Sunday, July 17, 2011

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA




MENDULANG SETRUM DI ANTARIKSA

Negara-negara penghasil minya mulai mengalihkan perhatiannya ke energy pengganti. Cepat atau lambat, minyak bumi akan habis terkuras. Salah satu alternative yang dilirik, lagi-lagi energy surya!

Ya, energy matahari kelak bisa menjadi primadona baru. Dua proyek ambisius bisa membuat penelitian soal energy surya melesat jauh: pesawat bertenaga surya dan instalasi surya di ruang angkasa.

Proyek pertama sudah dimulai seiring dengan bergantinya abad. Pesawat yang diberi nama Helios (Dewa Matahari dalam mitologi Yunani) ini berbentuk aneh. Sayapnya merentang sepanjang 75 m. Nyaris tanpa suara, tanpa awak, pesawat ini pada tanggal 13 Agustus 2001 menoreh sejarah penerbangan dengan menembus ketinggian hingga 28,5 kum, menumbangkan rekor sebelumnya atas nama pesawat Lock heed SR-71 setinggi 25 km.


“Helios akan melakukan revolusi di bidang industry satelit,” ujar kepala proyek NASA, John Del Frate. Helios diharapkan segera melintas di laposan stratorfer (pada ketinggian 20 an km).
Lalu, apa sih revolusi yang akan digerakkan oleh si Helios ini?

MALAM BUKAN HALANGAN

Inilah fakta utamanya 14 mesin propeller pada Helios mampu menerbangkan pesawat berbobot 750 kg itu dalam waktu lama dan praktis tanpa batas plus kawasan seluas500 km2 yang bisa menjadi tempat bagi sinyal-sinyal telekomunikasi macam teve, telepon, dan internet. Itu belum seberapa. Soal harga, “Sebuah satelit harganya sekita AS$10 juta,” ujar Del Frate.
Berbeda dengan satelit, pesawat bertenaga surya cukup mudah direparasi dan ditambah modul-modul tertentu sesuai keinginan. Promosi Del Frate, pesawat ini lebih fleksibel dibandingkan dengan balon dan lebih akurat ketimbang pesawat terbang. Bahkan Helios bisa mencium jejak kapal tengker yang digunakan untuk menyelundupkan minyak. Karena tanpa awak, “Dewa Matahari “ ini dikendalikan dari jarak jauh.

Helios juga diprediksi bisa melaporkan kondisi planet Mars. Dengan rekor ketinggiannya, Helios bisa terbang diatas kawasan luas pada ketinggian yang bisa diadu dengan satelit dan memancarkan gambar serta data lebih tajam ke Bumi.

Kunci utama kekuatan Helios adalah 65.000 sel surya yang terintegrasi di dalam rangka pesawat. Sel ini mengubah sinar matahari menjadi listrik. Karena terbang diatas awan, makan mendung atau awan tak menjadi alangan bagi pesawat ini untuk mendapatkan energy. Bagaimana saat malam hari? Apakah pesawat kehilangan energy dan melayang turun ke bumi? O, tidak. Ada sisitem akumulator yang memisahkan air secar elektronis. Pada malam hari, zat tadi digabungkan kembali menjadi bahan bakar. Sekarang sedang dikembangkan sel surya yang ringan dengan kinerja yang bertambah.

“Pesawat bertenaga surya adalah kunci menuju penerbangan pesawat antarplanet, atau misi antarbintang,” kata Lousi Friedman, mantan kepala Jet Propulasion Laboratory NASA dengan yakin. Nantinya, era pesawatkonon akan mengarah ke era pesawat laser. Bukan lagi supersonic. Melihat jeda 50 tahun untuk bermetamorfosis dari pesawat pertama ke pesawat jet supersonic, Friedman optimis selama itu pula pesawat bertenaga surya.

Tak hanya pesawat yang digerakkan sel surya. Ada Solar Sailor, sebuah kapal wisata milik Australia yang memanfaatkan Matahari untuk melajukan kapal melalui pelabuhan Sydney. Bentuknya, lagi-lagi aneh. Sel surya terhampar tidak hanya di haluan, tapi kapal sepanjang 21 m ini memiliki lempengan-lempengan mirip layar yang berisi sel pengumpul sinar matahari.
Jerman tak mau ketinggalan dengan meluncurkan Helio. Jika Helios diatas, Helio cukup di bawah saja. Maklum, ini feri terbesar di Jerman yang digerakkan tenaga surya. Sebanyak 52 modul sel surya menjadi sekondan aki kapal sepanjang 20 m itu. Feri dengan emisi nol dan berpenumpang 50 ini bisa ngebut dengan kecepatan 15 km/jam. Wushhh.. tak kalah dengan feri konvensional.

SATU HASIL : LISTRIK !

Lalu, inilah proyek ambisius yang bisa menyingkirkan minyak bumi sebagai sumber energy umat manusia: PLTS alias pembangkit listrik tenaga surya. Apa ambisiusnya?
PLTS itu bukan dibangun di bumi, tapi jauh diatas sana, di luar angkasa. Begitulah, seperti yang tercantum dalam kertas kerja Air and Space Power for the 21st Century, NASA menggagas untuk membangun instalasi tenaga surya komersial yang besar di ruang angkasa. Waktunya, kemungkinan besar pada decade mendatang. Teknisnya, keeping-keping raksasa dengan elemen sel surya yang akan mengubah sinar Matahari menjadi listrik ditempatkan 36.000 km diatas bumi, dan energy yang terkumpul di pancarkan ke bumi melalui pemancar gelombang mikro.
Keeping surya berdiameter 10 km itu mampu menghasikan 10.000 megawatt (MW) listrik pertahunnya, setara dengan delapan instalasi nuklir besar. Menurut NASA, modul-modulnya sendiri sudah bisa dibikin beberapa tahun lagi.

Modul-modul itu kemudian dirangkai di luar angkasa sana. Kedalanya soal biaya. Pengiriman modul menggunakan pesawat ruang angkasa masih terlalu mahal dibandingkan dengan keuntungan yang akan diperoleh.

Toh, ambisi tadi masih bisa dibumikan. Instalasi tenaga surya di California, misalnya, mampu menghasilkan 354 MW listrik setiap tahun dari enam instalasinya. Ini setara dengan pembangkit listrik bertenaga batu bara tingkat menengah. Prinsip PLTS darat ini sederhana saja. Sel suya mengumpulkan panas yang digunakan untuk menguapkan air. Uap lalu disalurkan untuk menggerakkan turbin dan genenrator. Hanya, “perlu dipikirkan lagi segi ekonominya, karena panas dari tenaga surya hanya berfungsi di kawasan-kawasan yang mataharinya terbit secara tetap,” kata Gerd Eisenbeiss dari Pusat Penelitian Juelich.

Masih di California, dikembangkan model berbeda. Sejumlah besar cermin yang disusun membentuk lingkaran mengumpulkan sinar matahri yang ditangkap sebuah menara yang berada di pusat lingkaran. Panas yang dihasilkan bisa mencapai 600 derajat celcius dan cukup untuk menghasilkan uap air yang bisa menggerakkan turbin.

Cara serupa dilakukan Spanyol yang membuat dua instalasi PLTS berdaya 50 MW. Cuma kerjanya berbeda dengan PLTS di California. Disini, cermin-cermin cekung yang tertata diatas lahan seluas 500.000 m2 mengumpulkan panas yang ditangkap dan sinar matahari. Panas ini “ditembakkan” ke pipa yang didalamnya mengalir minyak. Nah, panas dari minyak ini akan mendidihkan air dan keluarlah uap.

Berbeda lagi dengan yang dilakukan sebuah PLTS percontohan di Manzanares (Spanyol). Instalasi milik Jerman dan Spanyol ini memanfaatkan efek tekanan udara akibat perbedaan panas. Prinsipnya mirip efek rumah kaca. Udara yang mengalir akibat perbedaan temperature tadi dialirkan ke sebuah cerobong yang akan menggerakkan sebuah turbin. PLTS percontohan itu bisa menghasilkan 50 KW dengan cerobong setinggi 195 m dan bidang pengumpul berdiameter 240. PLTS sejenis akan dibangun di Afrika dan Arab dalam skala besar dengan daya 100 MW. Dibandingkan dengan cara diatas, model ini lebih baik karena bisa bekerja meski langit mendung.

