Wednesday, November 17, 2010

JANTUNG KORONER









SAYANGILAH JANTUNG ANDA



Belakangan ini semakin sering kita mendengar orang yang menderita sakit jantung koroner.



Di kalangan wanita, penyakit jantung kurang ditakuti dibandingkan dengan kanker. Padahal kenyataanya satu dari dua wanita beresiko mengalami kematian mendadak karena jantung dan stroke. Angka ini lebih tinggi daripada penyebab kematian karena kanker payudara yaitu satu dari dua puluh tujuh. Angka-angka tersebut memang dara dari AS tetapi tidak mustahil dijumpai di Indonesia pada wanita yang tinggal di kota.



Faktor-faktor risiko penyakit jantung diantaranya adalah dislipidemia, hipertensi, diabetes mellitus, obesitas, merokok, riwayat dalam keluarga dan stress.



Biasanya oran gawam menyebut kondisi dislipidemia itu denga “kolesterol tinggi”. Padahal dislipidemia bukan sekadar kelainan pada kadar kolesterol dalam darah tetapi merupakan kelainan metabolisme lemak yang ditandai dengan penignkatan kadar kolesterol total, kolesterol LDL ( low dnsiti lipoprotein) dan trigliserida darah, maupun penurunan kadar kolesterol HDL (high density lipoprotein). Nilai normal kadar kolesterol yang diharapkan sesuai dengan laporan Adulr Treatment Panel (ATP III) DARI National Cholesterol Education Program (NCEP) AS tahun 2001 dapat dilihat pada table berikur :



KLASIFIKASI KADAR LEMAK DARAH BERDASARKAN ATP III

Klasifikasi

Kolesterol Total (mg/dl)

LDL (mg/dl)

HD (mg/dl)

Trigliserida (mg/dl)

Optimal

<200

<100



<150

Hampir optimal



100-129





Perbatasan

200-239

130-159



150-199

Sangat Tinggi



> 190



> 500

Rendah





> 40



Tinggi

> 240

160-189

> 60

200-499





Sumber : Executive Summary of the third Report of the National Cholesterol Education Program (NCEP) Expert Panel on Detection, Evaluation, and Treatment or High Blood Cholesterol on Adults (Adult Treatment Panel III): JAMA, May 16,2001 vol 285, No. 19.



Terlalu banyak mengkonsumsi lemak dapat berakibat meningkatkan dadar trigliserida/ kolesterol darah. Meskipun demikian, jangan pula menganggap lemak sebagai musuh karena lemak diperlukan oleh tubuh. Salah satu manfaat lemak adalah sebagai sumber energi. Manfaat lain lemak adalah melindungi tubuh dari perubahan suhu yang drastik, sebagai bantalan pelindung sebagian organ tubuh, membentuk membran sel dan pengatur fisiologi tubuh serta mengikat vitamin yang larut dalam lemak (vit. A,D,E,K).



Menghilangkan lemak di dalam diet harian bukanlah tindakan bijaksana karena tubuh memerlukan lemak untuk berbagai hal.



Demi mencapai kesehatan, tindakan bijak yaitu membatasi konsumsi lemak agar tidak berlebihan dengan komposisi > 30 % dari total kalori sehari.



JENIS LEMAK YANG TERDAPAT DI DALAM MAKANAN DAPAT DIBEDAKAN MENJADI :



PUFA

Poly Unsaturated Fatty Acid / Asam lemak tak jenuh rantai ganda contoh : omega 3 dan omega 6.



MUFA

Mono Unsaturated Fatty Acid/ Asam lemak tak jenuh rantai tunggal contoh: omega 9



SFA

Saturated Fattu Acid?Asam lemak jrnuh



Di dalam tubuh, setelah lemak diserap oleh usus, berbagai jenis lemak tersebut akan dibentuk menjadi suatu molekul lemak transport yang disebut kilomokron. Bahan dasar utama kilomikron adalah trigliserida dan sebagian kecil kolesterol, protein dan fosfolipid. Kilomikron dibawa darah dari usus menuju hati, di dalam perjalanannya melepaskan trigliserida akibatnya kilomikron menjadi kecil. Sisa inti kilomikron yang banyak mengandung kolesterol ini akan diserap oleh hati.



Hati memproduksi lipoprotein yang dibentuk oleh trigleserida dan kolesterol yang disebut

VLDL (very low density lipoprotein) untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Selama perjalanan VLDL melepaskan trigliserida dan tersisa lipoprotein yang mengandung tinggi kolesterol, yaitu LDL.



Fungsi LDL adalah membawa kolesterol ke seluruh jaringan tubuh. Jika kebutuhan tubuh akan kolesterol sudah terpenuhi, maka LDL yang banyak mengandung kolesterol tersebut akan dibawa kembali ke hati. Kolesterol yagn berlebihan akan menumpuk di tepi pembuluh darah (plak) sehingga pembuluh darah menjadi keras, sempit dan suatu saat bisa tersumbat (aterosklerosis). sumbatan pada pembuluh darah jantung menyebabkan penyakit jantung koroner danpada otak menyebabkan stroke.



Proses pengangkutan lemak kembali ke hati dilakukan oleh HDL dan kadar HDL yang tinggi mencegah terjadinya proses ateroklerosis.



Pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) terbukti dapat membantu mendeteksi risiko serangan jantung. Selain itu, gaya hidup sehat, seperti mengatur makan dan aktivitas fisik yang baik juga akan menurunkan faktor-faktor risiko serangan jantung.



Pengaturan pola makan di zaman yang serba terburu-buru ini sering dianggap sebagai beban yang merepotkan dan alasan tak ada waktu sering digunakan sebagai pembenaran budaya makan sembarangan.



Padahal tubuh yang sehat berasal dari gaya hidup yang sehat, dan gaya hidup yang sehat membutuhkan asupan nutrisi yang tepat, lengkap dan seimbang utnuk mendukung aktivitas. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang lengkap dan seimbang dibutuhkan berbagai jenis bahan makanan. Tetapi sayangnya tidak setiap orang memiliki kesempatan untuk menyediakan dan mengkonsumsi berbagai jenis makanan utnuk pemenuhan zat gizi ini. Sebagai solusinya adalah konsumsilah makanan pengganti dengan kandungan gizi yang lengkap dan seimbang. ENSURE/KARTINI

IBU BEKERJA DAN ASI EKSKLUSIF




Sukses ASI eksklusif

Anda ingin sukses memberikan ASI eksklusif? Ikuti kiat berikut ini.

Banyak ibu bekerja yang pesimis akan kemampuan mereka memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Padahal, yang dibutuhkan ibu agar tetap dapat memberikan ASI untuk bayinya adalah sikap optimis.

Sikap optimis dan kesadaran bahwa bayi berhak mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan merupakan bekal utama saat ibu mulai melangkahkan kakinya kembali bekerja. Pandangan inilah yang akan mengarahkan ibu untuk berjuang semaksimal mungkin tetap memberikan ASI bagi bayinya, dalam kondisi apapun! Apa yang mesti anda lakukan agar pemberian ASI eksklusif berhasil?

