Monday, November 26, 2012

BELANJA KELUARGA

BELAJAR MENYUSUN ANGGARAN

Sering pusing dengan anggaran belanja keluarga yang selalu kurang? Salah satu solusinya ibu harus membuat anggaran belanja secara tertulis. Mau tahu caranya? Berikut uraian…

Setiap awal bulan, Tuning (35) selalu sibuk berhitung. Sebagai “manajer keuangan” keluarga , ibu dua anak ini harus membuat pos-pos pengeluaran yang tepat agar anggaran belanja tidak kebobolan. Mulai dari belanja bulanan wajib, belanja harian, dan air, sampai iuran kebersihan. Semua tersimpan rapi dalam amplop-amplop dan tidak lupa diberi tanda. Tampaknya semua sudah dicatat dengan cermat oleh Tuning. Tapi pengeluaran keluarga tetap jebol. Di mana letak kesalahannya?


Menurut praktisi keuangan dan bisnis dari Decision, Godo Tjahyono, SE, MSi, RFC, setiap keluarga wajib memiliki anggaran pengeluaran. Gunanya agar kita bisa mengontrol berapa pengeluaran setiap bulan. Tidak hanya pengeluaran belanja bulanan tetap saja yang dicatat, tapi juga pengeluaran tidcak tetap lainnya seperti anggaran untuk kesehatan, liburan, belanja, perawatan rumah, bahkan sumbangan dan arisan. Untuk itu penting sekali membuat anggaran dalam setahun sepaya pengeluaran –pengeluaran tidak wajib dalam satu bulan juga tercatat.

“Seringkali orang merasa bhwa gajinya sudah cukup untuk menutupi pengeluarannya setiap bulan. Padahal, dia lupa bahwa dia belum mencatat berapa dana yang dibutuhkan untuk pengeluaran –pengeluaran ini biasanya baru terlihat jika kita membuat anggaran dalam setahun,” jelas Godo.
Berdasarkan anggaran keluarga yang telah disuse, pengeluaran akan lebih mudah dikendalikan. Caranya ? buatlah terlebih dahulu rincian pengeluaran setiap bulan, setelah itu baru sesuaikan dengan pendapatan. “Kalau ada yang mau ditabung, sebaiknya pisahkan dulu dari pendapatan,” tambahnya.
Besar kecil gaji bukan merupakan dasar penentu cukup tidaknya uang belaja keluarga tiap bulan. Justru kalau  ternyata pengeluaran kita lebih besar dari pendapatan, berarti belanjanya yang harus dikurangi dan disesuaikan. Belanja dahulu baru mengadakan perhitungan sangat tidak disarankan.
“Semua yang mau dibeli harus sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. Intinya selam tidak melebihi bujet yang sudah disusun, silahkan saja belanja. Tapi kalau uangnya belum cukup dan belum ada, jangan mengambil dari pos lain. Kecuali jika memang ada sisa di akhir tahun, ya anggap saja sebagai bonus,” jelas Godo.

JIKA PENGHASILAN TIDAK TETAP

Karena pos pendapatan tiap bulan sudah jelas, mereka yang berpenghasilan tetap seperti pegawai, tentu akan lebih mudah membuat anggaran belanja keluarga dan mengatur pengeluarannya. Biasanya akan lebih sulit membuat anggaran belanja bagi mereka yang berpenghasilan tidak tetap. Tapi bukan berarti tidak bisa dibuat. Perlu diketahui oleh ibu, penghasilan boleh tidak tetap, tapi pengeluaran rutin harus tetap.
Merurut Godo, berikut beberapa kiat yang bisa anda lakukan untuk mengatur keuangan keluarga bagi mereka yang berpenghasilan tidak tetap :