PLTS Mecklenburg-Vorpommern di timur Jerman justru langsung memanfaatkan sinar matahari dengan mengubahnya menjadi listrik. Ada sekitar 10.000 modul fotovotaik terpasang di sebuah bekas gudang mobil tentara yagn bisa menhasilkan daya 5 MW itu setara dengan kebutuhan listrik 1.250 rumah tangga.

UNTUK PENDINGIN RUANGAN

Revolusi lain adalah sebuah paradox. Mengguankan panas matahari untuk menyejukkan rumah! Semakin cerah matahari, semaki dingin temperature dalam sebuah ruangan. Kejadian seperti itu bisa dialami mereka yang berkantor di Greiburg, barat daya Jerman. Disinilah AC pertama Jerman yang bekekrja berdasarkan sinar Matahari. Udara luar yang lembab dan panas diserap dan dikeringkan dengan unsure silikat-granulat yang mengikat air. Udara ini kemudian “didinginkan “, yang kemudian dihembuskan kedalam luar ruangan. Digunakan silikat-granulat, karena unsure ini mengeluarkan panas bila dilembabkan.

Peran sinar matahari mengeringkan silikat-granulat yang kuyup oleh air, serta mempersiapkan siklus dingin berikutnya. “AC bertenaga surya memiliki potensi ekonomi yang besar,” kata Carsten Hindenburg dari Frauenhofer Institut. Kala musim panas, gedung berkaca besar di Feriburg tentunya membutuhkan energy yang besar untuk mendinginkan ruangan di dalamnya.
Selain mendinginkan, tentunya bisa pula memanaskan ruangan. Ketika musim dingin, peran pemanas sangat vital. Saying, sinar Matahari di musim dingin tak segalak musim panas. Tapi berkat silikat-granulat itu, persoalan bisa diatasi. Di musim panas, silikat-granulat menyerap air yang kemudian disimpan dalam sebuah tanki, sinar matahari yang lemah cukup untuk menguapkan air di tangki hampa udara dalam suhu rendah. Bila uap itu mengenai unsure kering silikat-granulat, panas ini akan dilepaskan dan memanaskan air di alat pemanas Loteng bervolume 12 m3 dan bidang pengumpul sinar matahari berukuran 35 m2 cukup untuk sebuah rumah menengah.

Berbicara soal pengaturan suhu ruangan, Cina sedang mengupayakan cara lain. Sejumlah peneliti di Universitas Tongji, Shanghai, mengembangkan warna yang peka terhadap panas. Rumah-rumah di musim panas akan menjadi sejuk dan di musim dingin akan menjadi hangat. Kuncinya ada pada cat rumah yang mengandung pigmen lakton ungu Kristal.
Pada suhu dibawah 20 derajat celcius pigmen itu akan berwarna gelap dan menyerap sinar matahari, sehingga ruangan menjadi hangat karena temperature bisa naik sampai 4 derajat celcius. Sebaliknya, pada suhu di atas 20 derajat celcius pigmen itu menjadi cerah dan secara otomatis membiaskan sinar matahari. Udara akan menjadi sejuk, karena temperature bisa turun hingga 8 derajat celcius.

Sayangnya, warna ajaib tidaklah awet. Hanya bertahan empat tahun, dan kemudian dinding perlu dicat lagi. Tapi, setidaknya membuktikan bahwa sinar matahari bisa diberdayakan, tidak sekadar sebagai penerang kala siang hari saja.

BAGAIMANA LISTRIK DIHASILKAN

Sebuah sel surya terdiri atas sejumlah lapisan silisium yang terbagi atas dua lapisan. Lapisan atas penuh dengan electron dan lapisan bawah miskin electron. Ketika sinar matahari mengenai lapisan sel, electron di lapisan atas akan berpindah ke bawah, sehingga timbullah muatan postitif dan negative. Dari situ mengalirlah arus listrik.

Sumber : Intisari

Saturday, July 16, 2011

OLAH RAGA DAN KEHAMILAN




YUK! OLAH RAGA

Tidak boleh malas berolah raga saat hamil. Manfaatnya segudang!

Banyak ahli berekomendasikan olahraga selama hamil, karena dapat mengatasi sakit punggung, mencegah konstipasi, membuat tubuh bugar, membantu proses persalinan lebih cepat dan mudah, serta membuat ibu cepat pulih di masa nifas.

Olah raga juga menguntungkan janin. P[eredaran darah ibu yan glancar karena olah raga, membuat janin tumbuh optimal. Jadi, jika dokter menyatakan kehamilan anda normal, sehat dan janin tertanam kuat di rahim, jangan tinggalkan kebiasaan berolahraga. Yang anda perlukan hanya menyesuaikan lahihan dengan kehamilan.

Yang suka dan enjoy
Bagaimana berolahraga untu ibu hamil?
  • Konsultasikan lebih dulu kondisi kehamilan dengan dokter kandungan. Bila tak ada masalah yang menyebabkan anda tidak boleh berolahraga tentu anda dapat melanjutkan niat untuk berolah-raga selama hamil.
  • Ukur tingkat kebugaran anda sendiri : cukup bugar, sedang, atau kurang bugar? Jika tingkat kebugaran anda kurang karena sebelum hamil jarang olahraga, maka mulai denga latihan ringan dulu.
  • Diskusikan dengan dokter tentang olahraga yang tepat untuk anda. Umunya dokter tidak menganjurkan anda memilih jenis olahraga yang belum pernah dilakukan sebelum hamil. Agar enjot melakukannya, tentu penting pula memilih jenis olahraga yang anda sukai.

“LAMPU KUNING” OLAH RAGA

Kondisi kehamilan yang membuat anda harus lebih waspada berolahraga :
  • Pernah beberapa kali keguguran
  • Sebelumnya melahirkan bayi premature, atau saat ini berisiko melahirkan bayi premature
  • Kelainan letak plasenta, missal, plasenta previa
  • Perdarahan
  • Mengalami gangguan persendian di seputar panggul
  • Mengidap gangguan jantung
  • Mengidap tekanan darah tinggi
  • Hamil kembar.

Panduan olah raga

Sebelum olah raga
  • Sudah disetujui dan direkomendasikan oleh dokter kandungan
  • Makan lengkap, misalnya nasi dan lauk-pauk, harus dilakukan 2 jam sebelum olah raga. Makan camilan dan minuman 30 menit sebelumnya
  • Lakukan pemanasan dan peregangan missal, jalan kaki 5-7 menit, lalu lakukan gerakan peregangan sederhana (bisa sambil berdiri atau duduk)

Jalan kaki
Alas an
  • Tak perlu ketrampilan khusus, murah dan dapat dilakukan dimana saja
  • Bisa dilakukan pada usia kehamilan berapa pun
  • Tidak member beban yang berat terhadap tubuh, terutama persendian

Manfaat
  • Mempertahankan kebugaran
  • Menghilangkan stress atau dpresi
  • Memacu jantung, sehingga aliran darah ke seluruh tubuh lebih baik, khususnya aliran darah dari pembuluh darah balik (vena) di kaki.
  • Memperkuat otot-otot, terutama otot tungkai.

Yang dianjurkan
  • Kenakan pakaian yang nyanman dan terbuat dari bahan katun dan sepatu yang sesuai
  • Pilih lokasi yang aman dan nyaman, misalnya sekeliling rumah, lpangan rumput rata, pantai, jogging track atau tempat lain yang lalu lintasnya tidak ramai.

Lamanya
  • 5-10 menit di pagi hari 5-10 menit di sore hari. Secara bertahap, tambah 1-2 menit setiap minggu sampai mencapai 30 menit, termasuk pemanasan dan pendinginan.
  • Lakukan talk test (jalan sambil bicara) untuk mengukur kelelahan. Bila anda terengah-terengah dan tidak bisa berbicara lancar, turunkan intensitas, jalan perlahan, peregangan, baru istirahat. Jangan mendadak.
Selama olahraga
  • Minum secukupnya setiap 15 menit sekali khususnya jika berolahraga di luar ruangan.
  • Jika lelah, kurangi langsung intensitas olahraga.

Setelah olah raga
  • Lakukan pendinginan dan peregangan. Boleh juga dilanjutkan dengan floor exercise atau peregangan sambil duduk atau berbaring.
  • Jangan mekan lengkap selam 2 jasm usai olahraga untuk menghindari gangguan pencernaan. Usai olahraga, tubuh memerlukan waktu untuk mengembalikan darah dari otot-otot besar yang aktif saat berolahraga ke organ-organ tubuh yang berperan dalam pencernaan.