  • Mencoba di rumah. Satu minggu sebelum bekerja, cobalah anda memompa ASI dan menyimpannya di freezer. Selain si kecil punya persediaan ASI saat anda bekerja, anda pun punya pengalaman memompa ASI.
  • Informasikan pada atasan. Saat kembali ngantor jelaskan pada atasan anda akan memerah ASI sedikitnya setiap 3 jam. Jelaskan pada atasan anda memompa ASI tidak menganggu pekerjaan. Bila anda memperoleh hak anda untuk memompa ASI, anda pun lebih produktif bekerja.
  • Diruang tertentu. Idealnya ada ruang khusus untuk memompa ASI. Bila di kantor anda tidak ada, anda dapat minta izin atasan untuk menggunakan ruang rapat atau perpustakaan saat anda harus memompa ASI. Jangan memompa ASI di kamar kecil karena banyak kuman! Selain itu,m masih anda menyiapkan makanan bayi atau makanan anda sendiri di toilet?
  • Lakukan pada jam yang sama. Jumlah ASI bisa berbeda setiap harinya. Untuk memaksimalkan jumlahnya, pompalah ASI setiap hari pada jam yang sama. Berusahalah santai, bayangkan bayi anda sedang menyusu saat anda memompa ASI. Perasaan tertekan dan kurang tidur adalah musuh besar anda. Ingat, anda adalah ibu menyusui. Jadi selama di kantor konsumsilah makanan sehat dan bayak minum.
  • Cari dukungan. Dukungan merupakan kunci sukses. Bila ada rekan yang juga memompa ASI di kantor, jangan segan menceritakan kesulitan anda dan minta saran padanya.

Sebelum menjalankan itu semua, yakinkan diri anda bisa memberikan ASI eksklusif 6 bulan untuk si buah hati. (Dok.ayahbunda)

KANDUNGAN GIZI ASI





MAU AA + DHA UNTUK ‘SI BAYI’ TERNYATA SEMUA ADA DALAM ASI LHO!...GRATIS!



Duh senangnya punya bayi lucu. Pengen rasanya semua kebutuhan gizinya dapat terpenuhi, termasuk DHA, AA juga Omega 6 untuk kecerdasannya. Tapi tahukah anda, zat-zat penting itu ternyata bisa didapatkan ‘Cuma-Cuma’ dari ASI anda sendiri? Sambil menyusui, tak Cuma mendekatkan emosi ibu pada si ‘buah hati’, tapi sekaligus memberi konsumsi gizi tinggi. Untuk itu, biasakan menyusui dengan ASI sejak dini.





Kelebihan dan manfaat ASI…



ASI adalah makanan alamiah terbaik untuk bayi anda. Selain kmomposisinya sesuai dengan pertumbuhan bayi (mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, zat besi), juga dilengkapi zat pelindung (immunoglobin, lekosit, laktoferin, faktor bifidus, lisozim dan taurin). Karena kandungan gizinya, segeralah berikan ASI. Refleks hisap bayi paling kuat adalah pada jam-jam pertama dia lahir. Tangsangan payudara dini akan mempercepat timbulnya refleks prolaktin dan mempercepat produksi ASI.



ASI dan prekursornya yang disebut kolostrum adalah makanan terbaik untuk bayi.



NUTRIEN (ZAT GIZI) ASI

1

KOLOSTRUM

Cairan kental berwarna kekuning-kuningan yang dihasilkan pada sel alveoli payudara biu. Sesuai untuk kapasitas pencernaan bayi dan kemampuan ginjal baru lahir yang belum mampu menerima makanan dalam volume besar.

2

PROTEIN

PROTEIN dalam ASI terdiri dari casein (yang sulit dicerna) dan whey (protein mudah cerna). Berkebalikan dengan susu sapi, protein dalam ASI lebih banyak mengandung whey daripada casein sehingga protein ASI mudah dicerna.

3

LEMAK

LEMAK ASI adalah penghasil kalori (enenrgi) utama dan merupakan komponen zat gizi yang sangt bervariasi. Lebih mudah dicerna karena sudah dalam bentuk emulsi. Penelitian Osborn membuktikan, bayi yang tidak mendapatkan ASI, lebih banyak menderita jantung koroner di usia muda.

4

LAKTOSA

Merupakan krbohidrat utama pada ASI. Fungsinya sebagai sumber energi. Fungsi lainnya meningkatkan absorbsi kalsium dan merangsang pertumbuhan laktobasilus bifidus.

5

VITAMIN A

Ada dengan konsentrasi berkisar pada 200 IU/dl.

6

ZAT BESI

Meskipun ASI mengadung ZAT BESI (0,5-10 mg/liter), bayi yang menyusui jarang kekurangan zat besi (anemia). Hal ini dikarenakan zat besai ASI lebih mudah diserap.

7

TAURIN

Berupa asam amino dan berfungsi sebagai neurotransmitter, berperan penting dalam maturasiotak bayi

8

LAKTOBASILUS

Berfungsi menghambat pertubuhan mikroorganisme seperti bakteri E. Coli yang sering menyebabkan diare pada bayi

9

LAKTOFERIN

Bermanfaat menghambat bakteri stafilokokus dan jamur kandida

10

LISOZIM

Dapat memecah dinding bakteri sekaligus mengurangi insiden KARIES DENTIS dan MALOKLUSI (kebiasaan lidah yang mendorong ke depan akibat menyusu dengan botol dan dot)







Zat-zat inilah yang menyebabkan ASI lebih unggul dibandingkan susu lainnya. Malah ibu yang menyusui eksklusif dengan ASI untuk jangka waktu lama, akan terhindar dari kemungkinan penyakit kanker payudara. Sebaliknya, menggunakan susu formula dapat memberikan kerugian, seperti : PENGENCERAN yang salah dan pelarutan susu lebih dari seharusnya, dapat mengakibatkan : hupermatremi, obesitas, hupertensi dan enterokolotis nekrotikans. Juga bisa menyebabkan KONTAMINASI MIKROORGANISME, menyebabkan ALERGI dan TIDAK PRAKTIS serta TIDAK EKONOMIS.



DHA, AA DAN OMEGA 6 …gratis dalam ASI!



Dalam kemasan susu formula banyak diunggulkan kelebihan DHA dan AA untuk pertumbuhan bayi, padahal semua itu bisa didapat secara GRATI dari ASI. Salah satu keunggulan lemak ASI adalah kandungan asam lemak esensial, docosahexaenoic acid (DHA) DAN arachidonic acid (AA) yang berperan penting dalamm pertumbuhan otak (sejak trimester 3 kehamilan sampai tahun pertama setelah bayi lahir). Yang merupakan asam lemak sesensial DHA, dan Omega 6 yang dapat dirubah menjadi AA. Kalau zat-zat bergizi ini bisa kita dapatkan secara GRATIS dari ASI. Kenapa harus mengeluarkan biaya lebih utnuk mengkonsumsi susu formula?



Friday, October 29, 2010

SEKSOLOGI







KETIKA SUAMI TAK DAPAT MEMBERI KEPUASAN SEKSUAL



Seks memang bukansatu-satunya yang utama dalam kehidupan berumah tangga. Tapi seks turut berperan dalam menentukan kebahagiaan suatu perkawainan. Kepuasan seksual termasuk faktor penentu kebahagiaan pasangan suami-istri. Apa jadinya jika suami tidak mampu memberi sang istri kepuasan tersebut?



Siapapun sepakan kalau seks dalam kehidupan rumah tangga adalah bumbu utama yang sangat penting. Kekurangan sedikit saja, kehidupan rumahtangga pun menjadi hambar. Bisa menjadi pemicu keretakan rumah tangga.



