Saturday, July 16, 2011

IDEOPATIK DAN GENETIK HIRSUTISME



BULU YANG TUMBUH TAK PANDANG BULU

Barang yang satu ini bisa membanggakan pemiliknya kalau tumbuh lebat di tempat yang tepat. Namun, kalau muncul di tempat tak lazim dan lebat, justru bisa berakibat sebaliknya. Hirsutisme salah satunya.

Siang hari Jakarta dipanggang matahari. Terik yang menyengat tak menghalangi tiga anak-satu perempuan dan dua lelak terus asyik bermain di kolong Jembatan Tiga, Pluit, Jakarta. Sampah dan lumpur kotor yang bertebaran tak mereka hiraukan.

Si anak perempuan tampak dominan memberi perintah ini itu kepada dua temannya. Eni (5), bocah perempuan itu, memang enerjik dan lincah, sebagaimana umumnya anakanak. Namun, ada ciri mencolok yang dapat membedakan dari anak-anak lainnya.


Apa itu?

Seluruh tubuh Eni penuh bulu. Di bagian pipi bulunya tampak panjang dan lebat. Karena kaya bulu itulah dia biasa diolok-olok sebagai “anak monyet”. Menyedihkan.
Menurut ibunya, Sumiati (40), sejak orok sekujur tubuh Eni sudah penuh bulu. Ia pernah membawa putri bungsunya itu ke RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Kata dokter, Eni kelebihan hormon sehingga bulu bocah perempuan itu tumbuh kelewat batas. Untuk mengobatinya, perlu operasi dan terapi khusus. Tapi karena keterbatasan keuangan dan dianggap tidak menganggu (sementara ini), Eni tak jadi diobati.

Idiopatik dan genetik hirsutisme. Ya, Eni mengalami gangguan hirsutisme. Gangguan ini bertingkat-tingkat sampai ada orang yang hampir seluruh tubuhnya ditumbuhi bulu lebat sampai bagian anusnya.

Ada hirsutisme yang disebabkan oleh faktor idiopatik atau penyebab tidak diketahui secara medis. Namun, penyebab umunya adalah faktor genetik, gangguan adrenalin, sindrom ovarium, dan pengaruh obat-obatan,” jelas dr. Maria B. Djatmiko, SpKK, dari RS Metropolitan Medical Center (MMC), Jakarta.

Hirsutisme karena faktor idiopatik timbul di masa pubertas, dan biasanya diderita seumur hidup. Kalau ditelusuri, dari garis keturunannya pernah ada yang menderita hirsutisme. Sedangkan hirsutisme karena faktor genetik dipengaruhi oleh faktor ras.

Orang Mediterania yang pindah ke Jepang, misalnya, akan dianggap aneh, karena sekujur tubuhnya ditumbuhi bulu lebat, terutama di tangan dan kaki. Sebaliknya, orang Jepang dipandang aneh oleh masyarakat Mediterania, karena tubuh orang dari Negeri Sakura itu jarang ditumbuhi bulu. Lalu bagaimana yang normal?

Pada wanita normal, 75% testosteron dalam plasma darah di produksi oleh kelenjar adrenal. Namun, pada wanita penderita hirsutisme ditemukan sedikit kenaikan testosteron dalam plasma, yang dihasilkan di ovarium.

Ada pula faktor lain penyebab timbulnya hirsutisme, yakni efek sampingan obat-obatan yang mengandung anabolic steroid, progesteron, dan antikonvulsan, di kelenjar adrenal. Anabolic steroid, misalnya, merupakan salah satu materi obat sintetis yang banyak disalah gunakan oleh altet binaraga untuk mendongkrak prestasi.

Mungkin tumor

Berbeda dengan para penderita hirsutisme, wanita hirsutisme cenderung merasakan gangguan lebih beragam. Selain masalah pertumbuhan bulu yang berlebihan, terkadang muncul juga seborrhoea (sekresi lemah yang berlebihan) di sekitar hidung dan dahi. Juga jerawat di wajah, dada, dan punggung.

Ia juga dapat mengalami infertilitas karena (indung telur) terkadang tidak mengeluarkan ovum yang disebut dengan siklus anovulatory,” kata Maria. Penyebabnya, hormon estrogennya meningkat, dan timbul gangguan pada endometrium (membran mukosa pada rahim).

Pada masa pubertas, perempuan hirsutisme akan mengalami gangguan pada siklus menstruasinya, payudaranya kurang berkembang, dan klitorisnya membesar (genital virilazation).

Ciri fisik yang terkadang mengikutinya adalah memiliki suara seperti pria, dan terkadang mengalami obesitas. Kadar prolaktin (hormon yang merangsang dan mempertahankan sekresi susu), dan insulin di dalam darahnya juga meningkat.

Pada usia lanjut penderita hirsutisme cenderung diserang gangguan jerawat yang parah. Sedangkan di masa menopause, bulunya akan tumbuh semakin lebat, terutama pada kumisnya.
Satu hal yang perlu mendapat perhatian, “Hirsutisme bisa pula menunjukkan adanya tumor di kelenjar adrenal,” kata Maria. Tumor ini muncul bersamaan dengan awal timbulnya hirsutisme. Ada beberapa tipe tumor virilising, yang bisa membuat sifat-sifat seks sekunder pria jadi berkembang. Di antaranya suara membesar seperti pria, dan klitoris membesar.
Maka, wanita penderita hirsutisme dengan berbagai ciri itu sebaiknya memeriksakan diri ke dokter, kalau-kalau ada tumor bersembunyi di rahimnya.

Dibasmi dengan PIL KB

Dari penelitian 47 penderita hirsutisme yang siklus menstruasinya tidak teratur, 60% diantaranya menunjukkan peningkatan kadar testosteron dalam plasma darah. Itu karena adanya jaringan testis yang tumbuh di ovarium.

Obat-obatan yang mengandung glukokotikold sering dipakai untuk mengatasi hirsutisme, karena didalamnya terdapat zat-zat yang bisa menekan produksi hormon androgen di kelenjar adrenal dan ovarium.