Bersepeda statis
Alas an
  • Selain menyehatkan, kegitan ini menyenangkan, apalgi jika ditemani pasangan atau ibu-ibu lainnya

Manfaat
  • Gerakan otot kaki dan paha mengayuh pedal melancarkan peredaran darah

Yang dianjurkan
  • Pilih sepeda statis dengan tempat duduk dan ketinggian yang nyaman
  • Hindari lutut dan sendi pinggul yang terlalu meregang saat mengayuh
  • Kenakan busana praktis, hindari yang beresiko. Misalnya, rok lebar bisa masuk ke jeruji Sepeda dan menyebabkan anda jatuh.
  • Pilih medan yang rata, tidak menanjakkan atau menurun
  • Lamanya 10-20 menit setiap hari
Tips

Trimester pertama
  • Anda bisa memilih olah raga apapun yang anda sukai, namun sebaiknya hindari jenis olahraga berat yang membutuhkan banyak tenaga dan yang melibatkan banyak kontak fisik.
  • Hati-hati saat melakukan latihan peregangan. Peningkatan hormone ralksin dalam tubuh anda akan membuat persendian anda lebih lentur, sehingga berisiko tinggi menimbulkan cedera.
  • Hindari timbulnya kenaikan suhu tubuh yang terlalu tinggi (overheating), dan kekurangan cairan (dehidrasi) saat berlatih. Karena, bayi anda sedang dalam fase pembentukan organ-organ utama tubuhnya yang sensitive terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam tubuh anda dan juga tubuhnya.

Trimester kedua
  • Saat yang baik untuk ‘melatih’ pikiran ada disamping meneruskan latihan fisik. Hal ini penting agar anda pun siap secara mental untuk menyambut kehadiran si kecil. Misalnya, ikut kelas yoga prenatal.
  • Jika anda ingin bersepeda statis, saat ini merupakan saat yang tepat untuk memulainya.
  • Pakai sepatu olahraga yang sesuai supaya tidak jatuh. Titik pusat gravitasi dalam tubuh anda mulai bergeser seiring dengan pertumbuhan perut anda, sehingga dapat timbul gangguan keseimbangan.
Trimester ketiga
  • Jenis dan porsi latihan sebaiknya disesuaikan kembali sampai batas aman dan anda merasa nyaman
  • Perhatikan gejala adanya dehidrasi, persalinan dini, dan sebagainya. Jika timbul gejala-gejala tersebut hentikan olahraga dan konsultasi segera ke dokter
  • Saat control kehamilan, tanyakan pada dokter apa latihan fisik yang masih boleh anda lakukan sesuai dengan hasil pemeriksaan saat itu.
  • Hindari latihan-latihan yang menimbulkan rasa sakit atau rasa tidak nyaman lainnya, misalnya tidur telentang.
Renang
Alas an
  • Member perasaan segar, nyaman dan ringan berkat ditopangnya speruh berat tubuh oleh air
  • Aman dilakukan sejak kehamilan trimester pertama sampai ketiga
  • Suhu tubuh tetap stabil selama berenang, sehingga gangguan pada janin akibat mengingkatnya suhu tubuh ketika ibu berolahraga tidak terjadi.

Manfaat
  • Gerakan dan teknik bernapassaat renang melatih paru-paru dan jantung, ataf dapat beradaptasi dengan tugasnya yang bertambah berat selama hamil
  • Memperkuat otot-otot, termasuk otot disekitar senbdi panggul diharap membantu memudahkan prosese persalinan kelak

Yang dianjurkan
  • Berenang santai dengan gaya yang biasa anda lakukan jangan membuat gerakan menyentak.
  • Pilih pakaian renang yang nyaman, misalnya tidak terlalu ketat dan menekan perut
  • Suhu air tidak terlalu dingin atau panas
  • Jika lelah, ibu bisa mngapung dan rileks
  • Bila tidak berenang, berjalan-jalan di dalam kolam renang sambil melakukan gerakan senam ringan cukup sehat juga.

Lamanya
  • Jika sebelumnya jarang berenang, mulai dengan 5-10 menit. Secara tambah 1-2 menit setiap minggu, sampi 20-30 menit, jangan lebih lama karena dapat meningkatkan suhu dalam kandungan
  • Lakukan 2-3 kali seminggu.

Sumber :ayahbunda

DIABETES




MAKANLAH NASI SEKALI SAJA!

Ketika menyantap nasi, yang Cuma sekali sehari, sertai nasi tersebut dengan sumber protein dan sayuran dalam porsi sama besar.

Itu nasehat buat mereka yang terlalu banyak mengonsumsi makanan kaya karbohidrat (KH). Dengan cara itu, penolakan insulin bias di hindari. Kemungkinan menderita kegemukan diabetes tipe 2, hipertensi, dan serangan jantung pun bias diperkecil.
Makan nasi tiga kali sehari sudah jadi kebiasaan orang kita. Namun, sadarkah bahwa perkembangan zaman membuat kita mengonsumsi KH dalam jumlah besar dan dengan frekwensi tinggi? Skadar contoh, banyak yang bilang belum makan kalau belum makan nasi. Padahal dia sudah menyantap 1-2 potong roti isi daging, keju, atau pisang coklat.

Bahkan, ada yang doyan ngemil di antara waktu makan nasi tiga kali sehari. Dalam tujuh jam kerja misalnya, seorang karyawan bias mengonsumsi kopi atau teh tiga kali, masing-masing dengan gula sebanyak 3-4 sendok the. Belum lagi makan camilan. Artinya, sepanjang hari mereka melahap berbagai makanan sumber KH.

Tak bias disangkal, industry makanan seperti cake, cookies, permen, dan berbagai jenis soft drink membuat kita dengan mudah mengonsumsi camilan ber KH tinggi itu. Belum lagi produk junk food yang hadir untuk memenuhi kebutuhan orang makan cepat lantaran desakan waktu.

Bila hal itu berlanjut, kita akan ketagihan untuk terus-menerus mengonsumsi KH dalam jumlah besar. Kita pun masuk dalam keadaan yang disebut adiksi KH, yakni suatu ketidak seimbangan fisik yang membuat kita terpasa terus merasa lapar akan makanan sumber KH. Yang termasuk dalam makanan sumber KH diataranya nasi, roti, cake, sereal, eskrim, cokelat, potato chips, kentang, popcorn, danberbagai makanan manis.

Apa bahayanya? Yang pasti, berbagai penyakit bias muncul. Termasuk didalamnya kuartet penyakit mematikan obesitas, diabetes mellitus, hipertensi, dan penyakit jantung.

Celakanya, terapi atau pengobatannya sering memberatkan atau bahkan mustahil dijalankan oleh sebagian penderitanya. Untuk mengontrol tekanan darah tinggi misalnya, selain harus mengonsumsi obat hipertensi, seorang penderita juga mesti menjalani modifikasi gaya hidup berupa diet dan olah raga.

Ia kudu menjalani diet dengan membatasi asupan lemak, kalori, dan garam. Ini yang sering membuat penderit berjuang keras mengubah pola makannya dan frustasi karena tubuh mereka tak henti-hentinya menuntut makan. Akhirnya, ia gagal menjalaninya.
Namun, jangan khawatir. Para dokter dan ilmuwan menemukan bahwa hiperinsulinemi (kelebihan kadar insulin dalam darah) dan resistensi insulin (penolakan tubuh atas aksi homon insulin) bertanggung jawab atas perkembangan penyakit-penyakit itu. American Heart Association pernah menyatakan, kadar insulin yang tinggi telah menjadi penanda adanya risiko serangan jantung.

Dengan adanya pengetahuan baru ini, metode pencegahan dan perbaikan kondisi penderita penyakit obesitas, diabetes mellitus, hipertensi dan penyakit jantung berubah sama sekali. Kini penderita tidak perlu menjalani program diet memberatkan. Pada dasarnya program baru itu bertujuan mengontrol kadar insulin dalam darah. Anda dapat makan sebanyak anda suka karena jumlah kalori yang dikonsumsi tidak berarti berkaitan dengan penambahan bobot badan. Yang penting, apa yang di makan dan bagaimana cara memakannya.