Banyak faktor menjadi penyebab suami tidak bisa membaerikan kepuasan seksual bagi istrinya. Kondisi yang mengharuskan suami tinggak di kota berbeda bisa jadi penyebabnya. Begitu pula suami yang harus berangkan ke kantor pagi buta dan pulang hampir setengah malam, tak heran sampai rumah sudah loyo dan maunya langsung tidur mengistirahatkan badan.



Kedua hal tersebut membuat waktu untuk berkumpul bersama istri sangat minim. Hubungan seksual yang dilakukan pun kadang hanya sekadarnya saja. Mungkin tidak maksimal hingga masing-masing tidak mencapai kepuasan, bahkan bisa jadi frekuensinya jarang.



Ada pula yang mungkin mempermasalahkan gaya bercinta suami yang monoton. Pokoknya seks, orgasme, selesai. Apalagi buat wanita yang menurut banyak penelitian paling sulit mencapai kepuasan seks, terutama bila tak dilakukan secara tepat. nah, perilaku berhubungan seks, orgasme, selesai tentu tak cukup buat istri.

Bagaimana bila anda mengalamiya?



JANGAN DIANGGAP SEPELE



Meski tak mengalami kepuasan seks, toh banyak istri yang memendam saja perasaan tak puasnya, atau menerima saja. Mau bagaimana lagi? Usia perkawinan sudah lama, toh itu bukan satu-satunya yang penting. Yang terutama ‘kan suami bahagia, anak-anak sehat, keluarga utuh dan terpenuhi kebutuhannya. Merasa tak puas dengan seks suami, nggak penting.



Astri contohnya. Ia tidak terlalu mempermasalahkan saat Aziz, suami yang sudah dinikahinya selam delapan tahun, tidak bisa memberikan kepuasan di ranjang. Baginya masih banyak masalah lain yang harus dipikirkan. Apalagi ia memiliki karier bagus sebagai direktur di salah satu surat kabar. “Mungkin karena saya berpikir rasional, tidak melulu ranjang “ ucap Asri yang sudah dikarunian dua momongan.



Jika Asri tidak terlalu ambil pusing, Tatie lebih banyak introspeksi diri saat suaminya juga demikian. Ia berpendapat, masalah tidak selalu ada pada suami saat istri tidak merasa puas diranjang. Menurutnya, mungkin istri sudah tidak seksi lagi sehingga suami jadi tidak bergairah. Atau istri memberi tekanan yang lebih kepada suami sehingga saat bercinta, suami ingin cepat-cepat selesai.



Bercinta bagi suami akhirnya buka karena ingin memberi kepuasan atau wujud cinta kepada istri. Tapi hanya sekadar menjalankan “tugas” saja. Tidak ada lagi kenikmatan,” papar Tatie yang menikahi pria Eropa dan kinimenentap di Slovenia.



Mungkin ada benarnya. Tapi, jangan lupa, zaman sekarang godaannya juga besar. Media saat ini begitu banyak menggambarkan kehidupan seks nan variatif, mau tak mau menggelitik perasaan, membuat istri yang merasa tak mendapat kepuasan seksual jadi tergoda, ingin mencoba-coba bahkan yang berbahaya sekalipun. Contohnya seperti yang divisualkan dalam film Quickly Express itu. Di mana pemerannya-Ira Maya Sofa sebagi istri, menyewa gigolo! Karena bersuamikan gay yang jelas tidak bisa memenuhi kewajiban bilogisnya, ia nekat memanfaatkan biro penyedia jasa gigolo Quickly Express. Hanya saja, apakah seligkuh atau menyewa gigolo menjadi solusi saat merasa tidak terpuaskan di ranjang?



Orang yang imannya kuat, sadar dan sehat pikirannya tentu akan bilang tidak, tidak, tidak. Bahkan lebih suka instrospeksi diri, jangan-jangan diri sendiri juga pangkal masalahnya. Namun seperti yang dikatakan psikologi Arie Radyaswati, MPSI, apa pun penyebabnya, harus tetap dimengerti bila secara terori, seks termasuk kebutuhan tingkat pertama atau primer selain makan dan minum. Meamng dalam kehidupan berkeluarga, seks bukan yang utama. Tapi jika menyangkut dua orang lawan jenis, suami dan istri, hubungan seks tetap penting. Jika hal itu bermasalahpasti dapat menganggu harmonisasi keduanya, bahkan lebih dari itu juga harmonisasi sekeluarga.



Secara psikologi, ketidakpuasan istri dalam berhubungan seksual akan berdampak pada hubungannya dengan suami. Apalagi jika istri tidak berani mengungkapkan rasa tidak puasnya. "Jika diantara pasangan itu sendiri tidak dapat membina hubungan dengan baik semuanya akan terbatas pada suami-istri marah-marahan. Sementara posisi anak ada luar sistem. Anak-anak jelas akan terkena dampaknya,” jelas Arie.

Jadi rasa tidak puas saat berhubungan intim jangan pernah dianggap sepele. Seks menjadi bagian dari kelengkapan untuk keharmonisan. Bukan hanya untuk memuaskan salah satu saja. Karena itu menurutnya diperlukan keterbukaan antara pasangan.



Dr Boy Abidin, SpOG, Seksolog

BISA FAKTOR ISTRI

Mungkin bukan pasangan kita yang tak dapat memuaskan, masalahnya juga bisa dari diri istri, baik disebabkan dari faktor kejiwaan maupun fisik.

Dari sisi kejiwaan, mungkin ketika kecil memiliki trauma seksual. Entah itu berupa pelecehan seksual atau diperkosa. Hal semacam ini menyebabkan perempuan enggan menikah karena trauma dengan aktivitas seksual. Ketika menikan itu bisa terbawa.

Dari sisi fisik, mungkin ada yang salah dengan kesehatan reproduksi istri. Apakah terkait dengan menstruasi atau keputihan. Adanya masalah itu mungkin istri meresa tidak percaya diri melakukannya. “Memang ada perempuan yang dari remaja mengalami keputihan yang menimbulkan bau, gatal membuatnya tidak percaya diri dan tidak nyaman.”

Faktor lain yang bisa jadi penyebab adalah vaginismus, kondisi di mana otot vagina sangat kaku dan tegang sehingga sakit atau sulit di lakukan penetrasi. Jika tidak diperiksakan kepada ahlinya, selamanya ia tidak akan bisa menikmati aktivitas seksual. Ironisnya, suami biasnya tidak mengetahui hal itu. “Karena suami tidak tahu, bisa dianggap karena begitulah istrinya, penakut misalnya. Lama-lama suami menganggap biasa saja karena dia bisa memaksa penetrasi dan puas, sementara istri jadi malas berhubungan intim.”

AGAR SAMA-SAMA PUAS

Rasa puas harus sama-sama dirasakan kedua belah pihak, dalam hal ini suami dan istri. Untuk itu ada yang harus diperhatikan utnuk bisa mencapai kepuasan dan memuaskan pasangan masing-masing.

· Kebugaran fisik. Kesehatan fisik nomor satu dalam melakukan hubungan intim. Dengan fisik yang sehat akan dicapai tingkat kebugaran yang lebih baik dan bisa membantu tercapainya kepuasan. Untuk meningkatkan sirkulasi darah bisa dilakukan dengan makan teratur, istirahat cukup, mengkonsumsi makanan sehat dan menghindari kolesterol. Berat badan juga harus ideal, tidak overweight. Kelebihan berat badan biasanya akan menganggu kenikmatan hubungan intim atau sulit mancapai kepuasan.

