Tuesday, July 13, 2010

WASPADA DENGAN PARSEL





Amankah Parsel Anda?



Senangnya terima parsel lebaran. Tapi, sebaiknya baca dulu label makanan kemasan. Siapa tahu sudah tak sehat lagi.



Di Hari Raya seperti Lebaran, banyak orang saling mengirim parsel. Isinya aneka macam benda, juga makanan. Kiriman parsel memang salah satu bentuk ungkapan perhatian. Namun, tanpa mengurangi rasa terimakasih pada sang pengirim, khusus untuk parsel makanan. Hati-hatilah sebelum mengonsumsinya.





Ada apa gerangan? Karena, terbukti ada makanan parsel yang ternyata sudah kadaluwarsa,m atau kemasannya sudah rusak. Wah gawat, kan?



Mengonsumsi makanan kadaluwarsa atau sudah rusak kondisinya, bisa terkena foodborne disease. Penyakit ini disebabkan pangan yang tercemar oleh mikroba atau proses kimiawi. Di Negara tropis seperti Indonesia, kecenderungan terjadinya pencemaran pangan oleh mikroba memang cukup tinggi.



Penyakit karena makanan



Apa sih, yang disebut dengan foodborne disease? “Dalam bahasa Indonesia, pengertiannya adalah penyakit yang disebabkan oleh makanan,” jelas Dr. Ir. Nuri Andarwulan, MSi, staf pengajar pada Departemen ilmu adan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.



Penyakit karena makanan itu ada dua. Pertama, karena kita makan makanan yang terkontaminasi oleh mikroba. Kalau mikroba itu berjenis pathogen,m atau penyebab penyakit, maka kita bisa sakit,” tutur Nuri yang juga aktif sebagai sekretaris eksekutif pada South Asia Food and Agricultural Sceince and Technology Center (SEAFAST), sebuah badan yang bekerja untuk meningkatkan mutu, gizi dan keamanan pangan melalui teknilogi (kerja sama IPB dan Texas A&m University, Amerika Serikat).



Kedua, kata Nuri, karena racun atau toksin yang masuk ke dalam tubuh (istilah intoksitasi). Contohnya, ada mikroba yang bernama clostridium botulinum. Mikroba ini hanya bisa tumbuh pada kondisi tidak ada oksigen/tidak ada udara, sperti makanan kaleng, terutama yang mempunyai keasaman rendah. Nah, bila proses pembuatan makanan kaleng tidak benar, mikroba tersebut akan menhasilkan botulin (racun yang bisa merusak saraf).



Namun jangan khawatir, produsen-produsen makanan kaleng yang established sudah memperhatikan prosedur pembuatan makanan dengan benar, sehingga kasus keracunan botulin sudah hampir tidak ada lagi. Papr Nuri.



CERDAS BACA LEBEL, YUK!

Untuk keamanan pangan, produsen harus bertanggung jawab terhadap produk yang dibuatnya. Antara lain, memenuhi persyaratan penandaan label.

Di Indonesia, label itu harus berbahasa Indonesia. Utnuk makanan impor, distributornya harus mencantumkan label produknya dalam bahasa Indonesia, sehingga bisa dibaca oleh seluruh orang Indinesia. Kalau tidak, lebih baik jangan anda makan, karena sifatnya meragukan.

Label yang baik minimal memuat 6 hal berikut ini :

  • Merk
  • Nama/alamat produsen
  • Nomor pendaftaran, untuk menandai adanya evaluasi makanan pangan sebelum beredar. Evaluasi itu ditandai dengan kode MD (makanan produk dalam negeri), ML (makanan import/produk luar negeri), sertifikat penyuluhan (SP), atau sekarang diganti dengan PIRT ( pangan industri rumah tangga).
  • Tanggal kadaluarsa. Lihat bagaimana produsen mencetaknya. Kalau cetakannya dalam kemasan, berarti memang benar-benar tercantum dari pabrik. Banyak parsel yang ditemukan oleh badan POM tanggal kadaluwarsanya itu ditempel oleh label tambahan. Hal ini merupakan kejahatan. Karena, makanan yang sudah kadaluwarsa dalam UU pangan adalah makanan yang tercemar dan tidak boleh dimakan.
  • Berat/volume produk
  • Komposisi produk.

Selain itu, tak ada salahnya juga jika kita memperhatikan :

  • Informasi nilai gizi atau nutrition fact-nya per sajian (per serving)
  • Total lemaknya. Hal ini penting untuk mengetahui seberapa banyak lemak jenuh yang kita makan dan bisa mempengaruhi kadar kolesterol kita.
  • Senyawa atau elemen lain, misalnya mineral, vitamin atau adanya bahan pengawet.
  • Beberapa persen daily valuenya. Maksudnya adalah berapa persen dari makanan tersebut yang menyumbang kebutuhan nutrisi dalam sehari.
  • Khusus utnuk mekanan /minuman dalam bingkisan lebaran, tidak diperkenankan minuman beralkohol atau makanan /minuman yang mengandung bahan berasal dari babi.




Tetap waspada



Nah, kembali soal parsel tadi, walau senang mendapat perhatian, sebagai konsumen sebaiknya kita tetap memelihara sikap waspada dan hati-hati. Prof. Dr. Ir. Winiati Pudji Rahayu, MS, Direktur Survelin dan Penyuluhan Keamanan Pangan, Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan), menyarankan, “coba and baca dan pahami lebel kemasannya, lihat nomor pendaftaran, bentuk fisik kemasan, tanggal kadaluwarsa, serta apakah memnuhi persyaratan penandaan/label. Selain itu, khusus untuk parsel lebaran, tidak boleh mengandung minuman beralkohol dan gahan yang berasal dari babi.”