  • Siapkan dana darurat yang besarnya 3-12 kali penghasilan atau pengeluaran bulanan. Untuk mereka yang memiliki penghasilan tidak tetap dan bisnisnya sedang dalam kondisi normal, biasanya 6 kali pengeluaran bulanan menjadi patokan besarnya dana darurat yang harus dipersiapkan.
  • Tentukan jumlah pengeluaran rutin, cicilan rutin, dan tabungan rutin. Diskusikan dengan pasangan mengenai beberapa jumlah yang realistis untuk masing-masing pengeluaran. Misalnya pengeluaran rutin untuk transportasi, belanja kebutuhan sehari-hari, belanja bulanan, rekreasi, sumbangan, asuransi, gaji pembantu, pakaian pengobatan dan sebagainya.
  • Sekalipun penghasilan tidak tetap, pengeluaran rutin harus dicatat. Dalam mengelola arus kas bulanan untuk belanja, kita dapat mendatangi pasar grosir tradisional sekitar dua kali dalam sebulan. Misalnya untuk membeli beras, susu bubuk, dan barang-barang yang lebih murah bila dibeli lusinan atau dalam kemasan besar. Sedangkan untuk keperluan sehari-hari seperti  memasak, belilah di warung terdekat yang harganya tidak jauh berbeda dengan pasar tradisional.
  • Untuk barang tahan lama seperti pakaian atau elektronik, rencanakan waktu tertentu untuk membelinya, jangan mendadak saat pegang uang. Siapkan dana menjelang lebaran untuk berbelanja pakaian karena biasanya saat itu  banyak diskon. Pakaian bisa dibeli misalnya 3-6 bulan sekali, dengan mencari tahu kebiasaan toko favorit kita gelar diskon. Untuk barang-barang elektronik sepert HP, TV kulkas, atau mesin cuci, upayakan selalu dah tersedia dana tunai ketika akan membeli. Jangan biasakan berutang atau kredit untuk barang-barang ini.
  • Disisi penghasilan tentukan penghasilan minimum yang bisa didapat dalam kondisi normal. Misalnya bahwa dalam setiap bulan ada penghasilan minimum tertentu yang bisa diperolah. Ada istilah “seapes-apesnya atau sesial-sialnya saya dapat uang sekian.” Prediksi ini biasanya masih dibawah kebutuhan untuk pengeluaran rutin bulanan.
  • Buat “rencana penampungan” tabungan ini berfungsi sebagai dana cadangan ketika penghasilan lebih sedikit dari pengeluaran. Rekening ini sebaiknya dibuat pada bank yang memiliki fasilitas ATM yang cukup mudah dijangkau. Besarnya rekening penampungan umumnya adalah : 2 kali jumlah (tabungan rutin +cicilan rutin +pengeluaran rutin-penghasilan minimum)
  • Bila penghasilan dibulan tertentu lebih kecil dari tabungan rutin+cicilan rutin+pengeluaran rutin, dana utnuk menutupnya dapat diambil dari rekening penampungan. Sebaiknya bila penghasilan pada bulan tertentu lebih besar dari tabungan rutin +cicilan rutin+pengeluaran rutin, sisanya dapat digunakan untuk mengembalikan posisi dana di rekening penampungan. Harus diingat bahwa dana pada rekening penampungan terus diupayakan stabil pada jumlah sesuai rumus atau posisi ideal tersebut.

Dengan penghasilan antara Rp 3.000.000 sampai Rp 12.000.000 per bulan dalam tahun tersebut, arus kasnya menjadi seperti table dibawah ini.

Berikut ini adalah simulasi pengaturan arus kas pada sebuah keluarga yang memiliki penghasilan tidak tetap :

Misalnya

Prediksi penghasilan minimum per bulan                                   = Rp 3.000.000
Prediksi penghasilan maksimum per bulan                                = Rp 12.000.000
Tabungan rutin per bulan                                                                    = Rp 1.250.000
Cicilan rutin perbulan                                                                            = Rp 750.000
Pengeluaran rutin perbulan                                                                = Rp 6.000.000

Maka posisi idela rekening penampungan adalah
2 x (Rp 1.250.000 + Rp 750.000 + Rp 6.000.000- Rp 3.000.000)
                                                                                                                           = Rp 10.000.000


BELANJA BULANAN ATAU HARIAN

Lalu bagaimana sebaiknya pola belanja yang kita jalankan? Apakah akan lebih hemat secara bulanan, mingguan, atau harian? Menurut Godo, ada beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan sebelum anda memutuskan berbelaja. Hal ini berlaku bagi mereka yang berpenghasilan tetap dan tidak tetap.