· Kebugaran jiwa. Artinya, suami atau istri tidak terlalu banyakmenuntut, bisa memahami dan mengerti dan bisa berkomunikasi dengan pasangannya. Dalam berumah tangga, aktivitas seksual bukanlah suatau beban, anggaplah sebagai hiburan. Artinya kedua belah pihak harus menikmati hubunan intim. Jangan sampai hanya salah satu pihak yang menikmati.

· Menerima sekaligus memberi pengertian. Suami bermasalah, terimalah tapi juga jangan mendiamkan. Dorong suami untuk mengkonsultasikan pada ahlinya. Bila suami menolak, jelaskan bahwa kelak bisa lebih parah, misalnya ejakulasi dini bisa mengarah pada impotensi. Padahal anda dan suami masih muda dan menginginkan kepuasan dalam berhubungan intim.



Dalam keluarga selalu ada keterbukaan antara suami dan istri menyangkur masalah pendidikan, pengasuhan dan ekonomi. Jadi tidak ada salahnya jika dalam seks juga ada keterbukaan. Bila selama ini dianggap tabu, untuk kebaikan bersam sejatinya perlu diungkapkan dan dikomunikasikan secara jujur.



Sika salig terbuka bisa dilakukan misalnya denganmengungkapkan perasaan tidak mnyaman ketika becinta dalam posisi tertentu. Atau istri bisa menyatakan kepada suami bahwa hari ini suasana hatinya sedang tidak bagus utnuk bercinta. “Tapi kalau tidak bisa terbuka dalam hal-hal seperti itu , ini bisa menjadi pemicu masalah dan menjaalar kemana-mana. Dan itu bisa berbahaya,” kata Arie.



Bahaya yang paling ekstrim adalah perceraian. Namum sebuah pernikahan untuk bisa berujung pada perceraian jalanya panjang. Ketidakpuasan saat berhubungan intim bukanlah penyebab langsung suatu perceraian. Biasanya pasangan suami-istri sudah berusaha mengatasi masalah yang ada sebelum terjadi perceraian. “Misalnya istri merasa tidak puas saat berhubungan intim dengan suaminya, bisa melakukan aktivitas yang sifatnya produktif sebagai kompensasi,” kata Arie.



LANGKAH ANTISIPATIF



Sayannya, ada istri yang mengalamu dan mengompensasikan masalahnya pada hal-hal yang sifatnya negatif, seperti selingkuh. Hal ini, kata Arie, bukan solusi utnuk memperbaiki malah bisa makin memperparah kondisi rumah tangga. Relasi dengan suami pun akan semakin jauh. Akhirnya menjadi cuek dan tidak ada semangat memperbaiki kehidupan rumah tangga. “Akhirnya kasusnya jadi dua. Dirumah bermasalah dengan pasangan, diluar punya simpanan. Akibatnya mengganggu stabilitas rumah tangga. Belum lagi relasi dengan orang-orang luar dan pengaruh ke anak-anak. Jadi masalah bisa makin kompleks,” papar Arie.



Seandainya tidak berani mengungkapkan masalah yang ada, menurut Arie, apa salahnya minta bantuan pihak ketiga yang netral. Entah itu mengikuti seminar atau talkshow terkait, atau menemui psikolog atau konsultan perkawinan agar mendapat langka-langkah terpa untuk mengurai masalah anda.



Bila memilih konsultan dengan ahlinya, idealnya datang bersama suami. Dengan demikian lebih mudah membahas masalah yang ada. Sayangnya, menurut Arie, dalam banya kasus, sangat sulit mengajak suami berkonsultasi ke psikolog atau konselor perkawinan. Sangat jarang suami yang merasa apalagi mengakui bila ia memiliki masalah seksual. Suami mungkin menganggap selalu puas saat berhubungan intim. Karena itu juga tidak merasa perlu mendampingi istri menemui konselor.



Selain itu, kita bisa mengambil langkah antisipasi disamping terbuka, istri pun harus bisa memahami saat mana pasangan membutuhkan dan saat mana tidak membutuhkan hubungan seksual. Dengan waktu yang tepat, Arie yakin suami-istri akan mendapat kualitas hubungan seksual yang baik. “Contohnya, perempuan kalau lagi tidak mood, atau lagi banyak masalah, tidak bisa menikmati hubungan seksual. Hal-hal semacam ini harus diungkapkan kepada suami agar kedua belah pihak tidak kecewa saat berhubungan intim,”kata Arie.



Seandainya waktu serta tempat sudah tepat, dan suami sudah berusaha maksimal namun kepuasan tetap tidak tercapai jua, berarti istri perlu introspeksi diri. Benarkah perlakuan pasangan membuat tidak puas, ataukah memang ada problem pribadi. Misalnya, bisa jadi kebutuhan seksual istri memang tinggi sehingga suami tidak bisa mengimbangi. Atau mungkin istri tidak bisa merasakan kepuasan karena masalah reproduksi, atau mungkin juga mengalami frigiditas. Berarti istrilah yang harus mendapat penanganan khusus.



Atau suami yang memiliki masalah dengan alat seksualnya? Berarti anda perlu mendorongnya untuk mengkonsultasikan dan pengobatan lebih dahulu masalahnya.



FOREPLAY, PENTING



Banyak faktor yang membuat suami tidak bisa memuaskan dalam berhubungan seksual. Apalagi dibanding pria, perempuan butuh waktu lebih lama untuk bergairah dan terangsang hasratnya. Biasanya butuh waktu 20-30 menit samapi siap menerima penetrasi dan orgasme.

Artinya, ditegaskan seksologi dr Boy Abidin SpOG, dalam berhubungan intim sebaikny ajangan tancap gas, tetapi diawali denga foreplay alias pemanasan. Sepatkan waktu 20-30 menit untuk foreplay sebelum melakukan penetrasi.



Sayangnya, banyak pria yang melewatkan momen tersebut. Entah karena capek, malas, atau mungkin sifatnya maunya langsung “tancap gas” dan selesai. Ditambah ada sifat laki-laki yagn menganggap bila ia puas, istri pasti juga puas. “Inilah yang menyebabkan irama antara suami dan istri tidak sama. Imbasnya, istri merasa tidak puas ketika melakukan hubungan intim dengan suaminya,” ujar dr. Boy.



Kaum perempuan sangat membutuhkan foreplay sebagai jalan untuk mengolah emosi. Selain itu, foreplay membantu mengeluarkan cairan perempuan yang akan memudahkan penetrasi. Karena itu, komunikasi yang disebut sebelumnya, perlu diterapkan. Istri harus berani terbuka dan minta sang suami tidak buru-buru. Agar kesempatan berikutnya, suami bisa mengikuti irama istrinya.



Boy mengatakan, tingkat kepuasan sebenarnya bersifat relatif dan tergantung masing-masing individu. Faktor panca indera, apakah itu sentuhan, rabaan atau penciuman, turut menentukan ketutusan atau ketidakpuasan dalam hubungan seksual. Semua itu memang tergantung kebutuhan dan tuntutan tiap individu, namun pada hakikatnya sama, yaitu mendapatkan kepuasan.



Bila toh memerlukan alat bantu seperti vibrator, Boy mengatakan tidak melarangnya selama kedua belah bihak menikmati. “Karena masalah tiap pasangan berbeda. Mungkin ada yang masalahnya gaya bercinta yang mononton, sehingga memerlukan alat bantu. Tapi jika salah satu pihak tidak berkenan hal itu tidak bisa dipaksakan,” jelasnya.