“Jika anda mendapatkan produk makanan yang ‘tidak aman’, misalnya sudah penyok, atau tanggal kadaluwarsanya sudah lewat, sebaiknya segera disingkirkan. Memang, untuk mengetahui makanan itu aman atau tidak, kadang tidak dapat dilihat secara kasat mata. Tapi, kita sudah harus waspada jika melihat tanda-tanda fisik tersebut,” kata Winiati yang juga pengajar di IPB ini.



Sikap aware terhadap parsel, terutama yang berupa makanan dalam kemasan, agaknya sudah dimiliki oleh banyak keluarga muda. Ibu rumah tangga yang biasanya menerima parsel ini, semestinya tidak serta merta mengonsumsi parsel yang diterima. Mereka melihat dulu kondisi fisik produk makanannya. Bentuk foisik kemasan yang baik dan sempurna adalah tidak bocor, tidak kembung/menggelembung, tidak berkarat dan tidak penyok.



Selanjutnya, mereka juga membaca label kemasannya. Banyak ibu-ibu yang mengaku kurang memperhatikan komposisi atau kandungan makanannya. “Tapi, saya tidak terlalu khawatir, karena biasanya makanan yang dikirim adalah makkanan yang sudah bisa kami konsumsi sehari-hari.”



Namun, satu hal yang selalu mereka perhatikan adalah tanggal kadaluwarsa. “Selama ini bersyukurlah parsel yang kami terima belum ada yang bermasalah. Tapi, teman saya pernah menerima parsel yang berisi beberapa produk yang sudah kadaluwarsa.



Jangan segan lapor



Kasus makanan parsel yang bermasalah, menurut Winiarti, dalam dua tahun terakhir ini memang jarang ditemukan. Sedangkan menurut Nuri, kalau pun ditemukan oleh Badan POM atau Dinas Kesehatan, adalah masalah produk luar yang belum masuk perturan pelabelan Indonesia dan produk kadaluawarsa. Ini termasuk kajahatan industri makanan.



Untuk melindungi konsumen menjelang Hari Raya, badan POM RI melalu Balai Besar POM di seluruh propinsi mengingatkan produsen agar lebih memperhatikan peredaran produksinya. Selain itu, mereka juga turun langsung mengadakan pengawasan.



Di lain pihak, Winiarti jug aberharap para konsumen berperan serta dalam mengawasi produk pangan yang dikonsumsinya. Antara lain, dengan bersikap lebih kritis, tidak apatis dan sadar terhadap hak-haknya sebagai konsumen. Nah, kalau dirugikan, tahukah mereka ke mana harus mengadu? Ke

Badan POM atau Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).



“Benar anda bisa mengajukan klaim ke produsen makanan berupa permintaan ganti rugi berupa pengembalian uang, barang, jasa yang sejenis atau setara nilainya. Ini sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, yak ni UU No. 8 tahun 199, tentang Perlindungan Konsumen pasal 19 ayat 2, “ tegas Winiarti.



Ia melanjutkan, “coba hubungi pelaku usha bahwa produksi makanan yang sampai ke tangan anda tidak memenuhi syarat. Di sinilah perlunya pencantuman nama serta alamat produsen di label. Kalau makanan impor, bisa dihubungi distributornya.”



Winiarti menyayangkan sikap konsumen yang enggan memberitahu pengirim parsel dengan alasan rikuh. Menurutnya, kita perlu memberitahukan ke pengirim supaya mereka juga sadar bahwa kirimannya sudah tidak bagus lagi. Artinya, mendidik agar lain kali bila memesan atau membeli barang harus lebih hati-hati.



Cerdas kelola makanan



Oke, urusan seputar keamanan makanan parsel, mungkin bisa anda atasi. Lalu, bagaimna cara menyimpan dan mengolah aneka bahan makanan, khususnmya makanan matang, atau makanan dalam kemasan yang mungkin saja tidakm habis dalam sekali makan?



“mudah saja. Kalau makanan kaleng, misalnya buah kaleng, masih tersisa, maka makanan tersebut lebih baik dipindahkan ke tempat yang bersih. Tutup rapat, kemudian masukkan ke dalam lemari es,” papar Nuri.



Sedangkan utnuk makanan matang, meurut Nuri, cara praktis dan sehat adalah dengan membaginya sesuai jumlah yang kita butuhkan untuk sekali makan, masukkan ke dalam beberapa wadah bertutup, lalu bekukan. Saat kita butuh, tinggal ambil salah satu diantaranya, lalu kita thawing atau panaskan dengan microwave atau diatas kompor. Dengan cara menyimpan dan mengolah seperti itu, kita dapat memperkecil risiko pencemaran mikroba.



“Dalam teknologi pangan, ada istilah dan ger zone, yaitu suhu 5-56 derajat celcius. Kalau makanan kita thawing di sekitar suhu tersebut, atau suhu ruang maka ada mikroba yang cenderung hidup dan memperbanyak diri setiap 20 menit sekali. Jika hanya di makan sebagian, kemudian sisanya kita masukkan lagi ke freezer, itu sama saja kita ‘menyimpan’ mikroba.

Berkaitan dengan danger game, jika kita memanaskan makanan, suhunya minimal harus mencapai 70 derajat celcius. Sedangkan sayuran lebih baik masak untuk sekali makan, karena kalau disimpan,m fungsi nutrisinya bisa hilang” kata Nuri.



Nah selamat menikmati parsel Hari Raya sekali lagi, hanya dengan sikap awareness, keluarga kita akan selamat dari ancaman penyakit karena makanan. AYAHBUNDA


HAMIL, PUASA SIAPA TAKUT?



Boleh tidaknya ibu hamil dan menyusui berpuasa masih sering diperdebatkan orang.

