Tuesday, March 1, 2011

TIP




CARA ALAMI PEROLEH COLLAGEN DAN VITAMIN C

Untuk awet muda, collagen dan vitamin C sangat berperan besar. Tahukah seberapa penting collagen untuk kulit dan bagaimana cara kerjanya? Bagaimana pula dengan vitamin C? Jangan lewatkan!

Awet muda ditentukanoleh terjadinya proses regenerasi pada jaringan kulit. Senyawa yang paling berjasa membantu jaringan kulit beregenerasi adalah collagen. Jadi, terbayang betapa pentingnya collagen untuk menjaga awet muda. Collagen juga membantu mempertahankan kekuatan dan elastisitas kulit yang mengendur akibat pertambahan usia.


Untuk memberi asupan collagen yang tepat bagi kulit, menurut dr Juliana Yu, adalah disertai dengan asupan vitamin C. karena vitamin ini membantu proses regenari Collagen lebih optimal. Selain itu collagen sebaiknya diperoleh dariserat makanan yang kita konsumsi, bukan disuntikkan.

Semakin banyak menkonsumsi makanan berlemak, semakin rendah tingkat hidrasi kulit. Dan semakin sedikit mengosumsi sayur dan buah, semakin tinggi tingkat hidrasi kulit. Karena itu mulailah dari sekarang mengkonsumsi collagen dari bahan alamiah, seperti tulang muda ayam dan tulang sapi muda. Jangan lupa mengonsumsi buah-buahan atau sayuran yang mengandung vitamin C,E,A dan B yang dapat membantu pembentukan collagen.

Vitamin C sebagai antioksidan menangkal radikal bebas yang bisa merusak senyawa collagen, juga untuk regenerasi collagen. Vitamin E membantu kinerja vitamin C. Dan vitamin A untuk mempertahankan dan memperbaiki jaringan kulit. Jangan lupa mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B karena berguna utnuk mempertahankan kelembapan kulit.

Menurut dr Juliana Yu, tubuh kita membutuhkan 0,8 gram collagen per kilogram berat tubuh kita. Karena itu mulailah menghitung berapa banyak asupan makanan, sayuran dan buah guna menunjang pembentukan collagen dalam tubuh kita setiap harinya.

Sumber: Kartini

KANKER SERVIKS









KANKER SERVIKS DI INDONESIA SANGAT TINGGI

DITEMUKAN 15 RIBU KASUS BARU TIAP TAHUN



Penghidap kanker seviks (leher rahim) di Indonesia cukup tinggi. Setiap tahun ditemukan 15 ribu kasus baru, dan 8 ribu diantaranya berakhir dengan kematian. Penyakit ini sebetulnya dapat diobati dengan baik bila ditemukan sejak dini. Tetapi yang paling penting lindungi diri dengan vaksinasi dan periksakan organ reproduksi setiap tahun sekali.



Kanker serviks terbanyak diderita oleh wanita di Negara berkembang, disusul kanker payudara. Di dunia, terdapat 500 ribu kasus baru kanker leher rahim tiap tahunnya sejumlah itu, sebanyak 250 ribu kasus mengalami kematian.

Menurut dr Sigit Purbadi, Sp OG (K) Onk, ahli kandungan, konsultan onkolagi (Kanker) Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta, di Indonesia sediri diperkirakan terdapat 15 ribu kasus baru kanker serviks tiap tahunnya, 8 ribu diantra berakhir dengan kematian.

Dengan kata lain terdapat saru orang meninggal setiap jam karena kanker serviks. Kondisi initerjadi karena kanker seviks belum bisa ditangani dengan baik lantaran belum adanya program secara nasional mengenai skrining kanker serviks. Jadinya, kasus selalu ditemukan dalam kondisi stadium lanjut sehingga sulit diatasi.



SANGAT DITAKUTI WANITA



Dampaknya yang sangat fatal itulah yang membuat penyakit ini sangat ditakuti wanita. Ny Mignon contohnya, begitu syok ketika dirinya dinyatakan oleh dokter menderita kanker serviks. Ibu tiga anak itu sama sekali tak mengira dirinya akan terserang penyakit mematikan itu. Sebab selam ini ia merasa sudah cukup bersih mengurus badannya.



Menurut wanita keturunan Belanda ini, penyakit ini diketahui secara tiba-tiba. Suatu ketika, ia sedang melakukan perawatan kecantikan di sebuah salon, usai perawatan, perutnya sebelah kanan sakit luar biasa saat akan berdiri. Ia segera periksa dokter pribadinya, dan kemudian dirujuk ke rumah sakit. Dokter internis mendiagnosa Mignon terserang usus buntu. Tetapi setelah dilakukan pemeriksaan ternyata normal.



Ia kemudian dirujuk ke dokter konsultan onkologi kandungan dan dilakukan pemeriksaan. Hasilnya, ia dinyatakan menderita kanker serviks stadium llb. Pengobatan segera dilakukan, yakni operansi pengangkatan rahin dikombinasi dengan kemoterapi. Sudah 6 kali Ny Mignon melakukan kemoterapi, tetapi ia yakin penyakitnya sembuh sehingga memapu menjalani hidup lebih panjang.



DISEBABKAN VIRUS HPV



Sekitar 80% kanker serviks disebabkan infeksi Human Papiloma Virus (HPV). HPV banyak tipenya. Tetapi, dari sekian banyak itu, ada dua tipe yakni tipe 16 dan 18, yang bisa menyebabkan kanker serviks.



Menurut konsultan onkologi kandungan yang sudah cukup lama berpraktek di RS Pusat Pertamina Jakarta ini, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan wanita beresiko tinggi terkena kanker serviks, antara lain:



  • Pertama, wanita yang melakukan senggama pada usia cukup muda, dibawah 17 tahun. Senggama bisa membuat wanita tertular virus HPV. Virus HPV yang sudah masuk ke serviks wanita usia muda, sangat mudah mempengaruhi sifat sel-sel sehingga menjadi ganas.
  • Kedua, wanita yang mempunya banyak anak (multipara). Perlu diketahui, proses kehamilan dan persalinan menyebabkan perubahan-perubahan pada tubuh wanit, misalnya perubahan hormone dan perubahan sel-sel serviks. Perubahan itu bisa sering terjadi, mempermudah sel-sel serviks yang kemasukan virus HPV manjadi ganas.
  • Ketiga, wanita yang mempunyai suami suka “jajan”. Perilaku suami seperti itu berisiko membawa virus dna menularkannya pada istrinya. Karena itu, suami tak bisa ‘cuci tangan’ jika istrinya menderita kanker serviks.
  • Keempat, wanita sering berganti-ganti pasangan. Wanita yang sering berganti-ganti pasangan berisiko tertular virus HPV sehingga berisiko tinggi pula terkena kanker serviks. Wanita perokok, kekurangan vitamin A,C dan E juga berisiko terkena penyakit itu.