Intinya, penggunaan alat bantu saat bercinta sah-sah saja selama tidak menyakiti, melukai atau mengarah ke sadisme. “Kadang salah satu pihak memaksa, tapi pasangannya tidak menikmati. Yang tercapai bukan puas tapi malah kecewa. Pasangan juga merasa tambah down dan tidak ada kepercayaan diri,” kata Boy menjelaskan



Penggunaan alat seperti vibrator sebenarnya hanya bagian variasi untuk mencapai kepuasan seksual. Variasi lain bisa dilakukan misalnya dengan berganti tempat. Kalau biasanya bercinta di rumah sendiri, sekarang ganti dilakukan di hotel atau mungkin pergi ke luar kota. “Namanya orang, ada jenuhnya. Asal jangan mencari orang lain untuk mendapatkan kepuasan seksual,” pungkas Boy. KARTINI



ALAT BANTU, PERLU TIDAK PERLU

Daripada anda stress karena suami benar-benar tak mampu, apalagi selingkuh, alat bantu seksual mungkin bisa menjadi alternatif.

  • Penis silikon getar yang bisa digunakan utnuk menstimulasi/penetrasi vagina. Bagian kepala penis yang agak melengkung bisa untuk menstimulasi G-spot (titik di area vagina yagn kono merupakan titik kepuasan). Kecepatan getaran bisa disesuaikan denganmemutar tombol putaran di bagian bawah penis. Panjang 20 cm dengan diameter 0 cm, dengan 2 buah baterei.
  • Satu set peralatan seks yang bisa digunakan utnuk memenuhi kebutuhan seksual wanita. Di dalamnya terdapat beberapa kondom silikon penis, vibrator dan lubricant. Masing-masing kondom silikon memiliki fungsi yang berbeda seperti: stimulasi G-spot, vagina dan anal. Cara penggunaannya: sambungkan kondom silikon penis tersebut pada vibrator, berikan pelicin (lubricant) utnuk memudahkan pemasangan, kondom silikon penis tersebut bisa diganti-ganti sesuai dengan kebutuhan dan keinginan. Vebrator yang panjang memakai 2 buah paterai. Yang pendek memkai 1 buah baterai. Getaran umumnya bisa disesuikan.
  • Stimulator nipple, merupakan penggetar berupa jepitan yang dijepit pada puting susu wanita, berfungsi untuk menstimulasi payudara/puting susu wanita. Kecepatan getaran bisa disesuaikan dengan remote yang tersedia. Memakai 2 buah baterai.


PENCARIAN JATI DIRI REMAJA



GENG REMAJA PUTRI
PENCARIAN JATI DIRI ATAU SOK KEREN

Masih ingatkah anda kasus geng remaja putrid beberapa tahun yang lalu? Tentu masih segar dalam ingatan kita bagaimana sebuah kelompok/genk merekrut anggotanya atau bahkan memberikan sangsi pada anggotanya dengan menggunakan kekerasan. Dan sepertinya kita perlu mengulas kembali untuk mengingatkan kita agar selalu waspada dalam mendidik buah hati kita.

Di usia remaja, anak mulai memiliki kelompok atau bahkan sampai membuat geng. Celakanya dengan bergeng bisa menggunakan kekerasan. Seperti yang terungkap terbentuknya geng remaja putrid yang melakukan kekerasan pada teman di luar anggotanya. Herannya ini terjadi di Pati, kota kecil di Jawa Tengah. Tak tanggung-tanggung, kekerasan yagn mereka lakukan di rekam pula di ponsel.

Geng Nero, kepanjangan dari Neko-neko Dikeroyok, tiba-tiba popular di kota kecil Pati, Jawa Tengah. Popularitasnya bahkan samapi ke seantero Indonesia. Maklum, dari sebuah kota kecil, bisa ada sebuah geng remaja putri pula yang melakukankekerasan pada teman remaja putri lainnya. Selain Geng Nero, juga terungkap geng lain bernama Brensek. Sama seperti Nero mereka juga menganiaya teman sebaya putri, dan merekamnya di ponsel.

Adalah Lisa (namanya disamarkan-red), salah satu korbanya. Lisa mengaku tahu adanya geng yang senang mgincar dan memukuli sesama remaja putrid. Ia tahu, dia salah satu yang menjadi target geng tersebut. “Mereka menganggap saya kemayu, (genit-red), makanya saya nggak disukai. Karena itu kemana pun saya selalu bersama-sama teman. Kalau nggak saya sudah lama jadi korbannya,” ujar gadis manis itu.

Geng Nero memproklamirkan diri sebagai geng yang akan memberi pelajaran bagi sebayanya di luar gengnya yang dinilai mengejek, melecehkan dan menyaingi penampilan mereka. Awalnya beranggotakan 7 remaja putri, kini tinggal 4 orang., yakni My, TK, dan Yn. Kono, puluhan remaja putrid pun sudah menjadi korban.

Siang hari itu Lisa sedang Apes. Rupanya tida anggota GN (Geng Nero), My, Tk, Rt, sudah mengincarnya. Mereka tahu kalau hari itu ia sendirian di rumahnya. Ketiganya mendatangi di rumah dan memaksanya keluar, lalu membawanya ke Geng Cinta. Di geng yang berada di permukiman Tionghoa (pecinan) deka Gereja Isa Almasih, Desa Pejaksan, Juwana itulah, Lisa diperlakukan semena-mena. Ia ditampar, dipukul, dijambak rambutnya dan disuruh memberi hormat kepada GN. Tindakan kekerasan tersebut, lanjut Lisa, berlangsung sekitar 1.5 jam dan sambil direkam posel milik salah satunya. “Padahal saya sudah minta ampun, Saya sudah lemas, tapi tetap saja mereka memukuli,” tuturnya.

KORBAN SYOK DAN TRAUMA



Akibat kejadian itu, Lisa sempat syok dan trauma. Menurut ibunda Lisa, putri sulungnya sempat beberapa hari tidak mau makan, minum dan mandi. Ia banyak menangis dan mengurung diri di kamar. Syukurlah seiring berjalannya waktu kondisi Lisa berangsur-angsur membaik. Untuk menghindari kejadian itu tidak berulang lagi, ibunda Lisa mengantar jemput putrinya yang tercatat sebagai siswi kelas 1 SMA Batangan.

Masalah tersebut sebenarnya sudah selesai karena Kepala Sekolah SMAN 1 Batangan dan SMAN 1 Juwana memanggil para pelaku. Mereka pun akhirnya berdamai dengan putrid saya, “ ungkap ibunda Lisa. “Karena itu saya heran dan prihatin kok mereka masih melakukannya, samapai kasusnya seserius ini, “ujar Ny At, sang ibu. “Kami dulu nggak melaporkan karena kasusnya sudah selesai, dan saya kasihan karena masa depan mereka masih panjang. Saya pikir mereka bisa diarahkan.

Memang, setelah Lisa, ulah GN belum berakhir, Es dan Ws, kini mereka tercatat sebagai siswi SMPN 3 Juwana, juga mendapat perlakuan kasar GN, bahkan sejak anggota GN masih duduk di bangku SMP.

Awalnya Es dituduh GN menjelek-jelekkan salah satu anggotanya. Suatu hari empat anggota GN mendatangi rumahnya, mengajaknya keluar dengan alasan berkenalan. Sampai di depan Mushala SMP tersebut, Es dituduh telah menjelek-jelekkan kelompok tersebut. “Saya sudah menolak tuduhan. Saya bilang itu fitnah Ea (salah satu temannya yang kenal GN), mereka nggak percaya,” cerit Es.