  • Produk –produk yang dipakai rutin atau dalam jangka panjang, sebaiknya dibeli secara bulanan. Misalnya beras, minyak goreng, gula, teh, kopi, perlengkapan pemberih rumah seperti larutan pel, pemberih kamar mandi, dan sebagian besar perlengkapan mandi dan sabun cuci.
  • Produk makanan kaleng dan susu bubuk juga sebaiknya dibeli secara bulanan atau dalam porsi lebih besar. Biasanya barang-barang ini akan lebih murah jika dibeli dalam kemasan yang besar.
  • Bahan makanan seperti daging, ikan dan sayuran segar, sebaiknya dibeli secara harian saja, apalagi jika dirumah tak ada kulkas yang cukup memadai.
  • Perhatikan juga masalah transportasi, karena jangka waktu kunjungan ke pusat belanja ikut mempengaruhi penambahan jumlah pengeluaran belanja.
  • Catat seluruh pengeluaran belanja anda dan patuhlah sesuai daftar yang dibuat. Hal ini berguna agar bujet anda tidak jebol.
  • Bawa uang tunai sesuai dengan kebutuhan belanja, ditambah ongkos perjalanan, atau uang parkir. Hal ini bisa menjadi salah satu cara menghindari pemakaian ATM, kartu kredit, danjuga kartu kredit yang membuat anggaran belanja jadi melebihi bujet.
  • Makanlah terlebih dahulu sebelum berbelaja ke supermarket untuk menghidari keluarnya biaya tambahan. Perut kenyang belanja pun lebih focus.
  • Saat tiba di pusat perbelanjaan, langsung focus pada daftar belanjaan. Pergilah tempat kebutuhan pokok, diikuti dengan peralatan kebersihan dan perawatan diri. Juga kebutuhan bulanan yang tidak awet, atau tidak mudah basi.
  • Jangan membawa anak saat berbelanja. Karena anak sering kali mempengaruhi  pembelanjaan dadakan yang tentu bisa menambah biaya pembelanjaan.


CONTOH TABEL
ANGGARAN KELUARGA

RENCANA ANGGARAN
PERBULAN
PERTAHUN
Tabungan rutin
500.000
6.000.000
Cicilan rumah

300.000
Cicilan kendaraan
500.000
6.000.000
Anggaran belanja “ayah”
750.000
9.000.000
Anggaran belanja  “ibu”
2.400.000
28.800.000
Buku

500.000
Perawatan kendaraan

600.000
Pengobatan di luar tanggung jawab kantor

300.000
Sumbangan tidak rutin misalnya pernikahan

500.000
Barang rumah tangga

500.000
Perawatan rumah

500.000
Pakaian dan mainan anak

800.000
Rekreasi

800.000
Infaq/bantuan keluarga

300.000
Total

58.000.000




Pendapatan pertahun (tidak termasuk THR)

60.000.000
Pendapatan setelah zakat

58.500.000



Rincian bulanan


*anggaran ayah


Uang saku
300.000

Transportasi
450.000

Total
750.000




**anggaran ibu


Listrik, air, telpon, pula hp ibu
400.000

Belanja bulanan
500.000

Belanja harian
600.000

Gaji pembantu
300.000

Uang sekolah anak
300.000

Uang saku ibu
300.000

Total
2.400.000


 sumber: SEKAR

Friday, September 21, 2012

KUNCI KESUKSESAN ORANG TUA YANG BAIK



Sangatlah penting bagi para orang tua bahwa semua ajaran yang diberikan kepada anak-anaknya akan memotivasi diri anak secara alami dan bisa menumbuhkan rasa percaya diri dan menghargai diri sendiri. Ajaran-ajaran yang sudah diberikan oleh kedua orang tua juga akan membuat sang anak merasa diperhatikan dan sangat dicintai oleh kedua orang tuanya. Jika sang anak sudah mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang cukup dari kedua orang tuanya, orang tua tidak perlu khawatir akan keterlibatan anak-anak mereka dengan kumpulan gangster, drugs, dan kenakalan remaja lainnya. Informasi berikut adalah kunci sukses menjadi orang tua yang baik.