Obat-obatan itu juga menghentikan kerja kelenjar adrenal pada folikel bulu. Selain itu, tekstur bulu yang tumbuh jadi lebih pendek, tipis dan kurang berpigmen.
Alternatif lain, menggunakan pil KB. Pil mencegah kehamilan yang mengandung hormon estrogen berkadar tinggi ini dapat menekan hormon gonadotropin dalam tubuh. Akibatnya, ekskresi hormon endrogen dari ovarium jadi berkurang. Kadar testosteron dalam serum darah pun normal.

Tak selalu hirsutisme

Meski ciri utama hirsutisme adalah tumbuhnya bulu yang berlebih, sebaiknya tidak perlu gegabah menyatakan seseorang menderita hirsutisme hanya karena tangan atau kakinya berbulu lebat. Untuk menentukan seseorang menderita hirsutisme atau tidak, perlu pemeriksaan medis.

Diantaranya mencakup pemeriksaan testosteron dalam plasma, prolaktin, kortisol, dan pengeluaran steroid melalui urine selama 24 jam. Tulang tengkorak difoto dengan sinar rontgen untuk melihat ukuran kelenjar pituitari di otak.

Dilakukan juga pemeriksaan ultrasonografi dan komposisi hormon hydroxyprogesterone, untuk mengecek kemungkinan tumbuhnya tumor di rahim. Pada mereka yang mengalami tumor, komposisi plasma FSH hormon stimulasi folikel di dalam kelenjar pituitari menurun jumlahnya dibandingkan dengan komposisi LH (hormon luteinizing).

Hasilnya kemudian dibandingkan dengan kondisi pada orang normal. Baru setelah itu ditentukan apakah yang bersangkutan menderita hirsutisme atau tidak.

Cara mencukur

Cara paling mudah untuk merontokkan bulu liar, walau tidak menyelesaikan persoalan secara permanen, tentu saja dengan mencukurnya. Cara ini yang banyak di pilih wanita untuk membabat bulu di kaki dan ketiak (axillae). Tapi hati-hati lo, kata nenek, kalau bulu dicukur nanti malah menumbuhkan bulu yang lebih kasar.

Benarkah ?

Mencukur bulu tidak membuat bulu yang tumbuh jadi semakin kasar. Yang benar, kulit justru teriritasi, jika terlalu sering mencukur (bulu),” kata Maria.
Cara lain yang agak modern yaitu menggunakan krim peluruh bulu (depilatory). Repotnya, krim itu membuat serabut bulu membesar, karen cystine (asam amino) yang menjembatani antara ikatan-ikatan polypeptile (asam amino), yang berdekatan pada bulu, membelah. Akibatnya, bulu rusak dan kulit teriritasi.

Krim juga tidak dapat digunakan sembarang orang, karena ada orang yang berkulit sensitif. Untuk mengetahuinya, oleskan sedikit krim ke bagian dalam pergelangan tangan anda. Tunggu satu hari, jika tidak ada masalah, berarti krim itu bisa digunakan.

Lilin malam (wax) juga dapat digunakan untuk mencabut bulu. Namun, teknik ini pun tak kurang mengiritasi kulit. Selain itu, cara ini membuat bulu tumbuh lebih cepat dari biasanya. Jadi, teknik ini tidak disarankan untuk mengatasi hirsutisme.

Kalau tidak ada satu pun di antara cara tadi yang dipilih, kehadiran bulu liar juga bisa diakali. Caranya, dengan membuat warna bulu jadi tidak kentara. Untuk itu diperlukan krim bleaching, yang mengandung hidrogen peroksida. Krim ini membuat warna bulu jadi agak samar, sehingga bisa dioles kan di wajah. Kelemahannya, ada kemungkinan cara ini membuat kulit teriritasi.

Ada obatnya

Merontokkan bulu yang tidak dikehendaki secara medis mungkin lebih tepat. Diantaranya dengan menggunakan gelombang elektrolisis. Teknik ini terutama digunakan jika bulu yang tumbuh bertekstur panjang dan jarang. Dengan cara ini folikel bulu bisa dihancurkan.

Caranya, sebuah jarum perlahan-lahan dimasukkan ke dalam folikel bulu. Gelombang arus listrik galvanik rendah dialirkan utnuk membatikan akar bulu. Meskipun berhasil mencegah bulu tumbuh kembali, teknik ini makan waktu penanganan cukup lama dan biaya mahal. Jika operator kurang berpengalaman, jarumnya bisa meninggalkan luka kecil di kulit.

Sinar laser juga bisa digunakan untuk mengatasi hirsutisme. Sinar ini akan merontokkan bulu, dan mencegahnya tumbuh kembali. Kendalanya serupa dengan tindakan gelombang elektrolisi, mahal serta membuat kulit memerah, pucat atau gelap, dan teriritasi.

Bagamanapun, masih ada harapan bagi penderita hirsutisme khususnya idiopatik. Untuk mereka dapat digunakan obat antiandrogen cyproterone acetate oral yang dipakai untuk menyembuhkan pria hiperseks. Namun obat ini harus dikombinasikan dengan hormon estrogen.
Obat yang mengandung cyproterone acetate dan yang mengandung ethinyl oestradiol diminum secara bergantian atau paralel. Pemakaian obat antiandrogen ini baru terasa hasilnya setelah dikonsumsi rutin selama 3-6 bulan. Meski hasilnya secara fisik tidak langsung kelihatan, obat ini memberikan kelegaan psikologis bagi penderita hirsutisme.

Jadi, untuk mengusir bulu-bulu tak bertuan memang banyak cara yang bisa dipakai. Hanya saja, manusia tetap tidak bisa menolak pemberian apa pun dari Yang Maha Kuasa.

Sumber :Intisari

Thursday, July 14, 2011

MAKANAN BERKHASIATMEMBANGKITKAN GAIRAH PRIA




Sudah sering kita diingatkan, dan juga paham betul, kalau tiap hari mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang mengandung berbagai vitamin dan mineral dapat menjaga kesehatan. Namun, banyak orang yang tak perduli, antara lain karena tekanan dan kesibukan hidup di zaman modern. Mereka tinggal meluncur ke pasar swalayan atau membuka kulkas, untuk membeli atau mengambil makanan olahan ataupun makanan kalengan. Praktis, seperti itu barangkali yang dilakukan hampir setiap hari oleh kalangan tertentu.