Sama seperti korban lainnya, kedua pipi Es ditampar secara bergiliran oleh kelompok tersebut. Rambutnya dijambak dan bahunya dipukul hingga meninggalkan bekas memerah. Usai dianiaya ia diantar para pelaku dengan sepeda motor hingga pertigaan, tak jauh dari rumah Es. Dalam perjalanan Es menangis tersedu-sedu lantaran tak kuasa menahan rasa sakit akibat perlakuan semena-mena anggota geng yang tak dikenalnya itu.

Mengetahui putrinya dianiaya, orang tuanya, Wo dan Hi mendatangi rumah orang tuan Yn, salah satu pelaku. Seperti kejadian dengan Lisa, hal itupun bisa diselesaikan dengan baik. “Mereka datang ke rumah, minta maaf dan janji nggak akan mengulangi. Ya sudah kami maafkan, “cerita Hi, bunda Es.

Sayangnya, GN lagi-lagi mengulangi perbuatan tercelanya. Korbannya terakhir adalah Ws, sahabat Es. “Saya sih tidak bisa nggak akan memaafkan,” katanya. “Mereka sudah keterlaluan. Korbannya sudah puluhan orang."


BAGAIMANA KOMENTAR PAKAR?

Mh. Joni, Pakar Hukum

UNTUK ANAK, TINDAKAN PIDANA ADALAH UPAYA TERAKHIR

Geng Nero terungkap, membangun kesan kecenderungan kekerasan terhadap anak dan oleh siswa/anak itu sendiri. Makin kisruh karena muncul di tengah fenomena bullying di sekolah, kekerasan di STIP, ala Geng Motor. Kita patut mecemaskan geng sejenis ada namun tidak terungkap ke public.

Ditegaskan Muhammad Joni, SH, MH, Pakar Hukum Undang-Undang Perlindungan Anak agar pemerintah bertindak. Jangan menganggapnmya angin lalu. Dikhawatirkan, jika geng-geng ini sudah berlapis generasi, akan makin sulit diatasi.

Dalam analisis yuridis konstitusional, mengenai kekerasan ini ada dalil-dalilnya. Pertama, hak anak untuk terlindungi dari kekerasan sudah dijamin pasal 288 ayat 2 UUD 1945. “Jadi Negara berkewajiban melindungi dan melakukan tindakan perlindungan, termasuk melindungi korban yang menderita sakit, cedera atau yang pernah menjaslani perawatan serius.
Kedua, menhindari suburnya pelembagaan kekerasan di dalam kelompok anak dan orang muda, dan untuk menhindari jatuhnya korban kekerasan lebih lanjut, maka pemerintah mesti segera memotong pelembagaan geng seperti itu. Caranya beragam, mulai dari persuasive, dengan pengarahan untuk penginsyafan, dan memutuskan rantai “kaderisasi” dengan mengelimimir pengaruh actor pentolan geng itu dari “area kekuasaan”nya.

Kekerasan itu mesti dicegah, bukan hanya dijatuhi hukuman. Yang lebih penting mencegahnya secara konseptual sehingga dapat memberangusnya. Memutus rantainya tidak harus dengan membawanya sebagai perkara pidana. Pemidanaan hanya sebagai upaya terakhir (ultimatum remidium).

Di sisi lain, sekolah perlu menyiapkan antubodi bagi pelembagaan dan tradisi geng di sekolah. Peran guru pembimbing perlu di perbanyak dan bertugas mengendalikan dan melindungi siswa/anak. Guru dapat bekerja sama dengan orang tua, bahkan istansi terkait dengan maslah perlindungan anak dan perempuan.


Dra. Hj Nafisah Sahal, Anggota DPD RI Perwakilan Jateng

HARUS ADA PEMBINAAN KHUSUS

Saya prihatin dengan adanya kasus geng di Pati ini, yang notabene daerah saya sendiri. Saya juga heran mengapa justru terjadi di kecamatan, tepatnya didesa, yang seharusnya sikap masyarakatnya masih relative baik.

Adanya kejadian ini membuat saya, terutama sebagai anggota DPD RI, harus mendorong berbagai pihak untik mengatasinya. Terutama, pada anak-anak pelaku harus ada pembinaan khusus. Orang tua harus lebih banyak melakukan pengawasan. Jangan pembinaan diserahkan pada sekolah saja. Mereka ‘kan sekolah hanya sampai siang atau sore, selebihnya di rumah atau di tempat lainnya.

Karena itu secara kelembagaan, saya akan berusaha mengingatkan agar komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah (guru) diintensifkan. Orang tua yang suka enggan datang ke sekolah utnuk hadiri rapat-rapat harus didorong agar lebih memiliki perhatian. Orang daerah dan rata-rata produk mengasuhan zaman dulu, perhatian terhadap proses pendidikan anak memang masih kurang. Ini memang harus disosialisasikan terus-menerus.

Ratih Anjayani Ibrahim, Psikolog

TAK SELALU PENGARUH LINGKUNGAN

Sebenarnya adanya geng ramaja baik geng cowok atau cewek, seperti Geng Nero, itu bukan hal baru di kalangan remaja. Hanya saja yang menjadi sorotan, karena geng tersebut melakukan kekerasan fisik. Biasanya permpuan identik dengan hal-hal yang lembut, baik,m tapi juga lemah.

Namun sebagai remaja termasuk siswi SMP usia 12-15 tahun, atau SMA DI KISARAN 15-18 tahun, baik laki-laki maupun perempuan, mereka berada pada fase transisi, karena tidak mungkin secara tiba-tiba menjadi dewasa. Dalam masa transisi tersebut , remaja mulai mencari jati diri dan identitas dirinya. Karena itu pada umumnya punya ciri khas yang lebih spesifik dibandingkan kelompok lain. Misalnya dengan mencanangkan bahwa dia ada secara pribadi dan bukan anak-anak, sudah punya pendapat sendiri, memiliki keinginan sendiri dan berbeda dibandingkan dengan orang-orang yang selama ini mengatur dirinya seperti orang tua, guru dan sebagainya.

Pada usia inilah mereka mulai bergerombol dan membentuk kelompok-kelompok eksklusif. Tak heran terjadi pengaruh dari rekan sebaya dan setelah terpengaruh pengelompokannya akan semakin lebih solid. Begitu solidnya hingga yang termasuk kelompok mereka itu us (bagian dari kelompok mereka), dan orang di luar kami adalah mereka (them).

Dalam berkelompok itu mereka menunjukkan dirinya dengan cara show of power, pamer kekuatan untuk eksistensi. Memang pada dasanya remaja memiliki keinginan untuk eksis diantara teman-temannya, dan untuk tampil eksis maka harus berbeda. Namun selalu ada penyimpangan sebagaimana dalam kasus Geng Nero. Yakni dalam bentuk kekerasan secara fisik yang nyata. Dan perempuan juga tetap bisa melakukan tindakan agresivitas.

Dalam sebuah kelompok yang eksis akan terbentuk citra eksklusif. Maka, bagi yang ingin menjadi bagian dari kelompok tersebut pun harus menjalani tahapan-tahapan untuk bergabung di dalamnya. Tak heran dalam prosesnya terbentuklah militanisme, inisianisme, yang lalu berkembang menjadi kekerasan. Hingga akhirnya satu kelompok bisa saja menyerang orang dari luar anggota geng.