GEMS (Genuine Encounter Moments)
 
GEMS merupakan salah satu kunci sukses menjadi orang tua yang baik karena sang anak akan mendapatkan rasa untuk menghargai diri sendiri dari adanya kualitas waktu yang dihabiskan oleh kedua orang tuanya untuk bergaul dan berkomunikasi secara langsung dengan sang anak. Bukan banyaknya waktu yang dihabiskan oleh orang tua melainkan kualitas waktu yang dimanfaatkan untuk bercengkerama dengan sang anak.

Utamakan perbuatan bukan ‘kata’
 
Sebuah riset menunjukan bahwa dalam sehari orang tua memberikan lebih dari 2000 perintah. Cara memerintah yang baik yaitu dengan memberikan contoh perbuatan yang seharusnya dilakukan oleh sang anak. Misalnya, jangan menyuruh anak untuk merapikan sepatu yang sudah dipakainya dengan hanya menggunakan kata-kata saja. Sang ibu bisa memberitahukan anak tentang bagaimana cara merapikan sepatu yang baik kepada anaknya.

Biarkan anak merasa ‘kuat’ (powerful)
 
kunci sukses menjadi orang tua yang baik berikutnya adalah dengan membiarkan anak mempunyai kekuatan dalam membuat keputusan, mempunyai pilihan, dan lain sebagainya. Contoh kecilnya adalah dengan membiarkan dia memilih menu bekal makanan yang akan dibawa ke sekolah atau membantu sang ibu berbelanja.Namun kontrol sepenuh tetap ada pada diri orang tua.

Gunakan ‘natural consequences’
 
Natural consequences di sini maksudnya adalah dengan membiarkan anak mendapatkan akibat yang akan dihadapinya jika dia salah dalam melakukan sesuatu. contoh: Ketika anak lupa membawa bekal makan siangnya, sang ibu tidak perlu membawakannya bekal. jadikan pengalaman ini sebagai sebuah pelajaran bahwa ‘mengingat’ itu sangat penting.

Menghindari Konflik dengan anak
 
Anak-anak memang emosinya tidak stabil. Ketika anak mulai marah dan berteriak-teriak kepada Anda, Anda bisa menghindarinya dengan cara berpindah tempat atau semakin jauh dari posisi anak Anda. Jika anak Anda masih berteriak dan marah Anda bisa berkata ‘ jika masih berteriak ibu akan semakin menjauh dari adek’. Cara ini merupakan cara yang cukup efektif untuk meredakan emosi sang anak.

Jadilah orang tua yang konsisten
 
Sifat yang konsisten harus dicontohkan oleh kedua orang tua. Contoh: ketika orang tua tidak bisa membelikan anaknya permen, orang tua tidak perlu memberi janji pada anak bahwa sang ibu atau ayah akan membelikan permen.

Sumber : Kunci Sukses Menjadi Orang Tua yang Baik
http://bidanku.com/index.php?/kunci-sukses-menjadi-orang-tua-yang-baik

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI


Sangatlah tidak bisa dipisahkan mengenai perkembangan dan pertumbuhan anak saat lahir. Perkembangan motorik dan fisik anak sangatlah berhubungan dengan pertumbuhan psikis anak. Oleh karena itu psikologli perkembangan anak usia dini berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh. Anak akan mengalami suatu periode yang dinamakan sebagai masa keemasan anak saat usia dini dimana saat itu anak akan sangat peka dan sensitif terhadap berbagai rangsangan dan pengaruh dari luar. Laju perkembangan dan pertumbuhan anak mempengaruhi masa keemasan dari masing-masing anak itu sendiri.
Saat masa keemasan, anak akan mengalami tingkat perkembangan yang sangat drastis di mulai dari pekembangan berpikiri, perkembangan emosi, perkembangan motorik, perkembangan fisik dan perkembangan sosial. Lonjakan perkembangan ini terjadi saat anak berusia 0-8 tahun, dan lonjakan perkembangan ini tidak akan terjadi lagi di periode selanjutnya.
Saat perkembangan anak khususnya saat perkembangan dini, orang tua harus betul menjadikannya sebagai perhatian khusus, karena hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak di masa yang akan datang. Guna mendukung hal tersebut berikut adalah beberapa hal yang harus di perhatikan orang tua mengenai perkembangan anaknya.