Ada yang mengaitkannya dengan kondisi tubuh ibu yang lemah maupun asupan kalori bagi janin di dalam kandungan, yang bisa berdampak pada kesehatan ibu dan janinnya di kemudian hari.

Menurut dr. Boy Abidin, SpOG dari Rumah Sakit Mitra Keluarga mengatakan bahwa, semua ketakutan itu tidak beralasan sama sekali. Bahkan dokter kandungan tidak melarang wanita hamil untuk berpuasa, asalkan sang ibu tidak mengalami gangguan pada kehamilannya.

Wanita hamil yang ingin berpuasa tidak masalah, selama kehamilannya baik, tidak ada gangguan pertumbuhan janin, tidak ada gangguan penyakit kronis pada ibu yang bisa menyebabkan absorbsi berkurang,” ucapnya.

Biasanya orang yang masih hamil muda atau dalam trimester I masih sering mengalami muntah-muntah dan badannya lemah. Dan banyak yang tidak kuat untuk berpuasa. Namun, dalam trimester berikutnya ketika ibu sudah lebih kuat, tidak masalah bila berpuasa. Sebab, berpuasa itu sebenarnya hanya menggeser waktu makan saja, lanjutnya.

Ia menganjurkan agar wanita hamil yang ingin berpuasa untuk makan sahur dengan gizi yang baik dan seimbang. Bahkan bila perlu makan malam hari sebelum tidur, termasuk banyak minum air atau cairan. Hindarkan kegiatan fisik yang tidak perlu karena biasanya ibu hamil yang mudah kekurangan cairan, atau hindari tempat-tempat panas agar tidak mengalami dehidrasi.

Pergeseran waktu makan tersebut ternyata tidak berdampak apa-apa terhadap pertumbuhan janin dalan kandungan. Setidaknya hingga kini belum ada hasil penelitian yang menguatkan ketakutan akan hal itu. Hanya saja, ia mengingatkan agar ibu-ibu yang kondisi fisiknya lemah, misalnya tengah hamil muda atau berbadan kurus, sebaiknya jangan berpuasa dulu. Lebih baik konsultasikan lebih dahulu pada dokter untuk melihat kondisi ibu dan janinnya boleh tidaknya berpuasa.

Nasehat serupa juga berlaku bagi ibu yang tengah menyusui. Hanya saja, ia lebih menganjurkan agar ibu yang tengah memberikan ASI eksklusif jangan berpuasa, kecuali bila bayinya sudah mendapatkan tambahan makanan, kalau ingin berpuasa dan ternyata ASI-nya berkurang, sebaiknya keesokan harinya jangan berpuasa. Jika ibu sampai kekurangan gizi, maka produksi ASI nya akan terganggu. Ibu hamil atau menyusui jangan sampai dehidrasi, Karen tubuh tidak bisa menyimpan cairan seperti halnya cadangan makanan.

Sementara itu menurut Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Fakultas Pertanian IPB mengatakan, ditinjau dari jumlah asupan gizi bila sang ibu berpuasa apakah akan berdampak bagi kesehatan ibu dan janinnya, ternyata tidak terbukti, meskipun asupan energi dan gizi sekitar 80%.

Penenlitian di Inggris membuktikan bahwa ibu hamil yang berpuasa tetap bisa melahirkan bayi dengan berat badan normal (lebih besar dari 2,5 kg). hal ini menunjukkan bahwa puasa tidak mengakibatkan dampak negative terhadap kualitas kehamilan, jelasnya.

Ibu hamil akan memerlukan asupan energi dan protein lebih banyak daripada biasanya. Demikian pula beberapa jenis mineral, sperti besi, yang dibutuhkan lebih banyak, terutama bila telah memasuki trimester kedua.

Pada saat puasa frekuensi makan berkurang menjadi dua kali dan hal itu akan mengurangi asupan gizi. Untuk itu Prof. Ali menganjurkan untuk makan sahur dengan gizi baik dan jumlah yang cukup. Pedoman empat sehat lima sempurna harus selalu diterapkan. Laup pauk yang bergizi, seperti telur, ikan, daging, sangat perlu. Demikian juga jenis –jenis pangan lain, seperti sayur mayor dan buah, lanjutnya.

Ia mengingatkan, makanan sahur diharapkan laebih bergizi dibandingkan sarapan pagi biasa, karena sahur merupakan antisipasi untuk memenuhi gizi selama siang hari selama berpuasa. Sedapat mungkin saat sahur upayakan cukup lengkap sajiannya, yakni nasi, sayur, lauk, buah dan susu. Pada saat berbuka puasa mungkin cukup empat sehat dan makanan camilan. Tapi ingat, makanan camilan jangan mendominasi buka puasa sebab bisa kekurangan gizi. Umumnya makanan camilan hanya padar kalori.

Selanjutnya, ia menyarankan agar waktu makan sahur diakhirkan beberapa menit sebelum shalat shubuh, misalnya 20 menit agar tubuh berpuasa tidak terlalu lama. Ketika berbuka, dahulukan yang manis-manis untuk mempercepat penyerapan, sehingga sel-sel yang kelaparan segera memperoleh gula dan tubuh menjadi lebih cepat bugar.

Setelah itu bisa diikuti dengan makanan lengkap empat sehat. Makanan camilan sebaiknya dikonsumsi setelah makan besar. Ingat, terlalu banyak makan camilan berarti hanya kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Ibu yang tengah menyusui dan ingin tetap berpuasa biasanya akan mempengaruhi jumlah ASI yang dihasilkannya, meski hal ini bersifat individual. Menurutnya, yang bisa merasakannya adalah ibu itu sendiri apakah ada perbedaan dalam hal jumlah ASI sebelum berpuasa dan ketika berpuasa. Bila ternyata produksi ASI berkurang dan dikhawatirkan akan menganggu asupan gizi anak, sebaiknya sang ibu jangan berpuasa.