Namun, tahukan anda kalau makanan olahan ataupun makanan cepat saji yang mengandung lemak jenuh berkaitan dengan menurun atau hilangnya libido alias gairah seksual? Kalau tidak ingin libido anda makin ngedrop, cara paling sederhana ya hindari saja mengonsumsi makanan serupa itu. Lalu beralih ke bahan makanan segar yang bisa menjaga kesehatan dan membuat libido yang sempat loyo kembali ngejos.

Para ilmuwan telah melakukan penelitian terhadap sekelompok makanan yang bisa berfungsi melawan depresi, dan berdampak positif terhadap libido. Berada pada urutan teratas yaitu pisang (mengandung potassium- yang juga baik untuk jantung), buah ceri, ketimun, asparagus, seledri, dan plum. Cokelat juga baik untuk kesehatan, terutama bagi penderita penyakit jantung. tapi, cokelat juga mengandung phenylalanine suatu asam amino yang memperkuat endorphin tubuh dan bersifat antidepresan alami serta dapat memompa libido sehingga hasrat seksual ngebul lagi.

Makanan lain yang punya reputasi bermanfaat untuk dikonsumsi dalam kaitannya dengan urusan ranjang ini sering lebih banyak tergantung pada mitos dankepercayaan daripada hasil penelitian. Namun, ada dua zat gizi yang mungkin bisa menjelaskan kepercayaan bahwa sejumlah makanan itu dapat membangkitkan libido kaum lelaki.

Mineral seng dan vitamin B6 berperan penting dalam pembentukan hormone laki-laki, testosterone. Hormone testosterone membantu pria membangun ereksi dan ejakulasi. Tiram (oyster), yang barangkali makanan pilihan paling dikenal di kalangan kaum lelaki, kaya akan mineral seng (Zn). Ketidak suburan dan hilangnya gairah seksual bisa terjadi akibat kekurangan mineral Zn ini.

Dalam jumlah yang cukup vitamin B6 terdapat dalam avocado dan asparagus, dua bahan makanan lain yang juga punya reputasi sebagai meningkatkan gairah seksual. Bahan makanan sumber mineral seng yaitu beras merah, keju, dan kalkun.

Contoh menu makanan untuk mendongkrak libido bisa seperti ini :
  • Makanan pembuka : tiran (seng), asparagus (B6), atau avokad (B6)
  • Hidangan utama : kalkun (seng) atau ayam (B6) dengan kentang (B6) atau dengan beras merah (seng) dan miju (seng)
  • Buah : strawberi atau nanas (keduanya mengandung B6)

Tunggu apa lagi, segeralah konsumsi makanan itu. Sambil jangan lupa melakukan olah raga secara teratur supaya kehidupan seksual anda menjadi lebih baik. Latihan olahraga membuat jantung anda akan memompa darah ke seluruh tubuh (sehingga mengaktifkan kembali berbagai hormone) dan pada gilirannya meningkatkan aliran darah kea lat vital.

Sumber : Intisari

JAHE DAN TEH ATASI KANKER




Ibarat pencuri di malam hari, itulah kanker. Tak pernah ada yang tahu benar apa penyebab pastinya. Terapi terhadap penyakit kanker pun terus berkembang. Dari terapi ‘sederhana’ yang menimbulkan gangguan hingga yang terkini dengan imunoterapi yang bisa meminimalkan keluhan penderita selama menjalani terapi.

Salah satu penemuan terbaru yang patut dicatat yaitu manfaat sari jahe dan teh hijau untuk mengatasi kanker. Demikian yang disampaikan para ahli dalam sebuah pertemuan bagi kalangan Riset Kanker di Amerika Oktober 2003.

Ann Bode dan Zigang Dong dari University of Minesota meneliti manfaat ekstrak jahe yang dikenal dengan nama gingerol. Zat ini yang bikin jahe terasa pedas. Mereka memberikan zat itu mencit yang telah diinfeksi dengan sel kanker kolon manusia. Mencit yang digunakan pun mencit yang dibudidayakan secara khusus, sehingga lebih mudah terkena kanker.

Lima belas hari kemudian Vode dan Dong mulai mengamati hasilnya. Pada mencit yang menjalani pola makan normal ada 13 ekor mencit yang terkena tumor. Sedangkan pada kelompok mencit yang mendapat suntikan ekstrak jahe- sebelum dan sesudah diinfeksi sel tumor- hanya ditemukan empat ekor mencit yang dihinggapi tumor.

Sayangnya, belum ada informasi apakah mengonsumsi jahe dalam bentuk sederhana juga memberikan manfaat untuk mencegah kanker. Soalnya, bukankah selama ini masyarakat kita sudah sedemikian akrab mengenal jahe – mulai wedang ronde, sekoteng, permen jahe, atau lainnya?

Ada lagi penelitian lain yang dikerjakan sebuah tim di Pusat Kanker Arizona, Tucson. Penelitian dilakukan terhadap 118 perokok berat. Para perokok dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing diminta meminum sedikitnya empat cangkir teh hijau atau teh hitam dalam sehari.

Setelah empat bulan, pada tubuh mereka dilakukan pengukuran bahan kimia yang disebut 8-OhdG. Zat ini dilepaskan tubuh sebagai respons atas kerusakan DNA, yang sering terjadi pada kasus kanker.

Hasilnya ?

Pada mereka yang meminum teh hijau decaffein terjadi penurunan sebanyak 31 % jumlah 8-OhdG. Sedangkan pada yang meminum teh hitam tanda-tanda itu tidak dapat ditemukan.
Namun, hasil penelitian dinilai belum mencukupi. Menurut Bode, “Kami masih akan terus mempelajari manfaat rempah itu untuk mengatasi berbagai macam tumor. Bahkan sampai akhirnya kami dapat menyingkap rahasia tentang zat antikanker utama bagi manusia.”

Tak kalah penting, menurut para ahli dalam pertemuan itu, mencari jalan yang lebih mudah untuk menurunkan resiko terkena kanker.