“Jenuh Insulin”

Begini ceritanya. Tubuh kita memiliki keseimbangan hormone untuk mengatur metabolism. Energy dari makanan di dalam tubuh akan diubah menjadi gula darah. Untuk menyimpan gula itu sebagai cadangan energy, hadirlah hormone insulin. Sementara hormone glucagon berperan “memakai” atau membakar gula itu menjadi energy.

Dikala terjadi kelangkaan makanan atau kelaparan berkepanjangan, insulin meningkan perannya. Dalam kondisi itu energy sebisa mungkin dihemat. Hormone inilah yang membuat orang primitive bertahan hidup di zaman yang tidak mudah mendapatkan makanan. Sebaliknya, di zaman serba mudah memperoleh makanan, insulin justru membuat kita terbunuh.

Jika mengonsumsi makanan bersumber KH, kadar insulin darah kita meningkat. Bahkan, peningkatan itu sudah berlangsung sejak melihat, mengecap, atau memikirkan makanan itu. Ini fase pertama gejala resistensi insulin.

Bila kondisi dalam fase pertama berlanjut, sel-sel organ tubuh bakal “jenuh” dengan insulin. Sel-sel terutama di hati dan otot, memblok insulin sehingga insulin dan gula darah yang masuk ke dalam organ itu berkurang. Akibatnya, si insulin menuju ke jaringan lemak. Tabungan lemak kita pun menjadi bertumpuk dan obesitas mulai menampakkan diri. Tahapan ini dinamakan fase kedua resistensi insulin.

Pada fase ini kelainan-kelainan mulai muncul, seperti peningkatan tekanan darah dan kandungan kolesterol darah. Akibatnya pembuluh darah menjadi kaku dan menyempit. Istilah medisnya arterosklerosis. Bila terjadi pada pembuluh darah jantung, pintu masuk penyakit jantung koroner pun terbuka lebar.

Seandainya fase kedua terus berlanjut, sejumlah organ kita mengalami kekurangan gula (hipoglikemi). Organ paling peka terhadap kondisi ini adalah otak. Kalau pasokan gula untuk sel-sel otak tidak cukup, muncullah gejala berupa perubahan mood yang membuat kita irritable, kelelahan, tak mampu berkonsentrasi, depresi, dan sakit kepala.

Untuk mengatasinya tubuh akan semakin keras mencari gula. Kita pun dibuat sedemikian rupa untuk harus mengonsumsi makan sumber KH. Konsumsi KH kita semakin tak terkontrol. Kita pun masuk ke fase ketiga resistensi insulin. Pada fese ini tekanan darah dan proses arterosklerosis semakin meningkat.

Begitu lemak menjadi “jenuh” insulin, kita memasuki fase keempat. Insulin dan gula darah tidak lagi bias disalurkan ke mana-mana. Keduanya terjebak dalam peredaran darah. Maka terjadilah diabetes tipe 2 – diabetes yang didapat setelah dewasa. Saat ini tekanan darah sulit dikontrol dan arterosklerosis memasuki tahap lanjut. Serangan jantung tinggal menunggu waktu.

Insulin menaikkan tekanan darah melalui dua cara :
  • Pertama, mempengaruhi secara langsung system saraf simpatis yang langsung meningkatkan kerja jantung.
  • Kedua, dengan menahan natrium dan air dalam darah sehingga volume darah meningkat, yang akhirnya akan meningkatkan tekanan darah.
  • Ketiga, arterosklerosis membuat pembuluh darah menyempit sehingga tekanan yang dibutuhkan untuk mengalirkan darah lebih tinggi. Jadi, insulin bertanggung jawab terhadap kasus-kasus hipertensi primer.
Karena insulim merupakan pintu menuju sejumlah penyakit tadi, maka insulin pulalah yang menjadi kunsi pemecahannya. Mencegah reisitensi insulin dengan menjalani gaya hidup yang dapat mengontrol kadar insulin perlu dilakukan untuk membebaskan diri dari empat penyakit yang disebut di muka.

Utamakan rendah KH

Hal pertama yang perlu dilakukan untuk menggempur resistensi insulin yaitu membebaskan diri dari adiksi KH. Caranya, mengurangi jumlah Kh dan mengimbangi makanan tinggi KH dengan makanan ber KH rendah dalam komposisi menu makanan.

Dalam sebuah program jantung sehat untuk orang teradiksi Kh, dr. Richard Heller dandr. Rachel Heller menganjurkan agar makanan sumber KH dikonsumsi sekali dalam jadwal makanan kita sehari-hari. Itu pun tidak hanya berisi makanan sumber KH, melainkan diimbangi juga dengan protein dansayuran yagn ber KH rendah dalam porsi yang sama besar.

Gampangnya, bagilah porsi makanan kita dalam tiga bagian yang sama besar, 1/3 bagian makanan sumber KH, 1/3 bagian makanan sumber protein ber KH rendah, dan sisanya sayuran ber KH rendah. Untuk jadwal makanan lainnya dianjurkan mengonsumsi makanan rendah KH. Ngemil boleh saja, asalkan makananya rendah KH.

Bagi orang Indonesia makanan sumber KH yang utama adalah nasi. Makanan sumber protein ber KH rendah meliputi daging (ikan, sapi, ayam dsb). Tempe, tahu, dll. Semua sayuran, di ataranya bayan dan kangkung, juga ber KH rendah. Pada metode diet Heller kita dianjurkan makan nasi hanya satu kali sehari (umum nya kita makan tiga kali sehari), disertai makanan sumber protein dan sayur dengan perbandingan yang sama. Untuk jadwal makan lainnya kita boleh melahap makanan sumber protein dan sayuran sesuka kita, tetapi tanpa nasi.

Perlu diingat, buah merupakan bahan makanan yang mengadung fruktosa sehingga dapat pula menimbulkan peningkatan kadar insulin. Namun, bila buah dimakan sebagai buah utuh, fruktosa masih diimbangi oleh serat yang dikandung buah tersebut.

Lain cerita bila buah tersebut dijus. Pada buah yang dijus seratnya sudah hancur sehingga tidak ada yang mengimbangi kehadiran fruktosa yang bias merangsang peningkatan insulin. Berbagai buah tersebut, seperti apel, pisang, mangga, nenas, jeruk, dll, dianjurkan untuk dikonsumsi saat kita menyantap makanan ber KH tinggi dan tidak dianjurkan dilakukan pada jadwal makan lain.
Makanan sumber KH sebaiknya dihabiskan sekaligus dalam waktu tidak lebih dari satu jam. Jadi, jangan dicicil! Misalnya, kita makan cake satu jam setelah kita makan nasi. Bila hal itu terjadi, maka tubuh kita akan dua kali melepaskan insulin dalam jumlah besar, sehingga kalau keseringan akan menimbulkan resistensi insulin.

Bagaimana dengan lemak? Penenlitian menunjukkan, tidak semua lemak berbahaya bagi tubuh. Lemak yang meningkatkan insulin darah adalah lemak jenuh. Misalnya mentega, margarine, minyak kelapa, santan, dsb. Bahan-bahan tersebut biasanya tersembunyi dalam cookies, crackers, dan French fries. Sebaliknya, lemak tidak jenuh tidak berbahaya bagi insulin. Contohnya, minyak ikan, minyak zaitun, kacang, jagung dll.

Kita juga tidakperlu lagi pusing-pusing menghitung jumlah kalori makanan yang kita konsumsi serta diteror diet rendah lemak dan diet rendah garam. Besarnya kalori yang kita makan tidak menentukan berat tubuh kita.

Salah satu buktinya, Miller dan P Mumford mencatat pada 1967 beberapa orang mengonsumsi 8.000-10.000 kalori per minggu, tingkat konsumsi yang lebih tinggi dari kehilangan bobot badannya. Sebaliknya, ada pula orang yang makan jauh lebih sedikit dari umumnya, tapi bobot tubuhnya bertambah terus. Jadi, tidak penting berapa banyak anda makan, tetapi perhatikan apa yang dimakan dan cara memakannya.

Diet yang benar meletakkan dasar yang kokoh utnuk menjalani program-program berikutnya. Untuk menambah vitalitas, kita bias melakukan olahraga. Yang tak kalah penting, mengelola stress sehari-hari. Kurang aktif secara fisik dan stress bias pula memicu insulin.
Khususnya bagi kaum perempuan perlu juga member perhatian pada berbagai kontrasepsi hormonal. Substansi kontrasepsi tersebut juga dapat merangsang produksi insulin.