Masih ada masyarakat yang percaya bahwa ASI akan “kosong” gizi bila ibunya berpuasa. Yang benar, bila konsumsi makanan dan air minum berkurang, maka jumlah dan mutu ASI juga akan turun. Sekali lagi, ibu menyusui hendaknya memperhatikan sendiri apakah ASInya berkurang ketika berpuasa, jika tidak, sebaiknya berpuasa saja.
NABILA/1/2004

JANIN MULAI BERGERAK



KAPAN JANIN MULAI BERGERAK

Pada umumnya ibu guru pertama kali hamil, baru bisa merasakan gerakan janinnya bila kehamilannya berusia sekitar 5 bulan (20 pekan).

Pada ibu yang sudah sering hamil, mungkin lebih berpengalaman sehingga dapat merasakan gerakan janinnya pada usia 4-4,5 bulan (+18 pekan).

Pada wawalnya, gerakan janin seperti getaran halus, semakin besar janin gerakannya akan semakin terasa. Bahkan, pada janin yang sudah lebih besar lagi kadang-kadang gerakan kaki maupun tangan janin dapat menimbulkan tonjolan-tonjolan yang bergerak pada rahim, sehingga dapat dirasakan atau dilihat pada perut anda.

Mengenai frekuensi gerakannya, biasanya bila sudah masuk triwulan ketiga, janin akan bergerak minimal 10 kali sehari. Dari sifat gerakannya, kita sulit (tidak ada petunjuk) untuk mengetrahui adanya penyakit tertentu. Namun frekuensi gerakan lebih penting untuk diperhatikan. Ini berarti jika ada pengurangan frekuensi gerakan yang bermakna, maka perlu dicari sebabnya. Bila anda merasakan gerakan janin menjadi berkurang dari biasanya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk menilai kesejahteraan janin anda. NABILA/JUNI2004

MEMILIH JENIS KELAMIN BAYI


KIAT MEMILIH JENIS KELAMIN CALON BAYI, LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN?

Banyak mitos beredar seputar cara memilih jenis kelamin calon bayi yang akan dilahirkan.

Ada yang bilang, mengonsumsi jenis makanan tertentu dan gaya bercinta yang spesifik turut andil. Pendapat lain mengatakan, jika ingin bayi laki-laki, sebelum bercinta suami harus mandi air dingin dulu. Manakan cara yang tepat? Simak paparan berikut.

Sejak dulu banyak orang sibuk merumuskan cara memilih jenis kelamin calon bayi. Tak heran jika di era supermodern sekarang, banyak pendapat tentang hal itu berkembang di masyarakat. Beberapa diantaranya lebih berupa mitos. Namun, ternyata, dunia kedokteran puntak kalah serunya menelaah maslah ini. Salah satunya denganmelakukan pendekatan melalui teori pemilihan jenis kelamin pada proses fertilisasi (pembuahan). Jenis kelamin bayi ditentukan ketika bertemunya sel sperma yang membawa unsure X dan Y dan sel telur membawa unsure X.

Saat sel telur yang membawa unsure X dibuahi oleh sel sperma yang membawa unsure X, akan lahir bayi perempuan. Sedangkan bayi laki-laki akan lahir jika sel terlur yang membawa unsure X dibuahi sel sperma membawa unsure Y. Menurut dr. Andon Hestiantoro, SpOG (K), ada hal yang harus ditekankan sebelum suami istri melakukan program pemilihan jenis kelamin calon bayi mereka.

Pasangan suami istri harus tahu karakteristik sel sperma dan sel telur. Sel telur membawa unsure X, sedangkan sel sperma membawa unsure X dan Y. Jadi, seperti melempar koin mata uang, kesempatannya sama memperoleh bayi laki-laki atau perempuan,” jelas staf pengajar di DEpartemen Obstretri dan Ginekolog Fakulatas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Namun menurut Direktur Klinik Yasmin RSCM Jakarta ini, ada karakteristik kelompok sel sperma yang berbeda. Disamping ada sel sperma yang mebawa unsure X dan Y, ada jug asel sperma yang hanya membawa unsure X. “Jika karakteristik sel spermanya diketahui, misalnya banyak mengandung unsure X, berarti kesempatan memiliki anak perempuan lebih besar. Sapai kapanpun, pasangan ini akan mendapat bayi perempuan,”imbuh dokter kelahiran Medan, 27 November 1960 ini. “Namun, tak perlu khawatir, ada cara dilaboratorium untuk mengetahuinya, yakni menggunakan sebuah alat bernama flositometer. Alat ini bisa menilai persentase jumlah sperma yang membawa unsure X dan Y.

Kemudian, pasangan suami-istri juga dibekali pengetahuan tentang perbedaan cirri-ciri sel sperma yang membawa unsure X dan Y. Ciri yang mencolok, sel sperma membawa unsure Y lebih ramping sehingga mampu berenang lebih cepat. Sayangnya, umurnya lebih pendek, yakni 1 hingga 2 kali 24 jam. Sedangkan sel sperma dengan unsure X bentuknya lebih besar, berenangya lebih lambat, tetapi umurnya lebih panjang 3 hingga 5 kali 24 jam. Pengetahuan ini harus dimengerti pasangan yang hendak melakukan program memilih jenis kelamin calon bayi mereka.