PERLU WAKTU 8 – 10 TAHUN



Proses timbulnya kanker serviks memerlukan waktu cukup lama. Sejak infeksi sampai terjadi kanker serviks dibutuhkan waktu rata-rata 8-10 tahun. Walaupun tidak menutup kemungkinan bisa terjadi dalam waktu kurang dari satu tahun.



Umumnya penyakit ini tidak langsung menjadi kanker, tetapi melalui tahapan pra kanker yaitu pra kanker derajat rendah dan prakanker derajat tinggi. Yang berkembang menjadi kanker umumnya melalui tahapan prakanker derajat tinggi yang tidak ditangani dengan baik.



Kanker yang pertama terjadi hanya mengenai epitel permukaan saja yang disebut stadium 0. bila tidak diobati maka akam menembus membrane basal menjadi stadium l. pada stadium l kanker terbatas pada serviks. Kanker dapat menjalar ke vagina menjadi stadium lla, dan akan terus berkembang ke parametrium menjadi stadium llb.



Perkembangan selanjutnya akan meluas sampaidinding panggul menjadi stadium lllb. Bila tidak diobati bisa menjalar ke kandung kemih dan atau ke anus menjadi stadium lVa. Kanker juga dapat menjalar jauh ke hati, paru-paru dan tulang menjadi stadium lVb.



PENDARAHAN SETELAH SENGGAMA



Pada keadaan dini kanker tidak menimbulkan gejala. Umumnya gejala timbul pada kondisi yang lebih lanjut. Gejala dapat berupa antara lain pendarahan setelah senggama, pedarahan diluar waktu haid, adanya keputihan bercampur darah, dan nyeri di panggul.



Namun bukan berarti setiap ada wanita yang mengalami pendarahan setelah senggama atau adanya keputihan bercampur darah, sebagai menderita kanker. Hanya, kanker serviks biasanya ditandai keadaan seperti itu,” jelas dr Sigit Purbadi, SpOG(K) Onk.



DETEKSI DINI/ PENAPISAN



Deteksi dini atau penapisan adalah pemeriksaan untuk mencari penyakit sedini mungkin (pra-kanker) pada populasi wanita sehat sebelum timbulnya gejala. Pemeriksaan ini meliputi tes pap smear, yaitu pemeriksaan sel yang diambil dari lender serviks dengan menggunakan mikroskop. Bila tes pap smear menunjukkan kelainan, maka pemeriksaan dilanjutkan dengan kolposkopi yaitu seperti pemeriksaan mikroskop dengn pembesaran kecil sehingga kelainan serviks akan tampak jelas. Bila pada keadaan ini dijumpai kelain dilanjutkan dengan biopsy (pengambilan contoh jaringan untuk diteliti dengan mikroskop untuk memastikan diagnosa)







Untuk lebih jelasnya, bila ada tanda-tanda ketidakberesan seperti tersebut diatas, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan.



Deteksi kanker serviks yang kini sudah dikenal masyarakat umum dan hasilnya sangat akurat pap smear. Di Negara maju yang telah menjalankan program skrining dengan cara ini, angka kematian karena kanker leher rahim turun drastic.



Sayangnya, di Indonesia program nasional skrining kanker serviks pap smear hingga sekarang belum ada. Hal ini menyangkut soal biaya. Sebab pemeriksaan pap smear agak mahal, tidak semua warga dapat menjangkau biayanya.



PENCEGAHAN



Dengan mengetahui faktor risiko dan penyebab, maka tindakan pencegahan yang efektif adalah pola hidup sehat dengan diet seimbang, berolah raga, tidak merokok, dan setia pada pasangan.

Dengan diketahui penyebabnya virus HPV, saat ini telah tersedia cara pencegahan yang sangat efektif melalui vaksinasi.

Vaksin HPV bisa diberikan pada wanita usia 12 – 55 tahun. Vaksin diberikan 3 kali dalam bentuk suntikan. Setelah suntikan yang pertama, sebulan kemudian diulang, dan suntikan ketiga diberikan pada bulan ke enam.

Sebelum vaksinasi diberikan, harus diyakini bahwa pap smear nya normal. Artinya, wanita itu tidak sedang menderita kanker serviks. Jika diketahui menderita kanker serviks, vaksin tidak boleh diberikan. Bayi yang belum pernah bersenggama tidak perlu di pap smear.

Sebelum vaksinasi perlu berdiskusi dengan dokter bagaimana memilih vaksin yang dapat menimbulkan antibody tinggi dan bertahan lama.







PENGOBATAN



Pengobatan kanker serviks berupa operasi, penyinaran, kemoterapi dan kombinasi.

Pemilihan jenis pengobatan sangat bergantung pada stadium dan kebutuhan fungsi reproduksi.



Pada stadium 0 – la1 yang masih membutuhkan fungsi reproduksi, konisasi (mengambil sebagian serfiks berbentuk segitiga/corner) merupakan tindakan pilihan. Tetapi bila fungsi reproduksi tidak diperlukan maka akan dilakukan histerektomi (pengangkatan rahim).



Pada stadium la2 – lb1 (ukuran tumor <2 cm) yang masih membutuhkan fungsi reproduksi dapat dilakukan trachelektomi radikal (pengangkatan serviks) dengan meninggalkan badan rahim. Pada keadaan tidak membutuhkan fungsi reproduksi, badan rahim diangkat sekaligus. Operasi ini hanya bisa dilakukan oleh spesialis ginekolog konsultan onkologi.



Pada stadium lb2 – lla ada dua pilihan pengobatan yakni operasi histerektomi radikal atau radiasi. Atau yang berkembang saat ini adalah kemoterapi dahulu, kemudaian dilanjugkan dengan operasi histerektomi radikal. Operasi histerektomi radikal adalah pengangkatan rahim beserta 2 -3 cm vagina dan jaringan penunjang di sekitar serviks. Operasi ini diikuti pengangkatan kelenjar getah bening di rongga panggul sebagai lokasi penyebaran serviks. Operasi menjadi pilihan pengobatan primer dan radisi dipakai sebagai cadangan pengobatan bila terjadi kekambuhan.



Pada stadium llb atau lebih, hanya radiasi yang bisa dilakukan. Untuk meningkatkan hasil pengobatan yang diberikan secara bersamaan. Pemberian radiasi lengkap berupa 25 kali radiasi luar dan 2 -3 kali radiasi dalam. Radiasi luar adalah pemberian radiasi dari luar rongga panggul. Sedangkan radiasi dalam diberikan melalui vagina.