Seperti kata Dr. Raymond Dubois dari Vanderbilt Univesity di Nashville, yang memimpin pertemuan itu, “Selain terus melakukan penelitian untuk pengobatan danpencegahan, perlu juga dilakukan kampanye untuk menyosialisasikan upaya pencegahan kanker dengan cara yang mudah.

Raymond Dubois berharap, kampanye dapat membuat seluruh warga masyarakat dunia lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka. Diantaranya, dengan rajin berkonsultasi pada dokter dan menjalankan patokan-patokan standar seperti berhanti merokok, menjaga keseimbangan gizi, dan latihan jasmani.

Merokok, yang selama ini dilakukan jutaan orang dari berbagai belahan dunia, memang menjadi factor pertama (yang dapat dicegah dan dihentikan) penyebab kanker. Sedangkan factor kurang gizi banyak menjadi masalah di Negara berkembang.

Sumber : Intisari

KEKERASAN PSIKOLOGIS KELUARGA



Mengumbar Emosi Melukai Jiwa

Kekerasan psikologis terhadap pasangan sering kita lakukan tanpa sadar. Pasangan jadi hidup tanpa daya. Padahal, yang begini bisa dihindari. Tak jarang, akar kekerasan macam ini ada jauh di masa silam.

Iskandar (bukan nama sebenarnya) duduk gelisah dalam rapat di kantor sore itu. Tiba-tiba ponselnya bordering. Cepat-cepat ia jawab, “Halo, aku sedang rapat… dengan bagian marketing … ya, sebentar lagi.” Rapat berlanjut, tapi Iskandar tampak kurang concent. Setengah jam berlalu, HPnya “menyalak” lagi, “Belum, belum selesai … ada masalah dengan penjualan di Kota Medan …”

Pukul 19.00, rapat menjelang berakhir. Mata pria berusia 38 tahun itu mematuk –matuk arlojinya. Tiba-tiba HPnya menggeram lagi. “Aku masih di kantor… ya, nanti langsung pulang deh…” Setengah jam kemudian, rapat benar-benar ditutup. Ia takut ditebengi Rina yang searah dengan rumahnya.

Para peserta rapat bertukar pandang, saling senyum. Bisa mereka bayangkan, entah berapa ratus kata akan disiramkan istri Iskandar kepada suaminya. Betapa tersiksa hidup Iskandar, tak boleh pulang telat, tak boleh semobil dengan wanita lain, tak boleh membuka rute baru selain rumah –kantor –rumah.

Apa yang terjadi pada Irma (bukan nama sebenarnya) 36 tahun, istri Iskandar? Ia terus-menerus memonitor keberadaan suaminya. Sehari bisa lebih dari 20 kali ia “meneror” sarjana teknik itu. Padahal, Irma sendiri diam-diam, tanpa sepengetahuan suaminya, membelanjakan uang bulanan yang diberikan Iskandar dengan tak semena-mena, terutama untuk membantu sanak keluarganya. Iskandar pun tak berkutik.

Lebih parah lagi, Irma berlaku bak detektif. Ia memeriksa tubuh suaminya sepulang kantor. Bajunya dibaui, adakah aroma parfum wanita selain miliknya. Bahkan, selalu diikuti diam-diam kemana pun sang suami pergi, dan “titip mata” kepada siapa saja Iskandar pergi.

Irma tak sendirian. Diah (bukan nama sebenarnya) 32 tahun, manajer cabang sebuah bank tersohor, tak jarang memamerkan gaji danposisinya di kantor kepada Surya (nama rekaan) 37 tahun, suaminya. Tentulah Surya, yang sejak lima tahun lalu hanya staf promosi sebuah produk mainan anak-anak, terpukul. Walau bagitu ia diam saja. Apalagi di depan ketiga anak mereka, Diah terang-terangan melecehkan dirinya. Belum lagi dalam acara arisan keluarga dua bulan sekali, Diah menggelar monolog tentang perilaku nasabah dan situasi perbankan saat ini.

Kicau Diah mendominasi sepanjang arisan. Surya merasa tersisih, dan tersengat ketika tiba-tiba Diah menegok kearahnya, “Surya sih, enggak berani melakukan movement, jadi enggak pernah naik jabatan.” Surya makin terpuruk. Ia merasa, semua yang hadir memandang sinis kepadanya.

Penganiaya Dan Teraniaya

Dalam balada Irma dan Iskandar, serta Diah dan Surya, sesungguhnya Irma dan Diah telah melakukan kekerasan psikologis terhadap suami mereka. Memang tak ada luka fisik, tetapi luka jiwa di hati para suami membekas lama, malah mungkin selamanya.
Tak terjadi hubungan yang berkembang jadi pasangan, masih superior-inferior, masihantara yang tertindas dan menindas, sama sekali tidak harmonis, “ komentar psikolog Dra. Ida Poernomo Sigit Sidi atas kisah kedua pasangan itu.

Dari ruang priaktiknya, Ida mencatat sejumlah kasus yang didasari perilaku yang dianggap bisa saja oleh pelaku, tapi ternyata membuat luka batin menyakitkan pada pasangannya. Kasus Iskandar dan Surya hanyalah sebagian kecil dari derita suami atas ulah istri yang melampaui batas “job desk” nya.

Sebaliknya, derita yang sama banyak pula dirasakan oleh kaum istri. Masih banyak para suami yang memasung kreativitas sang istri, padahal wanita itu memiliki potensi untuk melakukan sesuatu diluar rumah tangganya, bekerja di kantor, misalnya. Alas an klasik yang dijadikan senjata, “Siapa nanti yang mengurus rumah?”

Jika istri sempat mengenyam pendidikan tinggi, keharusan tinggal di rumah saja sudah amat menyiksa. Contohnya, yang dialami Ira, (bukan nama sebenarnya) 27 tahun. Keinginan bekerja sajrana bahasa salah satu perguruan negeri swasta ini ditolah mentah-mentah oleh suaminya, Anto (bukan nama sebenarnya) 31 tahun, karyawan salah satu bank swasta papn tengah. Sebenarnya, Ira berniat emmbantu Anto menopang keuangan keluarga, jika isu PHK besar-besaran jadi mengguncang kantornya terbukti.
Berkali-kali ia mengutarakan niat bekerja. Namun, baru kalimat pertama sudah dipatahkan Anto. Pria kelahiran Purwokerto itu mengumpat, “Jatuh harga diriku, nanti dikira aku tak mampu menafkahi keluarga.”