Yang tak kalah pentingnya, istri harus tahu masa suburnya yang hanya terjadi sesaat, yakni saat sel telur pecah (ovulasi) dan menunggu di saluran telur. “Biasanya ovulasi terjadi pada hari ke-14 setelah menstruasi. Sel telur hanya menunggu 1 kali 24 jam di saluran telur. Berarti, kalau menginginkan anak laki-laki, pembuahan harus terjadi tepat saat ovulasi. Sebaliknya, kalau ingin anak perempuan, pembuahan harus terjadi 3 hingga 4 hari sebelum masa subur,” papar suami dr Sawitri Parmiati, SpRas ini. Untuk mengetahui masa subur dapat menggunakan alat LH (Luteinizing Hormone) atau SBB (Suhu Basal Badan) yang bisa diperolah di apotek.

Lantas, apakah ada batasan usia utnuk melakukan program memilih jenis kelamin calon bayi? Setiap pasangan suami-istri, berapa pun usia mereka, dapat melakukannya. Program ini dimulai saat mengunjungi dokter kandungan, lalu dokter akan menentukan masa ovulasi istri. Kemudian dokter akan memilih sperma yang membawa unsure X dan Y. Setelah masa subur diketahui, istri disuntik obat pemicu pecahnya sel telur. Lebih kurang 24-36 jam kemudian sel telur akan pecah. Saat itulah sperma dimasukkan ke dalam rahim menggunakan alat. “Tidak perlu takut, proses inseminasi dengan pemilihan jenis kelamin ini tidak sakit dan tidak menggunakan pembiusan. Tidak ada pantangan bagi pasien. Yang terpenting, pasien dapat kembali beraktivitas dan tetap melakukan hubungan intim. Meski demikian, sebaiknya pasien kembali berhubungan suami-istri setelah 3-4 hari sesudahnya.

Selain itu dokter pehobi bermusik danmembaca ini menjelaskan program bertilisasi invitro (bayi tabung). Cara pertama, sel telur diambil saat masa subur. Sementara sperma dipilah, mana yang membawa banyak unsure X dan Y. pembuahan dilakukan diluar rahim (semacam cawan) dengan cara menyuntikkan sperma yang membawa unsure kromosom yang dikehehndaki ke sel telur sehingga pembuahan terjadi. Cara kedua, adalah dengan menmpertemukan beberapa sel telur dengan sel sperma sehingga menjadi embrio, lalu dipilah jenis kelaminnya dan embrio yang dikehehndaki dimasukkan ke dalam rahim.

Bagaimana dengan beberapa mitos yang sering kita dengar tentang cara memperoleh bayi laki-laki atau p[erempuan? Ayah Kresno Adityowibowo dan Indah Saraswati inisempat menyebutkan beberapa mitos. Diantaranya, jika ingin punya bayi laki-laki suasana vagina harus basa, sehingga banyak orang membasuh vaginaya dengan soda kue. Ada yang bilang banyak makan daging atau makan asinan. Istri harus mencapai orgasme lebih dulu, baru dipancarkan sperma. Atau posisi bercinta berdiri dan menyamping. Sedangkan jika mengingikan bayi perempuan, posisi isteri diatas. Atau istri banyak mengonsumsi makanan manis, sayur, ikan atau melakukan hubunganseks saat bulan purnama. Dan masih banyak lagi. “mitos tersebut mungkin saja benar terjadi, namun saya tidak yakin tingkat keberhasilannya. Inseminasi buatan saja ketepatannya hanya 70%. Tapi saya tidak melarang jika pasangan suami-istri ingin melakukannya,” katanya.

Diakhir p[erbincangan, dr Andon menekankan program pemilihan jenis kelamin ini jangan dilakukan. Pasalnya, jenis kelamin laki-laki atau perempuan pada dasarnya sama saja. Bayi laki-laki atau perempuan sama-sama membahagiakan. Sebaliknya program medis tertentu dipakai pasangan yang memiliki kalainan darah atau kelainan kromosom untuk menhindari anal lahir cacat atau membawa kelainan darah. Yang terpenting adalah cara orangtua mendidik dan mengarahkan anak agar menjadi generasi yang berkualitas.KARTINI

Saturday, July 3, 2010

BUANG AIR BESAR (BE-A-BE)



(BE-A-BE) SATU DIANTARA YANG HARUS DISYUKURI

Pada sebagian anak usia sangat dini, seringkali terlihat anak mengejan kesakitan sehingga orangtua merasa kasihan melihatnya. Kondisi itu diperparah dengan sulitnya anak untuk Be-A-Be alias buang air besar.

Banyak hal baru yang dialami pasangan suami istri,m apalagi baru pertama kali mempunyai “momongan”. Satu diantaranya adalah yang terkait dengan tingkah laku dan kejadian yang menimpa sang buah hati.
Pemandangan pada bayi berupa tangis dan senyum menjadi keseharian. Selain itu kegiatan dalam bentuk memandikan, mengganti pakaian dan memberi air susu juga menjadi aktifitas rutin.

Tentu saja selam proses tumbuh dan berkembangnya bayik, tak jarang muncul sesuatu yang dianggap sebagai masalah. Sebagai contoh adalah cegukan, kolik (kadang ditandai dengan bayi tiba-tiba menangis seperti (kesakitan), muntah, kerak kepala, penyakit kuning dan ruam pada bayi. Persoalan lain yang kadang terjadi adalah gangguan saat buang air besar alias BAB (baca: Be-A-Be).

Sembelit atau konstipasi secara umum dipahami sebagai keadaan yang ditandai dengan kesulitan anak untuk buang air besar. Anak bisa dikatakan jarang melakukan buang air besar kalau dia tidak BAB selama lebih dari 3-4 hari dan tinja cukup keras atau keluar hanya sedikit dan disertai mengejan yang menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit pada bayi.