Sumber : Intisari

IDEOPATIK DAN GENETIK HIRSUTISME



BULU YANG TUMBUH TAK PANDANG BULU

Barang yang satu ini bisa membanggakan pemiliknya kalau tumbuh lebat di tempat yang tepat. Namun, kalau muncul di tempat tak lazim dan lebat, justru bisa berakibat sebaliknya. Hirsutisme salah satunya.

Siang hari Jakarta dipanggang matahari. Terik yang menyengat tak menghalangi tiga anak-satu perempuan dan dua lelak terus asyik bermain di kolong Jembatan Tiga, Pluit, Jakarta. Sampah dan lumpur kotor yang bertebaran tak mereka hiraukan.

Si anak perempuan tampak dominan memberi perintah ini itu kepada dua temannya. Eni (5), bocah perempuan itu, memang enerjik dan lincah, sebagaimana umumnya anakanak. Namun, ada ciri mencolok yang dapat membedakan dari anak-anak lainnya.


Apa itu?

Seluruh tubuh Eni penuh bulu. Di bagian pipi bulunya tampak panjang dan lebat. Karena kaya bulu itulah dia biasa diolok-olok sebagai “anak monyet”. Menyedihkan.
Menurut ibunya, Sumiati (40), sejak orok sekujur tubuh Eni sudah penuh bulu. Ia pernah membawa putri bungsunya itu ke RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Kata dokter, Eni kelebihan hormon sehingga bulu bocah perempuan itu tumbuh kelewat batas. Untuk mengobatinya, perlu operasi dan terapi khusus. Tapi karena keterbatasan keuangan dan dianggap tidak menganggu (sementara ini), Eni tak jadi diobati.

Idiopatik dan genetik hirsutisme. Ya, Eni mengalami gangguan hirsutisme. Gangguan ini bertingkat-tingkat sampai ada orang yang hampir seluruh tubuhnya ditumbuhi bulu lebat sampai bagian anusnya.

“Ada hirsutisme yang disebabkan oleh faktor idiopatik atau penyebab tidak diketahui secara medis. Namun, penyebab umunya adalah faktor genetik, gangguan adrenalin, sindrom ovarium, dan pengaruh obat-obatan,” jelas dr. Maria B. Djatmiko, SpKK, dari RS Metropolitan Medical Center (MMC), Jakarta.

Hirsutisme karena faktor idiopatik timbul di masa pubertas, dan biasanya diderita seumur hidup. Kalau ditelusuri, dari garis keturunannya pernah ada yang menderita hirsutisme. Sedangkan hirsutisme karena faktor genetik dipengaruhi oleh faktor ras.

Orang Mediterania yang pindah ke Jepang, misalnya, akan dianggap aneh, karena sekujur tubuhnya ditumbuhi bulu lebat, terutama di tangan dan kaki. Sebaliknya, orang Jepang dipandang aneh oleh masyarakat Mediterania, karena tubuh orang dari Negeri Sakura itu jarang ditumbuhi bulu. Lalu bagaimana yang normal?

Pada wanita normal, 75% testosteron dalam plasma darah di produksi oleh kelenjar adrenal. Namun, pada wanita penderita hirsutisme ditemukan sedikit kenaikan testosteron dalam plasma, yang dihasilkan di ovarium.

Ada pula faktor lain penyebab timbulnya hirsutisme, yakni efek sampingan obat-obatan yang mengandung anabolic steroid, progesteron, dan antikonvulsan, di kelenjar adrenal. Anabolic steroid, misalnya, merupakan salah satu materi obat sintetis yang banyak disalah gunakan oleh altet binaraga untuk mendongkrak prestasi.

Mungkin tumor

Berbeda dengan para penderita hirsutisme, wanita hirsutisme cenderung merasakan gangguan lebih beragam. Selain masalah pertumbuhan bulu yang berlebihan, terkadang muncul juga seborrhoea (sekresi lemah yang berlebihan) di sekitar hidung dan dahi. Juga jerawat di wajah, dada, dan punggung.

“Ia juga dapat mengalami infertilitas karena (indung telur) terkadang tidak mengeluarkan ovum yang disebut dengan siklus anovulatory,” kata Maria. Penyebabnya, hormon estrogennya meningkat, dan timbul gangguan pada endometrium (membran mukosa pada rahim).

Pada masa pubertas, perempuan hirsutisme akan mengalami gangguan pada siklus menstruasinya, payudaranya kurang berkembang, dan klitorisnya membesar (genital virilazation).

Ciri fisik yang terkadang mengikutinya adalah memiliki suara seperti pria, dan terkadang mengalami obesitas. Kadar prolaktin (hormon yang merangsang dan mempertahankan sekresi susu), dan insulin di dalam darahnya juga meningkat.

Pada usia lanjut penderita hirsutisme cenderung diserang gangguan jerawat yang parah. Sedangkan di masa menopause, bulunya akan tumbuh semakin lebat, terutama pada kumisnya.
Satu hal yang perlu mendapat perhatian, “Hirsutisme bisa pula menunjukkan adanya tumor di kelenjar adrenal,” kata Maria. Tumor ini muncul bersamaan dengan awal timbulnya hirsutisme. Ada beberapa tipe tumor virilising, yang bisa membuat sifat-sifat seks sekunder pria jadi berkembang. Di antaranya suara membesar seperti pria, dan klitoris membesar.
Maka, wanita penderita hirsutisme dengan berbagai ciri itu sebaiknya memeriksakan diri ke dokter, kalau-kalau ada tumor bersembunyi di rahimnya.

Dibasmi dengan PIL KB

Dari penelitian 47 penderita hirsutisme yang siklus menstruasinya tidak teratur, 60% diantaranya menunjukkan peningkatan kadar testosteron dalam plasma darah. Itu karena adanya jaringan testis yang tumbuh di ovarium.

Obat-obatan yang mengandung glukokotikold sering dipakai untuk mengatasi hirsutisme, karena didalamnya terdapat zat-zat yang bisa menekan produksi hormon androgen di kelenjar adrenal dan ovarium.

Obat-obatan itu juga menghentikan kerja kelenjar adrenal pada folikel bulu. Selain itu, tekstur bulu yang tumbuh jadi lebih pendek, tipis dan kurang berpigmen.
Alternatif lain, menggunakan pil KB. Pil mencegah kehamilan yang mengandung hormon estrogen berkadar tinggi ini dapat menekan hormon gonadotropin dalam tubuh. Akibatnya, ekskresi hormon endrogen dari ovarium jadi berkurang. Kadar testosteron dalam serum darah pun normal.

Tak selalu hirsutisme

Meski ciri utama hirsutisme adalah tumbuhnya bulu yang berlebih, sebaiknya tidak perlu gegabah menyatakan seseorang menderita hirsutisme hanya karena tangan atau kakinya berbulu lebat. Untuk menentukan seseorang menderita hirsutisme atau tidak, perlu pemeriksaan medis.

Diantaranya mencakup pemeriksaan testosteron dalam plasma, prolaktin, kortisol, dan pengeluaran steroid melalui urine selama 24 jam. Tulang tengkorak difoto dengan sinar rontgen untuk melihat ukuran kelenjar pituitari di otak.

Dilakukan juga pemeriksaan ultrasonografi dan komposisi hormon hydroxyprogesterone, untuk mengecek kemungkinan tumbuhnya tumor di rahim. Pada mereka yang mengalami tumor, komposisi plasma FSH hormon stimulasi folikel di dalam kelenjar pituitari menurun jumlahnya dibandingkan dengan komposisi LH (hormon luteinizing).

Hasilnya kemudian dibandingkan dengan kondisi pada orang normal. Baru setelah itu ditentukan apakah yang bersangkutan menderita hirsutisme atau tidak.

Cara mencukur

Cara paling mudah untuk merontokkan bulu liar, walau tidak menyelesaikan persoalan secara permanen, tentu saja dengan mencukurnya. Cara ini yang banyak di pilih wanita untuk membabat bulu di kaki dan ketiak (axillae). Tapi hati-hati lo, kata nenek, kalau bulu dicukur nanti malah menumbuhkan bulu yang lebih kasar.

Benarkah ?