Ira hanya bisa menangis, ketika Anto mengekangnya lebih keras. Mengira istrinya dihasut orang lain, maka seluruh akses ditutup. Ia tak boleh berhubungan dengan siapapun, termasuk keluarga, tanpa seizinnya.

Penganiayaan secara halus tapi menusuk jiwa, dilakukan juga oleh suami yang malu membawa istrinya ke tengah public. Atau, cara suami memperkenalkan istri ke temannya sedemikian rupa hingga terkesan melecehkan istri sendiri.

Lalu, bagaimana mengatasinya? “Lebih baik masing-masing memosisikan diri pada perannya. (dalam kasus Diah dan Surya) sekecil apa pun gaji suami, itu adalah nafkan utama,” tandasnya. Walau gaji istri berlipat kali, statusnya tetap nafkah pendamping. Jadi, pundi keluarga adalah gabungan dari keduannya. Sementara penggunaannya sebaiknya atas dasar kesepakatan bersama.

Memang, diakui, Diah mampu memanfaatkan emansipasi yang diberikan Surya, hingga dikantor ia berhasil jadi pemimpin. Namun, di rumah ia harus kembali kepada struktur di rumah. “Kebanyakan istri lupa ia bekerja untuk apa, lalu menganggap remeh suami. Padahal, kedudukan kepala keluarga bukan ditentukan oleh besarnya gaji atau tingginya kedudukan, “ kritik psikolog berputra dua ini.

Sementara, pada kisah Ira dan Anto, seharusnya Anto, yang seorang sarjana, mampu berpikir secara luas ke depan, sebagaimana pasangan hidup laiknya. “Tentunya ia menyadari, dengan siapa ia menikah. (Ira adalah contoh) seorang dewasa yang sadar posisisebagi istri, tahu tanggung jawab dunia akherat. Jadi, tak usah dikendalikan begitu ketat, “ tegas Ida. Yang disayangkan, potensi besar Ira layu sebelum berkembang, lantaran suaminya tergolong konserfatif. Sebaiknya, niat Ira dibicarakan dulu, lalu diujicoba.

Kebanyakan wanita merasa ini sudah kodrat. Padahal kodrat wanita adalah mengandung, melahirkan, menyusui. Tak hak istri juga harus diperhatikan dong,” kata Ida dalam nada tinggi. Apalagi belakangan ini marak fenomena yang seolah disahkan masyarakat luas, padahal amat menyakitkan kaum wanita, yakni poligami. Sang istri pun merasa itu bukan siksaan, karena sudah nasib, ya diterima saja. “Secara mental itu tidak sehat. Stelah usianya menjelang senja, barulah ia sadar, ‘hidup saya ini apa dan untuk siapa’ tapi semua sudah terlambat,” sendu bicara Ida.

Akar Masa Lalu

Menurut Ida Poernomo Sigit Sidi, ada hubungan antara kekerasan psikologis dan masa lalu pelaku. Jika dulu bapaknya suka memukuli ibunya maka begitulah juga ia mengajar istrinya. Peristiwa masa lalu itu mengendap kea lam bawah sadar. Karena tak bisa ditahan terus-menerus, maka begitu ada kesempatan, meledaklah keluar. Yang bersangkutan sendiri kaget, kok sampai melakukan hal itu. Untuk mengetahui penyebabnya, si pelaku diajak melakukan perjalanan ke masa lalu, masuk alam unconscious (bawah sadar) nya.

Begitu ketemu penyebabnya, biasanya kaget, karena selam ini ia tak menyadari memiliki hal itu, maka ia pun kesal pada diri sendiri. Itulah akibat jika ada sesuatu yang ia tahu tidak baik, langsung ditekan. Begitu seterusnya. Jika ini tidak diselesaikan, akan muncul kapan pun.

Kalau toh ia sudah menyadari hal itu, tapi tetap melakukannya lagi, maka ia perlu psikolog. Sebab, ia tidak mampu mengendalikan diri sendiri, tidak mampu menata emosinya. Harus dengan bantuan psikoterapi. Untuk menyembuhkannya, ada sejumlah langkah yang harus ia lakukan. Jika istri atau suami bisa mengerti dan bisa diajak kerja sama, maka akan segera dilibatkan.

Ida menunjuk kasus Adi (nama samaran, 27), seorang menejer bidang TI, yang tergolong orang yang susah mengerti atau dimengerti, susah bergaul, sinis terhadap orang lain, sering menyakiti hati lingkungan kantor dan rumah.

Oleh Ida, ia dituntun melakukan perjalanan psikologis cukup panjang membongkar masa lalunya. Akhirnya ketemu, ia pernah dihukum ayahnya pada umur 9 tahun. Kebetulan ayanya masih ada, sehingga Ida menganjurkan agar diselesaikan “Katakan apa perasaanmu, ucapkan terima kasih telah dididik seperti itu hingga sekarang bisa jadi orang,” begitu Ida meminta kepada Adi.

Untunglah, sang ayah masih sempat ditemui, sempat menjelaskan apa maksud dan tujuan hukuman itu. Kalau tidak, si anak akan terus membawa interpretasinya sendiri seumur hidupnya. Ayah dan anak berjalan bersama, tapi ada rongga psikologis yang amat besar diantara mereka.

Begitulah, kekerasan apa pun bentuknya, fisik dan non fisik, adalah produk dari kekerasan juga di masa lalu. Berdialog, membuka komunikasi, menata emodsi saling berempati, saling terbuka saling berbagi rasa adalah kunci pembuka simpul persoalan psikologis diantara suami-istri.

Bukan hanya terhadap pasangan, pelakuan manusiawi dan bermartabat juga diutamakan terhadap anak-anak. Hati-hati, anak-anak bisa membawa luka jiwa sepanjang hidupnya.