Bagi anak yang hanya minum ASI, penyebabnya antara lain bisa karena terlalu sedikitnya ASI yang diminum sehingga kotoran yang seharusnya keluar dengan lancar menjadi mengeras (bayi dengan ASI cenderung mengeluarkan kotoran berwarna kuning, lembek), gangguan pada usus atau lemahya gerak syaraf yang mempengaruhi proses pencernaan pada diri anak tersebut. Makanan yang dikonsumsi ibu juga bisa mempengaruhi proses buang air besar pada anak. Untuk anak yang sudah makan makanan tambahan ASI, faktor diet yang dapat menyebabkan konstipasi antara lain kurang cairan, terlalu banyak mengonsumsi kalsium (susu) dan kurang mengonsumsi serat.

Untuk mengatasi sembelit, bisa memberikan lebih banyak cairan kepada bayi, misalnya menambah jumlah asupan ASI. Haya binti Mubarok al-Barik dalam bukunya Ensiklopesi Wanita Muslimah edisi terjemahan Darul Falah, menyarankan bagi ibu supaya memberi air putih setiap selesai menyusui. Bagi bayi yang sudah mengonsumsi makanan tambahan, selain cairan yang tidak hanya bisa berupa air putih, dapat ditambahkan pula berupa kuah sayuran atau jus buah. Dengan kata lain, memperbanyak makanan berserat. Makanan berserat akan membentuk kotoran bayi dan menyebabkan usus besar bergerak serta mendorong kotoran keluar. Sebagai contoh dari makanan berserta adalah buah-buahan segar, seperti apel, pir, pisang; buah kering misalnya prem, apricot, sayuran segar (wortel, kentang, brokoli, seledri) dan bubur gandum atau bubur sereal yang dihaluskan.

Selain itu, disarankan supaya ibu yang menyusui memperbanyak makan kacang-kacangan dan sayur dari daun papaya atau daun katuk serta buah papaya. Sementara sebagian yang lain menyarankan agar pada bagian anus bayi bisa dioleskan minyak untuk merangsang bayi melalukan BAB. Pijitan pada daerah kaki danpantat dapat membantu juga dalam hal ini. NABILA/1/2005

BAYI KUNING



IKTERUS ATAU KUNING PADA BAYI BARU LAHIR

Ikterus adalah perubahan warna kulit (sclera) mata (yang normal berwarna putih) menjadi kuning karena peningkatan kadar bilirubin dalam darah.

Ikterus pada bayi yang baru lahir merupakan suatu hal yang fisiologis (normal), dan hal ini terdapat pada sekitar 25%-50% bayi yang lahir cukup bulan. Akan tetapi juga bisa merupakan hal yang patologis (tidak normal), misalnya akibat berlawanannya rhesus darah bayi dan ibunya sepsis (infeksi berat), penyumbatan saluran empedu dan lain-lain.


APAKAH BILIRUBIN ITU?

Bilirubin adalah zat yang terbentuk sebagai akibat dari proses pemecahan hemoglobin (zat merah darah) pada sistem RES dalam tubuh. Selanjutnya mengalami proses konjugasi di lever dan akhirnya di-ekskresi (dikeluarkan) oleh lever ke empedu, kemudian ke usus.
Ikterus fisiologis timbul pada hari ke-2 dan ke-3 dan tidak disebabkan oleh kelainan apapun, kadar bilirubin darah tidak lebih dari kadar yang membahayakan, dan tidak mempunyai potensi menimbulkan kecacatan pada bayi. Sedangkan pada ikterus patologis, kadar bilirubin darahnya melebihi batas, dan disebut sebagai hiperbilirubinemia.

Penelitian di RSCM Jakarta menunjukkan bahwa di anggap hiperbilirubinemia bila :
  • Ikterus terjadi pada 24 jam pertama
  • Peningkatan konsentrasi bolirubin darah lebih dari 5 mg% atau lebih setiap 24 jam.
  • Konsentrasi bilirubin darah 10 mg% pada neonatus (bayi baru lahir) kuran bulan, dan 12,5 mg% pada neonatus cukup bulan.
  • Ikterus yang disertai proses hemolisis (pemecahan darah yang berlebihan)pada inkompatibilitas darah (darah ibu berlawanan rhesus dengan bayinya), kekurangan enzim G-6-PD dan sepsis.
  • Ikterus yang disertai dengan keadaan-keadaan sebagai berikut:
  1. Berat lahir kurang dari 2 kg
  2. Asfiksia, hipoksia (kekurangan oksigen), sindrom gangguan pernapasan
  3. Infeksi
  4. Trauma lahir pada kepala
  5. Hipoglikemi (kadar gula terlalu rendah), hipercarbia (kelebihan karbondioksida)
Yang sangat berbahaya pada ikterus adalah keadaan yang disebut kernikterus. Kernikterus adalah suatu kerusakan otak akibat perlengkapan bilirubin indirek pada otak. Gejalanya antara lain : mata yang berputar kesadaran menurun, tak mau minum atau menghisap ketegangan otot, leher kaku, dan akhirnya kejang. Pada umur yang lebih lanjut, bila bayi ini bertahan hidup dapat terjadi spasme (kekakuan) otot, kejang, tuli, gangguan bicara dan keterbelakangan mental.

MELIHAT IKTERUS PADA BAYI

Pengamatan ikterus kadang-kadang agak sulit, apalagi dengan cahaya buatan. Paling baik pengamatan dilakukan dengan cahaya matahari dengan cara menekan sedikit kulit yang akan diamati untuk menhilangkan warna karena pengaruh sirkulasi. Jika warna kulit tetap kuning, berarti kemungkinan bayi kita telah mengalami ikterus, dan kadar bilirubinnya tinggi. Ikterus pada bayi baru lahir baru terlihat kalau kadar bilirubin mencapai 5 mg%. Pengamatan di RSCM menunjukkan ikterus baru terlihat jelas saa kadar bilirubin mencapai 6%.