Jadi yang harus ditelaah lebih jauh adalah individu yang menjadi pemicunya. Tidak selamanya lingkungan yang memepengaruhi, sebab dalam jiwa si remaja sendiri, terdapat keinginan untuk eksis dan tampil beda. Untuk itu mereka harus diberikan pengertian toleransi terhadap orang lain. Karena resistensi mereka tinggi berikan pengertian dengan tahapan tertentu, jangan sampai nasihatnya salah agar tidak bisa percuma atau tidak didengarnya. Tahapan-tahapannya yaitu :
  • Pertama tahapan fisikal. Yakni dengan menjelaskan bahwa melakukan tindakan semena-mena ada konsekuensinya, ada hukumannya.
  • Kedua pembinaan atau konseling. Hukuman secara fisik tapi tidak ada tindak lanjutnya juga percuma. Jadi remaja harus dibimbing, mengikuti konseling dan pendampingan agama.
  • Ketiga, pengawasan pasca pembinaan. Yakni pengawasan bagaimana perkembangannya setelah konseling dilakukan. Tujuannya agar hal ini tetap berjalan secara konsisten.
Sumber:KARTINI

PROBLEMATIKA ANAK



PERILAKU SADIS DAN BRUTAL ANAK MAKIN MENGKHAWATIRKAN

Sebut saja dia Ari (nama samaran, red), bocah 14 tahun yang terlihat begitu lugu, tetapi dibalik senyum malu-malunya, tersimpan cerita mengerikan. “Waktu itu habis nonton video porno. Tiba-tiba aku pingin niru adegan di situ. Akhirnya aku ajak Rina (nama samaran, red) dan maksa dia begituan. Tetapi Rina berontak dan teriak-teriak, makanya kepalanya aku pukul pakai batu sampai mati,” tutur Ari santai. Jangan keget! Kasus Ari hanyalah contoh makin brutalnya perilaku anak-anak saat ini. Utnuk mengupas masalah ini, beberapa pakar angkat bicara.

Mirip dengan kisah Ari diatas, Za (14) dan Ham (14) juga tergoda melakukan perbuatan cabul setelah sebelumnya beberapa kali menonton film biru. Secara bergantian mereka “menggilir” seorang gadis cilik bernama Neng (6) di kebun pisang. Setelah puas melampiaskan nafsu, Za dan Ham sepakat menghabisi nyawa korban. “Aku takut Neng mengadu,” demikian alasan Za. Ham langsung mengambil batu dan melemparkannya ke kepala Neng beberapa kali. Karena korban masih hidup, Ham mencekik lehernya dari kandang ayam. Akhirnya Neng pun tewas, namun Za dan Ham belum puas dengan “hasil kerja” mereka.

Entah mendapat ide darimana, kedua bocah dibawah umur itu pun sepakat membakar jasad Neng untuk menhilangkan jejak. Kasus ini membuat masyarakat terhenyak dan tak berhenti bertanya, mengapa Za dan Ham, yang masih tergolong anak-anak tega melakukan perbuatan sebrutal itu.

Menurut SR Retno Pudjiati Azhar, Psikolog dari Universitas Indonesia, dalam diri manusia bisa saja terdapat perilaku menyimpang atau deviant disorder. Selain perilaku menyimpang biasa, yang mencakup pencurian atau perkelahian, ada pula perilaku menyimpang yang tergolong sadisme dan psikopat. Pudji, begitu wanita ini biasa di sapa, melihat penyimpangan perilaku pada anak-anak saat ini tak lagi sebatas penyimpangan perilaku biasa, namun sudah sampai taraf sadisme, yakni kemampuan untuk membunuh, seperti dilakukan Za, Ham dan Ari. Kondisi tersebut menurutnya tidak terlepas dari pengaruh tayangan-tayangan televise yang berlebihan. Salah satunya tayangan acara kriminalitas yang ia anggap kurang manusiawi karena sering menggambarkan cara-cara melakukan tindakan criminal secara detail. “Walau mereka berdalih hal itu sebagai tindakan rekonstruksi, tetap tidak bisa dibenarkan. Adegan itu mengundang inspirasi orang utnuk berbrutal-brutal,” ujar Pudji.

MEMFUNGSIKAN FILTER

Selain kriminalitas, tayangan di telvisi atau media cetak yang menampilkan sosok wanita dalam busana seronok juga dianggap menjadi pemicu keinginan seorang anak melakukan tindakan asusila seperti pemerkosaan. “Harus dipahami bahwa hormone anak-anak, khususnya remaja, sedang berkembang sehingga mereka mudah terangsang,” jelas Pudji. Anak-anak yang memiliki control diri baik akan bisa mengatasi rangsangan dari media. Sebaliknya, mereka yang tidak memiliki control diri cukup baik, bisa terjerumus dalam tindakan asusila, seperti pelecehan seksual atau pemerkosaan.

Oleh sebab itu, tak heran banyak permerkosaan dilakukan anak-anak setelah mereka menyaksikan adegan-adegan vulgar dalam VCD porno atau televise. Selain kasus Za, Ham dan Ari, masih banyak contoh kasus lain. Di Ampenan Mataram NTB seorang remaja tanggung bernama Romi (bukan nama sebenarnya, red) ditahan karena meperkosa Mira (bukan nama sebenarnya, red), gadis lugu yang baru duduk di bangku kelas 2 SMP. Di hari pertama, Romi mmemperkosa Mira sampai 5 kali. Karena ketagihan, beberapa hari kemudian Romi kembali mengulangi perbuatan bejatnya.

Di Palembang ada Zacky (12), seorang ABG yang memperkosa gadis kecil tetangganya (8) berkali-kali. Sementara di Jambi seorang pelajar kelas 1 SMP bernama Indra (bukan nama sebenarnya, red) digelandang ke kantor polisi Karena tindakan pemerkosaan terhadap dua orang gadis belia.

Sederetan kasus tersebut merupakan contoh perilaku anak yang tidak bisa mengontrol dirinya dengan baik. Selain kasus-kasus pemerkosaan, banyak juga kasus kriminalitas lain yang dilakukan anak-anak, antara lain pembunuhan, penganiyayaan, perampokan, narkoba dan lain sebagainya.

Pidji membenarkan penyimpangan perilaku pada anak seperti contoh diatas dipangaruhi antara lain oleh media. Namun ia enggan menyebutkan media sebagai pencetus utama. “Penelitian seputar masalah itu masih controversial. Saya yakin sebenarnya setiap orang memiliki filter dalam dirinya untuk menyaring informasi yang masuk. Karenanya, untuk memfungsikan filter tersebut perlu peran orang tua sebagai lingkungan terdekat bagi anak,” ujar Pudji yang berpendapat bahwa anak laki-laki lebih besar memiliki kecenderungan utnuk melakukan perilaku-perilaku menyimpang.

DIRANGKUL DAN DIPAHAMI

Selain membantu anak memfungsikan filter dalam dirinya, orang tua juga wajib memberikan bimbingan dan menciptakan komunikasi yang baik dengan putra-putrinya. Dengan demikian anak akan terbuka dan itu mempermudah orangtua membimbing dan mengontrol anak-anak dalam memilih serta mengenali teman yang baik. “Latih pula anak-anak agar bisa mengatakan tidak pada teman-temannya untuk hal-hal yang merugikan, tanpa harus menyakiti,” tambahnya.

