolah. Sehingga sangat memerlukan kegiatan dan aktivitas yang mengarah pada kreativitas, agar seimbang antara teori dan praktik. Siswa pun tidak jenuh dan apalagi sampai tak suka berlama-lama di sekolah.

Depdiknas sejauh ini tidak mengatur pengembangan kurikulum di sekolah full day, menurutnya juga memang tak perlu yang terpenting standar pendidikan terpenuhi dan benar-benar bisa ditegaskan. “Inilah keunikan dari pendidikan kita. Semuanya dilakukan sebagai upaya meningkatkan mutu. Sekolah boleh melakukan inovasi-inovasi untuk kreativitas anak, namun harus secara bertanggung jawab, dan juga memiliki otonomu yang sebesar-besarnya, sehingga timbul kompetisi satu sama lain,”ucapnya.

Kalau tak bertanggung jawab bahkan sampai membebani bisa saja akan memunculkan masalah.

Sumber: Kartini

BERHEMAT



TIP BERHEMAT

Dengan kenaikan berbagai kebutuhan pokok namun tak berimbang dengan kenaikan pendapatan, kita harus benar-benar berhemat di segala bidang. Untuk kebutuhan makan mungkin sulit penghematannya, tetapi kita bisa memperketatnya dipemakaian air, listrik, telepon, gas dan sebagainya. Caranya :

Hemat listrik

  • Ganti lampu pijar denga LHE (Lampu Hemat Energi). Dapat menghemat enenrgi listrik hingga 50-70% lebih rendah. Gunakan jenis CFL, biasanya ada ditandai “lpw” (lower per watt). Semakin tingg lpw-nya, semakin efisien lampu tersebut. Pilih lampu CFL dengan lpw lebih besar untuk watt yang sama.
  • Jangan menggunakan listrik secara bersamaan. Misalnya saat menyetrika juga menyalakan pompa air. Hal tersebut dapat menyedot listrik lebih besar. Gunakan alat yang berdaya besar secara bergantian.
  • Matikan listrik jangan lewat remote control karena keadaan standby pun tidak tetap mengalirkan listrik. Biasakan mematikan dengan cara mencabut kontaknya.
  • Gunakan timer pada televise untuk menghidari menyala semalaman ketika kita tidur. Gunakan 1 televisi untuk satu keluarga.
  • Matikan penghangat nasi jika nasi sudah tinggal sedikit, karena jumlah nasi banyak maupun sedikit, pemakaian daya listrik tetap sama besar.
  • Pada siang hari jangan penggunakan penerangan berlebihan. Buatlah ruangan bisa menerima sinar matahari langsung.
  • Hindari buka tutup kulkas terlalu sering, karena hal itu menambah tarikan listrik.

Hemat air

  • Hentikan kebiasaan menggunakan kran air terbuka. Misalnya, untuk mencuci piring sebelumnya siapkan air dalam wadah untuk membilas. Akan jauh lebih hemat dibandingkan langsung membilas dari kran.
  • Menggosok gigi, cuci muka atau mencukur jangan membiarkan air kran terus mengucur. Karena dalam 1 menit air dari kran dapat mencapai 9 liter.
  • Akan lebih hemat sepertiga air jika mandi menggunakan shower dengan daya pancur sedang dibandingkan menggunakan gayung.
  • Gunakan kain lap, gayung dan ember air untuk mencuci mobil. Caranya guyur tiap bagian mobil menggunakan gayung, kemudian gunakan spons untuk menggosoknya.
  • Bagi yang menggunakan kloset duduk, taruhlah sebuah batu bata dalam bak penampungan air, dapat mengurangi volume siraman air, tapi daya tekan tetap kuat.
  • Periksa pipa dan kran air secara teratur. Karena tetesan air dari kran yang bocor akan membuang banyak air.
  • Buatlah sumur resapan air. Atau jangan menutup semua lahan dengan beton, sehingga air hujan tak terbuang begitu saja dan dapat terserap kembali ke dalam tanah.
  • Menyiram tanaman lakukan pada malam hari, agar air tak mudah menguap oleh panas. Tanaman memasak air di siang hari.

Sumber: Kartini