PENYEBAB-PENYEBAB IKTERUS

Penyebab ikterus pada bayi baru lahir dapat berdiri sendiri ataupun dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain:
  • Produksi yang berlebihan, misalnya pada pemecahan darah (hemolisis) yang berlebihan pada incompatibilitas (ketidaksesuaian) darah bayi dengan ibunya.
  • Gangguan dalam proses uptake dankonjugasi akibat dari gangguan fungsi liver
  • Gangguan transportasi karena kurangnya albumin yang mengikat bilirubin
  • Gangguan ekskresi yang terjadi akibat penyumbatan dalam liver (karena infeksi atau kerusakan sel liver.

PENATALAKSANAAN IKTERUS

  1. Bawa segera ke tenaga kesehatan untuk memastikan kondisi ikterus pada bayi kita, apakah masih dalam batas normal (fisiologis) ataukah sudah patologis.
  2. Dokter akan memberikan pengobatan sesuai dengan analisa penyebab yang mungkin. Bila diduga kadar bilirubin bayi sangat tinggi atau tampak tanda-tanda bahaya, dokter akan merujuk ke RS agar bayi mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang memadai.
  3. Dirumah sakit, bila diperlukan akan dilakukan pengobatan dengan pemberian albumin, fototerapi (terapi sinar), atau tranfusi tukar pada kasus yang lebih berat. Berdasarkan penelitian yang ada, terbukti bahwa sinar matahari dan sinar lampu mempunyai pengaruh dalam menurunkan kadar bilirubin pada bayi prematur. Terapi sinar tidak hanya bermanfaat untuk bayi kurang bulan, tetapi juga efektif terhadap hiperbilirubinemia oleh sebab lain. Pengobatan cara ini menunjukkan efek samping yang minimal, dan belum pernah dilaporkan efek jangka panjang yang berbahaya.
PERAWATAN DENGAN TERAPI SINAR

Bila bayi terpaksa dirawat di RS untuk mendapatkan terapi sinar, ibu sebaiknya benar-benar memahami dan mengerti tata cara terapi sinar ini agar hasilnya bis aoptimal. Dan yang lebih penting, mengantisipasi semua efek samping yang mungkin muncul.


Dalam perawatan bayi dengan terapi sinar, perlu diperhatikan hal-hal berikut:
  • Diusahakan bagian tubuh bayi yang terkena sinar bisa seluas mungkin dengan membuka pakaian bayi.
  • Mata dankemaluan harus ditutup dengan penutup yang dapat memantulkan cahaya agar tidak membahayakan retina mata dan sel reproduksi bayi.
  • Bayi diletakkan 8 inc (+/-20cm) dibawah sinar lampu. Jarak ini dianggap yang terbaik untuk mendapatkan energi yang optimal.
  • Posisi bayi sebaiknya diubah-ubah setiap 18 jam agar cahaya bisa mengenai ke seluruh bagian tubuh.
  • Suhu bayi diukur secara berkala setiap 4-6 jam.
  • Kadar bilirubin bayi diukur sekurang-kurangnya setiap 24 jam
  • Hemodlobin harus diperiksa secara berkala terutama pada bayi dengan hemolisis.
  • Perhatikan kecukupan cairan tubuh bayi. Bila perlu konsumsi cairan bayi dinaikkan.
Bila dievakuasi ternyata tidak banyak perubahan pada kadar bilirubin. Perlu diperhatikan kemungkinan lampu yang kuran gefektif atau ada komplikasi pada bayi, seperti dehidrasi, hipoksia (kekurangan oksigen), infeksi, gangguan metabolisme dan lain-lain.

KOMPLIKASI DARI TERAPI SINAR

Setiap pengobatan selalu akan menimbulkan efek samping. Dalam penelitian yang dilakukan selama ini, tidak ditemukan pengaruh segatif terapi sinar terhadap tumbuh kembang bayi. Efek samping hanya bersifat sementara, dan bisa dicegah atau diperbaiki dengan memperhatikan tata cara penggunaan terapi sinar.

Kelainan yang mungkin timbul antara lain:
  • Peningkatan kehilangan cairan tubuh bayi. Karena itu pemberian cairan harus diperhatikan dengan sebaik-baiknya. Bila bayi bisa minum ASI, sesering mungkin berikan ASI
  • Frekuensi buang air besar meningkatkan karena hiperperistaltik (gerakan usus yang meningkatkan).
  • Timbul kelainan kulit yang bersifat sementara pada muka, badan dan alat gerak.
  • Kenaikan suhu tubuh.
  • Kadang pada beberapa bayi ditemukan gangguan minum dan rewel yang bersifat hanya sementara.
Komplikasi biasanya bersifat ringan dan tidak sebanding dengan manfaat penggunaannya. Karena itu terapi sinar masih merupakan pilihan dalam mengatasi hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir.

MENCEGAH IKTERUS PADA BAYI

Ikterus dapat dicegah sejak masa kehamilan dengan cara pengawasan kehamilan dengan baik dan teratur untuk mencegah sedini mungkin infeksi pada janin dan hipoksia (kekurangan oksigen) pada janin di dalam rahim. Pada masa persalinan, jika terjadi hipoksia, misalnya karena kesulitan lahir, lilitan tali pusar, dan lain-lain. Segera diatasi dengan cepat dantepat. Sebaiknya sejak lahir biasakan anak dijemur di bawah sinar matahari pagi sekitar jam 7-8 setiap hari selama 15 menit dengan membuka pakaiannya. AL-MAWADAH.