Keberhasilan pengobatan tergantung stadiumnya. Bila stadium 0 – la1 keberhasila 100%. Stadium la2 – lb1 keberhasilan 99-85 %. Stadium lb2 – lla keberhasilan 70-60%. llb –lllb keberhasilan 50-15%. Dan lVa keberhasilan 0%.



Dr Sigit Purbadadi, SpOG (K) Onk mengakui, dengan teknik pengobatan seperti sudah cukup banyak pasiennya di RS Pusat Pertamina berhasil disembuhkan sehingga mampu menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik. Hal itu tak lepas dari dukungan peralatan lengkap dan canggih yang dimiliki ramah sakit itu.



Meski demikian, dr Sigit Purbadadi, SpOG(K) Onk mengingatkan bahwa kanker serviks ada kemungkinan kambuh. Karena itu pasien harus rutin control. Tahun pertama periksa kembali setiap 3 bulan, tahun kedua setiap 4 bulan, tahun ketiga setiap 6 bulan, tahun keempat dan kelima setiap 1 tahun. Dengan rajin periksa, maka bila ada kekambuhan segera diketahui dan diatasi.



Sumber : Kartini

MOTIVASI DIRI





MEMOTIVASI DIRI UNTUK BERANI

Ketakutan merupakan bagian dari diri kita. Namun kadang kala rasa takut lebih mendominasi ketimbang sikap beraninya. Biasanya hal ini akibat pengalaman masa lalu, di mana seseorang pernah mengalami trauma yang akhirnya menjadi paranoid. Tanpa sadar sikap ini membuat kita tak bisa melangkah maju dan memperbaiki hidup.

Yang terpenting adalah bagaimana memunculkan sikap berani dalam menghadapi dan menjalani kehidupan. Sebab akan lebih banyak kesulitan ketimbang kesenangan yang akan kita alami. Berani bukan berarti tak memiliki rasa takut. Namun rasa takut itu harus diimplementasikan dengan meninggalkan perbuatan dosa dan melakukan perbuatan yang menuai pahala, yakni rasa takut pada Tuhan yang menciptakan kita.

Berikut ini beberapa tips untuk memotivasi diri agar bisa bangkit dari ketakutan, baik rasa takut dari dalam diri maupun karena faktor lingkungan.

  • Yakinkan rasa takut anda itu suatu kebenaran, yang akhirnya menimbulkan keberanian. Misalnya ketika anda tak beraniberbohong,m karena takut dosa atau menyakiti perasaan orang lain, maka lama kelamaan anda akan berani mengungkapkan kebenaran.
  • Kenali keahlian anda, lalu eksporasi keahlian tersebut dengan begitu secara perlahan anda akan berani bersaing dengan siapa pun, karena memiliki keahlian yang orisinil.
  • Jika anda takut dengan ancaman atau tidak criminal di sekeliling anda, mulailah membekali diri dengan kemampuan bela diri atau lainnya. Hal ini akan sangat bermanfaat jika suatu waktu anda mengalami masalah keamanan.
  • Jangan merasa minder karena memiliki kekurangan. Sebab hal itu akan embuat anda takut bersosialisasi. Tetapi anda berhak instropeksi diri denganrasa optimis, karena dari optimisme inilah akan memunculkan keberanian.
  • Berani melawan rasa takut. Lawan ketakutan anda dengan cara menaksir untung ruginya. Misalnya jika anda ingin mberdagang namun takut ada saingan. Maka mulailah memikirkan keuntungan yang anda dapatkan dari perdagangan itu. Percayalah anda akan lebih termotivasi.
  • Untung melakukan sesuatu lakukan persiapan yang cukup setelah itu yakinkan diri bahwa semua yang akan terjadi pada diri anda, baik terluka, mati dan lain sebagainya bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, karena semuanya sudah digariskan Tuhan pada diri anda. Dengan begitu anda akan lebih berani menghadapi hidup.

Sumber : Kartini

DAMPAK SEKOLAH FULL DAY




DAMPAK SEKOLAH SISITEM FULL DAY TERHADAP SIKAP MENTAL ANAK

Dalam suatu seminar dengan para guru di Denpasar, Bali, Psikiater Prof Dr dr LK Suryani, SpKJ mengatakan, bahwa sisitem belajar-mengajar seharian yagn popular dengan sebutan full day school, dapat mempengaruhi sikap mental sisiwa. Bukannya positif, justru mentalnya dapat berkembang menjadi generasi dan beringas. Asumsi yang berani, namun benarkan bisa sebegitu menakutkan?

Saat ini sekolah dengan sisitem full day atau seharian di sekolah banyak diminati orang tua. Maklum orang tua zaman sekarang sibuk, dan tuntutan pada anak di masa mendatang pun cukup berat. Mau tak mau daripada lebih banyak di rumah, anak pun harus dimasukkan di sekolah yang memiliki sisitem belajar seharian atau full day school (FDS).

Di FDS, sejak pukul 7 pagi anak sudah harus berada di sekolah, dan baru pulang pukul 4 atau 5 sore. Proses dan fasilitas belajar, dari yang formal hingga informal atau ekstra kurikuler tersedia. Di sekolah mereka ditempa agar potensinya tergali, berkembang dan berprestasi.

Namun menurut Prof Dr dr LK Suryani, guru besar di Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Bali, kurikulum di negeri ini sebenarnya sudah cukup berat. Sudah berat, tak sedikit sekolah yang karena ingin disebut berprestasi, ditetapkan berbagai tes tambahan. Anak pun dipaksa belajar giat melebihi takaran yang dimiliki. Suryani mengibaratkan satu cangkir diisi satu ember air, tetap saja kapasitasnya secangkir, kelebihan air akan tumpah sia-sia. Artinya, kemampuan menerimanya tetap saja disesuaikan dengna kemampuan anak. “Karena itu saya tidak setuju dengan les tambahan. Boleh les asal yang diberikan adalah jenis tarian, melukis, drama, atau pelajaran yang menyenangkan seperti vocal group dan lainnya.”

Berbagai les tambahan ini menurut Suryani banyak diadopsi FDS. Karena itu menurutnya, seharian di sekolah untuk belajar dan belajar secara psikologis membunuh kesegaran berpikir sisiwa. “Lama belajar anak tidak boleh lebih dari 5 jam sehari. Selebihnya otak anak harus diistirahatkan dengan olah raga, kesenian atau kegiatan lain. Sekarang, karena keinginan pengelola sekolah menjadi sekolahnya favorit, anak dipaksakan belajar melampaui batas kemampuan berpikirnya. Bisa menyebabkan kejenuhan bahkan kelelahan,” jelas psikiater yang tak setuju sekolah system full day.