HATI-HATI MENJULUKI !

Kekerasan nonfisik juga sering dialami anak-anak. Misalnya, memberi julukan pada anak harus hati-hati, sebab akan member stempel pada dirinya. Julukan si Bolot atau si Doraemon membuat anak akan mengidentifikasikan dirinya dengan karakter itu. Kelambanan bereaksi seperti si Bolot akan menyugesti anak, akhirnya meresap ke dalam konsep dirinya, dan terbawa hingga dewasa.

Ida wanti-wanti, dalam menghukum anak pun perlu disadari, imbangkah hukuman itu dengan kesalahan yang dibuat oleh si anak. Juga, bisakah hukuman itu menjadi “pegangan” buat anak untuk mengerem perbuatan semacam itu lagi. “Hukuman yang tak mendidik, jika anak menjadi pelampiasan marah terhadap suami atau istri atau bahkan atasan,” tegas Ida.

Ida mendapati, trauma psikologis akibat hukuman ini berlangsung hingga si anak berusia 30-40 tahun, bisa membuat mereka rendah diri atau balas dendam. Setelah menjadi orangtua, balas dendam itubisa positif bisa pula negative. Yang positif, misalnya ia tak kan memukul anak karena tak ingin mengulangi kesalah orangtuang. Yang negative, ia bisa jadi overprotective pada anaknya, sehingga si anak tak bisa apa-apa.

Memang, terkadang orangtua ingin menenmkan disiplin tapi tak menyadari bahwa tindakannya itu amat menekan anak. Saat baru saja menonton acara televise kesayangannya, misalnya, ia dipaksa belajar. Ini penyiksaa. “Kenapa tidak kompromi saja, kasih waktu anak menonton setengah jam, sudah itu baru belajar,” saran Ida.
Dalam kasus lain, Ida mendapati orang tua memaksa mengambil jurusan pilihannya, “Mengapa si anak tidak diajak bicara, mempertimbangkan jurusan yang dipilihnya sendiri. Jika ia memilih arsitektur, ajan ia mengobrol dulu dengan omnya yang arsitek. Minta ia ukur kemampuannya sendiri, apakah sanggup mengikuti perkuliahan kelak.

Berunding semacam ini, menurut Ida akan menempatkan anak sebagaiorang yang punya hak atas masa depannya sendiri. Serta membimbing dan mengarahkan karena wawasannya belum luas.

Orang tua zaman dulu, dalam pandangan Ida, mengamati si anak dari jauh, lalu agak otoriter dalam menentukan jurusan si anak demi kebaikan anak itu sendiri. Berbeda dengan orang tua zamansekarang yang terlalu membiarkan, terlalumenuruti, padahal si anak belum waktunya diperlakukan seperti itu. “Akhirnya, si anak tak jadi apa-apa,” sesal Ida.

Sumber: Intisari

Tuesday, July 12, 2011

MENGHAYATI KEHAMILAN





Kehamilan terlalu berharga dilewatkan begitu saja, maka perlu dihayati dengan penuh kesadaran.

Kehamilan itu unik. Tidak sama antara yang satu dengan yang lain, baik itu sukanya maupun dukanya. Maka sebagai sebuah peristiwa luar biasa, kehamilan terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja. Kenapa tidak ada coba menghayati setiap detil dari saat-saat yang berharga ini demi kepentingan diri sendiri maupun si buah hati.

Menurut Reza Gunawan, praktisi penyembuhan holistic, menghayati kehamilan atau conscious pregnancy, adalah cara seorang calon ibu menjalani kehamilannya dengan cara ‘tahu dan sadar’ secara lebih mendalam. Sehingga seorang calon ibu mulai memperhatikan keseimbangan dan keselarasan berbagai aspek dalam kehidupan berbagai perubahan yang dirasakannya.

Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dihayati dengan cara ‘tahu’ dan ‘sadar’ menurut Reza, antara lain :

ASPEK FISIK

Menghayati aspek fisik merupakan suatu upaya calon ibu mencoba untuk ‘tahu’ dan ‘sadar’ secara lebih mendalam kebutuhan tubuhnya saat ini. Kapan ia perlu nutrisi dan nutrisi yang seperti apa, kapan perlu berolah raga, kapan perlu beristirahat dan sebagainya. Juga penghayatan terhadap setiap detil perubahan fisik yang terjadinya, perkembangan janin yang dirasakan lewat gerakan-gerakannya, rasa sakit, ketidaknyamanan dan berbagai hal lainnya.

Guna membantu penghayatan ini, cari informasi sebanyak-banyaknya lewat ahli, buku, maupun teman yang berpengalaman. Namun ada kalanya banjir informasi justru membuat anda bingung. Jika itu terjadi, maka sudah saatnya anda mengandalkan intuisi. Penghayatan anda pada kehamilan ternyata dapat mengasah intuisi anda sebagai seorang calon ibu. Selain itu, proses kehamilan adalah suatu proses yang alamiah. Jadi, biarkan saja tubuh berproses secara alami dengan bimbingan alam serta menyerahkan semuanya pada yang Maha Kuasa.

ASPEK PIKIRAN DAN PERASAAN

Kehamilan terkadang menimbulkan rasa cemas, takut serta berbagai pikiran negative lainnya. Semua ini wajar dan perlu diterima apa adanya. Oleh karena itu coba pahami berbagak pikiran dan perasaan yang datang. Sebab semakin kita berusaha mengubah, mengatur, mengupayakan, mengganti atau menghilangkan pikiran dan perasaan tersebut, maka pikiran dan perasaan tersebut akan semakim ‘awet’ bertahan dalam benak kita.

ASPEK JIWA (consciousness)

Ketika seorang ibu hamil, ia sedang ‘memproduksi’ suatu jiwa baru. Namun sebelum dapat membesarkan ‘sang jiwa baru’ yang akan dilahirkannya, maka sebaiknya ibu ‘berevolusi’ dengan menyempurnakan jiwanya sendiri secara seimbang dan selaras. Misalnya dengan membereskan berbagai trauma dan luka batin yang sebelumnya dialami, sehingga nantinya tidak berpengaruh negative terhadap perkembangan jiwa si kecil.