Mengenai penjara sebagai alat untuk menciptakan efek jera, Pudji menganggap hal itu bisa dilakukan untuk tingkatan perilaku tertentu. Namun sebenarnya wanita ramah ini kurang setuju dengan penyebutan Lembaga Pemasyarakatan Anak. “ Harusnya dinamakan saja Tempat Rehabilitasi Anak Nakal. Anak-anak itu masih bisa diperbaiki dan memiliki potensi besar di masa datang. Untuk itu selama proses rehabilitasi, si anak harus tetap mendapatkan pembinaan ketrampilan, pendidikan dan pemenuhan kesejahteraan hidup, “ ujarnya.

Pihak orang tua juga diharapkan melakukan evaluasi terhadap penyebab perilaku menyimpang pada anak dan tidak memarahi si anak dengan hardikan-hardikan karena bisa membuat mental anak lebih buruk. Dengan jelas evaluasi itulah bisa didapat solusi terbaik. Dalam kondisi tertentu, cara yang harus ditempuh orang tua untuk memulihan kondisi anak adalah dengan memodifikasi lingkungannya, yaitu dengan memindahkan anak ke lingkungan baru.

Pemindahan itu dimaksudkan sebagai proses rehabilitasi, bukan pengasingan. “Namun kalau orang tua mampu membantu si anak mengatasi tekanan di lingkungan asli, tidak perlu di pindahkan ke lingkungan baru. Itu justru lebih baik. Pada dasarnya anak-anak dengan perilaku menyimpang hanya butuh dipahami dan lebih dirangkul,” tegas Pudji.

ANAK BERTINDAK TANPA BERPIKIR

Senada dengan pendapat psikolog SR Retno Pudji Ashar, kriminolog Adrianus Meliala juga menganggap pengaruh orang tua sangat besar, bai dalam mencegah maupun memicu terjadinya kebrutalan pada anak.” Anak-anak kelas bawah yang memiliki orang tua pekerjakasar banyak yang cenderung melakukan kekerasan. Pada dasarnya kehidupan mereka memang lebih keras dibanding anak-anak kelas menengah keatas. Hidup dilingkungan yang sering menuntut mereka menggunakan kekutan fisik, membuat anak-anak kelas bawah memiliki daya destruksi lebih besar,” papar Adrianus.

Sebagai salah satu upaya pencegahan, pria berkacamata ini menyarankan agar orang tua melatih emosi anak. Ajari mereka menahan diri dan mengalihkan rasa marah. Menilik banyak informasi dari media yang dapat memicu kebrutalan dan kriminalitas, orang tua diimbau agar selalu mendapingi buah hati mereka selama menonton TV atau VCD. “Namun pada dasarnya kemampuan kognitif anak memang terbatas. Seringkali yang mendasari perilaku anak adalah emosi semata. Contohnya saat marah, tanpa berpikir panjang anak bertindak, mengambil batu dan melempar. Oleh sebab itu, jangan main-main dengan emosi anak karena dia mempu melakukan tindakan sadis atau fatal,” imbuh kriminolog dari Universitas Indonesia ini.

Pada dasarnya Adrianus menganggap kejahatan yang dilakukan anak-anak umunya tanpa niat atau rencana. “Makanya muncul ketentuan anak-anak berusia di bawah 16 tahun tidak dikenakan hukuman. Orangtualah yang dianggap bertanggung jawab. Meski demikian tidak berarti Negara lepas tangan. Biasanya mereka dijadikan anak Negara dan ditempakan di Lembaga Pemasyarakan Anak (LP Anak) atau dititipkan ke orangtua denga kewajiban lapor kepada Negara,” paparnya.

Jika psikolog SR Retno Pudji Azhar dan kriminolog Adrianus Meliala menyebut fungsi orangtua sebagai pencegah utama merajalelanya kebrutalan anak, sosiolog Evelyn Suleeman MA berpendapat sedikit berbeda. “Tidak cukup hanya didikan orangtua. Seluruh masyarakat harus serius menanganinya. Misalnya menggiatkan badan sensor film karena tidak mungkin anak-anak yang menyeleksinya. Intinya jangan membebaskan anak-anak menyaksikan tayangan tanpa bimbingan orangtua. Kita juga harus memproduksi film-film mendidik sehingga anak-anak akan mengerti bahwa dalam kehidupan ini tidak hanya ada kekerasan,” panjang lebar. Keluahan peokolog Pudji yang mengaggap media terlalu detai menggambarkan sebuah tindakan criminal, sangat didukung Evelyn. “Saya pernah membaca ada orang yang melakukan kejahatan karena ingin ngetop atau masuk televise. Sepertinya tayangan negative di televise justru jadi memberi inspirasi bagi orang. Yang tadinya tidak tahu, jadi tahu,” ujar staf pengajar FISIP jurusan Sosiologi Universita Indonesia ini yang lahir di Jakarta 22 Desember 1956.

Peneliti di Insan Hitawasana Sejahtera ini juga melihat tututan dan tekanan yang dialami anak-anak sekarang lebih berat dibanding dulu. “Sajian kemewahan dalam tayangan iklan dan sinetron membuat mereka menginginkan sesuatu yang tidak bisa didapatkan. Iri dan dengaki pun timbul dan ini memicu kejahata,. Pelkajaran di sekolah yang menekan juga bisa memdorong anak melakukan tindakan criminal. Dari sini bisa dilihat bahwa kriminalitas anak bisa disebabkan banyak hal. Oleh sebab itu mencegahnya tidak bisa hanya mengandalkan orangtua, tetapi diperlukan kerja sama berbagai pihak,” tutur ibu dari Gabriel Ekaputra Sutanto ini.

TUGAS BERAT SEKOLAH

Selah satu pihak yang di anggap ikut bertanggung jawab terhadap perilaku menyimpang anak adalah sekolah. Menanggapi hal tersebut Profesor Anah Suhaenah, pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengemukakan beban yang harus dipikul sekolah sangat berat. “Dulu, tugas sekolah hanya memberikan pendidikan yang sifatnya akademis. Sekarang sekolah juga dibebani tugas-tugas penanaman nilai moral yang sebenarnya merupakan tugas keluarga. Soalnya tututan jaman membuat banyak ibu bekerja diluar rumah dan tak mempunyai cukup waktu untuk memperhatikan anaknya,” jelasnya.

Beban tersebut terasa semakin berat karena rendahnya rasio perbandingan antara guru dan dengan murid, khususnya di daerah-daerah urban. “Satu misalnya masih harus mengawasi puluhan bahkan ratusan anak didik,” ujar Prof Anah, “Tetapi itu semua bukan alasan sekolang angkat tangan. Seberapa pun beratnya, sekolah harus ikut menanamkan nilai-nilai moral pada anak-anak,” imbuhnya.

Prof Anah mengakui pihak sekolah belum cukup berhasil melakukan tugas tersebut. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi sekoalah untuk mendukung keberhasilan penanaman nilai moral anak didik. Namun ia juga menharapkan adanya peningkatan koordinasi antara pihak rumah dan sekolah diantanya melalui komite sekolah atau POMG. Hal ini dinilainya akan bisa memaksimalkan proses pendidikan yang berlangsung. Soal hukuman, mengeluarkan anak-anak pelaku kejahatan dari sekolah denial Prof Anah sebagai tindakan kurang tepat. “ Seharusnya hukuman yang diberikan tetap mendidik dan memperhitungkan kebaikan si anak. Dengan mengeluarkan nya dari sekolah, berarti sekolah sudah kehilangan kesempatan untuk melakukan pembinaan kepada anak yang bersangkutan, “ ungkapnya.KARTINI