Generasi yang dituntut hanya belajar dan belajar ini menurut Suryani, mentalnya tak berkembang baik. Karena disekolah seharian, mereka minim berinteraksi dan bersosialisasi dengan keluarga dan lingkungannya. Karena dipaksa belajar agar memenuhi target orang tua dan sekolah untuk berprestasi, memunculkan kemarahan terpendam anak bahkan sikap aptis. “Tanpa kita sadari bisa lahir generasi beringas yang tidak peduli pada kepentingan umum, lingkungan, apalagi persoalan bangsa,”katanya si Seminar Guru ‘Memahami Perkembangan Mental Anak Didik’ di Denpasar beberapa waktu yang lalu.

Pernyataan Suryani memang controversial. Pertanyaannya, apakah sebegitu manakutkan akibat dari proses belajar ala FDS?

Dra Sukenrini, Kepala Sekolah SMP Cakra Buana yang dikenal menerapkan sistem Full day, menolah asumsi Suryani, terutama di sekolahnya. Menurutnya, memanfaatkan waktu belajar yang cukup panjang tersebut tak melulu untuk mengejar prestasi akademik. “Ada banyak hal yang dipelajari siswa. Tak hanya menekankan sisi akademis, tapi juga menyeimbangkannya dengan memasukkan unsure lain seperti social, emosional, fisik, hingga spiritual di harapkan tetap dapat berjalan seimbang,” tandas kepala sekolah SMP yang terletak di Depok itu.

Begitu pula yang dikatakan Drs Gatot Sulanjono, Kasek SD Al Hikmah, Surabaya. Pola belajar full day yang diterapkan disekolahnya kata Gatot, tidak terbatas pada pelajaran belaka, tetapi juga pada pendidikan. Sehingga meskipun jadwal belajarnya lebih panjang, anak didik tidak bosan. Karena di sekolah anak didik juga diberi waktu untuk berinteraksi dengan sesamanya, memimpin, disiplin, bermain dan tenty saja berperilaku terpuji.

Tapi bagaimana dengan pola di sekolah-sekolah full day lainnya? Bisa saja ada yang semata berorientasi prestasi akademik saja. Orang tualah yang seharusnya cermat memilihkan sekolah bagi buah hatinya.

ASALKAN DIPERSIAPKAN SEJAK DINI

Konsep full day school awalnya berkembang di Negara-negara maju seperti di Jerman, Eropa dan Amerika. Latar belakan berdirinya, karena sekolah di sana lebih banyak liburnya dibandingkan masuknya. Pada musim panas dan musim dingin misalnya, liburnya bisa sampai dua bulan. Karena itulah para sisiwa di Negara-negara tersebut disarankan mendapatkan pelajaran tambahan. Akhirnya umumnya sekolah di sana menerapkan system full day school.

Kondisi itu jelas berbeda dengan di Indonesia yang tak mengenal libur musim dingin atau panas. Meski demikian, karena system tersebut dianggap memiliki banyak kelebihan dan nilai positif, dunia pendidikan kita pun mengadopsinya. Anak-anak diberi ruang dan waktu yang lebih panjang untuk belajar, para orang tua yang sibuk juga terbantu karena bisa menitipkan anaknya di sekolah. Tapi memang diakui juga oleh para pakar, kelemahannya juga banyak. Misalnya, ketika anak merasa jenuh, apalagi jika bermasalah dengan guru, mereka akan stress. Selain itu, jika mengalami kelelahan, yang akan menyulitkannya dalam mengembangkan diri.

Dr Yuniarti, MPsi, pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta berpendapat justru sekolah FDS bisa memberi perlindungan lingkungan bagi anak. “Sekarang orang tua yang bekerja semakin meningkat. Di sisi lain anak-anak membutuhkan perhatian dan bimbingan, anmun FDS ‘kan bisa memnuhi kebutuhan tersebut, “jelasnya.

Namun untuk menentukan sekolah anak, apa pun jenis dan metode belajar sekolahnya. Menurut yufi harus melibatkan anak. Anak-anak diberikan pengertian mengenai alasan pemilihan sekolah. Sebaiknya sejak dini dia sudah harus dipersiapkan ketika hendak dimasukkan ke dalam full day school. Ini penting dilakukan agar dia tidak kaget dan bisa beradaptasi dengan cepat. “Guru pun harus pandai menciptakan suasana belajar yang nyaman, karena anak akan berada disekolah seharian,”ucapnya.

Kalau anak tidak dipersiakan sejak dini menurut Yufi, ia bisa tidak betah dan berat menjalankan aktivitas seharian di sekolah. “Kalau dipasa bisa stress. Makanya perlu persiapan mental dengan cara mengenalkan system tersebut sejak dini, sehingga anak tak kaget dan merasa nyaman,”jelas Yufi.

PERLU SCHOOL SHOPPING

Hal senada juga dikatakan psikolog seior Rose Mini, MPsi. Menurutnya, kalau sisiwa bersda di sekolah seharian penuh nemun hanya mendapat teori pelajaran saja, mungkin bisa berdampak buruk. Sebab, pada masa anak belajar seharusnya dikemas dengan cara bermain. Apalagi bila sekolah menerapkan sisitem full day. Aspek bermain dan berkegiatan dengan cara menyenangkan harus diperhatikan benar.

Di FDS menerapkan begitu. Jangan selalu mengasumsi bahwa sekolah FDS hanya belajar seharian. Umumnya justru menyajikan kegiatan yang mengasah kreatifitas, kerja sama tim dan lain-lain,” jelas psikolog yang disapa Romi ini.

Namun diakuinya tak semua anak bisa cocok dengan system FDS. Karena itu betapa pentingnya sebelum memutuskan di mana anak akan sekolah nanti, orang tua melakukan school shopping. Kenalkan pada anak sekolah yang akan mereka tempati. “Kebanyakan orang tua hanya memikirkan apa yang baik menurut mereka, tapi belum tentu cocok untuk putra-puterinya. Di sekolah para guru memang memberikan perhatian yang besar pada para siswa, namun tetap tidak dapat disamakan dengan perhatian orang tua," tandasnya.

Dengarkan keinginan mereka, saran Romi. Sebab jika sudah terlanjur dimasukkan FDS meski ia terpaksa, akibatnya anak mungkin saja dapat berperilaku sedikit nakal. “Perilaku buruk itu dimaksudkan untuk mendapatkan perhatian orang tua. Misalnya ingin orang tua datang ke sekolah dan mencoba mengatakan kalau mareka tidak ingin berada di sekolah itu.” Untuk anak yang tergolong aktif, mudah berinteraksi dan cukup mandiri, kata Romi, FDS bisa jadi pilihan tepat.

Menurut Romi, jika anak merasa terpaksa dan tidak bahagia belajar di sekolah akan berakibat pada menurunnya motivasi belajar juga mentalnya. “ Jika hal ini terjadi bagaimana akan akan berprestasi sesuai harapan orang tua?”