Perkembangan Kognitif

 
Perkembangan kognitif anak terbagi ke dalam beberapa tahap:
  • Tahap Sensorimotor, pada tahap ini kemampuan anak hanya pada gerakan refleks, mulai mengembangkan kebiasaan-kebiasaan awal, mereproduksi berbagai kejadian yang menurutnya menarik, mulai menggunakan berbagai hal atau peralatan guna mencapai tujuannya, melakukan berbagai eksperimen dan anak sudah mulai menemukan berbagai cara baru. Tahap sensorimotor terjadi saat usia 0-2 tahun.
  • Tahapan Pra-operasional, pada tahap ini anak mulai menerima berbagai rangsangan yang masih terbatas, Kemampuan bahasa anak mulai berkembang, meskipun pola pikirnya masih bersifat statsi dan masih belum mampu untuk berpikir secara abstrak, persepsi mengenai waktu dan mengenai tempat masih tetap terbatas. Tahap pra-operasional berkembang saat usia anak 2-7 tahun.
  • Tahap konkret operasional, pada tahap ini anak sudah bisa menjalankan operasional dan berpikirnya mulai berpikir secara rasional. Dalam tahap ini tugas-tugas seperti menyusun, melipat, melakukan pemisahan, penggabungan, menderetkan dan membagi sudah dapat dilakukan oleh anak. Tahap konkret operasional berlangsung pada usia 7-11 tahun.
  • Tahap Formal Operasional, dalam tahap ini anak sudah mulai beranjak sebagai seorang remaja. Dalam tahap ini, anak sudah mulai berpikir secara hipotetik, yaitu penggunaan hipotesis yang relevan sudah dilakukan anak guna memecahkan berbagai masalah. Sudah mampu menampung atau berpikir terhadap hal-hal yang menggunakan prinsip-prinsip abstrak, sehingga anak sudah bida menerima pelajaran-pelajaran yang bersifat abstrak seperti matematika, agama dan lain-lain.

Perkembangan Fisik Anak
Mengenai perkembangan fisik anak bisa dilihat dari perkembangan motroik anak. Perkembangan motorik anak ini terbagi lagi ke dalam perkembangan motorik halus dan perkembangan motorik kasar. Untuk lebih jelasnya bisa di baca di: Perkembangan Motorik Anak
Perkembangan Bahasa
Perkembangan bahasa anak usia dini terbagi ke dalam beberapa tahap, yaitu:
  • Periode prelingual, usia anak 0-1 thn, ciri utama adalah anak mengoceh untuk dapat berkomunikasi dengan orang tua, anak masih bersifat pasif saat menerima stimulus dari luar tapi anak akan menerima respon yang berbeda. Contoh: bayi akan senyum kepada orang yang dikenalnya dan menangis kepada orang yang tidak dikenal dan ditakutinya.
  • Periode Lingual, usia antara 1-2,5 tahun, dalam taha ini anak sudah mampu membuat sebuah kalimat, satu atau dua kata dalam percakapannya dengan orang lain.
  • Periode Diferensiasi, usia anak 2,5 - 5 thn, anak sudah memiliki kemampuan bahasa sesuai dengan peraturan tata bahasa yang baik dan benar. Permbendaharaan katanya sudang berkembang secara baik dilihat dari segi kuantitas dan kualitas. Perkembangan Sosio-emosional Perkembangan sosio emosisonal anak terbagi ke dalam beberapa tahap, yaitu:
  • Tahap percaya versus curiga (trust vs mistrust), usia anak 0-2 tahun, dalam tahap ini anak akan tumbuh rasa percaya dirinya jika mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, namun akan tumbuh rasa curiga jika anak mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan.
  • Tahap Mandiri versus Ragu ( Autonomy vs Shame), usia anak 2-3 tahun, perasaan mandiri mulai muncul tatkala anak sudah mulai menguasai seluruh anggota tobuhnya, sifat ragu dan malu akan muncul pada tahap ini ketika lingkungan tidak memberinya sebuah kepercayaan.
  • Tahap berinisiatif versus bersalah (initiative versus guilt), usia anak 4-5 tahun. Pada masa ini anak sudah mulai lepas dari orang tuanya, anak sudah mampu bergerak bebas dan berhubungan dengan lingkungan. Kondisi ini dapat menimbulkan inisiatif pada diri anak, namun jika anak masih belum bisa terlepas dari ikatan orang tuanya dan belum bisa berinteraksi dengan lingkungan, rasa bersalah akan muncul pada diri anak.

