Tuesday, October 19, 2010

DIABETES





WASPADA DIABETES SAAT HAMIL



Gejalanya tak menonjol, tapi akibat yang ditimbulkan bisa menganggu ibu dan janin.



Eva, 27 tahun, mengalami hambatan ketika melahirkan anak pertamanya, gara-gara ukuran si bayi terlalu besar untuk persalinan normal. “Bahunya menyangkir, sampai akhirnya saya harus dioperasi,” ujar Eva. Rupanya, Eva mengalami diabetes selama kehamilan. Kadar gula darahnya melebihi batas normal. Padahal, sebelum hamil dia tidak punya “bawaan” diabetes.



Bayi yang besarnya melebihi normal (makrosomia) mungkin saja terjadi pada seorang ibu yang mengalami diabetes selama hamil atau disebut juga diabetes gestasional,” ujar dr. Ali Sungkar, Sp OG, Staf pada Subbagian Perinatologi, Departemen Obstetri & Ginekolog, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.



Janin tampung gula





Diabetes gestasional merupakan gangguan yang datang secara diam-diam. Gejalanya tak selalu terlihat jelas. “Ini berhubungan dengan resistansi ibu terhadap insulin selama hamil,” ujar dr. Ali Sungkar. Akibat perubahan-perubahan berbagai hormone selama kehamilan, pada organ-organ tertentu, tubuh tak mempu mengolah gula dalam darah menjadi energi.



Akibatnya, gula darah menumpuk dan terkirim ke janin melalui plasenta. Maka janin pun ikut menmpung limpahan gula darah terbut. “Itu sebabnya, yang perlu diwaspadai bukan saja kondisi diabetes si ibu, tetapi juga risiko yang ditimbulkan pada janinnya,” sambung dr. Ali.



Risiko yang dihadai janin tidak hanya berupa kemungkinan tumbuh besar melebihi ukuran normal, tapi bisa juga berbentuk cacat bawaan (kongental). Ini terjadi jika si ibu mengalami diabetes gestasional yang tak terkontrol di usia kehamilan sekitar 6-7 minggu. Saat itulah sedang terbentuk beberapa bagian tubuh janin, seperti selaput jantung, pertumbuhan kaki janin, dan sebagainya.



Pada ibu hamil yang tak pernah memeriksakan diri, tak jarang membuat penolong persalinan terkecoh, mengira janin yang besar itu adalah “cukup tua” dan sudah waktunya lahir. Kalau tak mengetahui riwayat kesehatan si ibu, bisa-bisa si bayi diupayakan segera lahir, padahal belum cukup umur. Dalam hal ini, mungkin saja paru-parunya belum cukup “matang” untuk bekerja, sehingga bayi mengalami gangguan pernapasan setelah lahir.



Pemeriksaan teliti



Kadar gula darh ibu dicek pada pemeriksaan kehamilan. Dari sini kemungkinan pasien menderita diabetes gestasional bisa segera terlihat.



Pemeriksaan untuk mengetahui kadar gula darah ini biasanya termassuk yang dianjurkan dan masuk dalam paket pemeriksaan kehamilan lainnya,” ujar dr. Ali. Bila diketahui si ibu mengalami diabetes gestasional, maka kadar gula dalam darah harus diusahakan rurun, mendekati normal. Harapannya, gula yang terkirim ke janin pun menjadi normal juga.



Bagaimana caranya? Bisa dengan diet serta berolah raga sesuai kondisi kehamilan yang bersangkutan. Namun, jika diabetes gestasionalnya masih juga ‘membandel’, biasanya dokter akan memberi obat.



Pemberian obat ini tentu tidak boleh sembarangan. Umunya, hal ini dilakukan setelah melalui pengamatan dan pemeriksaan terlebih dahulu selama beberapa waktu (biasanya pasien dirawat dulu di rumah sakit selama beberapa hari). Dengan demikian, dosis yang diperoleh sesuai dan tepat. Dalam hal ini, tak jarang dokter kandungan akan bekerja sama dengan sejawatnya, dokter spesialis penyakit dalam (ahli yang menangani masalah diabetes). Obat pun biasanya bukan diminum, melainkan disuntikkan ke kulit ibu hamil, sehingga langsung masuk ke dalam tubuh ibu tetapi tidak menganggu janin.



Penting diketahui, kebanyakan jenis obat-obatan diabetes yang diminum bisa membahayakan janin. Sangat bijaksana bila dokter yang menangani masalah anda mengamati lebih dahulu kondisi anda, dan memberikan obat yang tepat serta jumlah yang sesuai dengan kondisi tubuh anda.



RESIKO PADA BAYI

Bayi yang dilahirkan ibu yang mengalami diabetes gestasional berisiko mengalami :

  • Ukuran tubuh terlalu besar
  • Tersangkut di jalan lahir (akibat ukuran yang super besar)
  • Gangguan pernapasan
  • Kadar gula darah dan kalsium rendah

Kondisi diatas masih dapat diatasi dengan perawatan dokter selama di rumah sakit. Namun, ada pula yang sampai mengalami cacat congenital, seperti gangguan pertumbuhan kaki, gangguan pada selaput jantung, dan sebagainya





Bagaimana setelah lahir ?



Untuk mereka yang sebelum hamil pernah menyandang diabetes, banyak diantara mereka yang kebutuhan insulinnya (obat diabetes yang disuntikkan) menurun drastic setelah proses persalinan terjadi. Namun, kebutuhan ini bisa meningkat lagi setelah 27 jam.



Sementara untuk mereka yang belum pernah hamil tak pernah mengalami diabetes, jika selama hamil kondisi diabetes gestasional terkontrol, biasanya setelah proses persalinan gangguan diabetesnya akan menghilang.



Repotnya, jika selam hamil diabetes gestasionalnya tak terkontrol (karena seringkali datangnya pun secara diam-diam), maka buka saja akan membahayakan pertumbuhan janin, tetapi juga mengancam kesehatan ibu. Misalnya saja, kemungkinan terjadinya gangguan terhadap kerja ginjal si ibu.



Bagaimana dengan sang bayi? Sesaat setelah lahir, biasanya dokter spesialis anak akan mengawasi kondisi kesehatan bayi. Bukan apa-apa. Bayi-bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita diabetes gestasional, sudah terbgiasa mendapatkan pasokan gula darah yang cukup tinggi dari ibunya saat berada dalam rahi,. Nah, karena itulah setelah lahir perlu distabilkan kadar gula darahnya. Tanpa pengawasan ahli, dikhawatirkan bayi mengalami shock, karena kadar gula darnya mendadak turun (hipoglikemia).



CEK GULA DARAH

Pemeriksaan gula darah pada ibu hamil biasanya dilakukan dengan meminta ibu berpuasa selama 8 jam di malam hari, kemudian diambil darahnya di laboratorium pada pagi harinya. Gula darah setelah berpuasa normalnya lebih rendah dari 110 mg/dl.

Setelah itu, si ibu diminta untuk minum minuman manis atau makan dan 2 jam kemudian diperiksa kembali gula darahnya. Normalnya, hasil pemeriksaan gula darah normal setelah makan atau minum minuman manis adalah kurang dari 200 mg/dl. Bila hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan nilah lebih dari batas normal, boleh dibilang si ibu perlu pengamatan karena mengalami diabetes.



Sumber : AYAHBUNDA

No comments:

Post a Comment