Selain itu, setelah anak disekolah di FDS bukan berarti menyerahkan ke sekolah begitu saja. Orang tua harus tetap mendidik dan memantau perkembangan mereka. Apa yang diterapkan di sekolah harus dilanjutkan di rumah. Intinya, orang tua jangan melepaskan tanggung jawab.” Harus ada kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua agar kebutuhan anak-anak terpenuhi dan bahagia,” tandasnya.

Namun menurut Romu, anak yang sekolah di FDS belum tentu menjadi lebih mandiri daripada yang sekolah half day. “Penelitian mahasiswa saya untuk anak-anak kelompok bermain, tingkat kemandirian anak di kelompok bermain full day dengan yang half day sama saja, “ ujarnya.

Diluar negeri usia 17 tahun anak sudah bisa berpisah dari orang tua, sehingga kemandiriannya terbentuk sejak dini. Berbeda dengan kultur kita dimana anak selalu deka dengan orang tua hingga mereka berumah tangga. Karenanya orang tua harus memahami apa yang menjadi kebutuhan anak. Sebelum menentukan pilihan. Anak perlu diberi kesempatan untuk melihat sekolah-sekolah yang dapat mereka pilih. “tegasnya sekali lagi.


STANDARD KURIKULUM HARUS TERPENUHI

Lantas bagaimana pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) menyikapinya? Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas, Prof. Suyanto, Ph.D menegaskan, mendukung penerangan FDS di sekolah-sekolah yang dianggap memapu. Namun ia pun mewanti-wanti agar materi pelajaran tambahan pada system FDS disiapkan dengan matang sehingga betul-betul bermanfaat bagi siswa, bukan justru membebani.

Bagi anak yang orang tuanya sibuk, konsep FDS memang cocok. “Daripada anaknya dibimbing oleh pembantu, ‘kan lebih baik di sekolah. Jadi anak bisa berinteraksi dengan grupnya, bisa mengembangkan empati dan kolaborasi dengan teman-temannya,”tambahnya.

Di Amerika konsep FDS rata-rata berkembang karena hampir semua orang tua murid bekerja. Juga sebagai akibat pergeseran peran wanita yang dulunya hanya ibu rumah tangga, tapi kini banyak yang berkarier.

Kata Suyanto, sekolah yang menerapkan sisitem FDS pun harus mempunyai program yang baik. Kurikulumnya harus jelas, sesuai dengan tingkatan pendidikan. Hal ini untuk mencegah terjadinya dampak buruk seperti sikap mental negative. Apalagi anak seharian di sekolah. Sehingga sangat memerlukan kegiatan dan aktivitas yang mengarah pada kreativitas, agar seimbang antara teori dan praktik. Siswa pun tidak jenuh dan apalagi sampai tak suka berlama-lama di sekolah.

Depdiknas sejauh ini tidak mengatur pengembangan kurikulum di sekolah full day, menurutnya juga memang tak perlu yang terpenting standar pendidikan terpenuhi dan benar-benar bisa ditegaskan. “Inilah keunikan dari pendidikan kita. Semuanya dilakukan sebagai upaya meningkatkan mutu. Sekolah boleh melakukan inovasi-inovasi untuk kreativitas anak, namun harus secara bertanggung jawab, dan juga memiliki otonomu yang sebesar-besarnya, sehingga timbul kompetisi satu sama lain,”ucapnya.

Kalau tak bertanggung jawab bahkan sampai membebani bisa saja akan memunculkan masalah.

Sumber: Kartini

BERHEMAT



TIP BERHEMAT

Dengan kenaikan berbagai kebutuhan pokok namun tak berimbang dengan kenaikan pendapatan, kita harus benar-benar berhemat di segala bidang. Untuk kebutuhan makan mungkin sulit penghematannya, tetapi kita bisa memperketatnya dipemakaian air, listrik, telepon, gas dan sebagainya. Caranya :

Hemat listrik

  • Ganti lampu pijar denga LHE (Lampu Hemat Energi). Dapat menghemat enenrgi listrik hingga 50-70% lebih rendah. Gunakan jenis CFL, biasanya ada ditandai “lpw” (lower per watt). Semakin tingg lpw-nya, semakin efisien lampu tersebut. Pilih lampu CFL dengan lpw lebih besar untuk watt yang sama.
  • Jangan menggunakan listrik secara bersamaan. Misalnya saat menyetrika juga menyalakan pompa air. Hal tersebut dapat menyedot listrik lebih besar. Gunakan alat yang berdaya besar secara bergantian.
  • Matikan listrik jangan lewat remote control karena keadaan standby pun tidak tetap mengalirkan listrik. Biasakan mematikan dengan cara mencabut kontaknya.
  • Gunakan timer pada televise untuk menghidari menyala semalaman ketika kita tidur. Gunakan 1 televisi untuk satu keluarga.
  • Matikan penghangat nasi jika nasi sudah tinggal sedikit, karena jumlah nasi banyak maupun sedikit, pemakaian daya listrik tetap sama besar.
  • Pada siang hari jangan penggunakan penerangan berlebihan. Buatlah ruangan bisa menerima sinar matahari langsung.
  • Hindari buka tutup kulkas terlalu sering, karena hal itu menambah tarikan listrik.

Hemat air

  • Hentikan kebiasaan menggunakan kran air terbuka. Misalnya, untuk mencuci piring sebelumnya siapkan air dalam wadah untuk membilas. Akan jauh lebih hemat dibandingkan langsung membilas dari kran.
  • Menggosok gigi, cuci muka atau mencukur jangan membiarkan air kran terus mengucur. Karena dalam 1 menit air dari kran dapat mencapai 9 liter.
  • Akan lebih hemat sepertiga air jika mandi menggunakan shower dengan daya pancur sedang dibandingkan menggunakan gayung.
  • Gunakan kain lap, gayung dan ember air untuk mencuci mobil. Caranya guyur tiap bagian mobil menggunakan gayung, kemudian gunakan spons untuk menggosoknya.
  • Bagi yang menggunakan kloset duduk, taruhlah sebuah batu bata dalam bak penampungan air, dapat mengurangi volume siraman air, tapi daya tekan tetap kuat.
  • Periksa pipa dan kran air secara teratur. Karena tetesan air dari kran yang bocor akan membuang banyak air.
  • Buatlah sumur resapan air. Atau jangan menutup semua lahan dengan beton, sehingga air hujan tak terbuang begitu saja dan dapat terserap kembali ke dalam tanah.
  • Menyiram tanaman lakukan pada malam hari, agar air tak mudah menguap oleh panas. Tanaman memasak air di siang hari.