Dengan menghayati adanya perkembangan dalam jiwanya pada saat hamil, maka diharapkan sang ibu juga dapat berespom dengan baik terhadap semua perubahan yang terjadi dalam kesehariannya. Misalnya perubahan hubungan dengan suami, dengan orang tua dan mertua, juga dengan rekan sekerja dan sebagainya.

<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US JA AR-SA MicrosoftInternetExplorer4

BERLATIH DAN BERLATIH!

Menurut Reza Gunawan, dalam self healing terdapat empat dimensi yang dapat mengasah seorang calon ibu dalam meningkatkan kesadaran atau penghayatan terhadap kehamilannya, yaitu olah napas, olah gerak, sentuhan dan keheningan. Bentuknya bisa apa saja, apakah itu meditasi, berenang, relaksasi, baca puisi dan sebagainya. Namun Reza mencontohkan beberapa hal sederhana dan mudah dilakukan bagi ibu hamil, yaitu :

  • Letakkan telapak kanan diatas kepala dan telapak kiri di dada. Tutup mata dan usahakan melakukannya dengan relaks sambil duduk atau tiduran. Hal ini akan menyeimbangkan antara kesibukan pikiran dan hati.
  • Sering-sering melakukan nature walk, atau berjalan-jalan di alam. Sadari setiap langkah dan nikmati pemandangan alam sekitar.
  • Minum air putih sesering mungkin dengan penuh penghayatan, karena air putih adalah symbol dari alam yang paling murni.
  • Membuat jurnal harian dengan menuangkan penghayatan secara fisik perasaan maupun pikiran.




AYAH, TAK DAPAT DISEPELEKAN

Umumnya para suami lebih berkonsentrasi pada goal, sukses dan kapasitasnya dalam mensuport keluarga secara fisik. Namun ternyata menurut Reza Gunawan, peran ayah untuk ikut menjaga keselaran perasaan dan jiwa di dalam tubuh sang istri sangatlah besar. Reza mengutip kata-kata Bruce Lipton, seorang ilmuwan ahli biologi sel, yang berpendapat bahwa setiap sel memiliki dua modus, yaitu tumbuh atau bertahan. Sel tersebut hanya dapat tumbuh kalau mendapatkan lingkungan yang berbasiskan cinta. Jika si sel atau si calon janin merasa dicintai oleh lingkungannya, terutama ayah dan ibunya, maka ia akan tumbuh dengan maksimal. Namun jika tidak maka ia hanya akan mencoba bertahan hidup.

Selain memberikan perhatian dan kasih sayang pada istri saat hamil, calon ayah dapat membantu sang istri merasa nyaman menjalani kehamilannya. Caranya, dengan memijat ringan atau mengelus sang istri (tanpa ada niat seksual, hanya dengan niat menyayangi), dari ujung kepala hingga kaki. Upaya ini yang dapat meningkatkan rasa bahagia dan relaks si ibu.

BENANG MERAH TAK TERPUTUS

Conscious pregnancy adalah bagian dari rangkaian yang tidak terputus. Dimulai dari kesadaran bahwa hidup adalah suatu perjalanan mencapai suatu penyempurnaan batin dengan keinginan untuk terus-menerus memperbaiki diri. Maka pasangan suami-istri diharapkan saling menyadari perjalan hidup masing-masing setelah menikah. Lalu bersama-sama meneguhkan hati mengenai mengapa mereka berdua memutuskan ingin memiliki anak, anak seperti apa yang ingin mdibesarkan dan harapkan, serta memikirkan secara mendalam fungsi anak dalam kehidupan mereka sebagai keluarga maupun fungsinya di dunia ini.

Setelah itu barulah masuk dalam fase produksi yang juga seharusnya dilakukan dengan penuh kesadaran. Misalnya dalam agama Islam, suami-istri yang mau bersetubuh harus berdoa terlebih dahulu, agar dari hubungan ini menghasilkan anak yang bertubuh sehat atau anak yang bermanfaat. Setelah terjadi kehamilan, mulailah suami-istri masuk fase conscious pregnancy.

Pada tahap akhir kehamilan, saat itu pula calon ibu mulai mempersiapkan diri untuk masuk ke fase conscious birth. Yaitu melakukan penghayatan terhadap proses kelahiran secara sadar. Salah satu cara untuk lebih dapat melakukan penghayatan terhadap proses kelahiran adalah dengan melakukan gentle birth, di antaranya dengan melahirkan di dalam air. Cara yang terakhir ini terbukti dapat mengurangi rasa sakit, sehingga calon ibu dapat menjalani proses menghadirkan seorang jiwa kedunia ini dengan penuh penghayatan dan menyadari bahwa proses melahirkan adalah proses yang alamiah dan suci.

Seusai melahirkan masuklah orang tua muda ini ke tahapan conscious parenting. Di sini sebaiknya anda berdua menyadari bahwa pertumbuhan jiwa si kecil sangat tergantung pada pertumbuhan jiwa orangtuanya. Sehingga diharapkan orang tua harus semakin mengasah kesadarannya dalam berperilaku jika tidak ingin hal ini berpengaruh buruk pada perkembangan jiwa si anak.

Sumber : ayahbunda

PROGRAM BAYI TABUNG



Satu lagi keunggulan Singapura

Ada banyak alas an yang membuat ‘tetangga’ satu ini layak dikunjungi. Surge belanja ala shop-till-you-drop itu saja. Anda bisa menikmati bermacam kuliner Asia yang sedap atau mengagumi sudut-sudut kota dari ketinggian dengan Singpore Flyer selama 37 menit.

Yang jelas, di Kota Merlion ini, anda dan keluarga dapat menikmati setidaknya 20 aktivitas unik yang tidak akan ditemui di mana pun. Misalnya, di Teater Esplanade yang berdiri indah di sisi Singpore river, anda tinggal memilih satu dari puluhan pertunjukkan sedi budaya Asia. Di Suntec City, anda juga dapat menyaksikan air mancur terbesar di dunia dan sedi feng shui yang berpadu dalam desain yang indah atau menjelajahi Mustafa Center Mall yang buka 24 jam. Wah!