“Mencukur bulu tidak membuat bulu yang tumbuh jadi semakin kasar. Yang benar, kulit justru teriritasi, jika terlalu sering mencukur (bulu),” kata Maria.
Cara lain yang agak modern yaitu menggunakan krim peluruh bulu (depilatory). Repotnya, krim itu membuat serabut bulu membesar, karen cystine (asam amino) yang menjembatani antara ikatan-ikatan polypeptile (asam amino), yang berdekatan pada bulu, membelah. Akibatnya, bulu rusak dan kulit teriritasi.

Krim juga tidak dapat digunakan sembarang orang, karena ada orang yang berkulit sensitif. Untuk mengetahuinya, oleskan sedikit krim ke bagian dalam pergelangan tangan anda. Tunggu satu hari, jika tidak ada masalah, berarti krim itu bisa digunakan.

Lilin malam (wax) juga dapat digunakan untuk mencabut bulu. Namun, teknik ini pun tak kurang mengiritasi kulit. Selain itu, cara ini membuat bulu tumbuh lebih cepat dari biasanya. Jadi, teknik ini tidak disarankan untuk mengatasi hirsutisme.

Kalau tidak ada satu pun di antara cara tadi yang dipilih, kehadiran bulu liar juga bisa diakali. Caranya, dengan membuat warna bulu jadi tidak kentara. Untuk itu diperlukan krim bleaching, yang mengandung hidrogen peroksida. Krim ini membuat warna bulu jadi agak samar, sehingga bisa dioles kan di wajah. Kelemahannya, ada kemungkinan cara ini membuat kulit teriritasi.

Ada obatnya

Merontokkan bulu yang tidak dikehendaki secara medis mungkin lebih tepat. Diantaranya dengan menggunakan gelombang elektrolisis. Teknik ini terutama digunakan jika bulu yang tumbuh bertekstur panjang dan jarang. Dengan cara ini folikel bulu bisa dihancurkan.

Caranya, sebuah jarum perlahan-lahan dimasukkan ke dalam folikel bulu. Gelombang arus listrik galvanik rendah dialirkan utnuk membatikan akar bulu. Meskipun berhasil mencegah bulu tumbuh kembali, teknik ini makan waktu penanganan cukup lama dan biaya mahal. Jika operator kurang berpengalaman, jarumnya bisa meninggalkan luka kecil di kulit.

Sinar laser juga bisa digunakan untuk mengatasi hirsutisme. Sinar ini akan merontokkan bulu, dan mencegahnya tumbuh kembali. Kendalanya serupa dengan tindakan gelombang elektrolisi, mahal serta membuat kulit memerah, pucat atau gelap, dan teriritasi.

Bagamanapun, masih ada harapan bagi penderita hirsutisme khususnya idiopatik. Untuk mereka dapat digunakan obat antiandrogen cyproterone acetate oral yang dipakai untuk menyembuhkan pria hiperseks. Namun obat ini harus dikombinasikan dengan hormon estrogen.
Obat yang mengandung cyproterone acetate dan yang mengandung ethinyl oestradiol diminum secara bergantian atau paralel. Pemakaian obat antiandrogen ini baru terasa hasilnya setelah dikonsumsi rutin selama 3-6 bulan. Meski hasilnya secara fisik tidak langsung kelihatan, obat ini memberikan kelegaan psikologis bagi penderita hirsutisme.

Jadi, untuk mengusir bulu-bulu tak bertuan memang banyak cara yang bisa dipakai. Hanya saja, manusia tetap tidak bisa menolak pemberian apa pun dari Yang Maha Kuasa.

Sumber :Intisari

Thursday, July 14, 2011

MAKANAN BERKHASIATMEMBANGKITKAN GAIRAH PRIA




Sudah sering kita diingatkan, dan juga paham betul, kalau tiap hari mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang mengandung berbagai vitamin dan mineral dapat menjaga kesehatan. Namun, banyak orang yang tak perduli, antara lain karena tekanan dan kesibukan hidup di zaman modern. Mereka tinggal meluncur ke pasar swalayan atau membuka kulkas, untuk membeli atau mengambil makanan olahan ataupun makanan kalengan. Praktis, seperti itu barangkali yang dilakukan hampir setiap hari oleh kalangan tertentu.

Namun, tahukan anda kalau makanan olahan ataupun makanan cepat saji yang mengandung lemak jenuh berkaitan dengan menurun atau hilangnya libido alias gairah seksual? Kalau tidak ingin libido anda makin ngedrop, cara paling sederhana ya hindari saja mengonsumsi makanan serupa itu. Lalu beralih ke bahan makanan segar yang bisa menjaga kesehatan dan membuat libido yang sempat loyo kembali ngejos.

Para ilmuwan telah melakukan penelitian terhadap sekelompok makanan yang bisa berfungsi melawan depresi, dan berdampak positif terhadap libido. Berada pada urutan teratas yaitu pisang (mengandung potassium- yang juga baik untuk jantung), buah ceri, ketimun, asparagus, seledri, dan plum. Cokelat juga baik untuk kesehatan, terutama bagi penderita penyakit jantung. tapi, cokelat juga mengandung phenylalanine suatu asam amino yang memperkuat endorphin tubuh dan bersifat antidepresan alami serta dapat memompa libido sehingga hasrat seksual ngebul lagi.

Makanan lain yang punya reputasi bermanfaat untuk dikonsumsi dalam kaitannya dengan urusan ranjang ini sering lebih banyak tergantung pada mitos dankepercayaan daripada hasil penelitian. Namun, ada dua zat gizi yang mungkin bisa menjelaskan kepercayaan bahwa sejumlah makanan itu dapat membangkitkan libido kaum lelaki.

Mineral seng dan vitamin B6 berperan penting dalam pembentukan hormone laki-laki, testosterone. Hormone testosterone membantu pria membangun ereksi dan ejakulasi. Tiram (oyster), yang barangkali makanan pilihan paling dikenal di kalangan kaum lelaki, kaya akan mineral seng (Zn). Ketidak suburan dan hilangnya gairah seksual bisa terjadi akibat kekurangan mineral Zn ini.

Dalam jumlah yang cukup vitamin B6 terdapat dalam avocado dan asparagus, dua bahan makanan lain yang juga punya reputasi sebagai meningkatkan gairah seksual. Bahan makanan sumber mineral seng yaitu beras merah, keju, dan kalkun.

Contoh menu makanan untuk mendongkrak libido bisa seperti ini :
  • Makanan pembuka : tiran (seng), asparagus (B6), atau avokad (B6)
  • Hidangan utama : kalkun (seng) atau ayam (B6) dengan kentang (B6) atau dengan beras merah (seng) dan miju (seng)
  • Buah : strawberi atau nanas (keduanya mengandung B6)

Tunggu apa lagi, segeralah konsumsi makanan itu. Sambil jangan lupa melakukan olah raga secara teratur supaya kehidupan seksual anda menjadi lebih baik. Latihan olahraga membuat jantung anda akan memompa darah ke seluruh tubuh (sehingga mengaktifkan kembali berbagai hormone) dan pada gilirannya meningkatkan aliran darah kea lat vital.

Sumber : Intisari

JAHE DAN TEH ATASI KANKER




Ibarat pencuri di malam hari, itulah kanker. Tak pernah ada yang tahu benar apa penyebab pastinya. Terapi terhadap penyakit kanker pun terus berkembang. Dari terapi ‘sederhana’ yang menimbulkan gangguan hingga yang terkini dengan imunoterapi yang bisa meminimalkan keluhan penderita selama menjalani terapi.

Salah satu penemuan terbaru yang patut dicatat yaitu manfaat sari jahe dan teh hijau untuk mengatasi kanker. Demikian yang disampaikan para ahli dalam sebuah pertemuan bagi kalangan Riset Kanker di Amerika Oktober 2003.

Ann Bode dan Zigang Dong dari University of Minesota meneliti manfaat ekstrak jahe yang dikenal dengan nama gingerol. Zat ini yang bikin jahe terasa pedas. Mereka memberikan zat itu mencit yang telah diinfeksi dengan sel kanker kolon manusia. Mencit yang digunakan pun mencit yang dibudidayakan secara khusus, sehingga lebih mudah terkena kanker.