Sumber: Kartini

Friday, February 25, 2011

NARKOBA DAN ANAK-ANAK




NARKOBA SUDAH MENYASAR KE ANAK-ANAK

Drs Richard Situmorang Apt, Kepala Satgas Prekursor Lakhar BNN

Meski kasus 6 anak yang mengkonsumsi Happy Five di tahun 2008 itu memang tak terduga dan kecelakaan, tapi bukan hal baru bila narkoba akan menyasar anak-anak. Bentuk tablet permen dengan rasa permen sudah dikenal.

Narkoba saat ini adalah musuh bansa yang harus diperangi. Apalagi saat ini bukan hanya orang dewasa yang menjadi target sasrannya, tetapi juga anak-anak.

Bahkan menurut Drs Richard Situmorang, Apt, sedini anak-anak usia 4-6 tahun telah dijadikan target mereka yan secara sengaja ingin merusak generasi bangsa. Caranya dengan memasukkan narkoba ke dalam makanan dan minuman. Apa lagi ada jenis narkoba yang memang berbentuk asli seperti permen atau sejenisnya. Jadi bukan dicampurkan atau ditambahkan dalam bahan makanan.

Baru-baru ini misalnya, di Kalimantan Selatan ditengarai terdapat permen stroberi yang dapat membuat teller orang atau anak yang memakannya. Saat ini masih dilakukan penyelidikan pakah ada kandungan kimia yang bisa membuat teller. Kami merasa prihatin dengan adanya kasus-kasus beredarnya kandungan kimia berbahaya yang ditemukan pada makanan anak-anak. Harus ada kerja sama berbagai pihak untuk memeranginya demi menyelamatkan generasi bangsa.

Jenis-jenis narkoba yang disasarkan pada anak-anak memang belum pasti jenis psikotropika, tetapi ada dugaan kearah sana. Jenis psikotropika tidak menimbulkan efek biusan, seperti pada narkotika, namun lebih mempengaruhi susunan syaraf pusat yang dapat menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku.

Seseorang yang mengkonsumsi meski kadarnya yang sedikit saja bisa menimbulkan efek dari yang paling ringan seperti pusing-pusing, mual-mual, merangsang cepat tidur, hingga dapat menyebabkan ktergantungan bila dikonsumsi secara terus-menerus dan dalam jangka waktu lama. Ketergantungan yang disebabkan jenis psikotropika ini dapat dilihat dari jenis golongannya. Golognan l lebih tinggi tingkat ketergantungannya, semakin rendah golongannya semakin rendah pula tingkat ketergantungannya. Contoh, dalam kandungan sekian milligram untuk jenis psikotropika golognan lll seperti valium, bila orang dewasa yang mengkonsumsi dampaknya dapat tidur enak. Tetapi bila yang mengonsumsi anak-anak tidak sampai 1 miligram saja sudah mempengaruhi perilaku seperti pusing muntah-muntah.

Di Indonesia, psikotropika golongan l dilarang keras peredarannya, golongan ;; dan seterusnya digunakan dalam industri obat-obatan.

Bahan dicampurkan dalam permen atau makanan berlum pasti jenir narkoba. Ada sebuah istilah yang disebut precursor, yakni bahan-bahan yang tidak tergolong narkoba, namun digunakan untuk memproses atau membuat norkoba atau psikotropika. Precursor ini pada umumnya digunakan untuk obat sah / resmi, untuk proses industri dan sebagai besa diperdagangkan secara internasional.

Ada sekitar 23 prekursor yang terdapat dalam jenis pengawasan internasional karena dapat dimanfaatkan untuk membuat obat psikotropika. Contoh precursor alami yang dapat dibuat sendiri adalah minyak atsiri dan batang pohon pakanangi. Inilah sebabnya mengapa ada jenis narkoba yang dibuat sediri dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh dari lingkungan sekitar. Seperti kasus gudang narkoba di Tangerang lalu, adalah precursor.

Hati-hati Beredar Permen "YABA"

Saat ini sudah beredar narkoba jenis baru. Bukan lago methamphetamine yang disuntikkan, dihirup atau diisap, tapi kini berbentuk baru semacam tablet yang bisa diminum.

Tabletnya menurut situs US Drug Enforcement Administration dinama Yaba sesuai asalnya, Thailand. Yaba diproduksi diwilayah segitiga emas peredaran narkoba, Thai - Laous - Myanmar.

Merupakan methampetamine yang dicampur kafein. Bahkan ada yang bilang, Yaba hasil oplosan garam, cairan perbersih rumah, sulingan obat batuk, dan lithium baterei kamera. Yaba ini cukup populer di Asia Tenggara dan Asia Timur. Di Singapura. koko sudah mulai masuk ke Indonesia meskipun polisi belum menemukannya.

Bentuknya mirip permen 'pop rock' yang kalau diemut bisa berdesis dan meledak-ledak dalam mulut. Ada berbagai variasi rasa yang biasanya disukai anak-anak, seperti aroma stroberi,m coklat, kacang, kola, chery, anggur, dan jeruk. Karena bentuknya tablet, anak-anak pun bisa mengiranya permen. Padahal bila dikonsumsi, dapat menyebabkan anak masuk rumah sakit dan ketagihan.

Seperti juga pil-pil narkoba lain, orang yang meminumnya akan mengalami sensasi. Dia bisa menjadi terlalu gembira, agresif, seperti kesetanan, dan tidak merasa capek. Besarnya pil itu kira-kira seujung penghapus pensil. Pada salah satu sisinya terdapat logo bertuliskan R atau W.

Jadi para orang tua, berhati-hati dengan memulai menjelaskan pada anak mengenai narkoba, ciri-cirinya dan berbagai kemungkinan jalan masuk. bila melihatnya, waspadalah.

Sumber: kartini

MENDONORKAN ASI







Boleh, tapi Wajib Disikapi dengan Hati-hati



Bicara donor, bukan hanya berkaitan dengan darah atau organ tubuh, ASI pun bisa dicari donornya. Memang, ASI merupakan makanan bayi yang bergizi tinggi. Itulah yang melatarbelakangi munculnya donor ASI. Masalahnya, bagaimana risiko kesehatan bagi penerima ASI donor? Juga bagaimana ditinjau dari sisi agama? Inilah pendapat para ahli.



Donor ASI, rasanya asing di telinga kita. Tetapi itu sebuah kenyataan. Kini banyak pihak meawarkan donor ASI. Lihat saja di milis, asiforbaby, ada seorang ibu yang memiliki bayi usia 3 bulan meawarkan donor ASI. “Apa ada yang tahu tempat/instansi yang mau menerima sumbangan ASI? Karena saati ASI saya melimpah. Karena itu setiap malam saya selalu memompa ASI. Sekarang saya mempunyai stok ASI 25 botol @180 ml. jadi kalau ada yang membutuhkan, silahkan kotak saya di….”