Sumber : http://bidanku.com/index.php?/psikologi-perkembangan-anak-usia-dinisikologi Perkembangan Anak Usia Dini

PERILAKU ANAK USIA DINI

3 Penyebab Perilaku Anak Usia Dini di Luar Kebiasaan
 

S eringkali kita menghadapi perilaku Anak kita yang diluar kebiasaan, seperti menampilkan agresi, menggigit, memukul, rengekan yang berlebihan, mengamuk dan perilaku-prilaku yang di luar kendali. Banyak sekali yang mengatakan hal tersebut disebut sebagai perilaku buruk atau perilaku menyimpang, saya lebih memilih memilih perilaku tersebut sebagai perilaku menantang (challenging behavior). karena dibalik perilaku anak kita sebenarnya banyak faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhinya. Jadi kalau di blog ini saya sebut perilaku menantang atau challenging behavior, Anda sudah mengerti maksud saya.



Mengahadapi perilaku anak yang menantang ternyata kita selama ini seringkali salah dalam bertindak, karena kita secara tidak sadar sebagian besar apa yang kita lakukan sebenarnya bukan merespon terhadap penyebab sebenarnya dari perilaku anak melainkan reaksi yang dilandasi oleh emosi dan ketidak mau tahuan terhadap Apa yang terjadi. Ya…reaksi kita apalagi kalu kita sedang capek atau emosi tinggi, sering kali kita tidak memahami mengapa anak kita melakukan perilaku menantang atau diluar kebiasaan.

3 Alasan Perilaku Anak di Luar Kebiasaan 

Berikut 3 Alasan Perilaku Menantang pada Anak kita. Pahami betul dan berikan respon sesuai dengan penyebabnya.
  • Anak Anda memiliki kebutuhan yang sah yang tidak terpenuhi, seperti makanan, air, perhatian, kedekatan, rasa memiliki, rasa hormat, istirahat, kasih sayang, latihan, stimulasi, belajar, dll
  • Anak Anda tidak memiliki cukup informasi atau pemahaman tentang situasi. Dia mungkin terlalu muda untuk memahami atau ingat aturan. Oleh karena itu ia mungkin membutuhkan lebih banyak komunikasi atau pendidikan tentang hal itu.
  • Anak Anda mungkin memiliki akumulasi stres dari masa lalu, dan karena itu tidak mampu berpikir jernih. Dia mungkin mengalami emosi yang kuat, ia mungkin takut, marah, marah, kecewa, tidak aman, dll

Tanyakan pada diri sendiri tiga pertanyaan diatas agar membebaskan diri Anda dari model pengasuhan yang reaktif dan merespon lebih cerdas dan elegan untuk anak Anda dengan memahami alasan sebenarnya mengapa ia menunjukkan perilaku menantang. Dengan demikian kita akan bisa merespon sesuai dengan kebutuhan Anak kita. Demikian tips mengenai perilaku anak berikutnya saya akan coba menuliskan kedahsyatan kemampuan healing dari menangis yang bisa mengubah perilaku anak. 

Sumber: http://perilaku anak.net