Lima belas hari kemudian Vode dan Dong mulai mengamati hasilnya. Pada mencit yang menjalani pola makan normal ada 13 ekor mencit yang terkena tumor. Sedangkan pada kelompok mencit yang mendapat suntikan ekstrak jahe- sebelum dan sesudah diinfeksi sel tumor- hanya ditemukan empat ekor mencit yang dihinggapi tumor.

Sayangnya, belum ada informasi apakah mengonsumsi jahe dalam bentuk sederhana juga memberikan manfaat untuk mencegah kanker. Soalnya, bukankah selama ini masyarakat kita sudah sedemikian akrab mengenal jahe – mulai wedang ronde, sekoteng, permen jahe, atau lainnya?

Ada lagi penelitian lain yang dikerjakan sebuah tim di Pusat Kanker Arizona, Tucson. Penelitian dilakukan terhadap 118 perokok berat. Para perokok dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing diminta meminum sedikitnya empat cangkir teh hijau atau teh hitam dalam sehari.

Setelah empat bulan, pada tubuh mereka dilakukan pengukuran bahan kimia yang disebut 8-OhdG. Zat ini dilepaskan tubuh sebagai respons atas kerusakan DNA, yang sering terjadi pada kasus kanker.

Hasilnya ?

Pada mereka yang meminum teh hijau decaffein terjadi penurunan sebanyak 31 % jumlah 8-OhdG. Sedangkan pada yang meminum teh hitam tanda-tanda itu tidak dapat ditemukan.
Namun, hasil penelitian dinilai belum mencukupi. Menurut Bode, “Kami masih akan terus mempelajari manfaat rempah itu untuk mengatasi berbagai macam tumor. Bahkan sampai akhirnya kami dapat menyingkap rahasia tentang zat antikanker utama bagi manusia.”

Tak kalah penting, menurut para ahli dalam pertemuan itu, mencari jalan yang lebih mudah untuk menurunkan resiko terkena kanker.

Seperti kata Dr. Raymond Dubois dari Vanderbilt Univesity di Nashville, yang memimpin pertemuan itu, “Selain terus melakukan penelitian untuk pengobatan danpencegahan, perlu juga dilakukan kampanye untuk menyosialisasikan upaya pencegahan kanker dengan cara yang mudah.

Raymond Dubois berharap, kampanye dapat membuat seluruh warga masyarakat dunia lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka. Diantaranya, dengan rajin berkonsultasi pada dokter dan menjalankan patokan-patokan standar seperti berhanti merokok, menjaga keseimbangan gizi, dan latihan jasmani.

Merokok, yang selama ini dilakukan jutaan orang dari berbagai belahan dunia, memang menjadi factor pertama (yang dapat dicegah dan dihentikan) penyebab kanker. Sedangkan factor kurang gizi banyak menjadi masalah di Negara berkembang.

Sumber : Intisari

KEKERASAN PSIKOLOGIS KELUARGA



Mengumbar Emosi Melukai Jiwa

Kekerasan psikologis terhadap pasangan sering kita lakukan tanpa sadar. Pasangan jadi hidup tanpa daya. Padahal, yang begini bisa dihindari. Tak jarang, akar kekerasan macam ini ada jauh di masa silam.

Iskandar (bukan nama sebenarnya) duduk gelisah dalam rapat di kantor sore itu. Tiba-tiba ponselnya bordering. Cepat-cepat ia jawab, “Halo, aku sedang rapat… dengan bagian marketing … ya, sebentar lagi.” Rapat berlanjut, tapi Iskandar tampak kurang concent. Setengah jam berlalu, HPnya “menyalak” lagi, “Belum, belum selesai … ada masalah dengan penjualan di Kota Medan …”

Pukul 19.00, rapat menjelang berakhir. Mata pria berusia 38 tahun itu mematuk –matuk arlojinya. Tiba-tiba HPnya menggeram lagi. “Aku masih di kantor… ya, nanti langsung pulang deh…” Setengah jam kemudian, rapat benar-benar ditutup. Ia takut ditebengi Rina yang searah dengan rumahnya.

Para peserta rapat bertukar pandang, saling senyum. Bisa mereka bayangkan, entah berapa ratus kata akan disiramkan istri Iskandar kepada suaminya. Betapa tersiksa hidup Iskandar, tak boleh pulang telat, tak boleh semobil dengan wanita lain, tak boleh membuka rute baru selain rumah –kantor –rumah.

Apa yang terjadi pada Irma (bukan nama sebenarnya) 36 tahun, istri Iskandar? Ia terus-menerus memonitor keberadaan suaminya. Sehari bisa lebih dari 20 kali ia “meneror” sarjana teknik itu. Padahal, Irma sendiri diam-diam, tanpa sepengetahuan suaminya, membelanjakan uang bulanan yang diberikan Iskandar dengan tak semena-mena, terutama untuk membantu sanak keluarganya. Iskandar pun tak berkutik.

Lebih parah lagi, Irma berlaku bak detektif. Ia memeriksa tubuh suaminya sepulang kantor. Bajunya dibaui, adakah aroma parfum wanita selain miliknya. Bahkan, selalu diikuti diam-diam kemana pun sang suami pergi, dan “titip mata” kepada siapa saja Iskandar pergi.

Irma tak sendirian. Diah (bukan nama sebenarnya) 32 tahun, manajer cabang sebuah bank tersohor, tak jarang memamerkan gaji danposisinya di kantor kepada Surya (nama rekaan) 37 tahun, suaminya. Tentulah Surya, yang sejak lima tahun lalu hanya staf promosi sebuah produk mainan anak-anak, terpukul. Walau bagitu ia diam saja. Apalagi di depan ketiga anak mereka, Diah terang-terangan melecehkan dirinya. Belum lagi dalam acara arisan keluarga dua bulan sekali, Diah menggelar monolog tentang perilaku nasabah dan situasi perbankan saat ini.

Kicau Diah mendominasi sepanjang arisan. Surya merasa tersisih, dan tersengat ketika tiba-tiba Diah menegok kearahnya, “Surya sih, enggak berani melakukan movement, jadi enggak pernah naik jabatan.” Surya makin terpuruk. Ia merasa, semua yang hadir memandang sinis kepadanya.

Penganiaya Dan Teraniaya

Dalam balada Irma dan Iskandar, serta Diah dan Surya, sesungguhnya Irma dan Diah telah melakukan kekerasan psikologis terhadap suami mereka. Memang tak ada luka fisik, tetapi luka jiwa di hati para suami membekas lama, malah mungkin selamanya.
“Tak terjadi hubungan yang berkembang jadi pasangan, masih superior-inferior, masihantara yang tertindas dan menindas, sama sekali tidak harmonis, “ komentar psikolog Dra. Ida Poernomo Sigit Sidi atas kisah kedua pasangan itu.

Dari ruang priaktiknya, Ida mencatat sejumlah kasus yang didasari perilaku yang dianggap bisa saja oleh pelaku, tapi ternyata membuat luka batin menyakitkan pada pasangannya. Kasus Iskandar dan Surya hanyalah sebagian kecil dari derita suami atas ulah istri yang melampaui batas “job desk” nya.

Sebaliknya, derita yang sama banyak pula dirasakan oleh kaum istri. Masih banyak para suami yang memasung kreativitas sang istri, padahal wanita itu memiliki potensi untuk melakukan sesuatu diluar rumah tangganya, bekerja di kantor, misalnya. Alas an klasik yang dijadikan senjata, “Siapa nanti yang mengurus rumah?”

Jika istri sempat mengenyam pendidikan tinggi, keharusan tinggal di rumah saja sudah amat menyiksa. Contohnya, yang dialami Ira, (bukan nama sebenarnya) 27 tahun. Keinginan bekerja sajrana bahasa salah satu perguruan negeri swasta ini ditolah mentah-mentah oleh suaminya, Anto (bukan nama sebenarnya) 31 tahun, karyawan salah satu bank swasta papn tengah. Sebenarnya, Ira berniat emmbantu Anto menopang keuangan keluarga, jika isu PHK besar-besaran jadi mengguncang kantornya terbukti.
Berkali-kali ia mengutarakan niat bekerja. Namun, baru kalimat pertama sudah dipatahkan Anto. Pria kelahiran Purwokerto itu mengumpat, “Jatuh harga diriku, nanti dikira aku tak mampu menafkahi keluarga.”

Ira hanya bisa menangis, ketika Anto mengekangnya lebih keras. Mengira istrinya dihasut orang lain, maka seluruh akses ditutup. Ia tak boleh berhubungan dengan siapapun, termasuk keluarga, tanpa seizinnya.