KEJANG


ANAK KEJANG : FAKTOR DAN SOLUSINYA

Kejang pada anak memang menakutkan orang tua. Panas sedikit saja, orang tua sudah khawatir. Padahal suhu tinggi tidak selalu menyebabkan kejang. Kejang sebetulnya merupakan manifestasi klinis yang mucul karena gangguan di otak, akibat terlepasnya muatan listrik yang berlebihan di otak. Akibatnya fungsi otak sebagai pusat pengatur seluruh aktivitas tubuh jadi terpengaruhi.

Otak kita sebenarnya dibangun oleh jutaan sel otak. Pada masing-masing sel otak tadi terdapat ion-ion listrik berupa ion negative danpositif. Perbedaan muatan ion di dalam dan diluar sel otak menyebabkan potensial listrik di sel otak. Dalam keadaan normal, lompatan-lompatan listrik yang terjadi pada sel anatomis atau biokimia pada sel otak, bisa menyebabkan terjadinya lompatan listrik yang berlebihan. Inilah yang menimbulkan gejala kejang.

Lompatan listrik yang berlebihan tadi dapat disebabkan oleh demam tinggi, infeksi system saraf atau kelainan anatomi. Kendati demikian, tidak selamanya kejang mengikuti demam. Ada juga kejang yang tiba-tiba muncul. Lompatan listrik yang besar itu terjadi bagitu saja tanpa pengaruh apapun. Gampangnya seperti kortsleting listrik.

Ada dua macam kejang. Kejang yang desebabkan demam tinggi karena proses diluat otak disebut kejang demam. Sementara kejang yang berulang-ulang tanpa demam atau provokasi tertentu (seperti akibat benturan benda keras) disebut epilepsy.


Kejang demam paling sering dijumpai pada anak usia 3 bulan sampai 5 tahun. Di usia tersebut, suhu tubuh gampang naik karena anak mudah terpapar infeksi. Disamping itu, juga karena ambang kejang anak yang cukup rendah. Mudah tidaknya si anak mendapat kejang demam sangat tergantung pada faktor, antara lain bawaan atau genetic.

Keadaan yang paling sering menyebabkan kejang demam adalah radang tenggorokan, radang telinga tengah, infeksi saluran cerna, infeksi saluran kemih, campak dan cacar air. Berbagai infeksi dari luar otak tersebut sering membuat anak mengalami kenaikan suhu tubuh diatas 38 derajat celcius (suhu dubur).

Penyebab tak pasti

Tentu tidak semua anak yang menderita penyakit diatas lantas terkena kejang. Tergantung tubuh si anak. Anak yang ambang kejangnya rendah, akan kejang-kejang bila suhu tubuhnya 39 derajat celcius, misalnya. Namun anak lain justru tenang-tenang saja meski suhu tubuhnya sudah 41 derajat celcius.

Kejang demam berlangsung singkat, kemudian akan berhenti sendiri. Anak terbangun dan sadar kembali. Kejang seperti ini disebut kejang demam sederhana. Tapi ada pula kejang yang berlangsung lebih dari 15 menit dan berulang lebih dari 2 kali dalam sehari. Inilah yang disebut kejang demam kompleks. Kejang yang ini bisa menyebabkan kerusakan otak. Bahkan meninggalkan gejala sisa, akibat suplai oksigen ke otak berkurang. Kejang demam kompleks sering terjadi beruntun bahkan mengakibatkan kelumpuhan pada bagian tubuh tertentu.

Jika penyebab kejang demam tidak diketahui secara pasti, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang yang cermat. Salah satunya adalah pemeriksaan fungsi lumbal. Dokter akan mengambil cairan dari punggung pasien untuk memastikan, apakah penyebabnya infeksi susunan saraf atau bukan.

Pemeriksaan tambahan EEG (elektroencephalografi) dilakukan pada kejang demam kompleks atau pada kejang infeksi susunan saraf pusat dan epilepsy yang dilakukan sepekan setelah demam menghilang. Kendati demikian, rekaman EEG tidak dapat meramalkan berulangnya kejang, tapi hanya meperlihatkan lepasnya muatan listrik yang berlebihan atau adanya gangguan mauatan listrik diotak.

Anak yang mengalami kejang demam biasanya akan berulang kembali, terutama bila serangan pertama terjadi saat bayi atau dibawah usia 12 bulan. Karena ada resiko berulang, maka pengobatan kejang pun dilakukan secara berjangka. Bisa jangka pendek juga bisa jangka panjang.

Para ahli sepakat, penderita yang harus mendapat pengobatan adalah yang mempunyai riwayat kejang tanpa demam pada orang tua atau saudara kandung. Juga mereka yang menunjukkan perkembangan meurologis abnormal. Semisal retardasi mental dan serebral palsi. Begitu juga pada mereka yang kejangnya berlangsung lebih dari 15 menit yang diikuti kelainan saraf yang bersifat sementara atau menetap.



Mereka yang memenuhi syarat diatas, mau tidak mau harus menjalani pengobatan selama 2 tahun atau setahun setelah kejang yang terakhir. Lambat laun, pengobatan memang akandihentikan dengan cara menurukan dosis obat secara perlahan selama 1-2 bulan.

Sedangkan penderita yang tidak termasuk dalam criteria tadi, mendapatkan pengobatan jangka pendek berupa obat demam campuran antipiretik dan diazepam yang diberikan pada saat demam diatas 38 derajat celcius. Kadang deberikan pula diazepam melalui dubur bila panasnya diatas 39 derajat celcius.

Jadi, sebaiknya percayakan sepenuhnya pada dokter demi tuntasnya pengobatan kejang. NABILA/I/2004