Friday, February 4, 2011

PREDIABETES



WASPADAI PREDIABETES

Berbeda dengan diabetes yang tidak dapat disembuhkan, individu dengan prediabetes bisa kembali normal.

Diabetes sudah banyak orang tahu. Tapi prediabetes? President Elect 2009-2011 Persadia (persatuan Diabetes Indonesia),Prof. DR. dr. Sidartawam Soegondo.SpPD, KEMD,FACE,menjelaskan, seseorang dikatakan mengidap prediabetes jika kadar gula darah telah melampaui batas normal namun belum mencapai batas diagnosa diabetes.

"Kondisi prediabetes tidak boleh dianggap enteng karena sebagian individu dengan prediabetes akan berkembang menjadi diabetes apabila tidak ditangani dengan baik," jelasnya.

Individu dengan prediabetes yang tidak ditangani dalam waktu sekitar 5-10 tahun akan meningkat menjadi diabetes. "Dan jika sudah dibetes, tidak dapat disembuhkan dan lebih sulit penanganannya,"ujarnya.

Sidartawan menambahkan, batas gula darah setiap individu normal dibedakan atas dua kondisi puasa atau sesudah makan (sewaktu). Untuk kondisi puasa, yuakni jika seseorang tidak mendapat asupan kalori 8-10 jam sebelumnya, batasnya adalah 100 mg/dl. Sedangkan untuk kondisi sesudah makan atau sewaktu, batasnya adalah 140 mg/dl.

"Lewat dari salah satu ketentuan tersebut, seharusnya masuk pada prediabetes. Namun wewenang penegakan diagnosa hanya dimiliki oleh dokter, dan mesti mengikuti prosecur medis khusus," tuturnya.

Data WHO menyebutkan pasien diabetes di Indonesia akan mengalami kenaikan dai 8,4 juta jiwa pada tahun 2000 dan menjadi sekitar 21,3 juta jiwa pada tahun 2030. Diperkirakan penderita prediabetes juga akan meningkat.

Orang bisa terserang diabetes atau dikatakan prediabetes adalah orang yang berusia diatas 45 tahun, memiliki berat badan yang berlebih, yakni BMI diatas 25 kg/m2. Selain itu anak yangmemiliki orangtua dengan diabetes melitus akan berisiko terkena DM.

Mereka yangkurang aktivitas juga memiliki peran penting dalam munculnya penyakit ini.Juga faktor risiko terjadi pada kelompok etnis dengan angka prevalensi populsi DM yang tinggi (misalnya penduduk keupauan Pasifik keturunan Asian-American), terdeteksi adanya IFG atau IGT.

Riwayat DM pada kehamilan atau bayi lahir lebih dari 4 kg, hipertensi (diatas 140/90mmHg). kadar HDL kolesterol dibawah 45 mg/dl (0,90 mmol/l)dan atau kadan trigliserid diatas 250 mg/dl (2,82 mmol/l) serta ada riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah juga beresiko.

Tahapan

Perjalanan penyakit diabetes tidak terjadi tiba-tiba tetapi melalu begerapa tahapan. Dimulai dari faktor risiko gaya hidup terutama obesitas dan kurang gerak. Jika tidak dikendalikan akan masuk ke tahap prediabetes.

"Dengan mewaspadai dan mengendalikan prediabetes, makan kemungkinan bertambahnya penyandang biabetes baru dapat dikurangi, sehingga juga mengurangi tahapan berikutnya yuaitu komplikasi penyakit kardiovaskuler," ujar Sidartawan.

Ia menambahkan, risiko munculnya komplikasi penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah)sudah dimulai sejak prediabetes. Sebab itu individu dengna prediabetes memerlukan penatalaksanaan yang memadai, meliputi perubahan gaya hidup yang lebih sehat guna memperbaiki profil glikemia (gula darah) dan menurunkan resiko kardivaskuler.

"Berbeda dengan diabetes yang tidak dapat disembuhkan, individu dengan prediabetes bisa kembali normal. Maka dari itu, dituntut kesadaran yang tinggi bagi individu tersebut untuk merubah gaya hidup menjadi lebih sehat, "tambahnya.

Pada orang dengan preiabetes dan beresiko tinggi, terapi farmakologis (obat-obatan) dapat dipertimbangkan sebagai tambahan dari perubahan gaya hidup. Untuk itu, Sidhartawan menegaskan, individu dengan prediabetes yang memiliki bobot badan berlebih (obesitas), perlu menurunkan berat badan 5-10 persen dari berat badan awal dan dipertahankan dalam jangka panjang.

Selain itu, aktivitas fisik sedan dan teratur juga dianjurkan selam 30-60 menit perhari, paling sedikit empat hari dalam seminggu atau minimal 150 menit per minggu.

Jadi Diabetes

Jika dibiarkan prediabetes akan menimbulkan diabetes. Menurut Ketua Perhimpunan Edukator Diabetes Indonesia, Dr dr Aris Wiabudi, SpPD, KEMD ada empat tipe diabetes, yakni tipe satu , tipe dua, tipe gestasional dan tipe lain.

Tipe satu, kerusakan primer terjadi pada pankreas, sedangkan diabetes tipa dua berhubungan dengan keturunan dan faktor lingkungan eksternal seperti makanan. Sementara tipe gestasional hanya dialami oleh wanita yang sedang hamil. Bisa juga karena disebabkan oleh tumor otak dan obat-obatan tertentu.

Menurut Aris, penyakit ini biasanya ditandai dengan banyak kencing, banyak minum, banyak makan dan cepat lelah. "Kalau tanda-tanda ini sudah muncul berarti paling tidak kita sudah telat enam tahun. Seharusnya ini bisa dicegah dengan mengenali dan menyadari faktor risikonya sejak dini," katanya.

Menurut Aris, semua bisa diatasi dengan mengatur pola makan dan aktivitas fisik. Diakui oleh Aris kedua hal ini sangat mudah disampaikan namun sulit dilaksanakan.

Untuk pola makan, perhatikan beban glikemi. Jangan sampai kita menganggu tubuh kita dengan beban glikemik tinggi. Selain itu aktivitas fisik juga harus diperhatikan, misalnya jalan kami paling tidak 10 ribu langkan perhari. Jika sulit dilakukan, lakukanlah tredmil paling tidak 3 sampai empat kali seminggu. "Tredmil tidak sembarang dilakukan, harus hitung denyut nadinya," katanya.

Selain itu lakukan juga pemantauan lingkar perut, berat badan, tekanan darah (tensi), serta tes laboratorium (glukosa darah dan albumin urin). Jika sudah parah konsumsi obat sesuai dengan resep dokter. REPUBLIKA(DESISUSILAWARI)

No comments:

Post a Comment