Di milis itu juga, seorang ibu bekerja yang menamakan dirinya Mamabumi bercerita kalau setiap hari memerah ASI-nya untuk diberikan pada bayi mungilnya selama ia dikantor. Karena produksi ASI nya sangat banyak, ASI perahannya pun berlebih sampai freezer dibagian atas dan bawah penuh dengan kantong-kantong ASI perahan. Ia bingung mau diapakan ASI-nya. Sekalipun ia tahu bisa disimpan lama. Tetap saja khawatir berlebihan untuk bayinya. “Pas nongkrong di asiforbaby, ada Momtedee yang akan perbi keluar kota tapi tidak punya stok ASI. Saya donorkan 15 botol +140 ml. duh, senangnya bisa berbagi…” kata Mamabumi.



Ibu lain, sebut saja Christina, di milis itu juga sempat curhat tentang ASI-nya yang tidak terlalu banyak. Membaca cerita Mamabumi, ia pun memesan ASI donor untuk bayinya. “Ya Sutraa, Insyaallah minggu depan 10 botol, “balas Mamabumi dengan bahasa khas obrolan milis. Setelah itu Mamabumi menambahkan frekuensi pompaan ASI-nya selam dikantor dari semua 2 kali menjadi 3 kali. “Biar stoknya tetap bisa bawa pulang + 600 ml. kan Kiera (bayi Mambumi-Red) baru 5 bulan usianya. Targetnya Kiera full ASI sampai usia 1 tahun kata Mamabumi optimis.



Didasari Kesadaran Keunggulan ASI



Mia Sutanto, SH, LLM, konselor laktasi yang juga ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) mengatakan, di Indonesia saat ini memang ada donor ASI. Menurut sepengetahuannya, di Jakarta telah ada peminat untuk menjadi donor ASI. Namun jumlahnya masih terbatas. Hal itu terkait dengan minimnya kesadaran masyarakat tentang keunggulan ASI. “Mereka yang sadar dan memahami betul manfaat ASI itulah yang terpanggil menjadi donor, atau memerlukan ASI donor.” Jelas Mia Sutanto.



Mia menengarai adanya animo donor ASI terutama lewat milis asiforbaby yang dikelola AIMI, dimana ibu yang merasa produksi ASI-nya berlebihan kebingungan sampai harus menawarkan kelebihan ASI-nya. Begitu juga ibu yang merasa produksi ASI-nya berlebihan kebingungan sampai harus menawarkan kelebihan ASI-nya. Begitu juga ibu yang merasa produksi ASI-nya sedikit atau bayinya “rakus” kekurangan air susu .” Dari animo itu kami merasa perlu memfasilitasi media bagi pendonor dan yang membutuhkan ,” jelas Mia.



AIMI ditegaskan Mia, bertindak hanya sebagai perantara namun untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ditetapkan syarat bagi ibu pendonor dan peminta ASI donor. Untik ibu pendonor diantaranya: membuat surat pernyataan di atas kertas bermaterei yang isinya adalah bahwa ibu pendonor sehat atau tidak mengidap penyakit berat maupun keturunan, surat persetujuan dari suami, memberikan keterangan mengenai bayi yang juga sedang disusui seperti usia dan jenis kelamin bayi.



Sedangkan bagi ibu peminta donor juga diisyaratkan membuat surat pernyataan bersedia menerima risikonya. “Kalau diluar negeri pendonor akan diskrining kesehatannya, tapi kami tidak mensyaratkan demikian mengingat skrining kesehatan itu mahal. Jadi melalui surat pernyataan saja, dan mau menanggung risikonya, “tegas wanita yang baru melahirkan anak kedua ini.



Setelah ada pendonor dan peminat yang akan mengaturnya. “Intinya kami hanya sebagai perantara saja. Bahkan ada juga yang menghubungi langsung setelah ada kejelasan di milis.” Tak masalah memang. Hanya saja, kata mia, sebaiknya peminta donor memrhatikan hal-hal yang penting. Misalnya, harus bisa memastikan usia bayi dari si pendonor mendekati usia bayinya. Hal itu diperlukan mengingat komposisi ASI berubah disesuaikan dengan kebutuhan usia dan perkembangan bayi. Kesamaan jenis kelamin juga harus diperhatikan. “Yang jelas, ASI dari donor ini alternatif yang lebih baik daripada memilih susu formula. Sayangnya, disini belum bisa dikembangkan lebih jauh karena keterbatasan sarana dan prasarana.



Harus Terjamin Keamanannya.



Sementara itu dr Utami Roeslu, SpA, Ketua Sentra Laktasi Indonesia menyambut donor ASI. Hal itu disebabkan ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. ASI merupakan karunia Tuhan yang luar biasa kepada kaum ibu untuk memenuhi kebutuhan bayi dalam masa pertumbuhan serta perkembangan di kemudian hari.



ASI diciptakan dengan komposisi menakjubkan. Perbandingan kandungan protein, karbohidrat, lemak, zat gula, dan vitamin benar-benar proporsional untuk pertumbuhan bayi yang ideal. Di dalam ASI terkandung zat penangkal penyakit yang disebut immunoglobulin. Zat itu tak akan dapat ditemukan dalam produk susu formula merek apapun. Sehingga bayi yang diberi ASI jarang mendapat serangan penyakit, misalnya demam, asma, diare, dan lain-lain. “Melihat begitu unggulnya ASI maka penting sekali bagi bayi untuk mendapatkan ASI,” jelas dr Utami.



ASI harus diberikan secara ekslusif selama 6 bulan pertama kehidupan seorang bayi. Setelah bayi berusia 6 bulan perlu mulai deberikan makanan tambahan pendamping ASI yang berkualits dan pemberian ASI diteruskan hingga bayi berusia 2 tahun atau lebih.



Menyinggung tentang donor ASI, hal itu sebetulnya sudah cukup lama popular di Barat. Di Negara-nergara maju masalah donor ASI dikelola melalui Bank ASI. Jadi bila sorang ibu memiliki masalah dengan produksi ASI ada alternatif lain tetapi masih dalam bentuk ASI, bukan susu formula.



Bank ASI di Barat dikelola dengan baik. Setiap calon donor sebelumnya dilakukan skrining kesehatan cukup ketat terhadap kemungkinan adanya virus berbahaya, misalnya HIV/AIDS, dalam tubuhnya. Jika ternyata diketahui membawa bibit penyakit, mereka akan ditolah. Namun jika dinyatakan sehat, diperbolehkan menjadi donor.



Tahapannya tidak sampai disitu saja. Setelah susu diperah, ASI dilakukan pasteurisasi agar bersih dari kuman. Tahapan terakhir ialah dilakukan kultur untuk memastikan ASI terbegas dari kuman. Jika ketiga tahapan itu telah terlewati barulah ASI bisa diberikan kepada peminat.