Penganiayaan secara halus tapi menusuk jiwa, dilakukan juga oleh suami yang malu membawa istrinya ke tengah public. Atau, cara suami memperkenalkan istri ke temannya sedemikian rupa hingga terkesan melecehkan istri sendiri.

Lalu, bagaimana mengatasinya? “Lebih baik masing-masing memosisikan diri pada perannya. (dalam kasus Diah dan Surya) sekecil apa pun gaji suami, itu adalah nafkan utama,” tandasnya. Walau gaji istri berlipat kali, statusnya tetap nafkah pendamping. Jadi, pundi keluarga adalah gabungan dari keduannya. Sementara penggunaannya sebaiknya atas dasar kesepakatan bersama.

Memang, diakui, Diah mampu memanfaatkan emansipasi yang diberikan Surya, hingga dikantor ia berhasil jadi pemimpin. Namun, di rumah ia harus kembali kepada struktur di rumah. “Kebanyakan istri lupa ia bekerja untuk apa, lalu menganggap remeh suami. Padahal, kedudukan kepala keluarga bukan ditentukan oleh besarnya gaji atau tingginya kedudukan, “ kritik psikolog berputra dua ini.

Sementara, pada kisah Ira dan Anto, seharusnya Anto, yang seorang sarjana, mampu berpikir secara luas ke depan, sebagaimana pasangan hidup laiknya. “Tentunya ia menyadari, dengan siapa ia menikah. (Ira adalah contoh) seorang dewasa yang sadar posisisebagi istri, tahu tanggung jawab dunia akherat. Jadi, tak usah dikendalikan begitu ketat, “ tegas Ida. Yang disayangkan, potensi besar Ira layu sebelum berkembang, lantaran suaminya tergolong konserfatif. Sebaiknya, niat Ira dibicarakan dulu, lalu diujicoba.

“Kebanyakan wanita merasa ini sudah kodrat. Padahal kodrat wanita adalah mengandung, melahirkan, menyusui. Tak hak istri juga harus diperhatikan dong,” kata Ida dalam nada tinggi. Apalagi belakangan ini marak fenomena yang seolah disahkan masyarakat luas, padahal amat menyakitkan kaum wanita, yakni poligami. Sang istri pun merasa itu bukan siksaan, karena sudah nasib, ya diterima saja. “Secara mental itu tidak sehat. Stelah usianya menjelang senja, barulah ia sadar, ‘hidup saya ini apa dan untuk siapa’ tapi semua sudah terlambat,” sendu bicara Ida.

Akar Masa Lalu

Menurut Ida Poernomo Sigit Sidi, ada hubungan antara kekerasan psikologis dan masa lalu pelaku. Jika dulu bapaknya suka memukuli ibunya maka begitulah juga ia mengajar istrinya. Peristiwa masa lalu itu mengendap kea lam bawah sadar. Karena tak bisa ditahan terus-menerus, maka begitu ada kesempatan, meledaklah keluar. Yang bersangkutan sendiri kaget, kok sampai melakukan hal itu. Untuk mengetahui penyebabnya, si pelaku diajak melakukan perjalanan ke masa lalu, masuk alam unconscious (bawah sadar) nya.

Begitu ketemu penyebabnya, biasanya kaget, karena selam ini ia tak menyadari memiliki hal itu, maka ia pun kesal pada diri sendiri. Itulah akibat jika ada sesuatu yang ia tahu tidak baik, langsung ditekan. Begitu seterusnya. Jika ini tidak diselesaikan, akan muncul kapan pun.

Kalau toh ia sudah menyadari hal itu, tapi tetap melakukannya lagi, maka ia perlu psikolog. Sebab, ia tidak mampu mengendalikan diri sendiri, tidak mampu menata emosinya. Harus dengan bantuan psikoterapi. Untuk menyembuhkannya, ada sejumlah langkah yang harus ia lakukan. Jika istri atau suami bisa mengerti dan bisa diajak kerja sama, maka akan segera dilibatkan.

Ida menunjuk kasus Adi (nama samaran, 27), seorang menejer bidang TI, yang tergolong orang yang susah mengerti atau dimengerti, susah bergaul, sinis terhadap orang lain, sering menyakiti hati lingkungan kantor dan rumah.

Oleh Ida, ia dituntun melakukan perjalanan psikologis cukup panjang membongkar masa lalunya. Akhirnya ketemu, ia pernah dihukum ayahnya pada umur 9 tahun. Kebetulan ayanya masih ada, sehingga Ida menganjurkan agar diselesaikan “Katakan apa perasaanmu, ucapkan terima kasih telah dididik seperti itu hingga sekarang bisa jadi orang,” begitu Ida meminta kepada Adi.

Untunglah, sang ayah masih sempat ditemui, sempat menjelaskan apa maksud dan tujuan hukuman itu. Kalau tidak, si anak akan terus membawa interpretasinya sendiri seumur hidupnya. Ayah dan anak berjalan bersama, tapi ada rongga psikologis yang amat besar diantara mereka.

Begitulah, kekerasan apa pun bentuknya, fisik dan non fisik, adalah produk dari kekerasan juga di masa lalu. Berdialog, membuka komunikasi, menata emodsi saling berempati, saling terbuka saling berbagi rasa adalah kunci pembuka simpul persoalan psikologis diantara suami-istri.

Bukan hanya terhadap pasangan, pelakuan manusiawi dan bermartabat juga diutamakan terhadap anak-anak. Hati-hati, anak-anak bisa membawa luka jiwa sepanjang hidupnya.

HATI-HATI MENJULUKI !

Kekerasan nonfisik juga sering dialami anak-anak. Misalnya, memberi julukan pada anak harus hati-hati, sebab akan member stempel pada dirinya. Julukan si Bolot atau si Doraemon membuat anak akan mengidentifikasikan dirinya dengan karakter itu. Kelambanan bereaksi seperti si Bolot akan menyugesti anak, akhirnya meresap ke dalam konsep dirinya, dan terbawa hingga dewasa.

Ida wanti-wanti, dalam menghukum anak pun perlu disadari, imbangkah hukuman itu dengan kesalahan yang dibuat oleh si anak. Juga, bisakah hukuman itu menjadi “pegangan” buat anak untuk mengerem perbuatan semacam itu lagi. “Hukuman yang tak mendidik, jika anak menjadi pelampiasan marah terhadap suami atau istri atau bahkan atasan,” tegas Ida.

Ida mendapati, trauma psikologis akibat hukuman ini berlangsung hingga si anak berusia 30-40 tahun, bisa membuat mereka rendah diri atau balas dendam. Setelah menjadi orangtua, balas dendam itubisa positif bisa pula negative. Yang positif, misalnya ia tak kan memukul anak karena tak ingin mengulangi kesalah orangtuang. Yang negative, ia bisa jadi overprotective pada anaknya, sehingga si anak tak bisa apa-apa.

Memang, terkadang orangtua ingin menenmkan disiplin tapi tak menyadari bahwa tindakannya itu amat menekan anak. Saat baru saja menonton acara televise kesayangannya, misalnya, ia dipaksa belajar. Ini penyiksaa. “Kenapa tidak kompromi saja, kasih waktu anak menonton setengah jam, sudah itu baru belajar,” saran Ida.
Dalam kasus lain, Ida mendapati orang tua memaksa mengambil jurusan pilihannya, “Mengapa si anak tidak diajak bicara, mempertimbangkan jurusan yang dipilihnya sendiri. Jika ia memilih arsitektur, ajan ia mengobrol dulu dengan omnya yang arsitek. Minta ia ukur kemampuannya sendiri, apakah sanggup mengikuti perkuliahan kelak.”

Berunding semacam ini, menurut Ida akan menempatkan anak sebagaiorang yang punya hak atas masa depannya sendiri. Serta membimbing dan mengarahkan karena wawasannya belum luas.

Orang tua zaman dulu, dalam pandangan Ida, mengamati si anak dari jauh, lalu agak otoriter dalam menentukan jurusan si anak demi kebaikan anak itu sendiri. Berbeda dengan orang tua zamansekarang yang terlalu membiarkan, terlalumenuruti, padahal si anak belum waktunya diperlakukan seperti itu. “Akhirnya, si anak tak jadi apa-apa,” sesal Ida.

Sumber: Intisari