Solusi kesehatan

Tidak hanya dikenal sebagai tempat hiburan yang menyenangkan, Singapure juga terkenal karena memiliki banyak akses layanan kesehatan yang unggul. Hal ini dibuktikan dengan kunjungan lebih dari 400.000 pasien ke negeri ini untuk mendapat berbagai layanan medis. Salah satunya adalah In Vitro Fertilization (IVF) atau program bayi tabung.

Program ini member harapan kepada para pasangan muda yang telah lama mendambakan kehadiran buah hati. Pengalaman Eva Mazrieva 35 tahun, dan suaminya Haryo Dewanto dapat menjadi acuan. Pasangan ini telah menunggu selama 5 tahun pernikahan dan kini berbahagia dengan kehadiran bayi kembar tiga sekaligus! “Saya minta satu, dapat tiga sekaligus,” ungkap ibu dari Aditya, Aisya, Artha ini dengan nada bahagia. Bagaimana prosesnya?

Mudah dilakukan dan relative aman.

Awalnya, pasangan ini berkunjung ke Thomson Medical Center (TMC), SALAH SATU RUMAH SAKIT DI Singapore yang memiliki program bayi tabung, untuk mencari tahu tentang program tersebut. Setelah mendapat cukup informasi, mereka memutuskan untuk mengikuti program.

Eva menjalani 8 kali injeksi untuk mematangkan ovum (telur). Setelah dianggap cukup matang, diambil 10 telur untuk dibuahi sperma. Dari 10 embrio, dipilih empat yang terbaik. Sebulan kemudian dilakukan penanaman tiga embrio di rahim Eva, sedangkan satu embrio lain disimpan dalam bentuk beku atau embrio beku. “Kalau ibu Eva ingin mempunyai anak lagi, embrio ini bisa ditanam kembali,” kata Dokter Cheng Li Chang, Direktur Thomson Fertility Center sekaligus dokter yang mengepalai program IVF.
Program ini dapat dilakukan langsung pada bulan berikutnya bila usaha mematangkan telur gagal. Karena itu selain mudah dilakukan dan relative aman, program ini tidak membuat pasien stress. “Biaya terjangkau, kok!” ujar Eva.

Anda dan pasangan telah lama mendambakan hadirnya si buah hati? Terapi IVF bisa jadi pertimbangan. Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi www.singaporemedicine.com

Sumber :Ayah bunda

Sunday, July 10, 2011

MEREK SUSU FORMULA HASIL PENELITIAN MENTERI KESEHATAN




Kemenkes Survei 47 Merek Susu Formula

Daftar nama produk susu yang AMAN DI KONSUMSI periode th 2009 – 2011 klik DISINI

Kementerian Kesehatan bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta Institut Pertanian Bogor (IPB), di Jakarta, Jumat (8/7), mengumumkan hasil penelitian ulang terhadap 47 sampel merek susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan yang beredar di Indonesia pada 2011. Hasil penelitian gabungan itu memastikan, tak ada satu pun susu formula yang tercemar bakteri enterobacter sakazakii.

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih membantah penelitian ulang itu dilakukan untuk menutupi hasil penelitian Sri Estuningsih, dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB pada 2003-2006 lalu yang menyebutkan adanya bakteri sakazakii dalam sejumlah susu formula yang beredar di pasaran.

Ketika didesak wartawan bahwa pemerintah telah mengabaikan putusan Mahkamah Agung (MA), Menkes dengan cepat menukasnya. "Saya bukannya mengabaikan, karena benar-benar tidak punya datanya," kata Endang Rahayu menegaskan.

Pada kesempatan itu, Menkes didampingi Menkominfo Tifatul Sembiring, Kepala BPOM Kustantinah, Rektor IPB Herry Suhardiyanto, dan Direktur Perdata pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejagung Faedhoni Yusuf.

Endang menjelaskan, ketika IPB melakukan penelitian pada 2006, pihak Kemenkes tidak ikut serta dalam penelitian tersebut, karena itu pihaknya tidak punya data hasil penelitian 2003-3006 lalu. "Jadi, kalau orang bikin sesuatu, terus saya disuruh bertanggung jawab, bagaimana jadinya? Kan susah," ujar lulusan Harvard School of Public Health itu.

Sementara itu, Rektor IPB Herry Suhardiyanto, pada kesempatan yang sama, mengatakan, dirinya tidak akan membuka hasil penelitian tahun 2006 tersebut karena akan mengancam dunia ilmu pengetahuan dan sangat bertentangan dengan nurani, etika akademis, dan keadilan.
Dijelaskan, penelitian tahun 2006 tidak mengambil semua sampel yang ada di pasaran, selain juga tidak bertujuan secara spesifik untuk meneliti susu formula bayi. "Kan tidak semua sampel diambil. Tujuannya hanya untuk berburu bakteri," ujar Herry.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara rutin menguji dan meneliti sampel beberapa produk susu formula yang beredar di pasaran.
Pada 2009, misalnya, BPOM mengambil sebanyak 11 sampel susu formula dan pada 2010 mengambil sebanyak 99 sampel. Tahun 2011, hingga Februari ini, BPOM mengambil sebanyak 18 sampel.

Menurut Kepala BPOM Kustantinah, hasil pengujian terhadap sampel sejumlah produk tersebut menunjukkan tidak ditemukan adanya cemaran Enterobacter sakazakii. Pengumuman BPOM ini juga sekaligus membantah kabar yang sempat beredar bahwa beberapa merek susu mengandung Enterobacter sakazakii.
Berikut merek susu formula yang telah diuji terhadap parameter E.Sakazakii oleh BPOM. Mayoritas yang diteliti adalah susu untuk bayi 0-1 tahun. Tetapi bukan berarti susu yang tidak tercantum dalam daftar ini tidak aman untuk dikonsumsi.

Mereka yang beresiko terhadap infeksi bakteri E.Sakazakii di antaranya adalah bayi dengan sistem imun rendah seperti bayi neonatal (usia 7-28 hari) dan bayi yang lahir prematur.


*Dari berbagai sumber