Bagaimana pengelolaan donor ASI di Indonesia? Itulah, menurut du Utami Roesli yang menjadi persoalan. Biaya pengelolaan seprti diakuinya cukup mahal. “Biaya skrining penyakit HIV/AIDS itu cukup mahal. Maukah pendonor atau peminat membiayai skrining itu?



DALAM PERSPEKTIF AGAMA



Dra Hj Mursyidah Thahir, MA, Anggota komisi Fatwa MUI



Mendapatkan ASI merupakan hak setiap bayi. Hal itu tersirat dalan surat al-Ahqaaf ayat 15, bahwa hak bayi memperoleh ASI sejak dalam kandungan minimal 6 bulan dan maksimal 24 bulan setelah dilahirkan. Karena itu dari perspektif Islam, donor ASI diperbolehkan.

Meski diperbolehkan, tetapi harus memnuhi ketentuan, antara lain: dilakukan dengan musyawarah antara orang tua bayi dengan pendonor sehingga disepakati biayanya. Usia bayi kurang dari 2 tahun, dan demi menjaga kesehatan bayi, bila pendonor hamil, kontrak boleh dibatalkan.

Ketentuan lain, bila bayi telah menerima ASI donor dengan kenyang minimal 5 kali, maka semua keturunan dari pendonor menjadi muhrim bagi bayi itu. Disamping itu, donor tidak boleh dilakukan dengan cara kolektif seperti bank darah. Karena akan menimbulkan kekacauan identitas dan garis keturunan.



Pendeta Belandina, Teolog



Secara eksplisit Alkitab tidak bicara tentang ASI melainkan tentang pendidikan anak yang merupakan tugas utama orang tua. Jika menyusui bisa kita pendang sebagai sebuah proses pendidikan, maka pemberian ASI merupakan mutlak kewajiban orang tua atua ibu kepada anaknya.

Memang dikenal tradisi ibu sesusuan, dimana ada ibu yang memberikan ASI juga pada anak orang lain. Tetapi, hal itu dilakukan dengan alasan yang kuta dan dapat dipertanggung jawabkan secara moral. Misalnya karena ibu sang bayi meninggal, atau ibu mengalami sakit yang tidak memungkinkan menyusui. Jika alasannya pragmatis, misalnya takut payudara jadi jelek, atau karena kesibukan berkarier tak dapat diterima karena jelas melanggar hak anak.

Jika terpaksa harus dilakukan, maka harus ada aturan hukum yang jelas sehingga bayi atau anak tidak menjadi korban. Misalnya tes kesehatan fisik dan mental bagi calon donor. Tetapi sebagai teolog, saya menolak pemberian ASI oleh bukan ibu kandung karena alasan pragmatis.



MEREKA YANG DILARANG DONORKAN ASI



Semua ibu menysui tidak serta merta mendonorkan ASI. Merka yang dilarang mendonorkan ASI ialah yang menderita penyakit HIV/AIDS, hepoatitis C, dan B, TBC, cytomegalovirus, hum T limphotropic virus, perokok, narkoba alkoholik, dan sedang menggunakan obat-obatan tertentu







Menurutnya, sepanjang dikelola seperti di luar negeri, donor ASI di Indonesia tidak menjadi masalah. Namun jika pengelolaannya belum memenuhi standard sebaiknya tidak melakukan donor ASI atau menerima ASI donor. Risikonya sangat besar. Apalagi penyebaran HIV/AIDS baik pada pria dan wanita di Negara kita dewasa ini sudah sangat luas. Tidak tertutup kemungkinan pemberi donor itu merupakan penderita HIV/AIDS. Jika itu sampai terjadi, penerima ASI donor bisa tertular HIV/AIDS.





Menyusui Dengan Benar



Dr Utami juga menegaskan, sorang ibu sebetulnya tak perlu repot-repot mencari ASI donor, sebab semua ibu pada dasarnya mampu memberikan ASI cukup pada bayinya. Menurut pengamatannya, dari 1000 ibu yang mengeluh tak mampu menyusui, sebetulnya hanya satu orang ibu yang benar-benar tak mampu menyusui. Selebihnya, sebetulnya hanya karena ketidaktahuannya tentang menyusui yang benar sehingga produksi ASInya kurang lancar. “ Jika mereka tahu cara menyusui yang baik, hampir semua ibu dapat memberikan ASI dalam jumlah cukup bagi bayinya, “jelas dr Utami.



Itulah sebabnya, dr Utami menyarankan agar ibu menyusui memahami cara menyusui yang benar. Alangkah baiknya jika menyusui sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya, misalnya dengna melakukan perawatan payudara saat hamil. Sebaiknya konsultasikan pada tenaga yang professional, entah itu dokter atau bidan. Adakalanya keadaan payidara tidak normal, misalnya putting kurang menonjol. Keadaan ini akan menyulitkan misalnya putting kurang menonojol. Keadaan ini akan menyulitkan bayi untuk mengisap ASI. Akibatnya produksi ASI akan berkurang. Dengan perawatan dan pemeriksaan selama kehamilan, maka hal itu dapat diperbaiki dengan melakukan latihan-latihan tertentu.



Sehabis melahirkan, bayi sebaiknya segera diperkenalkan untuk menghisap payudara ibu. Refleks atau kepandaian pertama seorang bayi adalah menghispa payudara. Dan ini harus dipenuhi meskipun ASI belum keluar. Isapan bayi sedini mungkin sangat penting artinya bagi peningkatan produksi ASI selanjutnya.



Pemenhuhan pengisapan harus diberikan terus menerus sampai ASI bisa keluar. Setelah ASI keluar segera berikan pada bayi, karena ASI yang pertama kali kaluar ini yang disebut kolostrum. Meskipun jumlahnya mungkin tidak banya tetapi kaya akan gizi dan juga zat antibody.



Tetapi sayang, apakah karena kurang atau salah pengertian banyak ibu baru melahirkan tidak memberikan kolostrumnya pada bayinya. Bahkan di beberapa daerah, air susu pertama (kolostrum) sengaja diperas dengan tangan lalu dibuang. Mereka percaya bahwa kolostrum akan berpengaruh buruk terhadap kesehatan bayi.



Cara menyusui juga harus diperhatikan. Selama menyusui, gendonglah bayi dalam posisi yang tepat. Ketidaktepatan menggendong waktu menyusui akan mengakibatkan bayi salah isap. Bisa-bisa bayi hanya mengisap putingnya saja. Padahal yang benar adalah mulut bayi harus menghisap aerola (daerah hitam sekitar putting payudara) utnuk memperlancar ASI keluar.



Jika ibu memahami cara menyusui yang benar, dimungkinkan produksi ASI melimpah sehingga tidak perlu lagi mencari ASI donor.



Sumber: KARTINI